Bebas Cacingan dengan Konvermex Obat Cacing Andalan Keluarga

Memasuki bulan ke-4 pandemi belum juga berakhir. Tak ada yang menyangka, tapi ini harus dihadapi bersama. Sejak awal kemunculannya, orang-orang jadi lebih aware soal perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta lebih disiplin menjaga imunitas. Mengingat Covid 19 ini rentan menyerang mereka Yang imunitasnya sedang rendah.

Salah satu hal yang bisa dilakukan dalam menjaga imunitas adalah menerapkan gaya hidup bersih dan sehat. Hal ini juga menjadi fokusku dan keluarga, terlebih di masa pandemi begini.

Mencegah Cacingan dengan Gaya Hidup Sehat

Cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing dalam tubuh manusia dan ditularkan melalui media tanah. Penyebaran penyebab cacingan pun sama mudahnya seperti penyebaran virus flu. Namun cacingan bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti selalu mencuci tangan setelah beraktivitas dan sebelum menyentuh makanan serta menjaga pola makan dan nutrisinya.

Cacing-cacing membuat penyerapan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi menjadi terganggu.Hasil survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan mencatat persentase penyakit infeksi cacing di Indonesia mencapai hampir 96% dan paling sering dialami oleh anak usia sekolah, yaitu usia 5–14 tahun.

Infeksi karena cacing-cacing tersebut umumnya menimbulkan beberapa gejala, seperti mual, muntah, diare, nyeri perut, gangguan penyerapan zat gizi, dan anemia. Bila hal ini terjadi dalam jangka waktu lama tanpa diatasi dengan baik akan memengaruhi kecerdasan dan kemampuan belajar anak. Beberapa jenis cacing yang sering menginfeksi anak-anak adalah cacing pita, cacing tambang, cacing kremi, dan cacing gelang.

Pentingnya Mengkonsumsi Obat Cacing Untuk Mencegah & Mengobati

Selain menerapkan gaya hidup sehat, mengkonsumsi obat cacing juga dapatkan dilakukan sebagai langkah pencegahan. Balita berusia 2 tahun dapat mulai diberikan obat cacing, tentunya dibarengi dengan gaya hidup sehat. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan setiap anak mengonsumsi obat cacing dua kali setahun atau tiap 6 bulan sekali sebagai langkah pencegahan. Ini berlaku baik bagi anak-anak maupun orang dewasa

Dosisnya sebanyak 5-10ml. Frekuensi dosis yang demikian membuat kemasan obat cacing dijual dengan ukuran sekali atau dua kali minum saja.

Konvermex Obat Cacing Andalan Keluarga

Moms, tentu kita tidak ingin keluarga kita terutama anak terinfeksi cacingan bukan? Oleh karenanya, mengkonsumsi obat cacing penting dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Konvermex adalah salah satu merek obat cacing untuk keluarga yang direkomendasikan. Tersedia dalam bentuk suspensi & kaplet yang mampu melumpuhkan dan menghancurkan cacing serta mengeluarkannya dari dalam tubuh tanpa memerlukan pencahar. Konsumsi Konvermex tiap 6 bulan sekali bisa dijadikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat lho!


For your information,  setiap orang punya potensi jadi penyebar cacingan. Jadi, Mencegah memang lebih baik daripada mengobati, apalagi mengingat penyebab cacingan ini mudah menyebar seperti penyebaran virus flu. Konvermex obat cacing keluarga layak jadi pilihan karena tersedia dalam bentuk obat cacing untuk anak dan obat cacing orang dewasa

Konvermex diproduksi oleh Konimex, sebuah produsen obat-obatan bahan kimia, alat laboratorium dan alat kedokteran yang sudah beroperasi sejak tahun 1967. Terdapat Konvermex tersedia di apotik-apotik terdekat. Beberapa jenis sediakan Konvermex antara lain:

1.    KONVERMEX 125 dalam bentuk suspensi (rasa jeruk) untuk anak

Konvermex Obat Cacing Keluarga
Konvermex Obat Cacing Keluarga
(sumber: dokumen pribadi)


2.    KONVERMEX 125 dalam bentuk tablet obat cacing untuk anak


Sumber: Konimex E-Store

3.    KONVERMEX 250 dalam bentuk suspensi rasa original untuk dewasa.

Sumber: JD.ID

4.    Konvermex KONVERMEX 250 dalam bentuk kaplet rasa original untuk dewasa.

Sumber: Bukalapak

5.    Konvermex KONVERMEX 250 dalam bentuk suspensi rasa vanilla latte untuk dewasa.

Sumber: Halodoc

Sst, produk Konvermex suspense dilengkapi dengan sendok takar juga lho, jadi Moms tidak perlu kesulitan menakar.

Aturan Minum Konvermex Anak 

(sumber: dokumen pribadi)

 

Mengapa Konvermex?

·         Variannya yang lengkap baik bagi anak dan dewasa

·         Harganya terjangkau dan ramah di kantong

·         Rasanya cocok di lidah anak dan dewasa

·         Diproduksi oleh produsen obat terpercaya

Nah, Moms, sudah ngga ragu lagi kan bahwa Konvermex layak dijadikan obat cacing andalan keluarga. Kandungan di dalamnya membuat Konvermex menghancurkan cacing di tubuh. Yuk Moms, jaga imunitas dengan gaya hidup sehat. Yuk cegah cacingan pada keluarga dengan gaya hidup sehat dan Konvermex. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Sumber:
IDAI
Klik Dokter




28 komentar:

Review Buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan: Sederhana, Damai dan Bebas Stres

Review Buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan


Pernahkah kamu merasa hidup seakan begitu berat terlebih ketika melihat barang di rumah begitu banyak, kekhawatiran ini itu? Pernahkah terbayangkan untuk belajar menjadi seorang minimalis? Atau bahkan kamu baru dengar soal minimalis ini?

Let me tell you, hidup minimalis sendiri bisa diartikan menjalani kehidupan dengan beban kepemilikan sesedikit mungkin dan langkah seringan mungkin. Aku sendiri mulai menjalani nilai-nilai minimalis sejak tiga tahun belakangan.  Simple saja sih alasannya: aku ingin lebih meminimalisasikan kepemilikan barang-barang di dalam rumah, punya barang seminim mungkin tapi bermanfaat maksimal.  Ini adalah salah satu nilai dalam hidup minimalis.

Tapi rupanya minimalis bukan sekadar soal kepemilikan barang! Aku dipertemukan oleh sebuah buku yang memberiku insight lebih dalam soal minimalist life. Ini dia, review buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan

112 komentar:

Tanya Jawab Kuliah Whatsapp "Perkembangan Anak Usia 1-3 Tahun, Si Kecil Harus Sudah Bisa Apa?"

Perkembangan Anak Usia 1-3 Tahun


Otak anak berkembang sangat cepat pada 1000 awal kehidupan, terlebih jika didukung lingkungan yang memberikan stimulus yang tepat. Aspek kognitif, bahasa (reseptif dan ekspresif), motorik (halus dan kasar), sosial dan email pun berkembang. Otak anak berkembang sesuai dengan sensori yang ada di tubuh mereka, yaitu melalui lima (panca) indera yang terdiri dari penglihatan (mata), penciuman (hidung), pendengaran (telinga), perabaan (kulit), dan perasa/ pengecapan (lidah).

Ketika lingkungan memberikan stimulus kepada anak, sistem syaraf pusat mengolah sensasi-sensasi yang dirasakan dari berbagai indera anak dan sensasi tersebut juga yang mendorong agar indera anak bergerak memberikan respon pada stimulus tadi. Nah, berkaitan dengan 1000 awal kehidupan anak, aku baru saja mengikuti kelas Whatsapp tentang perkembangan anak usia 1-3 tahun. Berikut tanya jawabnya.

0 komentar:

Aido Health: Aplikasi Kesehatan Andalan Keluarga Dari Rumah




        

Mungkin sebagian besar orang tak menyangka akan mengalami masa seperti ini. Masa yang membuat aku, kamu--kita semua-- harus rela lebih sering berada di dalam rumah dan meminimalisir aktivitas di luar rumah. Bahkan untuk urusan rumah sakit pun, jika masih bisa ditangani di rumah, disarankan di rumah saja. Ya, saat ini kita sedang menghadapi sebuah virus kecil tapi berpotensi merenggut nyawa. Covid 19.

52 komentar:

Aku Menjadi Kucing

Blue cat clipart
Blue Cat
(Sumber: Clip Art Library)

Halo, teman-teman. Di postingan kali ini aku mau memenuhi tantangan menulis yang diadakan oleh Rumah Belajar Menulis IP Jakarta.

Kalian heran dengan judulnya? Akupun. 😁

Tapi... Semoga menghibur!
Selamat menikmati~

2 komentar:

Tujuh Tips Pewangi Terserap Maksimal pada Pakaian



Jika dulu semasa kuliah, IPK cum laude adalah salah satu indikator karya & prestasi seorang mahasiswi, berbeda halnya ketika ia sudah menikah dan menjadi ibu. Pakaian bersih dan wangi adalah karyanya seorang ibu rumah tangga.
Sempat terpikirikan merendam pakaian dalam seember pewangi. Tapi kok rasanya agak sayang ya? Apalagi kalo harganya puluhan ribu.

55 komentar:

[Ulas Buku] Baper Gak Pakai Lama: Kisah Inspiratif Para Ibu yang Pernah Baper

Baper Gak Pakai Lama

"Ihh baper amat sih?"

"Jangan baperan gitu dong."

Baper. Baper-an. Istilah itu jadi hits sejak beberapa tahun silam. Ya beginilah negeri 62, dimana banyak istilah baru yang tercipta dan somehow selalu viral meskipun ngga berujung tersemat di KBBI.

Back to baper atau bawa perasaan adalah sebuah kondisi dimana seseorang merasa sedih atau melankolis terhadap kata atau perbuatan orang lain. Ya singkatnya, mirip-mirip sensitif atau mudah tersinggung. Ngomongin baper, beberapa waktu lalu salah seorang teman mempromosikan antologi karyanya dan teman-teman di komunitasnya.

68 komentar:

Rangsang Motorik & Penuhi Kebutuhan Gizi Anak dengan Milna Nature Puffs Organic


 

Setiap orangtua adalah fasilitator anaknya dalam setiap fase perkembangannya, bahkan sejak ia dalam kandungan. Lalu berlanjut ke fase menyusui dan MPASI. Ngomong-ngomong soal MPASI, bagiku, fase tersebut merupakan fase tak terlupakan sepanjang tumbuh kembang Abrisham, anak pertama dan saat ini satu-satunya. Bagaimana tidak? Di fase itu Abrisham pertama kalinya merasakan makanan selain ASI dan mengunyah dengan giginya. 

66 komentar: