Alhamdulillah, zine perdanaku tentang Transisi Energi akhirnya rilis!
Tapii jauh sebelum kesini, aku sebenanya sudah "bergelut" di dunia energi sejak 13 tahun yang lalu!
Kita mundur ke belakang yuk!
Alhamdulillah, zine perdanaku tentang Transisi Energi akhirnya rilis!
Tapii jauh sebelum kesini, aku sebenanya sudah "bergelut" di dunia energi sejak 13 tahun yang lalu!
Kita mundur ke belakang yuk!
Tahukah kamu?
👕Untuk mencuci 1 kg pakaian bisa menghabiskan ±15 liter air. Mesin cuci menyumbang konsumsi listrik rumah tangga. Setiap cucian melepas serat mikro yang bisa berakhir di laut**. n semakin sering dicuci, umur pakaian makin pendek***
Tapi faktanya, banyak baju kita dicuci padahal belum benar-benar kotor. Baru dipakai 1–2 jam. Nggak kena keringat. Nggak kena noda.
Sebagai pegiat hidup berkelanjutan, aku belajar bahwa mengurangi frekuensi mencuci itu memberikan kontribusi jaga bumi. Kok bisa?
Kesimpulannya, ngga semua baju habis pakai harus langsung dicuci. Apalagi pakai mesin cuci.
Alternatif sederhana sebelum masuk ke mesin cuci:
✅ diangin-anginkan untuk dipakai lagi
✅ dijemur sebentar
✅ disikat di bagian tertentu
Aku sering banget pakai baju yang sama buat dua hari, terutama baju rumahan dan baju tidur.
Aku sadar bahwa lebih jarang mencuci berarti:
💧 hemat air
⚡ hemat energi
🧴 lebih sedikit limbah deterjen
👕 pakaian lebih awet
Hidup sustainable nggak selalu soal beli produk baru kok. Tapi kadang justru soal mengubah kebiasaan lama.
Jadi hari ini, sebelum mencuci, coba tanya;
ini benar-benar kotor atau bisa pake alternatif lain?
Beberapa waktu lalu, di hari Sabtu suami mengajak membersihkan lemari baju. Ya, selain rutin declutter jsj lemari, kami juga rutin membersihkan lemari, termasuk bagian belakangnya. Betapa terkejutnya kami mendapati bagian belakang begitu lembab. Setelah kami pikir ini adalah hal yang "wajar", mengingat kamar kami tidak terlalu berlimpah matahari dan angin dari luar.
Di suatu kesempatan yang berbeda, saat itu kami sedang pindahan rumah. Saat sedang menggeser lemari, betapa terkejutnya aku mendapati uang beberapa ratus ribu dimakan rayap! Ternyata itu uang yang tempo hari kupikir hilang namun ternyata jatuh ke belakang lemari.
Persoalan rayap ini memang ngga bisa dianggap sepele. Masalahnya dia makan apa saja, sampai uang dan bangunan. Memahami mana fakta dan mana mitos menjadi langkah awal yang penting sebelum kerugian semakin besar.
Salah satu mitos paling umum adalah anggapan bahwa rayap hanya menyerang rumah kayu. Faktanya, rumah beton pun tetap bisa terkena rayap. Rayap tidak memakan beton, tetapi menggunakan celah beton sebagai jalur masuk menuju material kayu di dalam bangunan, seperti kusen, rangka plafon, atau furnitur permanen.
Pagi itu di hari Kamis 29 Januari 2026, sejak subuh hujan sudah turun di daerah rumahku. Syukurlah, menjelang pukul 10.30 WIB hujan berhenti meski mendung masih menggelayuti. Aku dan Azzura, anak bungsku yang berusia tiga tahun, memulai perjalanan kami dengan naik angkot menuju sebuah lokasi.
Eits, mau kemana kita?
Jujur pas baca buku ini, aku teringat Ekspedisi Beranda Indonesia ke Rote NTT yang pernah aku inisiasi semasa di tingkat akhir di kampus dulu.
Rangorang ngurusin skripsi, lah kita mah ngurusin ekspedisi, ga dapet sponsor pula🤣 tapi jujur, sangat tidak menyesal, karena itu adalah salah satu fase terindah & terkenang dalam masa mahasiswa bahkan masa hidupku mungkin :")
Back to the book. Di tengah hiruk pikuk kebijakan-kebijakan di Indonesia dan praktiknya yang darderdor bikin rakyat 💔, kehadiran buku #Reset Indonesia menurutku pas banget! Kata aku mah pejabat termasuk presiden kudu baca ini!
Buku ini adalah refleksi panjang hasil tiga ekspedisi keliling Nusantara selama 15 tahun yang ditulis oleh empat jurnalis lintas generasi.
RESET INDONESIA
penulis: Dandhy Laksono & Farid Gaban
co - penulis: Yusuf Priambodo & Benaya Harobu
Beberapa hal yang aku dapatkan dari buku ini
🌿 sistem koperasi di Indonesia pernah sangat berjaya pada masanya namun kini? As we see, bertolak dari konsep awal yang digagas para pendirinya.
🌿 di Kalimantan Barat ada salah satu koperasi tertua di Indonesia yang masih berdiri dengan jumlah anggota ratusan ribu. Faktor keberhasilannya adalah diversifikasi dana koperasi
🌿 ekonomi biru bisa jadi solusi yang lebih praktis ketimbang ekonomi hijau
🌿pemerintah downgrade regulasi demi meloloskan investor asing atau swasta -> privatisasi sumber daya
🌿ada perusahaan swasta (asing) yang menguasai bisnis benih di Indonesia
🌿kehadiran kereta cepat Whoosh membuat KAI punya "hutang" yang berimbas semakin mahalnya tiket kereta
dan... Masih banyak lagi!
Lewat buku ini pembaca diajak untuk
✅melihat Indonesia tanpa ilusi, ✅membongkar persoalan struktural
✅menawarkan gagasan memprogram ulang arah bangsa.
Yes, bukan hanya kritik, tetapi juga solusi praktis
Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan, tetapi kritik tajam terhadap sistem dengan sudut pandang langsung dari kondisi nyata rakyat lapangan: realitas agraria, konflik sosial, krisis iklim, hingga problem generasi muda seperti kesulitan memiliki rumah.
Gagasannya mencakup analisis struktur negara, desentralisasi yang lebih nyata, hingga federalisme sebagai cara mendekatkan kekuasaan ke daerah.
Penulis mengajak kita berpikir ulang tentang pembangunan: tidak lagi sekadar sentralisasi atau pertumbuhan ekonomi besar-besaran, tetapi model yang berbasis kearifan lokal, keadilan sosial, dan keberlanjutan.
📊 Catatan Kesan
✔️ Pendekatannya komprehensif: sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan.
✔️ Perspektif lintas generasi membuatnya ramai sudut pandang dan relevan untuk banyak pembaca.
✔️ Meski panjang dan padat gagasan, bukunya menggugah pembaca untuk berpikir kritis dan reflektif.
Membaca buku ini bukan satu-satunya bentuk peduli terhadap Indonesia tapi salah satu cara untuk tahu kondisi Indonesia saat ini, dan semoga ada hal baik yang bisa dikolaborasikan.
Yaa meskipun everything is political 🤬
Reset Indonesia bukan sekedar buku perjalanan atau laporan jurnalistik ini seruan radikal untuk memikirkan ulang Indonesia secara lebih adil, manusiawi, & berkelanjutan. Cocok dibaca siapa saja yang ingin melihat jauh ke depan, bukan hanya sekadar membenarkan status quo. ✨
Kamu sudah baca buku ini?
Buku "Makanya, Mikir" sebuah buku yang ringan walaupun di dalamnya berisi perhitungan matematika ubtuk kehidupan. Yes, lewat buku ini kita akan dibikin mengangguk-angguk "ini dia manfaat belajar perbandingan, persentasi, probabilitas di mata pelajaran Matematika dulu!"
Sebelum bahas key takeaways ini dia blurb dan spesifikasi bukunya 👇
Blurb & Spesifikasi
Pernah nggak, kalian bilang ini ke diri sendiri pas bikin keputusan yang malah nambah masalah atau bikin hidup lebih ribet? Atau, mungkin itu terucap ke orang lain?
Sering kali, masalah dan keribetan hidup itu disebabkan bukan karena orang jahat atau bencana besar, tapi karena kita sendiri atau orang lain di sekitar kita yang mikirnya kusut. Karena itu, mikir dengan benar jadi penting banget buat hidup yang lebih nyaman dan anti-ribet.
Di buku ini, kami mengumpulkan berbagai kerangka berpikir beserta studi kasusnya yang secara personal sudah kami pakai dalam hidup dan sangat berguna bagi kami untuk menentukan tujuan hidup, menyusun argumen, mengatur prioritas, mengambil keputusan dalam karier dan hubungan, menimbang risiko, memilah pertemanan, dan banyak lagi!
Buat kalian yang bingung, di persimpangan, mengalami turbulensi kehidupan, atau kepengin menambah referensi saja, buku ini ditulis untuk kalian.
Penerbit: simpul
Tanggal Terbit: 22 Agu 2025
ISBN: 9786238944026
Halaman: 290
Bahasa: Indonesia
Panjang: 20.0 cm
Lebar: 13.5 cm
Berat: 0.25 kg

Kalau sebagian orang bilang, masa SMA paling berkesan. Bagiku? Masa kuliah, masa penuh kisah. Unforgettable! Di tahun pertama ...