Review Buku "Selaras: Berkesadaran Menuju Harmoni Diri"

 


Melalui pandangan dan praktik yang berakar pada kedamaian, Reza Gunawan dan Dee Lestari memadukan refleksi pribadi, panduan praktis, dan kisah personal untuk menyapa keheningan serta mengurai taut kegelisahan.

Selaras mengajak kita berhenti sejenak, menyadari napas, dan mendekap hidup apa adanya: dengan penuh kejernihan dan kebermaknaan. Mengeksplorasi antara lain tema kesehatan raga, relasi, pekerjaan, karier, dan parenting, buku ini mengantar kita kembali menuju harmoni dengan diri sendiri, dunia, dan keilahian di dalam inti kita.


Selaras: Hidup Berkesadaran Menuju Harmoni Diri

Penulis: Dee Lestari & Reza Gunawan

Penerbit: Buku Kompas bersama Pear Press

Genre: Nonfiksi Pengembangan Diri (self-improvement)

Halama:  340 halaman

Terbit: September 2025


Buku ini merupakan proyek personal dan kolaborasi antara Dee Lestari (Dewi Lestari) dan mendiang suaminya, Reza Gunawan, seorang praktisi kesehatan holistik ternama.



Sebetulnya ini awalnya direncanakan buku karya mendiang Reza saja tapi beliau cenderung enggan menulis buku karena merasa pengetahuannya sudah ada di alam semesta. Pasca 1.000 hari kepulangannya, Dee Lestari sang istri berinisiatif mengumpulkan arsip tulisan reflektif Reza yang tersebar di majalah, situs pribadi, serta media daring dan dipoles oleh beliau hingga akhirnya jadilah buku ini. 




Bisa dibilang ini adalah buku perjalan mendiang Reza mulai dari mengenal hingga menjalani praktik hidup berkesadaran dan menjadi terapis kesehatan holistik di berbagai aspek mulai dari personal life, marriage sampai parenting. 


Meskipun tebal tapi bahasanya sangat mudah dipahami mungkin karena berdasarkan pengalaman penulis , kedalaman emosi, serta kepraktisan materi yang disajikan. Tak hanya tulisan dua penulis, dibumbui juga dengan tulisan tulisan dari orang-orang terdekat mendiang Reza, semacam testimoni mereka tapi diletakkan di tiap akhir bab. Sebut saja dr Tiwi, Adjie Santosoputro, Hendrick Tanuwijaya dll. 



Buku ini sudah jadi wishlist-ku sejak awal terbit tapi maju mundur beli. Sampai akhirnya nemu preloved  di bulan Juni dan gas beli! 😆 Sebetulnya ada di perpustakaan sebuah book cafe dekat rumah orangtua, tapi pengen bacanya bebas gitu. 😂


Spill daftar isi ya! 


Buku ini mengajarkan bahwa stres bukanlah musuh dan hidup bukan sebuah perlombaan. Berkali-kali disampaikan kebahagiaan diri tidak perlu dicari jauh-jauh, melainkan disadari dari dalam diri. 


Ini contoh bahasan tentang stres.



Ini contoh tulisan-tulisan dari orang terdekat, dengan berbagai PoV. Ada yang menceritakan pertemuan dengan penulis dan kesan dengan penulis





Tak hanya teori abstrak atau storytelling, pembaca diajak melakukan praktik sederhana seperti menyadari napas (breathing exercises) dan berhenti sejenak untuk mengurai kegelisahan.


Tadi aku sempat mention, pembahasan menyentuh isu-isu nyata seperti kesehatan fisik, manajemen karier/pekerjaan, pola asuh (parenting), hingga dinamika hubungan interpersonal. Nah salah satu bagian yang menarik menurutku, di bagian akhir;  cerita personal tentang bagaimana Reza dan Dee menjalani kehidupan pernikahan mereka, lengkap dengan tips menjaga keharmonisan hubungan.


Kelebihan Buku❓

  • Bahasa yang digunakan tidak menggurui & mudah dipahami
  • Menurutku, konsep filosofis yang rumit berhasil disederhanakan menjadi langkah-langkah konkret yang bisa langsung diterapkan sehari-hari.
  • Adanya testimoni dan tulisan dari anak-anak mereka (Keenan dan Atisha) ikut menggenapkan gambaran sosok penulis yang tegas namun penuh kasih di mata pembaca.


Oh ya, karena bersumber dari kumpulan draf, catatan, dan artikel lepas yang ditulis penulis di berbagai waktu berbeda, beberapa pembaca mungkin merasakan adanya sedikit lompatan transisi antar-topik, meski sudah disunting sedemikian rupa oleh Dee Lestari.


Kalo bagiku pribadi, bukan masalah.


Jujur aku kira beliau emang udah dari dulu (bukan karena pengaruh suami) mengenal hidup berkesadaran, ternyata peran besar mendiang suaminya.


Berkali kali di buku ini Dee Lestari bersyukur menikah dengan mendiang suaminya karena jadi mengenal praktik hidup berkesadaran dan kesehatan holistik💙


Bagian yang cukup nyesek adalah saat sakit beliau makin parah :") 


Tapi beliau ngomongin kematian tuh  kayak ringan aja. Bahkan beberapa kali mengumpulkan keluarganya, berfirasat waktunya "ngga lama" lagi :")


Semoga bukan spoiler yaa tapi aku rasa ini bisa jadi pembelajaran kita semua yang masih muda muda 🥹🫶🏻


Jadiii.. Mendiang penulis adalah salah satu mahasiswa berprestasi lulusan Ekonomi UI, belum (atau baru banget dinyatakan lulus?) udha di-hire company multinasional. Karir aman dan mapan. 


Tapi beberapa tahun setelahnya mendiang divonis diabetes. Karena basically mendiang orangnya kritis jadi ngga auto telan mentah mentah rekomendasi pengobatan medis, lalu bertemu dengan penyembuhan holistik. 


Plus sebenarnya sejak usia belasan mendiag udah familiar dengan pengobatan alternatif macam pijatan. Pijatan mendiang di usia 15 tahun, terlepas dari faktor apapun iri, berhasil mengobati orang orang terdekatnya yang sakit ringan.


Dan guess what ternyata mendiang Reza Gunawan itu sehumoris ituuh! Padahal kalo dilihat dr air mukanya kek orang serius ya *duh don't judge the book by its cover berlaku 


Banyak testimoni dalam buku ini yang bilang begituu.


Mendiang Reza Gunawan ini multitalenta banget deh; musik bisa, masak bisa, bimbing terapi bisa, berenang bisa, nulis pun bisa (terbukti dengan kehadiran buku ini). Apa lagi coba sebutin talenta2 lainnya yg belum kusebutkan. 


Aku yg awalnya 0 pengetahuan tentangnya, pas baca buku ini jadi berasa kenaalll dan yang disampaikan para pemberontak testimoni tuh sevibes semua. Dan aku baru tahu bahwa beliau termasuk deretan co-founders Gentle Birth Indonesia bersama Bu Lanny Kuswandi & @bidankriwil. 


Kesimpulan

Menurutku, buku Selaras ini bukan sekadar buku pengembangan diri biasa, melainkan sebuah "perjalanan pulang ke dalam diri" :")


Buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang sedang merasa lelah dengan hiruk-pikuk kehidupan modern, ingin meredakan kecemasan, dan mendambakan kedamaian batin melalui langkah-langkah praktis yang membumi. 🌎 🌿


0 komentar: