Ide Kegiatan Stimulasi Anak dengan Titik & Lingkaran

 

Sebagai seorang ibu yang suka berkegiatan stimulasi dengan anak, aku sering menjelajahi beragam akun maupun artikel tentang kegiatan stimulasi anak. Hingga akhirnya aku tertarik mengambil tema 'titik' dan 'lingkaran'. Nah berikut beberapa ide Kegiatan stimulasi anak bertema tersebut. 

Oh ya ini cocok untuk usia 2 tahun ke atas ya.

0 komentar:

Berbagi Cerita, Ilmu Hingga Art Therapy di Grand Launching Buku Pulih

 

Pulih

Tahun beranjak tahun, kesehatan mental menjadi issue yang semakin naik di permukaan. Meskipun apa yang tampak adalah perumpaannya gunung es, hanya sebagian kecilnya saja.

Tak hanya itu, mereka yang memiliki gangguan kesehatan mental pun tak sedikit yang memilih menutup mulut alih-alih meminta bantuan, dengan dalih khawatir dicap buruk atau bahkan gila! Ini sebuah kenyataan, bukan rangkaian fiksi belaka.

10 komentar:

#WariskanResepJuara Lewat Kebaikan Santan Kemasan Bersama Tetrapak dan KARA di Masa Pandemi

Kuliner



Makan makanan bersantan tuh emang sungguh nikmat ya. Ngomong-ngomong santan, Moms biasanya lebih suka pakai kelapa parut-peras sendiri atau santan kemasan?

18 komentar:

Mengenal Metode Pengasuhan Minimalist Parenting

 



Minimalis, sebuah kata yang bagi sebagian orang yang asing, sebagian lagi sudah mengenal bahkan menjalaninya. Ada yang mengartikan minimalis sekadar konsep rumah, interior atau furnitu. Ada juga yang mispersepsi mengartikan minimalis sebagai hidup serba irit. Minimalis sebagai gaya hidup dapat diartikan sebagai pola hidup berkesadaran dalam memiliki, penuh syukur dan makna.

Secara spesifik, minimalis bisa diterapkan pada gaya pengasuhan atau biasa disebut minimalist parenting. Apa itu minimalist parenting atau pola asuh minimalis?

65 komentar:

Pengalaman Berkunjung Ke Dokter Anak di OMDC Healtchcare Untuk Konsultasi Tumbuh Kembang Anak dan Imunisasi

Oktri Manessa Dental Care

Menjadi orangtua adalah menjadi pembelajar seumur hidup. Banyak hal yang harus diperhatikan, bahkan sejak si kecil masih berupa janin dalam kandungan. Salah satunya adalah soal tumbuh kembang anak. Rasanya nyaris tidak ada orangtua yang tidak mengharapkan tumbuh kembang anaknya berjalan normal dna ideal. Hal yang sama berlaku padaku dan suami.

Tapi sayangnya hidup di dunia nyata bukan sekadar semua berjalan mulus, ada tantangan yang harus dihadapi termasuk tantangan soal tumbuh kembang anak. Cham sendiri sekilas memang tampak normal, namun ada beberapa hal yang kami pertanyakan. Hal itu akhirnya membuat kami memutuskan berkonsultasi pada dokter anak. Karena suami bekerja, akhirnya aku berdua dengan Cham saja. 

10 komentar:

Popmama Parenting Academy Wadah Belajarnya Para Orangtua Millennial




Tiga tahun lalu saat menjadi ibu baru, aku banyak mengalami "jetlag
Popmama Pareting Academy 2020
". Mulai dari proses melahirkan yang penuh drama, kontraksi yang penuh histeria, proses mengedan yang lumayan lama. Parahnya aku seperti orang yang ngga punya ilmu melahirkan sama sekali! Berlanjut ke fase menyusui. ASI yang belum keluar hingga hari kedua ditambah masih adanya rasa risih saat menyusui. Bahkan menggendong bayiku sendiri saja aku masih ragu-ragu! 

Memang ini pengalaman pertama. Tapi kayaknya ngga gini juga. Oh no, ibu macam apa aku! Ditambah lagi nyinyiran orang sekitar, membuatku ngga terpikirkan mencari solusi. Bisa dibilang aku terkena baby blues syndrom level lower. Posisiku sebagai 'orang paling awal' yang menikah di antara teman-teman dekat, teman sekelas bahkan teman SMA membuatku seperti ngga punya tempat bertanya. Ya, aku menikah saat masih berstatus mahasiswi. 

Dari yang  awalnya mahasiswi aktif organisasi, harus jadi ibu rumahan, aebuah titik balik hidupku dan aku butuh dunia luar!

69 komentar:

Empat Spot Alam Nan Eksotis di Dataran Dieng: Jelajahi, Pelajari dan Jaga Bareng-bareng

 

Dieng


Hawa dingin menelusup masuk ke dalam gordyn kamar yang kutempati di wilayah Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Hari itu hari pertama aku tiba di Dieng dalam kunjungan keduaku. Suhu di Dieng biasanya berkisar 12-20 °C di siang hari dan 6—10 °C di malam hari. Saking dinginnya, pada rentang waktu Juli-Agustus kerap muncul embun beku. Bagaimana tidak, suhunya mencapai 0 C di pagi hari! Embun beku ini juga diwebur bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

2 komentar:

Tiga Metode Menata Pakaian Agar Tak Ada Pakaianmu yang Terlupakan

Minimalist Lifestyle



Setelah sekian lama ngga ng-onten (bahasa apa itu? :D) seputar minimalist mom journey ala aku, akhirnya aku kembali dengan konten tersebut.

Di postingan-postinganku sebelumnya aku sering menyampaikan bahwa salah satu hal yang sangat mindful kulakukan adalah saat membeli fashion. Ya, segitu ketatnya aku ketika membeli fashion: seberapa butuh? Bisakah didapatkan dengan cara lain Selain membeli yang baru? So, di positingan ini aku mau bahas seputar fashion atau berpakaian.

Oh ya, meskipun judulnya metode berpakaian tapi aku ngga akan menjabarkn bagaimana berpakaian yang stylish, modern dan sebagainya. Because I am not a fahsion stylist 😁 Aku akan menjabarkan dari kacamataku sebagai seorang Minimalist Mom.

Pernah ngga sih kalian cenderung memakai baju yang sama hanya karena alasan suka sementara masih banyak baju pengganti lainnya?

Pernah ngga sih kalian merasa lupa pakaian mana saja yang baru-baru ini dipakai?

Misal, hari ini di rumah pakai baju kasual A. Dua hari kemudian baju itu 

Pernah terpikirkan untuk memakai pakaian secara bergantian? Atau kalian tipe yang pakai sesukanya?

Tentunya ada lebih dari satu pakaian yang kita miliki di lemari. Pakaian yang kumaksud disini adalah atasan, bawahan, dress sampai aksesori seperti kaus kaki, dalaman jilbab dan underwear.

Bagaimana sih supaya semua pakaian yang kita miliki bisa terpakai dengan maksimal dan tak ada yang terlupakan?

38 komentar:

#RumahAdalah Wadah Personalisasi dan Multifungsi, AvatarOn Schneider Electric Bantu Melengkapi

 

Home is where your heart stays at the most. 

Home is your family.

Ngomongin keluarga, ngga jauh-jauh dari kata rumah. Sebagian orang mendefinisikan rumah secara umum sebagai objek, sebuah tempat. Sebagian lagi mendefinisikan rumah berupa subjek, orang terdekat. Tak peduli seberapa ukurannya, dimana letak geografisnya, rumah adalah tempat pulang dan semua cerita terkumpul. Bahkan setiap orang punya definisi rujah yang berneda-beda. Bagaimana denganku, apa definiai #RumahAdalah versiku?

#RumahAdalah Wadah Personalisasi dan Multifungsi
Tujuh bulan sejak pandemi berlangsung, seolah kita diingatkanNya kembali untuk kembali ke rumah, sebuah bangunan berisi sekumpulan orang yang disebut keluarga. Tujuh bulan sejak pandemi, sebagian besar aktivitas seperti aktivitas rutin, belajar dan bekerja dilakukan dari rumah. Ragam kreativitas pun terlahir dari dalam rumah, mulai dari ide konten sosial media hingga ide bisnis. Tak hanya karena pandemi, teknologi digital yang semakin berkembang pun juga membuat setiap orang sangat mungkin bekerja dari rumah. Oleh karenanya rumah harus jadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh penghuninya.#RumahAdalah

35 komentar:

Ide Kegiatan Stimulasi Anak dengan Titik & Lingkaran

 

Sebagai seorang ibu yang suka berkegiatan stimulasi dengan anak, aku sering menjelajahi beragam akun maupun artikel tentang kegiatan stimulasi anak. Hingga akhirnya aku tertarik mengambil tema 'titik' dan 'lingkaran'. Nah berikut beberapa ide Kegiatan stimulasi anak bertema tersebut. 


Oh ya ini cocok untuk usia 2 tahun ke atas ya.


1. Colorful Dot

Sediakan print out berisi lingkaran berukuran diameter 2cm dengan ragam warna. Perkenalkan ragam warna tersebut pada anak. Setelah beberapa waktu, minta anak menunjuk lingkaran dengan warna yang Moms sebutkan.

Setelah beberapa waktu, minta anak menyebutkan warna lingkaran yang ditunjuk.


2. Connecting The Dot

Sediakan kertas berisi kumpulan titik yang membentuk gambar tertentu. Sebagai permulaan Moms bisa memulai dengan gambar bangun datar seperti lingkaran, persegi dan lain sebagainya. Sediakan pula cat air.


Contohkan cara bermain yaiu dengan menyatukan titik-titik menggunakan kuas bercat air ataupun tangan yang dicelupkan ke dalam cat. Tawarkan pada anak untuk  mencobanya. Jika belum mau, jangan dipaksa ya.


3. Matching The Dots

Sediakan stik yang sudah ditempel lingkaran berwarna-warni. Sediakan kertas bergambar stik-stik tersebut. Contohkan pada anak cara bermain, mencocokkan stik dengan gambar di kertas. Tawarkan pada anak untuk  mencobanya. Jika belum mau, jangan dipaksa ya.


Demikian tiga permainan simple dengan tema titik dan lingkaran. Semoga bermanfaat ya Moms!

0 komentar:

Manfaat Produk Asuransi Allianz untuk Meraih Mimpi Tunaikan Haji

 

Hai Moms, seperti yang kita ketahui,  produk asuransi tersedia dalam banyak sekali pilihan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Sebelum memilih produk asuransi tersebut, jangan lupa sesuaikan dengan tujuan Moms. Moms tidak hanya dapat memilih produk asuransi umum yang ditawarkan seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, hingga asuransi perjalanan saja. Moms juga bisa memilih jenis asuransi yang mempunyai tujuan yang pasti seperti produk asuransi yang dapat untuk mewujudkan impian untuk menunaikan ibadah haji. 

0 komentar:

Tiga Langkah Awal Sebelum Memulai Investasi yang Harus Diketahui Pemula



"Investasi?"
"Ah pasti cuma buat horang kayah."
"Harus punya uang banyak itu.."

Pemikiran-pemikiran di atas sepertinya adalah apa yang terlintas di benar orang-orang (awam) begitu mendengar istilah investasi. Aku pun termasuk yang berpikir demikian, ya setidaknya sampai pertengahan tahun ini.

Dan jawabannya adalah.. 

55 komentar:

Menjadi Ibu Teladan Ngemil Bijak Bagi Anak dengan Mindful Snacking

 

#NgemilBijak

Kita perlu bangga hidup sebagai warga negara Indonesia atau yang memegang erat kebersamaan. Apa sih yang selalu ada dalam setiap kebersamaan atau perkumpulan?

23 komentar:

Review Film Happy Old Year dan Enam Langkah Melepaskan Barang-barang

 

Happy Old Year

Seperti yang pernah aku bahas di tips awal memulai hidup minimalis, aku menyarankan buat menonton film yang berkaitan dengan minimalis atau decluttering. Salah satunya adalah Happy Old Year. Jujur aja aku bukan tipe yang preferensinya menonton film, melainkan lebih ke baca buku. Tapi demi mencari inspirasi gaya hidup minimalis, baiklah aku lakukan.

And.. finally I've watched it over!

Sepanjang nonton, ngga ada kata ngantuk. Yang ada pengen  nonton terus sampai habis. Iseng-iseng nanya di sosmed siapa yang mau baca reviewnya, ternyata lumayan banyak. Baiklah aku review ya!

89 komentar:

Enam Tips Cegah dan Atasi Kaki Kebas

 

Kaki Kebas dan Kesemutan

"Kakiku kok kebas ya." keluh bapak suatu hari.
Setelah beberapa kali mengalami hal itu, Bapak pun memeriksakan kondisinya dan hasil pemeriksaan menunjukkan bapak terkena diabetes. Mulai saat itu bapak benar-benar mengontrol pola dan nutrisi makannya, dibantu oleh ibu.

0 komentar:

Adopsi Hutan dengan Penuh Kesadaran Ala Masyarakat Perkotaan

 



Kaki kaki kecilku membentuk langkah besar di hutan itu sambil menyenandungkan syair di atas. Aku, si anak rumahan, akhirnya bisa juga turun ke hutan. Letaknya ngga begitu jauh dari Jakarta, tepatnya di Kabupaten Bogor. Bukan tanpa tujuan, aku dan teman-teman akan mengadakan pengabdian masyarakat di sebuah desa. Dan untuk sampai ke desa itu, kita harus melewati hutan.

Sayangnya aku ngga mencaritahu apa nama hutan itu, yang jelas perjalanan susur hutan saat itu sangat berkesan. Duh, rasanya seperti menyatu dengan alam!

15 komentar:

Nikmati #MandiBebasWorry Bersama si Kecil Bersama MY BABY Hair & Body Wash

 

#MandiBebasWorry Bersama MYBABY

Tiga tahun silam aku melahirkan Cham ke dunia.  Sebagai ibu baru, rasa bahagia membuncah melihat si kecil terlahir sehat. Tapi sebagai ibu baru pula, tentu masih ada rasa kekhawatiran dalam mengurus bayi, terlebih soal memandikan. Butuh waktu sampai 1 bulan buatku benar-benar berani memandikan anakku sendiri. Ternyata aku tak sendiri, dari hasil riset yang beredar, sebanyak 95% ibu mengaku khawatir saat masa awal memandikan bayinya. Alasannya? Sebanyak 79% ibu takut tubuh si kecil tergelincir ketika dimandikan.

0 komentar:

Empat Penyebab Flat Head Syndrome (Kepala Peyang) pada Bayi dan Cara Mengatasinya

 

Penyebab Flat Head Syndrome

Memiliki keturunan yang dianugerahi fisik sempurna adalah sebuah kesyukuran ya, Moms. Meski jika kembali pada takdir-Nya, kita tak bisa menggugat. Ada beberapa macam syndrome yang mungkin menyerang bayi baru lahir. Salah satunya adalah flat head syndrome. Pernahkah Moms mendengarnya?

14 komentar:

Tanya Jawab Seputar Pengalaman Ta'aruf-ku dan Contoh Studi Kasusnya (Bagian 1)

 

Tanya Jawab Saat Taaruf


Pengalamanku melakukan ta'aruf membuatku ingin terus berbagi soal ta'aruf. Akupun beberapa kali menerima beragam pertanyaan tentang ta'aruf khususnya dari para muslimah yang sedang (menuju) melakukan hal tersebut.

Dalam hal ini posisiku sebagai seorang perempuan yang diajak menikah oleh lelaki yang belum pernah kukenal sebelumnya, meskipun kami ada beberapa kesamaan circle pertemanan.

Oh ya soal ta'aruf itu apa dan bagaimana, pernah aku bahas disini secara visual, dan lengkapnya disini.

Berikut beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan dan studi kasus. Aku jawab sesuai pengalaman & kondisiku waktu itu, meskipun mohon maaf, untuk detail, tidak bisa benar-benar membeberkan.

0 komentar:

Tips dan Trik Anak Gemar Makan Buah & Sayur

 

Anak suka makan sayur

Ketika masa MPASI datang, sebisa mungkin aku selalu selipkan menu buah dan sayur dalam keseharian Cham. Aku meyakinu bahwa "alah suka karena terbiasa". Kini di usianya yan baru masuk tiga tahun, Cham tumbuh dengan kegemaran sayur dan buah. Hampir semua jenis sayur dan buah dia suka. Beruntung pula aku karena punya suami yang gemar makan buah dan sayur. Aku rasa itu juga Salah satu faktor yang memicu. Yha meskipun ada kalanya sebagai balita pada umumnya, Cham mengalami GTM.


Ups, di postingan ini aku bulan membahas topik MPASI melainkan sesuai judul, tips dan trik agar anak gemar makan buah dan sayur. Tips ini kudapatkan dari kuliah Whatsapp dari Popmama yang aku ikuti tempo lalu dengan tema yang sama.

31 komentar:

Awal Mula dan Alasan Hijrah Ke Bank Syariah

Hijrah ke Produk Keuangan Syariah

Dislaimer:

Tulisan ini bukanlah sponsored post. Tulisan ini bukan untuk menyudutkan pihak manapun. Ditulis murni berdasarkan pemikiran dan pengalaman penulis, dengan tujuan berbagi terutama bagi yang membutuhkan.

Oh ya disini aku menggunakan istilah hijrah ke bank syariah artinya menggunakan produk-produk perbankan syariah ya. (Dah ah, panjang amat disclaimer-nya😂).

Pembicaraan soal uang biasanya selalu menarik, terutama kaum hawa, termasuk aku, hehe. Ngomongin soal bank syariah, alhamdulillah sudah hampir empat tahun aku hijrah ke bank syariah. Sebuah keputusan yang tak pernah dan insya Allah tidak akan pernah kusesali.

Nah di postingan ini aku mau berbagi pengalaman awal mula hijrah ke bank syariah dan kenapa?

0 komentar:

Nyaman Rawat Jalan, Rapid Test dan Vaksinasi dari Rumah Bersama Aido Health

Aido Health Digital Smart Solution


Sejak pandemi terjadi, salah satu tempat yang sangat aku hindari, dan sepertinya juga kebanyakan orang, adalah rumah sakit. Image rumah sakit yang berisi orang sakit, penyakit, virus dan sejenisnya bagaikan zombie yang menakutkan. Gara-gara itu juga aku lebih rela menunda pergi ke dokter THT meskipun sudah saatnya membersihkan telinga. Syukurlah tidak

Eh, tapi tidak semua keluhan fisik bisa "dipending" lho! Ya, ada beberapa orang yang harus menjalani terapi dan rawat jalan juga. Pengennya sih bisa tetap mendapatkan layanan kesehatan walau di rumah saja. Tapi bagaimana ya?

0 komentar:

Berbagi Rezeki Jelang Idul Adha dengan Sedekah Daging Bersama Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa Kurban

Tak terasa Dzulhijjah sudah menjelang. Ah iya itu artinya Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan tiba. Hmm tapi pastinya berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun-tahun sebelumnya setiap Hari Raya Idul Adha sejak kecil mungkin kita terbiasa menonton penyembelihan kambing. Anak-anak pun demikian, kelihatan sukacita. Tapi tidak untuk tahun ini. Tahan diri, di rumah aja.

55 komentar:

Tujuh Langkah Awal Meringankan Isi Rumah Untuk Hidup Minimalis


Gaya Hidup Minimalis

Menjalani hidup dengan ringan, siapa yang tak ingin? Bukan berarti bebas masalah, namun mampu mengelolanya dengan baik. Bukan berarti ngga punya aktivitas, melainkan mampu mengatur jadwal dengan efektif. Ngomongin hidup ringan, dari buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan yang aku baca beberapa waktu lalu memaparkan definisi hidup ringan. Salah satunya adalah meringankan isi rumah.

Wah maksudnya gimana? 

56 komentar:

Indonesia Fundraising Award 2020 Ajang Apresiasi dan Motivasi Bagi Fundraising Gerakan Kemanusiaan di Indonesia

Indonesia Fundraising Awards 2020

Salah satu hal yang mungkin ditemukan di Indonesia dan tidak di banyak negara lain adalah kedermawanan dan gotong royong. Dan ya, benar saja, dua kekhasan tersebut terlihat dengan menjamurnya lembaga sosial dengan misi saling tolong-menolong lewat donasi baik materi maupun tenaga.

Gerakan kemanusiaan pun semakin menjamur di tingkat nasional hingga lokal. Melihat fenomena ini, pikiranku melayang ke beberapa tahun silam, saat pertama kali aku bergabung dalam organisasi sosial kemanusiaan khususnya bidang pendidikan.

60 komentar:

Review Buku Membayar Utang Pengasuhan: Panduan Orangtua Membayar Utang Pengasuhan pada Buah Hati


Review Buku Membayar Utang Pengasuhan


Semua bermula saat suatu hari aku marah padanya. Emosi negatifku memuncak. Usianya waktu itu masih kecil. Belum dua tahun. Beberapa detik kemudian aku terduduk lemas, menutup wajahku dan mulai menangis. 

Ya, aku menangis di hadapan anakku. Usianya yang masih sangat kecil membuatnya belum paham saat itu. Sambil menyusuinya aku menangis, matanya terus memperhatikanku. Di lain kesempatan, responnya berbeda. "Nda, eh? Nda." dia mengguncang tubuhku.

Oh ya Allah, aku merasa berdosa padanya...

24 komentar:

Langkah Awal Memulai Belajar Hidup Minimalis

Belajar Hidup Minimalis


Bermula tiga tahun silam saat aku menamatkan buku berjudul The Life Changing of Tidying Up atau yang lebih sering disebut Konmari karena ditulis oleh Marie Kondo, pelopor gerakan Konmari. Buku tersebut menceritakan tentang metode bebenah ala Konmari. Sungguh insightful! Sst, bukunya bisa dibeli di @birupinkstore lho!


Sejak itu aku dan suami mulai menerapkan nilai-nilai Konmari khususnya tentang metode bebenah. Mulai dari isi lemari, rak buku, barang-barang kenangan. Oh ya metode Konmari juga mengajarkan cara melipat pakaian dalam lemari. Sayangnya hanya beberapa bulan aku berhasil menerapkannya. Setelahnya aku kembali nyaman dengan metode lipat konvesional.

50 komentar:

Meraup Ilmu Seputar Kesehatan Kulit Luar Dalam Lewat Konferensi Kesehatan Digital We The Health

We The Health


Bicara tentang klinik kecantikan, perawatan kulit dan sejenisnya adalah sebuah hal yang asing bagiku, setidaknya beberapa bulan silam. Tidak asa jerawat, tidak merasakan masalah kulit di area kulit terbuka khususnya membuatku sungguh percaya diri bahwa kulitku "baik-baik saja". Misalnya di saat sebagian besar teman saat remaja mulai dihinggapi jerawat, syukur-syukur wajahku aman. Memakai produk perawatan apalagi datang ke klinik kecantikan ngga pernah masuk list to-do-ku. Please, jangan ditiru "kesombongan"ku ini ya.

Semua berubah ketika aku datang ke dokter kecantikan akhir tahun 2019 lalu. Sebelum memulai sesi konsultasi, aku melakukan skin check. Ini pertama kali bagiku. Aku sudah cukup percaya diri, kulitku baik-baik saja hanya karena aku ngga pernah berjerawat.

Tapi apa yang terjadi? 

4 komentar:

[Ulas Buku] Membasuh Luka Pengasuhan: Panduan dan Inspirasi Menghapus Luka Pengasuhan pada Diri Bunda


Membasuh Luka Pengasuhan

"Saya menyesal atas apa yang saya lakukan pada anak pertama saya. Dia menjadi pelampiasan inner child saya yang belum selesai. Saya masih terbawa dengan luka pengasuhan masa lalu." tulis salah seorang teman perempuan di sosial medianya.

Rupanya, dia menulis demikian dalam rangka pemulihan diri dan berbagi.

Inner child dan luka pengasuhan. Kedua istilah itu pertama kali kudapatkan sekitar tiga tahun silam, ketika sedang ada di trimester akhir dan mulai aktif mengikuti komunitas para ibu.

Sebenarnya apa sih inner child itu?

38 komentar:

Bebas Cacingan dengan Konvermex Obat Cacing Andalan Keluarga

Memasuki bulan ke-4 pandemi belum juga berakhir. Tak ada yang menyangka, tapi ini harus dihadapi bersama. Sejak awal kemunculannya, orang-orang jadi lebih aware soal perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta lebih disiplin menjaga imunitas. Mengingat Covid 19 ini rentan menyerang mereka Yang imunitasnya sedang rendah.

Salah satu hal yang bisa dilakukan dalam menjaga imunitas adalah menerapkan gaya hidup bersih dan sehat. Hal ini juga menjadi fokusku dan keluarga, terlebih di masa pandemi begini.

Mencegah Cacingan dengan Gaya Hidup Sehat

Cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing dalam tubuh manusia dan ditularkan melalui media tanah. Penyebaran penyebab cacingan pun sama mudahnya seperti penyebaran virus flu. Namun cacingan bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti selalu mencuci tangan setelah beraktivitas dan sebelum menyentuh makanan serta menjaga pola makan dan nutrisinya.

Cacing-cacing membuat penyerapan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi menjadi terganggu.Hasil survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan mencatat persentase penyakit infeksi cacing di Indonesia mencapai hampir 96% dan paling sering dialami oleh anak usia sekolah, yaitu usia 5–14 tahun.

Infeksi karena cacing-cacing tersebut umumnya menimbulkan beberapa gejala, seperti mual, muntah, diare, nyeri perut, gangguan penyerapan zat gizi, dan anemia. Bila hal ini terjadi dalam jangka waktu lama tanpa diatasi dengan baik akan memengaruhi kecerdasan dan kemampuan belajar anak. Beberapa jenis cacing yang sering menginfeksi anak-anak adalah cacing pita, cacing tambang, cacing kremi, dan cacing gelang.

Pentingnya Mengkonsumsi Obat Cacing Untuk Mencegah & Mengobati

Selain menerapkan gaya hidup sehat, mengkonsumsi obat cacing juga dapatkan dilakukan sebagai langkah pencegahan. Balita berusia 2 tahun dapat mulai diberikan obat cacing, tentunya dibarengi dengan gaya hidup sehat. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan setiap anak mengonsumsi obat cacing dua kali setahun atau tiap 6 bulan sekali sebagai langkah pencegahan. Ini berlaku baik bagi anak-anak maupun orang dewasa

Dosisnya sebanyak 5-10ml. Frekuensi dosis yang demikian membuat kemasan obat cacing dijual dengan ukuran sekali atau dua kali minum saja.

Konvermex Obat Cacing Andalan Keluarga

Moms, tentu kita tidak ingin keluarga kita terutama anak terinfeksi cacingan bukan? Oleh karenanya, mengkonsumsi obat cacing penting dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Konvermex adalah salah satu merek obat cacing untuk keluarga yang direkomendasikan. Tersedia dalam bentuk suspensi & kaplet yang mampu melumpuhkan dan menghancurkan cacing serta mengeluarkannya dari dalam tubuh tanpa memerlukan pencahar. Konsumsi Konvermex tiap 6 bulan sekali bisa dijadikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat lho!


For your information,  setiap orang punya potensi jadi penyebar cacingan. Jadi, Mencegah memang lebih baik daripada mengobati, apalagi mengingat penyebab cacingan ini mudah menyebar seperti penyebaran virus flu. Konvermex obat cacing keluarga layak jadi pilihan karena tersedia dalam bentuk obat cacing untuk anak dan obat cacing orang dewasa

Konvermex diproduksi oleh Konimex, sebuah produsen obat-obatan bahan kimia, alat laboratorium dan alat kedokteran yang sudah beroperasi sejak tahun 1967. Terdapat Konvermex tersedia di apotik-apotik terdekat. Beberapa jenis sediakan Konvermex antara lain:

1.    KONVERMEX 125 dalam bentuk suspensi (rasa jeruk) untuk anak

Konvermex Obat Cacing Keluarga
Konvermex Obat Cacing Keluarga
(sumber: dokumen pribadi)


2.    KONVERMEX 125 dalam bentuk tablet obat cacing untuk anak


Sumber: Konimex E-Store

3.    KONVERMEX 250 dalam bentuk suspensi rasa original untuk dewasa.

Sumber: JD.ID

4.    Konvermex KONVERMEX 250 dalam bentuk kaplet rasa original untuk dewasa.

Sumber: Bukalapak

5.    Konvermex KONVERMEX 250 dalam bentuk suspensi rasa vanilla latte untuk dewasa.

Sumber: Halodoc

Sst, produk Konvermex suspense dilengkapi dengan sendok takar juga lho, jadi Moms tidak perlu kesulitan menakar.

Aturan Minum Konvermex Anak 

(sumber: dokumen pribadi)

 

Mengapa Konvermex?

·         Variannya yang lengkap baik bagi anak dan dewasa

·         Harganya terjangkau dan ramah di kantong

·         Rasanya cocok di lidah anak dan dewasa

·         Diproduksi oleh produsen obat terpercaya

Nah, Moms, sudah ngga ragu lagi kan bahwa Konvermex layak dijadikan obat cacing andalan keluarga. Kandungan di dalamnya membuat Konvermex menghancurkan cacing di tubuh. Yuk Moms, jaga imunitas dengan gaya hidup sehat. Yuk cegah cacingan pada keluarga dengan gaya hidup sehat dan Konvermex. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Sumber:
IDAI
Klik Dokter




28 komentar:

Review Buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan: Sederhana, Damai dan Bebas Stres

Review Buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan


Pernahkah kamu merasa hidup seakan begitu berat terlebih ketika melihat barang di rumah begitu banyak, kekhawatiran ini itu? Pernahkah terbayangkan untuk belajar menjadi seorang minimalis? Atau bahkan kamu baru dengar soal minimalis ini?

Let me tell you, hidup minimalis sendiri bisa diartikan menjalani kehidupan dengan beban kepemilikan sesedikit mungkin dan langkah seringan mungkin. Aku sendiri mulai menjalani nilai-nilai minimalis sejak tiga tahun belakangan.  Simple saja sih alasannya: aku ingin lebih meminimalisasikan kepemilikan barang-barang di dalam rumah, punya barang seminim mungkin tapi bermanfaat maksimal.  Ini adalah salah satu nilai dalam hidup minimalis.

Tapi rupanya minimalis bukan sekadar soal kepemilikan barang! Aku dipertemukan oleh sebuah buku yang memberiku insight lebih dalam soal minimalist life. Ini dia, review buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan

112 komentar:

Tanya Jawab Kuliah Whatsapp "Perkembangan Anak Usia 1-3 Tahun, Si Kecil Harus Sudah Bisa Apa?"

Perkembangan Anak Usia 1-3 Tahun


Otak anak berkembang sangat cepat pada 1000 awal kehidupan, terlebih jika didukung lingkungan yang memberikan stimulus yang tepat. Aspek kognitif, bahasa (reseptif dan ekspresif), motorik (halus dan kasar), sosial dan email pun berkembang. Otak anak berkembang sesuai dengan sensori yang ada di tubuh mereka, yaitu melalui lima (panca) indera yang terdiri dari penglihatan (mata), penciuman (hidung), pendengaran (telinga), perabaan (kulit), dan perasa/ pengecapan (lidah).

Ketika lingkungan memberikan stimulus kepada anak, sistem syaraf pusat mengolah sensasi-sensasi yang dirasakan dari berbagai indera anak dan sensasi tersebut juga yang mendorong agar indera anak bergerak memberikan respon pada stimulus tadi. Nah, berkaitan dengan 1000 awal kehidupan anak, aku baru saja mengikuti kelas Whatsapp tentang perkembangan anak usia 1-3 tahun. Berikut tanya jawabnya.

0 komentar:

Aido Health: Aplikasi Kesehatan Andalan Keluarga Dari Rumah




        

Mungkin sebagian besar orang tak menyangka akan mengalami masa seperti ini. Masa yang membuat aku, kamu--kita semua-- harus rela lebih sering berada di dalam rumah dan meminimalisir aktivitas di luar rumah. Bahkan untuk urusan rumah sakit pun, jika masih bisa ditangani di rumah, disarankan di rumah saja. Ya, saat ini kita sedang menghadapi sebuah virus kecil tapi berpotensi merenggut nyawa. Covid 19.

52 komentar:

Aku Menjadi Kucing

Blue cat clipart
Blue Cat
(Sumber: Clip Art Library)

Halo, teman-teman. Di postingan kali ini aku mau memenuhi tantangan menulis yang diadakan oleh Rumah Belajar Menulis IP Jakarta.

Kalian heran dengan judulnya? Akupun. 😁

Tapi... Semoga menghibur!
Selamat menikmati~

2 komentar:

Tujuh Tips Pewangi Terserap Maksimal pada Pakaian



Jika dulu semasa kuliah, IPK cum laude adalah salah satu indikator karya & prestasi seorang mahasiswi, berbeda halnya ketika ia sudah menikah dan menjadi ibu. Pakaian bersih dan wangi adalah karyanya seorang ibu rumah tangga.
Sempat terpikirikan merendam pakaian dalam seember pewangi. Tapi kok rasanya agak sayang ya? Apalagi kalo harganya puluhan ribu.

55 komentar:

[Ulas Buku] Baper Gak Pakai Lama: Kisah Inspiratif Para Ibu yang Pernah Baper

Baper Gak Pakai Lama

"Ihh baper amat sih?"

"Jangan baperan gitu dong."

Baper. Baper-an. Istilah itu jadi hits sejak beberapa tahun silam. Ya beginilah negeri 62, dimana banyak istilah baru yang tercipta dan somehow selalu viral meskipun ngga berujung tersemat di KBBI.

Back to baper atau bawa perasaan adalah sebuah kondisi dimana seseorang merasa sedih atau melankolis terhadap kata atau perbuatan orang lain. Ya singkatnya, mirip-mirip sensitif atau mudah tersinggung. Ngomongin baper, beberapa waktu lalu salah seorang teman mempromosikan antologi karyanya dan teman-teman di komunitasnya.

68 komentar:

Rangsang Motorik & Penuhi Kebutuhan Gizi Anak dengan Milna Nature Puffs Organic


 

Setiap orangtua adalah fasilitator anaknya dalam setiap fase perkembangannya, bahkan sejak ia dalam kandungan. Lalu berlanjut ke fase menyusui dan MPASI. Ngomong-ngomong soal MPASI, bagiku, fase tersebut merupakan fase tak terlupakan sepanjang tumbuh kembang Abrisham, anak pertama dan saat ini satu-satunya. Bagaimana tidak? Di fase itu Abrisham pertama kalinya merasakan makanan selain ASI dan mengunyah dengan giginya. 

66 komentar:

[Ulas Buku] Jelajah Perpustakaan 23 Negara: Menebar Semangat Membaca dari Lima Benua

 

Jika ada istilah,

"Buku adalah jendela dunia."

Atau,

“Membaca buku ibarat menjelajah kota atau bahkan negara lain.”

Aku setuju banget. Terlebih ketika membaca buku berjudul Jelajah Perpustakaan 23 Negara ini. Aku seperti diajak keliling dunia!

 

22 komentar:

Serba-serbi Menstrual Pad: Alasan Memakai, Tips Hingga Ulasan



Perempuan baligh identik dengan siklus bulanan. Kecuali ibu hamil, sebagian ibu menyusui atau perempuan-perempuan dengan kondisi tertentu. Selama ini pembalut sekali pakai atau disposable pads sudah lumrah menjadi "teman bulanan" para perempuan, termasuk aku. Tapi belakangan aku berhasil melepaskan diri dari disposable pads, beralih ke menspad. 

Sebenarnya aku pribadi mendengar kata menstrual pad (menspad) sudah sejak lama. Mendengar lho ya, belum sampai cari tahu apalagi mencoba. Alasannya simple, ngga mau ribet. Iya, se-negative thinking itu aku sama menspad. Selain karena posisiku sebagai ibu baru yang mau serba praktis. Hehe.

Sampai akhirnya anakku menjalani toilet training. Dan singkat cerita, yippie, we live with no diapers at all. No worst again. Eits, tapi kok bundanya masih "nyampah" pembalut sekali pakai?

Oke mulai dari situ aku mulai tersadarkan. Aku juga harus live with no disposable pads nih! Terlebih aku baru saja meluncurkan buku tentang zero waste bersama teman-teman komunitas menulis, masa  ngga diaplikasikan sih. Maka, bismillahirrahmanirrahim, aku memulainya.

Menspad adalah jenis cloth pad berupa pembalut cuci ulang yang bisa digunakan hingga sekitar dua tahun. Cloth pad terdiri dari menstrual pad dan cloth diaper atau biasa dikenal clodi untuk balita.


Sebelum membeli, kucoba browsing menspad. Harganya beragam. Ada yang satuan, ada pula yang paketan 6 pieces. Aku memutuskan membeli paketan dengan harga Rp 33.000. Iya aku kira awalnya paketan, ternyata satuan. Iya, satuannya Rp 33 ribu. Tapi menurutku worthed. Kenapa?

Yuk baca ulasanku!

42 komentar:

Memantau Perkembangan Anak dengan Checklist Indikator Perkembangan Anak (Diknas)

Memantau Perkembangan Anak


Ketika kita sudah menjadi orangtua, persoalan bukan lagi soal diri kita melainkan juga anak, bahkan urusan anak lebih kompleks dibandingkan orang dewasa. I mean, banyak yang mesti diperhatikan sekaligus tantangan yang harus diselesaikan. Betul begitu, Moms?

22 komentar:

Delapan Tips Tetap Sehat Selama Ramadan dengan Shopee #THRBigRamadhanSale2020

Shopee


Disadari  atau tidak, kenyataannya Ramadan tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Ya, kondisi pandemi membuat segalanya berubah dan berbeda. Dalam kondisi seperti saat ini kita dituntut  untuk selalu fit dan menjaga daya tahan tubuh. Karena si virus akan lebih mudah menyerang mereka yang daya tahan tubuhnya (sedang) lemah.

Mungkin tak sedikit di antara kita yang memiliki kekhawatiran daya tahan akan menurun ketika menjalani ibadah puasa. Nah ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menepis kekhawatiran tersebut. Ke-delapan tips ini pada dasarnya bukanlah hal sulit dilakukan. Tapi memang butuh niat kuat dan konsistensi.

1. Makan Cukup & Bergizi

healthy food
(sumber: Pixabay)

Makan bukanlah asal memasukkan makanan ke dalam tubuh melainkan mengikuti anjuran menu 4 bintang: karbohidrat, protein, sayur/vitamin & mineral. Selain itu pastikan juga jadwal makan tepat waktu. Puasa bukan beratbe mengurangi ataupun menambah jadwal makan melainkan hanya mengubahnya. Sarapan diganti dengan sahur dan makan siang & malam diganti dengan ta'jil dan makan berat.

2. Jaga Hidrasi Tubuh

Drinking water
(sumber: Pixabay)

Salah satu kendala umum ketika berpuasa bagi sebagian orang adalah memenuhi kebutuhan hidrasi atau minum. Lagi, puasa bukan berarti mengurangi asupan hidrasi tubuh melainkan memanfaatkan waktu sahur dan berbuka, masing-masing setidaknya minum 1L. Menjaga tubuh tetap terhidrasi sangatlah penting karena sebagian besar tubuh diisi oleh cairan/darah. Tentu dehidrasi akan mempengaruhi daya tahan tubuh.

3. Konsumsi Supplemen/Multivitamin

Royal jelly capsules in wooden spoon and wood table background / Yellow capsule medicine or supplementary food from nature for health

Pada dasarnya apabila gizi dari makanan yang kita makan sudah maksimal, multivitamin hanyalah bersifat opsional. Namun selama kita mampu membelinya tak ada salahnya mengkonsumsi suplemen maupun multivitamin sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh. Suplemen memiliki beragam bentuk seperti kapsul, tablet hingga herbal dari madu maupun rempah.


4. Kurangi Konsumsi Gula

Sugar free

Data menunjukkan jumlah penderita diabetes di Indonesia sangat tinggi. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan peningkatan angka prevalensi diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018.

Hal ini secara tak langsung juga menandakan konsumsi gula pada masyarakat masih terbilang tinggi. Syukur-syukur saat ini secara fisik kita masih tergolong senat, maka upaya penjagaan yang bisa dilakukan adalah mengurangi konsumsi gula. Sebagian orang bahkan mengganti pemakaian gula dengan gula rendah kalori atau bahkan madu.


5. Konsumsi Lemak Baik

Selection food sources of omega 3 and unsaturated fats. Super food high vitamin e and dietary fiber for healthy food. Almond ,pecan ,hazelnuts,walnuts ,olive oil ,fish oil ,salmon  on cutting board.

Lemak baik atau lemak tak jenuh salah satunya adalah omega 3 dan omega 6 yang bisa didapatkan lewat makanan seperti minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan lain-lain. Lemak baik membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan menjaga arteri tetap bersih.


6. Tetap Berolahraga

Pelari, Laki Laki, Berjalan, Jogging, Jarak Jauh
(sumber: Pixabay)

Puasa bukanlah penghalang bagi seseorang menjalani rutinitas berolahraga. Hanya mengganti jadwal pagi dengan sore agar begitu selesai berolahraga, tubuh bisa segera terhidrasi begitu waktu berbuka. Olahraga yang dilakukan tak mesti olahraga berat, jogging atau senam bisa menjadi pilihan asalkan dilakukan secara konsisten.

7. Meminimalisir Munculnya Stress

Calm woman relaxing meditating with laptop, no stress free relief at work concept, mindful peaceful young businesswoman or student practicing breathing yoga exercises at workplace, office meditation

Belakangan kesehatan mental menjadi issue yang semakin trending di berbagai kalangan usia maupun gender. Pada dasarnya setiap orang sangat berpotensi mengalami stress, maka yang perlu dilakukan adalah menghindari pemicu stres dan melakukan manajemen stres. Pemicu stres bisa berasal dari rasa takut berlebih, kelelahan dan lain-lain. Sedangkan manajemen stres bisa dilakukan dengan mindfulness, meditasi dan tentunya mendekatkan diri padaNya.

8. Tidur/Istirahat yang Cukup

Tidur, Tempat Tidur, Wanita, Kamar Tidur, Sedang Tidur
(sumber: Pixabay)

Orang dewasa setidaknya membutuhkan waktu tidur 7-8 jam setiap harinya terlebih ketika selesai beraktivitas atau rutinitas. Namun tidur bukan sekadar tidur melainkan tidur berkualitas. Dan tentunya jangan memaksakan diri begadang apabila tubuh sudah menujukkan gejala lelah.

Shopee THR Big Ramadhan Sale 2020 Tunjang Kebugaran Selama Ramadhan
THR Ramadhan Big Sale 2020
(sumber: Tribun Jakarta)

Sebagai salah satu marketplace terbesar di Indonesia, Shopee memahami bahwa kebutuhanmu selama Ramadhan kian meningkat, terlebih di momen oandemu yang membuat orang-orang harus lebih banyak berada di rumah. Oleh sebab itu, aplikasi belanja online yang pertama kali diluncurkan pada 2015 ini mengadakan campaign belanja THR Big Ramadhan Sale. Selama campaign ini berlangsung, kamu bisa mendapatkan penawaran khusus setiap hari untuk belanja lebih hemat selama Ramadhan di rumah aja. Tak hanya itu, ada beragam penawaran dan diskon menarik yang bisa memenuhi kebutuhanmu untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri lho.

Ini adalah kesempatan emas sekaligus besar yang sayang dilewatkan. Hanya setahun sekali. Lantas bagaimana memanfaatkan THR Big Ramadhan Sale untuk menjaga kebugaran tubuh?

  • Berbelanja suplemen dan multivitamin di kategori kesehatan dan flash sale
  • Belanja pakaian olahraga di kategori fashion
  • Belanja kebutuhan pangan sehat di Supermarket Day Sale dan ikut tanam Shopee
  • Berbelanja alas tidur di kategori home living
Bagaimana cara meng-klaimnya?
  • Download aplikasi Shopee di Playstore
  • Login atau buat akun
  • Cek kolom cashback & voucher. Klain voucher yang kamu inginkan.
  • Belanja dan gunakan vouchermu.

Besok 11 Mei 2020 promo puncak THR Ramadhan Big Sale akan digelar lho.  
THR Big Ramadhan Sale

Pada promo puncak ini juga ada Shopee Live bagu-bagi hadiah yang bisa kalian saksikan di MNC TV Senin 11 Mei 2020 pukul 13.00 WIB. Jangan sampai terlewatkan ya!

Tetap sehat dan bugar selama Ramadhan di masa pandemi adalah sebuah keniscayaan asalkan ada usaha dan konsistensi di baliknya. Manfaatkan momen di rumah aja untuk beraktivitas dan berperilaku hidup sehat.
Tak lupa berdoa kepadaNya agar wabah ini segera berakhir dan kita semua bisa kembali berkumpul dengan orang tersayang. Stay healthy, stay safe. Tetap semangat jalani Ramadan dan belanja di Shopee aja!

Referensi: 
Kemenkes
Babe News
Hello Sehat
Olah grafis: Visya

Disclaimer:
Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes blog #THRBigRamadhanSale2020 bersama Shopee.


27 komentar: