Review Buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan: Sederhana, Damai dan Bebas Stres

Review Buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan


Pernahkah kamu merasa hidup seakan begitu berat terlebih ketika melihat barang di rumah begitu banyak, kekhawatiran ini itu? Pernahkah terbayangkan untuk belajar menjadi seorang minimalis? Atau bahkan kamu baru dengar soal minimalis ini?

Let me tell you, hidup minimalis sendiri bisa diartikan menjalani kehidupan dengan beban kepemilikan sesedikit mungkin dan langkah seringan mungkin. Aku sendiri mulai menjalani nilai-nilai minimalis sejak tiga tahun belakangan.  Simple saja sih alasannya: aku ingin lebih meminimalisasikan kepemilikan barang-barang di dalam rumah, punya barang seminim mungkin tapi bermanfaat maksimal.  Ini adalah salah satu nilai dalam hidup minimalis.

Tapi rupanya minimalis bukan sekadar soal kepemilikan barang! Aku dipertemukan oleh sebuah buku yang memberiku insight lebih dalam soal minimalist life. Ini dia, review buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan


Blurb
Blurb Seni Hidup Ringan
Blurb Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan
(sumber: dokumentasi pribadi)

Penah merasa terbebani dalam hidup? Seakan barang di rumah, daftar pekerjaan yang harus dilakukan dan kekhawatiran di hati Anda terlalu banyak untuk ditanggung? Jadikan "hidup ringan" sebagai mantra: frasa yang indah untuk dijalani dan akan mengubah kehidupan Anda.

Ada banyak buku tentang mengurangi dan menata barang, tapi yang satu ini berbeda. Lebih dari meringankan barang, buku ini akan memperbaiki kualitas pikiran dan tindakan Anda pada setiap kesempatan serta aspek kehidupan Anda akan menemukan cara memperingati: barang Anda, langkah Anda, stres Anda dan semangat Anda.

Ini adalah buku resep untuk hidup minimalis yang dirancang agar Anda bisa melongoknya tiap kali membutuhkan saran dan inspirasi. Lebih dari itu, buku ini adalah falsafah hidup yang lengkap. Saat tergoda melakukan pembelian yang impulsif, berusaha menahan godaan donat cokelat atau berjuang menolak kewajiban lain, yang harus Anda ingat hanyalah satu frasa ini: hidup ringan.

Dengan buku ini, Francine Jay menjadikan hidup minimalis lebih mudah dilakukan dan menyenangkan. Hanya dalam beberapa menit sehari Anda akan bisa mengurangi beban Dan menapaki hidup dengan lebih damai, sederhana dan bebas stres.

Spesifikasi Buku
Judul: Seni Membuat Hidup Lebih Ringan: Sederhana, Damai, Bebas Stres
ISBN: 978-602-063580-4
Penulis: Francine Jay
Alih Bahasa: Annisa Cinantya Putri
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2019

Buku ini merupakan terjemahan dari buku LIGHTLY: How to Live a Simple, Serene & Stress-Free Life yang diterbitkan pada tahun 2016 oleh penulis yang sama.

Seni Menjalani Hidup dengan Ringan Francine Jay
Semi Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan
(sumber: dokumen pribadi)


Buku ini merupakan seri ke-2 dari buku sebelumnya yaitu Seni Hidup Minimalis yang diterjemahkan dari buku berjudul Minimalist Life. Hampir sepekan aku membaca buku ini karena ingin memahami dengan maksimal dan mencatatnya.


Buku berjumlah 320 halaman ini berisi tentang bagaimana memulai hidup ringan dengan empat hal yang dijelaskan menjadi empat bab:
  • Meringankan isi rumah
  • Meringankan langkah
  • Meringankan kadar stres
  • Meringankan jiwa

Di awal membaca buku ini, penulis membeberkan soal bagaimana beliau menggunakan Kotak Barang Ditunda untuk "mainan anak saya". Yes, penulis adalah seorang ibu dari seorang balita atau kanak-kanak. Wow, i am so excited found it!

Di awal buku, penulis mengajak kita memahami bahwa barang adalah makhluk tak hidup tapi butuh diperlakukan dengan layak; punya tempat, (upayakan) tidak berdesak-desakan dan bermanfaat. Bukan justru teronggok begitu saja. Ini mengingatkanku:

"Segala sesuatu yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawabannya."

Ini juga yang menjadi dasarku menjalani hidup minimalis.

Sekilas Isi Buku
Dalam bab Meringankan Isi Rumah, dijelaskan teknik memulai hidup minimalis yaitu mulai dari nol, kumpulkan dan kelompokkan, kurasi, kotak barang keluar, kotak barang ditunda, tata & susun, sempurnakan, ambil kendali dan tahan diri.

Ada pula subbab Satu Demi Satu yang menjelaskan bagaimana bahkan berapa idealnya barang kepemilikan kita mulai dari pakaian kerja, pakaian kasual, pakaian resmi, kaus kaki & pakaian dalam, luaran, sepatu, tas tangan, aksesori, piring & mangkuk, gelas & cangkir, peralatan makan, peralatan saji, panci & wajan, peralatan membuat kue, peralatan masak elektronik, perangkat dapur lainnya, laci "sampah", alat tulis kantor, kertas, gawai, arsip digital, handuk, seprai dan perlengkapan tidur, buku, perlengkapan hobi, barang  kenangan, hadiah, perlengkapan  bayi, mainan, dekorasi, dan mebel. Satu kata: lengkap!

Daftar Isi Buku Seni Menjalani Hidup dengan Ringan
Daftar Isi Buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan
(sumber: dokumen pribadi)


Dalam bab Meringankan Langkah, kita diajak menjalani hidup dengan kurangi sampah, membersihkan diri dan rumah  dengan ringan, kurangi belanja, membeli barang bekas, membeli dengan berkesadaran, pinjam berkendara dengan ringan dan makan dengan ringan. Dari sini aku berkesimpulan bahwa minimalis identik dengan budaya zero waste dan 3RA (reduce, recycle, reuse).

Dalam bab Meringankan Kadar Stres, kita diajak menolak dengan ringan, meringankan jadwal, mengurangi kesibukan, mematikan koneksi,  menciptakan "koreografi" rutinitas, meringankan makna sukses dan mengikuti panggilan hati. Ada pula inspirasi tentang jaring pemahaman dan penyelesaian tugas dengan cukup baik.

Dalam bab Meringankan Jiwa, kita diajak mereguk kehidupan, merasa dengan tenang, berkata-kata dengan ringan, melepaskan ego, berjalan, mengalirlah, berbuah baiklah, berdiam dirilah dan filosofi sophrosyne.

Daftar Isi Buku Seni Menjalani Hidup dengan Ringan (2)
Daftar Isi Buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan (2)
(sumber: dokumen pribadi)


Dari dua bab terakhir, aku bisa menyimpulkan bahwa hidup minimalis berkaitan dengan mindfulness (melakukan sesuatu dengan penuh kesadaran).

Keunggulan Buku
Keunggulan ini ditulis secara objektif olehku sebagai pembaca buku. Keunggulan lebih ke konten, bukan fisik buku. Beberapa keunggulan buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan antara lain:

  • Penjelasan tentang barang kepemilikan seorang minimalis dibuat detail, mulai dari pakaian, pakaian hobi, panci dan wajan, piring dan mangkuk, hingga aksesori
  • Dilengkapi pandangan dan penjelasan tentang value yang berkaitan dengan hidup ringan pada setiap akhir bab seperti value zen (Jepang), fisika kuantum dan lain sebagainya.
  • Ditulis oleh seorang ibu. Sebenarnya ini subyektif lantaran aku begitu excited mendapati penulis adalah seorang ibu sepertinya. Somehow lebih dapat feel-nya. Oh ya penulis merupakan warga negara Jepang.
  • Terdapat quote sebagai pengawal bab. Lumayan buat konten menginspirasi untuk mengawali membaca bab tersebut.
  • Dilengkapi tips melakukan pada setiap sub-bab pada bab Meringankan Langkah, Meringankan Kadar Stres dan Meringankan Jiwa.

Meskipun aku sependapat pada sebagian besar nilai dan pemahaman yang ditulis dalam buku ini, namun ada beberapa hal yang aku merasa kurang sependapat. Setidaknya untuk saat ini. Misal, soal "Hapus, alih-alih mencatat, jadwal" karena aku tipe yang suka mencatat jadwal. Apalagi aku pelupa. 


Atau, pada bagian "kita terlalu mengikuti jadwal dengan cepat" Jujur saja aku tipe yang ketika selesai pada suatu pekerjaan akan berpindah ke kegiatan lain karena dengan begitu aku merasa hidup dan berharga. Misal, malam hari ketika anak tidur, aku menyelesaikan administrasi komunitas, dilanjutkan menulis naskah buku. Eits, tapi bukan berarti aku ngga punya waktu untuk me-time.

Oh ya ada juga tentang mematikan koneksi (internet), nah itu aku belum bisa. 😅

Baca Juga: [Ulas Buku] Jelajah Perpustakaan 23 Negara: Menebar Semangat Membaca dari Lima Benua

Penutup
Buku ini benar-benar super lengkap. Ada teknik, filosofi dan inspirasi menjalani hidup minimalis. Rekomendasi menjalani hidup minimalis. Kalau lupa, tinggal tengok lagi saja. Indeed, hidup minimalis bisa membuat kita menapaki hidup dengan lebih damai, sederhana dan bebas stres. Siapa yang tidak mau?

Oh ya, ke depannya insya Allah aku akan secara berkala membuat postingan di blog ataupun Instagram seputar tips hidup minimalis. Stay tuned on my blog and Instagram!

Ingin membeli buku ini? Bisa japri aku atau @birupinkstore yaa. Harganya di bawah normal lho!

Saa ini aku sedang dan akan terus belajar hidup minimalis. Jika kalian mau sharing lebih lanjut soal hidup minimalis, silakan japri aku lewat DM Instagram atau chat WhatsApp. Gonna be happy to share with.


109 komentar:

  1. Ini buku wajib baca, apalagi di masa pandemi seperti ini rasanya berat beban hidup bagi sebagian orang.

    BalasHapus
  2. Benar ya mbak. Klo hidup dibuat ringan, pasti akan mudah menjalaninya..
    Hati jadi gembira, bebas stres

    BalasHapus
  3. Aku pun belakangan jadi suka baca buku juga karena saking lamanya di rumah dan pengen mencoba menyibukan diri juga. Akhirya membaca beberapa buku yang aku beli bulan Maret lalu.

    BalasHapus
  4. seru banget pembahasannya. masih banyak pr banget nih sama barang-barang dirumah. semoga bisa nyicil untuk di sortir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Kalo butuh sharing boleh japri aku Mbaak hehe

      Hapus
  5. Kayaknya aku harus punya buku ini, lagi stres lihat banyak barang-barang di lemari nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi syemangat Mbaak. Kalo may beli bisa di akuu

      Hapus
  6. menarik banget bukunya jadi pengen baca juga, setuju sih hidup itu ringan yang memberatkan seringkali kekhawatiran kita sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahh well noted. Kak Orin jangan lupa cek WAG Buku Berjalan , hehe

      Hapus
  7. wah hidup minimalis ini sepertinya menyehatkan sekali ya :) sehat jiwa raga dan financial hehehe... semoga tetap istiqomah menjalaninya :)

    BalasHapus
  8. Saya sudah mulai memilah isi lemari sejak tahun lalu. Tapi kendalanya distribusi pakaian layak pakai. Tidak ada yg mau terima.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akupun Mbak sebenarnya. Tapi akhirnya aku mencoba gabung komunitas salingberi

      Hapus
  9. Aku sedang berupaya untuk bisa hidup minimalis. Banyak-banyak decluttering, rasanya puas banget melihat berdus-dus pakaian dan barang bisa aku keluarkan dari rumah, dan semoga mereka bisa bertemu pemilik barunya yang lebih membutuhkan. rasanya plong banget hidup dengan tidak terlalu banyak barang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akupun Mbaak. Asal kedepannya lebih selektif memasukkan barang ke rumah hehe.

      Btw kalo butuh buku ini bisa kontak akuu

      Hapus
    2. aku pun sedang dalam belajar untuk hidup minimalis nih, dimulai dari beberes lemari dulu untuk memilih mana yang akan digunakan dan dikeluarkan dari lemari.

      Hapus
  10. Hdup ringan memang penting banget di era sekarang. Di tengah persaingan industri yang begitu ketat, sebaiknya kita harus tetap relaks agar tidak mudah stres. Buku ini patut dibaca ya mbak.. agar kita tidak bisa menghayati kembali dan merasakan hidup kita kembali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi iya siapapun pasti mendambakan hidup minim stres. Btw bisa beli d aku lho bukunya Mbak

      Hapus
  11. Aku termasuk tipe pemikir banget mba Ev, kalau baca ini makin tercerahkan kali ya biar rasanya nggak stress ahahaha. Komplit banget ulasanmu, jadi penasaran pengen beli juga. Tar kep-kepoa ah ke instagrammu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi panggilan Visya aja Mbaak.

      Siap mbaak

      Hapus
  12. Bagus banget bukunya apalagi dibaca saat pandemi sekarang ini yang membuat langkah dan aktivitas kita terbatas yang kadang bikin kita stres, tapi sisi positifnya bisa kumpul dengan anak-anak plus beres-beres rumah, barang-barang yang ngak sempat terpakai bisa disisihkan atau diberikan ke yang lebih membutuhkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. That's the point Mbak. Tinggal nyari yang mau menerimanya hehe

      Hapus
  13. Meringankan isi rumah, Meringankan langkah, Meringankan kadar stres, Meringankan jiwa ini 4 hal yang memang penting banget dalam hidup ya mba

    BalasHapus
  14. Bukunya bagus banget ya mba, aku jadi penasaran pengin baca juga, belum lagi penulisnya seoarang ibu,pasti related banget dan berasa valid aja gitu kalau yg nulis buku sesama ibu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaah aku pun merasa demikian hehe. Btw bisa beli d aku Mbaak

      Hapus
  15. Pengen ikuttt...step by stepnya.
    Aku suka kadang lupa...kalau ada yang nawarin barang, "iya"in dulu.
    Dengan alasan, mumpung lagi ada rejeki. Entah kepakenya kapan.
    Kalo ini berupa makanan, parahnya kebuang-buang jadinya yaa...mubazir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo makanan bisa abis, kalo barang yang pe er banget huhu

      Hapus
  16. Melihat barang teronggok di rumah, tanpa tahu harus diapakan memang beban. Buku ini sepertinya mengajarkan kita untuk membeli barang sesuai kebutuhan bukan kebutuhan. Wah, noted banget...

    BalasHapus
  17. Pernah baca juga buku yang serupa tapi baru beberapa halaman, dan itu sudah menyadarkan bahwa hidup minimalis dapat membuat rumah kita jauh lebih luas dan kita juga merasakan hidup yang lebih rapih dan menenangkan jiwa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Membayangkannya aja udah enak banget yah Kak tinggal eksekusi

      Hapus
  18. Bukunya menarik dan banyak pembahasan yang bisa di jadikan pengalaman, pelajaran. Apalagi cocok di baca saat di rumah terus kk. Kalau udah selesai bacanya langsung di praktekkan biar makin mantap hehee

    BalasHapus
  19. Masukin wishlist, ah.... Btw kebayang kayak Mbak Visya gitu, dengan segudang kesibukannya, wajar banget rasanya kalau jadi cepat berpindah fokus karena amanahnya juga banyak. Apalagi kalau sampai matiin internet, nanti banyak yang nyariin hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. XD itulah Mbaak hihi bisa sih, contohnya Pas tidur XD

      Hapus
  20. Kok aku jadi penasaran ini sama isi bukunya jadi pengen beli deh, ini bisa beli ke kamu juga ya mbak?

    BalasHapus
  21. Saya dan keluarga sudah mulai menjalani hidup minimalis sejak hmm...mungkin sekitar 2-3 tahun lalu. Tepatnya sejak pindah kontrakan ke rumah yang lebih kecil. Di saat itulah mulai tersadar betapa banyak barang yang kita punya. Beberapa malah nggak inget kapan belinya, tau-tau udah ada aja nih barang.

    Menjalani hidup minimalis bermanfaat banget buat kami yang notabene kontraktor ini (ngontrak sana, ngontrak sini).

    Saya punya bukunya FJ yg kuning...itu pun belum selesai baca udah bingung mau nerapinnya kaya apa. Secara udah nggak ada kelebihan barang lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah Keren nih kak. Saha masih mau baca buku yang Seni Hidup Minimalis. Boleh kapan kapan sharing d blognya. Atau udah pernah?

      Hapus
  22. Bener-bener hiduo jadi ringan ya mba setelah baca ulasan nya jadi tertarik mau baca lengkap nya

    BalasHapus
  23. Kadang secara tidak sengaja Kita suka membeli barang yg tidak perlu. Lebih ke kemauan. Meminimalisir barang ga berguna yg bertumpuk bisa bikin lebih rapih & sehat ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah enak lihatnya juga, berpengaruh ke kesehatan.

      Hapus
  24. dari garis besarnya aja udh menggambarkan betapa serunya buku ini...wah jadi pengen baca semua isi bukunya

    BalasHapus
  25. Wah jadi ini yah, Buku seni membuat hidup jadi lebih ringan yang Mba Visya info minggu lalu ke aku? Baca review ini, malah jadi makin kepo sama bukunya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa hehe. Review juga dong yang minimalis .sudah baca kan?

      Hapus
  26. Aku punya bukunya Francine Jay juga tp yg seni hidup Minimalis. Belum selesai aku baca. Jujur aku setuju banget sih dgn konsep hidup Minimalis ini, selain kita bisa tahu barang mana aja yg jd prioritas atau bukan, tp secara gak langsung juga ngaruh ke psikis juga karena lihat lemari misalnya lebih rapi

    BalasHapus
  27. Kadnag-kadang saya bingung kalau urusan beberes rumah. Suka bingung untuk sortirnya. Kayaknya memang butuh baca buku ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak atau bisa juga baca Konmari, hehe.

      Hapus
  28. Sama mba, aku juga sekarang sedang meminimaliskan barang di rumah, terlebih saat pandemi saya jd rajin beberes rumah dan ternyata saya sudah banyak menimbun sampah dalam rumah. Sekarang barang yang tidak terpakai saya kasih sama orang dan yang tidak layak pakai saya buang.

    BalasHapus
  29. hidup minimalis sendiri ---> menjalani kehidupan dengan beban kepemilikan sesedikit mungkin dan langkah seringan mungkin. MEnarik. Menurut saya sejalan dengan nilai-nilai islami ya, supaya tidak terlalu tergantung padda dunia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah iya Mbak. Sayangnya paham bya masih paham budhist dalam minimalism hehe semoga soon ada buku panduan minimalism utk muslim

      Hapus
  30. ya ampun udah lama banget gak baca buku, biasanya aq selalu baca buku paling tidak 1 perbulan, ini bukunya menarik banget deh mba, yang memang kita butuhkan saat seperti ini yah. penasaran sama teknik meringankan isi rumah

    BalasHapus
  31. Saya termasuk suka sayang kalau buang-buang barang padahal sudah tak diperlukan dan banyak yang menjadi kenangan berat buat dibuang atau dikasih ke orang lain. Mungkin dengan membaca buku ini saya akan terlatih buat mengikhlaskannya karena ada makna yang dijabarkan :)
    Terima kasih atas review nya Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akupun teh. Mensiasatinya bisa discan atau strategi lainnya teh hehe.

      Sama sama teteh

      Hapus
  32. Saya belum bisa nih hidup menjadi sederhana dan simple. Rumah masih banyak tumpukan barang

    BalasHapus
  33. Kalau barang kita rapi enak. Enak seni ringan barang agar enak dilihat dan tidak sempit. Ilmu sayangan barang memang kendalanya. Meski harus tega lempar barang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku duly juga gitu Mpo Vanya ngga tega wkwk

      Hapus
  34. pengen juga bisa merasakan hidup minimalis, kadang manusia kayak diriku aja contohnya, udah berusaha untuk meminimalisir barang-barang yang dipunya, ehh ada aja godaan untuk nambah "beban"lagi
    sepertinya buku ini menarik

    BalasHapus
  35. Menarik ya bukunya aku dulu suka beli barang printilan dan rumah jadi penuh, sekarang mulai stop belanja printilan dan mengurangi barang di rumah...

    BalasHapus
  36. Berarti buku ini recommended ya mba... Kalo baca review ya sih aku kebayang isinya lengkap banget.. Dan kayaknya kita banget gitu.. Hehehe

    BalasHapus
  37. Buku bagus nih mbak. Bener jg sih jika mesti dengan kesadaran jika ingin hidup minimalis. Saya kl blm penting2 banget, mikir dua kali sih buat beli barang, biar gak numpuk barang2 di rumah

    BalasHapus
  38. Intinya hidup dibkin mudah dah gampang yaa tanpa ribet agar mudah untuk menjalaninyaa yaa bagus bukunyaa deh

    BalasHapus
  39. Buku yg cocok untuk menghilangkan stres akibat di rumah saja..
    Bahwa hidup bisa dinikmati secara ringan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan cara yang tepat dan sesuai pribadi 🙈

      Hapus
  40. Aku sedang merasakan ruwet betul dengan perintilan-perintilan di rumah. Gak kebayang ya, ternyata banyak juga yang udah nggak manfaat. Cuma disimpen-simpen trus gak diapa-apain. Mau dibuang sayang, gak dibuang ruwet. Tapi bismillah deh, sejak pandemi aku udah sortir banyak sekali. Dan janji gak beli2 lagi. Terutama baju dan jilbab.

    BalasHapus
  41. Lagi-lagi buku seperti ini, penulis nya dari Jepang. Suka terpesona sih memang, kok kamar orang Jepang di film2 itu tapi ya dan tidak banyak item. Mungkin mereka sudah terbiasa minimalis kali ya.

    BalasHapus
  42. Aku juga sedang berusaha mempraktekkan hidup minimalis nih..pelan-pelan ngebuangin barang yang gak kepake atau dikasihkan ke orang-orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mbak. Langkah simple Insya Allah berarti

      Hapus
  43. Sungguh luar biasa reviewnya
    Saya dibuat penasaran untuk membaca lebih lengkap bukunya.
    apalagi saya yang mudah kena stres

    BalasHapus
  44. Menarik sekali ya bukunya. Perlu banget saya menerapkan gaya hidup minimalis ini, jadi nggak butuh barang atau sesuatu berlebih yang biasanya jarang dipakai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena kelak mereka bakal minta dipertanggungjawabkan :''

      Hapus
  45. Akhir-akhir ini memang banyak buku (aku lebih seringnya baca di pinterest) tentang hidup minimalis. Minimalis dan mindfulness sepertinya berkaitan. Melakukan sesuatu dengan penuh kesadaran. Menarik.

    BalasHapus
  46. Harus baca nih buku ini, aku termasuk yang suka nunda buat sortir barang2 dan berujung numpuk dan akhirnya dibuang, hiks. Beberapa tahun ini karena masih suka pindah2 rumah, jadinya belajar nyortir dan "kosongin" lemari secara berkala.

    BalasHapus
  47. Meringankan isi rumah memang sangat bisa berpengaruh pada pikiran sih, mbak. Keep it simple, soalnya rumah adalah tempat yg selalu kita lihat setiap harinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahh iyaa bener Mbak. Apalagi di momen pandemi begini

      Hapus
  48. Dari judul bukunya mengarahkan kita juga untuk dapat lebih sederhana dan bahagia ya

    BalasHapus
  49. Bab yang menerangkan tentang meringankan kadar stres dan meringankan jiwa itu sangat menarik ya mba. Melihat judulnya saja sudah menarik banget, apalagi isinya.

    BalasHapus
  50. Recommended yah kak buku ini. Menjalani hidup minimalis tapi untuk kebahagiaan. Ah menarik banget. Sederhana biar stress beban hidup berkurang

    BalasHapus
  51. Buku yang mengajak pembacanyaa untuk hidup minimalis dan ngurangin stress, bisa jadi list buat dibeli nih.

    BalasHapus
  52. Aku belum pernah baca. Asyik nih kayaknya. Kadang kita emang suka ribet dalam hidup, padahal yaaa gak harus dibikin ribet kan. Hidup minimalis emang bikin lebih simple yak

    BalasHapus
  53. Alhamdulillah aq orang yg senang menyortir barang yg ga dipake makanya aq disebut dirumah mama sama abang dan kakakku si vacum Cleaner tukang bersih2 😂🤣. Aq kalo yang ga dipake lagi tapi masih bagus aq kasih orang yg membutuhkan, tapi kalo udha rusak atau ga layak dibuang

    BalasHapus
  54. Saya juga tertarik dengan konsep hidup minimalis. Saat ini sedang mendalaminya sambil diterapkan sedikit-sedikit. Terimakasih review bukunya, mau saya masukkan jadi daftar referensi sekaligus wishlist. :)

    BalasHapus