Upayaku #BijakMengkonsumsi Air Untuk Melestarikannya



Lihatlah globe atau gambar permukaan bumi, bukankah terlihat sebagian besar berwarna biru? Artinya sebagian besar wilayah bumi merupakan perairan dengan total sekitar 70%. Tapi tahukah kalian, 97,2% air di bumi berada di lautan yang sejauh ini masih sulit dikonsumsi manusia secara langsung. Artinya kurang dari 10% air di bumi yang dapat dikonsumsi manusia, tersebar di waduk, danau, sungai dan sejenisnya yaitu air tawar.


Jejak Air yang Kita Konsumsi

Menurut data dari UN Water 2014, sebanyak 70% air tawar dipakai untuk irigasi pertanian, 20% untuk industri dan (hanya) 10% "bisa" digunakan sebagai konsumsi rumah tangga. Dari data lain diketahui bahwa konsumsi air manusia sekitar 3496 liter:

  • 137 liter di sektor rumah tangga dimana sebanyak 85% digunakan untuk cuci, mandi dan kakus.
  • 167 liter dari sektor industri melalui pakaian, tissue dan sejenisnya yang kita pakai
  • sisanya berasal dari makanan yang kita makan.

Hitungan air di atas disebut water footprint atau jejak air. Dari data di atas semoga membuat kita melek bahwa ternyata sebagian besar konsumsi air kita berasal dari konsumsi industri dan pertanian. Ini secara tidak langsung berkorelasi dengan upaya minim sampah yang "harus" kita lakukan. Semakin sedikit konsumsi kita, semakin sedikit sampah dan jejak air yang kita hasilkan.


Dampak Buruk Sampah Terhadap Kelestarian Air

Persoalan sampah bukan hanya soal "tampilan" yang menggunung dan dipenuhi lalat atau hewan lainnya, tapi juga terhadap lingkungan termasuk terhadap kelestarian air. Ya, sebegitu dampaknya sampah, terlebih yang tidak dipilah dan dibuang sembarangan, terhadap kelestarian air yang akan terganggu. Jika kelestarian air terganggu, tentu kebutuhan terlebih kesehatan manusia juga akan terganggu. Padahal air menempati satu dari beberapa kebutuhan pokok manusia untuk keberlangsungan hidup. 

Lantas apa sih dampak buruk sampah terhadap air?

1. Perubahan Iklim

Sampah, khususnya sampah organik, yang membusuk di lahan terbuka (tidak dikompos atau dikubur di lubang biopori) akan menghasilkan gas efek rumah kaca. Hal ini membuat perubahan iklim ekstrim di bumi. Dampak nyatanya terhadap manusia adalah kekeringan dan banjir!

2. Pemborosan Air

Tahukah kalian, sekitar 79% konsumsi air di dunia dipergunakan untuk pertanian? Ya, artinya bahan makanan yang kita makan membutuhkan air yang banyak. Sehingga jika pada akhirnya makanan akan menjadi foodwaste yang sudah tidak layak makan atau bahkan masih layak makan tapi dibuang, secara tidak langsung kita sudah melakukan pemborosan air!

3. Pencemaran Air Tanah

Sampah organik yang dibuang di lahan terbuka termasuk open dumping di TPA akan menghasilkan air lindi. Air tersebut akan mengenai tanah, membuat pencemaran tanah. Bahkan dalam tahap yang lebih buruk, pencemaran tanah tersebut menyebabkan pencemaran air tanah. Tentu kebayang dong bagaimana kualitas air tanah yang kita konsumsi?

4. Mencemari Badan Air

Sampah organik maupun anorganik di tanah terbuka berpotensi terbang terbawa angin. Kabar buruknya, sampah tersebut bisa "nyasar" ke wadah penampungan air, akibatnya akan mencemari badan air.


Air dan Energi Listrik

Air tidak hanya berkorelasi dengan sampah, namun juga ketersedian enegi listrik. Air merupakan sumber daya untuk membangkitkan tenaga listrik tapi saat ini sebagian besar sumber daya justru berasal dari fossil yang pada akhirnya menghasilkan gas efek rumah kaca.

Pilihan ini dilakukan salah satunya karena jumlah air yang lebih banyak dipakai untuk sektor industri dan pertanian. Jika saja manusia mau mengkonsumsi hasil industri dan pertanian secukupnya tentunya ketersediaan akan mengikuti permintaan, jumlah air yang terpakai untuk kedua sektor tersebut pun bisa dikurangi dan bisa diambil untuk sumber daya listrik.  

Bayangkan jika sumber daya utama enegi listrik hanya berasal dari air, tentunya gas efek rumah kaca bisa kita minimalisasi. Sungguh sebuah efek domino yang berawal dari diri kita sendiri! Ya diri kita sendiri juga yang bisa melakukan upaya melestarikan air, sebuah upaya menjaga ketersediaan air dengan mengkonsumsi secukupnya dan sebutuhnya.  


Upaya #BijakMengkonsumsi Air

Berikut ini beberapa hal yang ditugaskan oleh kami, para siswa kelas Belajar Zero Waste yang diberikan oleh Mbak Arlisa Febriani selaku narasumber materi ini, dalam upaya menjaga kelestarian air:

 1. Habiskan makanan

Seperi yang aku jelaskan di atas, bahan makanan yang kita makan memakan banyak air, cara agar tidak "buang-buang" air adalah memastikan makanan yang sudah kita buat dan ambil di piring habis.

I am done with this. 

 2. Tampung air hujan

Hujan adalah berkah, berkah bagi tanah dan tanaman dimana air hujan terserap oleh keduanya, berkah juga bagi manusia. Kita bisa menadah air hujan yang bisa digunakan untuk mengepel bahkan untuk konsumsi air dengan water filter yang banyak tersedia saat ini.

I am done with this. 

 3. Tampung air AC

Ini mirip-mirip dengan menadah air hujan begitupun pemanfaatannya. Namun untuk konsumsi, sepertinya tidak direkomendasikan. Berhubung di rumah tidak ada AC jadi i am not doing this.  

I am not done with this.

4. Menanam pohon

Mungkin belum banyak yang menyadari, menanam pohon adalah upaya menjaga kelestarian air. Hutan dan pohon sangat berkontribusi dalam menjaga siklus air. Banyaknya pohon akan membantu air dapat terserap ke dalam tanah. Dengan demikian air tanah tetap terjaga dan lingkungan pun terpelihara dengan baik. Sayangnya karena faktor kondisi rumah aku belum bisa melakukan ini di rumahku tapi sangat excited mengikuti kegiatan penanaman pohon di luar.  

I am not done with this. :(

 5. Hindari mandi berlama-lama

Ini sudah jelas sebagai upaya #bijakmengkonsumsi dan melestarikan air. Mandi dengan durasi secukupnya dan tentu saja air sebutuhnya akan menghindarkan kita dari keborosan. Beruntung aku tipe yang ngga suka mandi lama-lama. 

 I am done with this.

 6. Tampung air bekas cucian

 Sebagian orang mungkin akan langsung membuang air bekas cucian begitu saja. Tapi tahukah kalian bahwa air bekas cucian masih bisa dipakai setidaknya untuk menyiram tanaman? Aku yang sehari-hari mencuci dengan manual alias hand wash terbiasa menggunakan air bekas cucian untuk menyikat kamar mandi. 

 I am done with this.

 7. Mengganti penggunaan produk yang boros air

Coba telaah produk atau barang di rumah kita yang tergolong boros air. Pertimbangkan untuk menggantinya dengan barang atau produk yang lebih hemat air. Misalnya, sabun yang terlalu kesat, akan menghabiskan lebih banyak air, pertimbangkan untuk mengganti dengan sabun yang tidak terlalu keset. 

I am done with this.

 8. Mengolah sampah organik/sisa konsumsi sendiri

Dengan mengolah sisa organik sendiri, kita terhindar dari membuang sampah organik ke lahan terbuka atau TPA. Kembali ke dampak air terhadap kelestarian di atas, ini akan mencegah produksi air lindi yang berbahaya jika terdapat di alam terbuka. 

I am not done with this. :(

 9. Matikan keran air wastafel saat mencuci tangan atau menggosok gigi

Sekilas mungkin terlihat sepele, mematikan air di wastafel ketika mencuci tangan atau menggosok gigi tapi jika ditotal volumenya per harinya sangat lumayan lho! Yuk biasakan matikan air saat mencuci tangan dan menggosok gigi, jangan biarkan setetes pun mengalir begitu saja tanpa ditadah. 

 I am done with this.

 10. Tampung bekas air wudhu dan wudhu dengan 1 mud

Bagi yang belum tahu, satu mud adalah cakupan penuh dua telapak tangan pada umumnya. Memang sepertinya tidak memungkinkan mematikan keran setiap satu gerakan wudhu, mengingat secara syari'at tidak boleh melakukan gerakan selain wudhu. Yang bisa kita lakukan adalah menadah ember di bawah keran. Air bekas wudhu ini bisa digunakan kembali untuk menyiram tanah atau tanaman.

I am done with this. 

 11. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai

Dengan meminimalisasi penggunaan plastik sekali pakai, jumlah kebutuhan berkurang, ketersediaan juga akan berkurang, dimana pembuatan plastik sekali pakai membutuhkan banyak air dan tentunya kurang baik bagi lingkungan karena tidak compost-able, butuh ratusan tahun untuk terurai.

I am done with this. 


 12. Saling mengingatkan anggota keluarga

Last but not least, khususnya bagi kita para Moms, dibutuhkan kerjasama dan komunikasi yang baik bersama anggota keluarga lainnya untuk mengupayakan #BijakMengkonsumsi air untuk menjaga kelestariannya.

I am done with this. 


Selain ke-12 hal di atas, ada satu upaya yang benar-benar baru aku tahu bisa digunakan sebagai upaya menjaga kelestarian air sekaligus energi listrik yaitu dengan menggunakan sistem tangki air  alih-alih pompa air yang akan menyala ketika keran dinyalakan. 

Menurut kalian, mengapa hal itu bisa menjadi upaya menjaga kelestarian air dan energi listrik? Share di kolom komentar ya 😃


13 komentar:

  1. Aku termasuk yang mencoba menggunakan sisa air cucian mba hehe, kadang aku pakai buat ngepel juga. Untuk penggunaan plastik juga sedang belajar mengurangi. Semoga bisa terus upgrade. Thanks info nya yah mba Visya 4)

    BalasHapus
  2. Kerasa banget ini pas musim kemarau, sumur jadi kering. Bener-bener harus bijak menggunakan air. Masih PR buat saya pas nyuci clodi anak, karena butuh banyak air. Hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo memag butuh menurtku gapapa mbaak hehe.

      Hapus
  3. Wow management penggunaan air itu ternyata sangat penting sekali karena kita mengonsumi air itu terutama dari industri. Dari 12 usulan, hanya 7 yang baru dikerjakan. Semoga makin bisa terus mengerjakan yang lain demi lestari air.=

    BalasHapus
  4. paling sedih kalo udah bahas air

    sewaktu saya masih kecil, air begitu melimpah

    sekarang air PAM udah ngalirnya bergiliran, hiks

    gimana nanti anak cucu saya ya?

    karena itu saya selalu cerewet kalo ada yang lupa matiin kran air

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah bergiliran.. huhu udah tanda tanda harus hemat air ya Ambu.

      Hapus
  5. Memang harus dipaksakan ya untuk mulai kebiasaan baik ini. Kadang suka lupa kalau lagi kebanyakan air, semua disiram-siram huhuuu

    BalasHapus
  6. Dari semua kegiatan penghematan air yang dicantumkan, aku baru bisa 'done' beberapa nih,
    diantaranya menggunakan air bekas cucian untuk menyikat lantai toilet, mengurasi plastik sekali pakai, dan tampung air hujan untuk ngepel lantai.

    Semua nanti bisa nyusul melakukan upaya penghematan air yg lain yaa
    terima kasih banyak sudah sharing Mba

    BalasHapus
  7. Air bekas wudhu gak terpikirkan untuk disimpan nih. Bener juga ya, air wudhu kan gak kotor jadi bisa utk siram tanaman. Mau aku coba deh.

    BalasHapus
  8. Wah keren mbak...dari 12 poin tamoaknya aku gak smapai separo juga yg done with this.
    Aku pikir poin2 ini perlu aku catat biar menjadi bagian sahabat alam .

    BalasHapus
  9. Dari dulu suka kepikiran yang masalah air sisa wudhu. Dan nggak mungkin juga kita mematikan setiap gerakan wudhu. Jadi kalau di mesjid dekat rumah, airnya tuh dialirkan ke kolam gitu. Nah dari air ini biasanya dipakai untuk nyiram tanah, karena lingkungan sekitar masjid cukup gersang.

    BalasHapus