Cerita Di Balik Ibu Ibukota Awards: Aku Terenyuh, Tergugah, Terinspirasi



Jika di dunia ini ada orang yang tahu jalan hidupnya ke depan, rasanya pengen aku ajak ngopi-ngopi. Ngga usah banyak-banyak, satu orang saja yang punya kemampuan itu. Ngga usah jauh-jauh, jalan hidupnya besok hari saja?

Well, kita semua pasti sepakat kalau jalan hidup adalah rahasiaNya. Tentang apa yang kita alami besok, satu name berikutnya bahkan satu menit berikutnya.

TIDAK ADA satu orangpun makhlukNya yang punya kemampuan seperti yang aku bilang di atas. Setiap kejadian yang kita alami bisa jadi di luar rencana atau prediksi.  Kita, makhlukNya, hanya bisa BERENCANA & MEMPREDIKSI. Eh, setuju, kan?

Tapi yang jelas, bagiku sendiri, pada setiap kejadian Allah selalu menitipkan hikmah. Termasuk jalan hidup yang baru-baru ini kualami.

Semoga kalian para pembaca, juga bisa menyerap hikmah ya! :)

59 komentar:

Memaknai Penciptaan Diri, Waktu dan Kebahagiaan Lewat Buku "Hanya CintaNya"


Rasanya udah lama ngga menikmati buku-buku self-religi. Biasanya yang dibaca buku parenting. 
Sampai akhirnya aku menemukan sebuah buku berjudul Hanya CintaNya, Tujuan Jiwa Terlahir.

15 komentar:

Perawatan Bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Anak Pentingkah?



Sekitar dua tahun lalu saat mulai hamil, sejujurnya aku cukup minim soal informasi kehamilan, termasuk perawatan diri ibu hamil. Apalagi ketika dibilang oleh orang-orang sekitar:

"Ibu hamil jangan begini, jangan begitu. Jangan perawatan ini, itu."


Alhasil ngga perawatan, eh.. keterusan pas punya anak, jadi ibu menyusui pun demikian.
"Jangan pakai macam-macam, nanti anaknya kena dampak."

Moms, siapa yang juga mengalami hal yang sama sepertiku?­čśé

18 komentar:

TakdirNya Begitu Relate: Cerita di Balik 1000 Lensa & Kata Keluarga


Backpacking ilmiah. Begitulah dulu semasa single salah satu hobiku, jalan-jalan ke luar kota atau pulau sambil ikut lomba karya ilmiah.

Tapi hidup berputar, ketika beranjak ke fase kehidupan rumah tangga aku harus menyesuaikan diri, terlebih ketika sudah memiliki momongan.

Kuyakin kelak akan tiba kembali masaku...

Akhrinya Allah mendengarnya...

21 komentar:

Di Balik Layar Lahirnya Buku "Bunda Sarjana Rumah Tangga"



Bibir ini terus terkatup, lidah ini rasanya kelu saat aku akan presentasi tugas di hadapan guru dan teman-teman. Oh ya saat itu aku didik di bangku SMP.

Well, memang segitu pemalunya aku. Semua berubah ketika aku masuk bangku SMA, mulai ikut organisasi. Aku mulai suka berkomunikasi dan ngga begitu pemalu lagi. Nulis? Tetap suka dong. Bahkan di kelas 2 SMA akhirnya aku bisa bergabung Forum Lingkar Pena (FLP) Jakarta, wadah pertamaku belajar dunia tulis menulis. Saat itu tahun 2010.

Ngga lama berselang, sejak saat itu, lingkar pertemuan sosial mediaku pun dipenuhi para penulis.

Alhamdulillah di tahun itu juga untuk pertama kalinya aku menghasilkan sebuah antologi, cerita keroyokan bareng penulis lainnya lewat sebuah lomba kepenulisan. Judulnya My Crazy Moment, sesuai judulnya berisi kisah gila para penulisnya. ­čśÇ

Sempat Bikin Buku Solo
Di tahun 2011, aku mulai hobi backpacker-an, kuberanikan diri menulis kisah-kisah perjalanannku. Ah tapi dasar aku, nulis tanpa ilmu. Jadinya acakadut deh, yaa jelas ditolak sana sini ­čśü

Iya ditolak! Naskah udah selesai, coba kirim ke penerbit A. Tiga bulan nunggu, hasilnya ditolak. Cpba lagi ke penerbit B, tinggi beberapa bulan. Ditolak juga.

Sedih? Pasti. Sampai akhirnya beberapa tahun kemudian baru kusadari betapa layaknya naskahku ditolak, wkwk. Yhaa Karena acakadut. Typo masih banyak. Format masih berantakan. Selling point pun tak ada­čśé



Antologi Mulu, Kapan Solo?
Waktu beranjak, sepanjang 2011-2012 beberapa antologi kuhasilkan setelah antologi Crazy Moments. Somehow ngerasa senang banget. Secara aku termasuk penulis pemula saat itu.


Waktu berjalan alhamdulillah Makin banyak antologi yang kuhasilkan. Rata-rata menang lomba.
Beberpa antologiku antara lain:

  1. Crazy Moment (Leutika, 2010)
  2. Pengamen Cinta (2011)
  3. Ada Cinta di Masjid Sekolah (2011)
  4. Ibuku Adalah (2012)
  5. Hijab I am In Love (2013)
  6. Memoar 1001 Wajah Ibu (2018)





Sampai suatu ketika terceletuklah kata salah seorang teman:

"Antologi mulu Vi, buku solonya kapan?"
Jleb sejleb-jlebnya sih~


Banyak Draft, Ini Yang Berhasil
Aku bukannya ngga punya ide. Sejujurnya tanpa bermaksud sombong, ada banyak ide naskah berkeliaran di otammh. Aku coba tuliskan konsep atau judulnya satu per satu.

Aku pernah membuat draft novel islami. Sudah dibuat juga judul per babbnya. Sayangnya sepertinya ruh-ku kurang tertanam disana. Sampai akhirnya laptopku rusak dan aku tidak punya back up. Selamat tinggal, calon novelku yang menguap :')

Aku juga pernah mengikuti kelas online 30 Hari Jadi Buku. Ahhh tapi dasar aku belum bisa konsisten. Berhenti di tengah jalan :')

Nulis Buku Nostalgia Skripsi-an
Sejak awal tahun 2018 aku kembali or dunia kampus. Mencoba menuntaskan amanah orangtuaku: meraih gelar sarjana.

Ya Allah, challenging banget yah nyusun skripsi ketika posisi udah nikah. Udah punya bayi pula. Jatuh bangunnya berasa! Dalam hati aku bertekad menuliskan kisahku ini.

Di tengah perjalanan nulis skripsi, aku nyambi nulis beberapa kisah perjuangan skripsi yang kuhadapi. Sampai akhirnya alhamdulillah aku wisuda di September 2018.

Saat itu aku tekadkan naskahku harus selesai tahun itu. Tiap malam selama sebulan aku begadang. I has gimana cuma bisa nulis d laptop Malam Hari ketika si bayi bono. Itupun sambil nyusuin Pas doi kenangan.

Sungguh rasanya kayak skripsi-an...

Targetnya sih akhir 2018 selesai. Tapi...

Gagal saudara-saudara! :')

Di akhir tahun 2018 aku membuat daftar mimpi yang akan kucoba wujudkan di tahun 2019. Salah satunya adalah menulis buku.

Sebetulnya 50% kisah sudah tertulis, tapi yaa tentu butuh 50% lainnya. Sementara saat itu udah masuk pertengahan 2019. Ah aku harus bangkit!

Tiba-tiba kepikiran ikut kelas online. Tapi yang rada mahal. Akhirnya aku nanbil kelas menuliskan buku 30 hari senilai Rp 1.100.000. Bukan apa-apa, ini sebagai bentuk reminder diriku:

"Udah mahal-mahal bayar, masa bukunya ngga jadi?"

And.. alhamdulillah it works. Setiap hari aku bisa berprogress. Sampai akhirnya naskah itu selesai sekitar Bulan Agustus 2019. Yaak mulai galau lagi, kirim ke mayor atau indie?

Setelah hampir sebulan cari info dan pertimbangan. Baiklah, kali ini indie dulu. :')

Alhamdulillah singkat cerita, Akhir Oktober 2019 buku soloku berjudul Bunda Sarjana Rumah Tangga ada di pelukanku!

By the way kenapa aku pilih judul Bunda Sarjana Rumah Tangga?

  • Karena ini mengisahkan perjuanganku meraih gelar sarjana
  • Karena saat itu posisiku sudah sebagai ibu
  • Karena sesuai dengan panggilan anakku ke aku adalah bunda.

Judul ini kuharapkan menjadi interpretasi isi bukuku yang mengisahkan perjuangan ibu muda meraih gelar sarjana, Persis dengan sub judulnya.


Bukan Buku Solo Pertama
Bisa dibilang buku Bunda Sarjana Rumah Tangga bukanlah buku solo pertamaku.


"Loh loh jadi sebelumnya udah pernah nulis buku gitu?"

Well, jawabannya iya.. Buku berjudul Petualangan Sikor. Eh, bukan, bukan buku anak. Petualangan Sikor adalah buku media pembelajran untuk tugas akhir sarjana, tentang Sistem Koordinat Kelas VIII SMP. Saat itu aku menginisiasi media pembelajaran buku plus aplikasi Android. 

Yhaa meskipun tebal bukunya cuma 24  halaman aja, hehe.

Harapan Untuk Bunda Sarjana Rumah Tangga
Finally #BundaSarjanaRumahTangga is in my arms!
(sumber: dokumen pribadi)

Siapa sih penulis buku yang ngga pengen bukunya dibeli banyak orang? Begitupun denganku.

Harapan pertama, buku ini bisa masif terjual. Bukan semata-mata soal profit melainkan kebermanfaatannya.S Semakinbanyak terjual artinya semakin banyak yang membaca. Dan semoga juga makin banyak yang mengambil manfaatnya.

Harapan kedua, aku bisa kembali melanglangbuana dengan membawa karya ini, buku Bunda Sarjana Rumah Tangga.

Alhamdulillah mimpiku terwujud di akhir tahun 2019, menerbitkan buku solo. Alhamdulillah Allah masih memberiku kesempatan. Semoga menjadi karya yang bermanfaat.

"Setiap orang akan mati, tapi karyanya abadi.." Ali bin Abu Thalib
Sst.. Bagi teman-teman yang mau membeli bukuku, masih ready stock lho. Bonus pembatas buku :)

12 komentar:

Rebranding Cinemaxx Jadi Cin├Ępolis Hadirkan Pengalaman Nonton Sinema Mewah dan Terbaik



Nonton bioskop berdua bareng suami. Nontonnya film romantis, pula! Duuuh, siapa sih istri yang ngga pengen?

Aku pribadi tentu saja senang banget. Apalagi bisa lendot-lendotan. Ups. Ngga apa-apa ya? Udah halal ini. ­čśü

By the way biasanya sebulan berapa kali nonton? Satu kali, dua, tiga atau belasan? Eh, horang kayah itu mah atau petugas dalam bioskop. ­čśé

Aku dan suami dalam sebulan ngga mesti, tapi sekalinya nonton pengennya di tempat yang nyaman. Apalagi film kesukaanku genre romantis. Tentu harus didukung dengan suasana bioskopnya.


Rebranding Cinemaxx Jadi Cin├Ępolis
Bagi para cinema go-ers, tentu Cinemaxx tidak lagi asing di telinga. Operator bioskop yang sudah 48 tahun berdiri dan menjadi salah satu operator bioskop terbesar di dunia itu memang layak jadi pilihan. Suasana yang nyaman, juga fasilitas yang oke punya. Pertama kali ke Cinemaxx itu di Pejaten Village Mall. Sayangnya sejak beberapa bulan terakhir tutup. Sedih deh, rasanya...


Eh, tapi ternyata ngga tutup selamanya, melainkan under construction. Dan.. kabar baiknya sekarang Cinemaxx BERUBAH NAMA MENJADI Cin├Ępolis.
Cin├Ępolis Pejaten Village
(sumber: dokumen pribadi
)

Hari ini (4/12) resmi diluncurkan rebranding "Cin├Ępolis When Stories Come Alive" oleh jajaran Cin├Ępolis. Turut hadir Brian Riady (Direktur Eksekutif Cin├Ępolis Indonesia), Javier Sotomayor (Managing Director of Asia and East Middle Cin├Ępolis) dan Anthony Sondakh (Deputy CEO Cin├Ępolis Indonesia). Tentunya bukan hanya di Pejaten Village melainkan seluruh Cinemaxx seluruh Indonesia akan menjadi Cin├Ępolis. Namun peresmian dan secara perdana memang di Cin├Ępolis Pejaten Village, representatif Cin├Ępolis se-Indonesia yang mewujudkan identitas Cin├Ępolis.
Seremonial Gunting Pita
(sumber: dokumen pribadi)
"Rebranding ke Cin├Ępolis menjadi langkah besar dalam aspirasi kami untuk menjadi kekuatan yg dominan di industrial perfilman Indonesia." kata Bapak Brian Riady. "Cin├Ępolis adalah pelopor dalam inovasi sinema dan pemimpin global dengan kehadiran di 18 negara seluruh Indonesia." tambahnya.

For your information, secara keseluruhan, Cin├ępolis memiliki 58 jumlah bioskop yang tersebar di seluruh Indonesia.  Wow!
Berfoto Bersama Jajaran Cin├Ępolis
(sumber: dokumen pribadi)
"Waahh sama kerennya atau lebih keren?"

Yuk, scroll terus!

Fitur dan Fasilitas di Cin├Ępolis
Dengan perubahan nama dan konsep ini, Cin├ępolis juga menjadi bioskop pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi proyektor laser dengan color image realisme (resolusi warna yang cerah) di semua studionya. Dengan warna gamut yang lebih kaya intens dan dalam, tanpa penyaringan atau koreksi warna pula.

Lobby Cinepolis
(sumber: Cinepolis)

Terasa sekali saat kita diajak nonton trailer film-film di bulan Desember. Wah, pengalaman nonton bioskop dengan cerita jadi lebih hidup! Sejalan dengan tagline Cin├Ępolis: when stories come alive.

Format menonton di Cinemaxx seperti Cinemaxx Gold, Deluxe dan UltraXD juga akan diubah menjadi Cin├ępolis VIP, Luxe, dan MacroXE. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp 40.000 hingga Rp 75.000 saja.

"Dalam waktu dekat, Cin├Ępolis akan meluncurkan format layar besar, Macro XE, memperluas bioskop "Junior" Dane memperbanyak Layar "JOMO" utk para millenials."
Studio Cinepolis
(sumber: Cinepolis)

Selain itu, Cin├ępolis juga memperkenalkan konsep layanan digital secara menyeluruh dengan hadirnya mesin penjualan tiket otomatis sistem non-tunai yang tidak lagi melibatkan bantuan petugas tiket.

Waah jadi lebih praktis nih. Dan ga perlu antri karena banyak mesinnya. Tentu aja, sistem pembelian tiket telah diperbaharui dan semakin memudahkan penonton.
Mesin E-ticketing
(sumber: dokumen pribadi)
Bapak Antony Sondakh selaku Deputi CEO Cin├Ępolis Indonesia. Beliau menjelaskan fasilitas di Cin├Ępolis seperti lobby Cin├Ępolis, court F&B, ticketing & Cin├Ępolis VIP.
Counter Food and Beverage
(sumber: dokumen pribadi)

Kesimpulannya, Cin├Ępolis jauh lebih keren!

Nonton Mewah di Cin├Ępolis VIP
Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu pilihan atau format menonton adalah Cin├Ępolis VIP. Cin├ępolis VIP sebagai konsep sinema mewah yang menyediakan layanan in-studio self-ordering services dan in-studio dining. Konsep studio VIP ini juga menghadirkan pengalaman kemewahan terbaru yang dilengkapi dengan dengan kursi kulit mewah yang dapat diatur serta stop kontak untuk mengisi daya baterai. Bisa nonton sambil makan, atau bahkan tiduran.

Tampilan Depan Cin├Ępolis VIP
(sumber: dokumen pribadi
)

"Kami harap dapat memberikan kegembiraan dan antusiasme dengan para penonton Indonesia." ungkap Bapak Javier dalam media conference yang digelar.
Studio Cinepolis VIP(sumber: Cinepolis) 
Posisi Duduk VIP & Reguler
(sumber: Cinepolis)


When Stories Come Alive
Cin├ępolis hadir untuk memberikan  pengalaman menonton sinema terbaik bagi penikmat film di Indonesia, dimana cerita menjadi lebih hidup (where stories come alive).


Setelah sesi media conference, para hadirin diajak menikmati nonton bareng di studio 1. Film yang kami tonton adalah Jumanji The Next Level. Senangnya mendapatkan pengalaman menonton di Cin├Ępolis Pejaten Village. Rasanya film yang aku tonton benar-benar sedang aku alami. Tak sabar rasanya mencoba Cin├Ępolis di cabang-cabang lainnya seluruh Indonesia.

Yuk rasakan pengalaman menonton yang seru di Cin├ępolis Pejaten Village! No worries, pembelian tiket biza langsung di bioskop atau melalui aplikasi Cin├ępolis Indonesia di smartphone dan website www.cinepolis.co.id

Jangan lupa ikuti informasi terkini seputar film Indonesia dan Cin├Ępolis dengan follow Instagram @cinemaxxtheater! :)

20 komentar: