SKM: Tak Membahayakan Asal Tahu Aturan



Beberapa tahun lalu saat saya duduk di bangku sekolah dasar, menu sarapan sehari-hari yang diberikan oleh orangtua saya berbeda dari kebanyakan anak. Biasanya anak-anak diberi makan nasi di pagi hari, saya? Cukup susu dan roti. Sekitar 20 menit saya habiskan untuk menyesap roti yang dicelup dalam susu coklat. Ah, nikmat.

Sekurang-kurangnya 6 tahun perjalanan pagi saya dilalui dengan sarapan menu itu, merek roti dan susu yang sama pula!

Hingga akhirnya masuk ke dunia SMP, saya mulai memperhatikan postur tubuh.
"Kok pahaku gemuk banget ya? Lenganku kok bergelambir sekali?"

Rasa was-was mulai melingkupi. Akhirnya saya mulai menyalahkan susu yang saya konsumsi dan bertekad berhenti meminumnya. Saya harus diet!


Perjalanan diet berjalan tanpa susu? Hasilnya, berat tubuh saya turun drastis. Saya semakin menyalahkan SKM! Semua benar-benar karena SKM saya menjadi gemuk, batin saya mencerca saat itu.

Manfaat ASI & Menyusui Untuk Bayi, Ibu & Ayah




"ASI adalah hak bayi. Menyusui bukan saja kewajiban tapi juga hak seorang ibu."

Sepenggal kalimat di atas menjadi peganganku ketika masa menyusuiku telah tiba. Ya, ketika bayiku terlahir ke dunia pada 16 Juli 2017. Duh, mengingat momen itu mata jadi merembes deh Moms.

Baca: Kisah Di Balik Prestasi Terbaikku

Rasanya ingat betul, saat itu aku masih meraba-raba pengetahuanku soal ASI & menyusui. Bayangkan aja, aku baru baca-baca buku berkaitan dengan itu beberapa pekan sebelum melahirkan dan berlanjut sampai pekan pekan awal pasca pprsalinan. Telat? Better than never. Walaupun sebenarnya ngga telat-telat juga menurutku.

Hari pertama ASI ku belum keluar. Sebagai seoramg ibu baru tentu bingung. Tapi untunglah suami keukeuh bayi kami tidak untuk diberi susu formula ketika dokter anak menyarankan demikian. Olala, lesson life banget sih ini Moms, untuk pilih rumah sakit/klinik persalinan dan bidan/dokter anak/dokter kandungan yang PRO ASI!

Ibu Melek Obat dengan DAGUSIBU


Beberapa pekan lalu, Ahnaf demam disertai batuk dan pilek. Sesuai beberapa artikel ilmiah yang saya baca, sebaiknya diobservasi 1-2 hari sebelum dibawa ke dokter. Tiap malam saya kompres dengan stiker kompres. Pun saya susui sesering mungkin, tapi tetap mengusahakan ada asupan makanan yang dikonsumsinya. Syukurlah, demam menurun, tapi batpil (batuk pilek) tak kunjung membaik. Keputusan selanjutnya, ia saya bawa ke dokter.

Begitu diperiksa, dokter memberi resep obat. Saya tebus tanpa bertanya lebih lanjut, pun saya berikan padanya. Soal penyimpanan? Saya taruh di bufet. Begitu Ahnaf sembuh, obatnya saya buang begitu saja. Kemasan dan isi masih menyatu. Bahkan ada juga yang saya biarkan begitu saja di tempat obat. Barangkali di lain waktu dibutuhkan, pikir saya.

Moms, siapa yang pernah mengalami hal serupa dengan saya? Anak sakit, diperiksa dokter, disuruh tebus obat ibu itu manggut-manggut saja? Berdasarkan survei mini yang saya lakukan di instastory, demikianlah jawabannya.



See, masih banyak yang menjawab YA.

Oke, tadi soal mendapatkan obat. Soal penyimpanan dan pembuangan obat, adakah Moms yang melakukan hal yang sama dengan saya? Asal simpan saja, asal buang saja (plus isi daa kemasan masih bercampur)?

Nah lagi-lagi saya melakukan survei mini dan inilah hasilnya.

Review Buku Jatuh Hati pada Montessori


Bismillahirrahmanirrahim.

Alloha Moms! Welcome to my first post about #booksharinybybundavisya. Berikut informasi buku yang bakal aku sharing.

Judul Buku: Jatuh Hati pada Montessori
Pengarang: Vidya Dwina
Tahun terbit: Oktober 2017

Pertama kali mendengar kata montessori melalui buku ini. Ternyata montessori adalah sebuah metode pengasuhan anak usia dini yang ditemukan oleh dr.Maria Montessori. Berawal ketika beliau sedang bertugas di sebuah rumah sakit anak berkebutuhan khusus, beliau melihat anak anak senang sekali menyentuh atau memegang sesuatu. Nah inilah pondasi awal beliau menciptakan metode Montessori, metode pengasuhan dengan merangsang indera peraba anak (pada awalnya, kemudian ke semua indera peraba). 

Program Literasi (di) Keluarga VISYANDI




Moms and Ladies, tahukah kalian bahwa tanggal 8 September diperingati sebagai World Literacy Day? Sebagian menyebutnya Hari Aksara, sebagian lagi Hari Literasi.

Begitu mendengar kata 'literasi' apa sih yang ada di benak Moms and Ladies?

Jadi Bunda dan Berwirausaha (WomanTalk with Futri Zulya)



Suasana mendung, enaknya ngapain ya Bun? Ngeloning anak lanjut tidur? Menyeruput teh hangat sambil gadget-an? Pengennya sih...hehe.

Tapi siang itu meski suasana mendung, saya bersemangat datang ke sebuah tempat di daerah Kemang demi mendapatkan ilmu dan inspirasi dari seorang Futri Zulya S.Mn, M.Bus, founder Z Beauty dan Z Glow Clinic yang berlokasi di Bekasi (ongoing) dan Kemang Jakarta (soon). Ya, hari itu saya datang ke acara Woman Talk with Futri Zulya. Beliau adalah seorang pebisnis sukses dengan banyak bidang usaha, sekaligus seorang istri dan seorang ibu. Saat ini beliau tengah fokus membangun Batin Medika Indonesia/

'Siapa disini yang sudah menikah, punya anak dan berbisnis?'

Wah jawabannya lebih dari 50% mengangkat tangan, termasuk saya. Syukurlah, pilihan saya tak salah, saya hadir di forum yang sangat tepat.

Sst, let me tell you, beberapa fakta soal wanita khususnya seorang ibu ya Bun.