Ketika Layar Menjadi Buram di Panggung Literasi

Bagi seorang pencinta buku dan bookstagrammer, puncak pencapaian tertinggi bukan hanya menyelesaikan tumpukan TBR (To-Be-Read). Momen paling membahagiakan adalah ketika suara kita didengar, dan kita bisa menularkan virus literasi kepada orang-orang lainya. Ah jadi membawaku ke memori waktu itu.

Saat itu saya berkesempatanmenjadid pembicara utama dalam seminar bertajjk literasi dan perbukuan di salah satu kampus swasta. Saya sudah menyiapkan momen ini sejak sebulan lalu. Mulai dari menyusun salindia (slide) presentasi yang menarik, memilih kutipan-kutipan buku yang menggugah, hingga mencocokkan pakaian yang memberikan kesan profesional namun tetap ramah khas anak buku. Bayangan saya hari itu sangat indah; berdiri di atas podium, melihat binar antusiasme di mata para mahasiswa, dan mengabadikan momen berharga tersebut untuk dibagikan kepada teman-teman di media sosial. 

Namun, sebuah plot twist kesehatan justru datang mengacaukan skenario yang sudah saya susun rapi! 

0 komentar: