[Ulas Buku] Baper Gak Pakai Lama: Kisah Inspiratif Para Ibu yang Pernah Baper

Baper Gak Pakai Lama

"Ihh baper amat sih?"

"Jangan baperan gitu dong."

Baper. Baper-an. Istilah itu jadi hits sejak beberapa tahun silam. Ya beginilah negeri 62, dimana banyak istilah baru yang tercipta dan somehow selalu viral meskipun ngga berujung tersemat di KBBI.

Back to baper atau bawa perasaan adalah sebuah kondisi dimana seseorang merasa sedih atau melankolis terhadap kata atau perbuatan orang lain. Ya singkatnya, mirip-mirip sensitif atau mudah tersinggung. Ngomongin baper, beberapa waktu lalu salah seorang teman mempromosikan antologi karyanya dan teman-teman di komunitasnya.

7 komentar:

Rangsang Motorik & Penuhi Kebutuhan Gizi Anak dengan Milna Nature Puffs Organic


 

Setiap orangtua adalah fasilitator anaknya dalam setiap fase perkembangannya, bahkan sejak ia dalam kandungan. Lalu berlanjut ke fase menyusui dan MPASI. Ngomong-ngomong soal MPASI, bagiku, fase tersebut merupakan fase tak terlupakan sepanjang tumbuh kembang Abrisham, anak pertama dan saat ini satu-satunya. Bagaimana tidak? Di fase itu Abrisham pertama kalinya merasakan makanan selain ASI dan mengunyah dengan giginya. 

37 komentar:

[Ulas Buku] Jelajah Perpustakaan 23 Negara: Menebar Semangat Membaca dari Lima Benua

 

Jika ada istilah,

"Buku adalah jendela dunia."

Atau,

“Membaca buku ibarat menjelajah kota atau bahkan negara lain.”

Aku setuju banget. Terlebih ketika membaca buku berjudul Jelajah Perpustakaan 23 Negara ini. Aku seperti diajak keliling dunia!

 

21 komentar:

Serba-serbi Menstrual Pad: Alasan Memakai, Tips Hingga Ulasan



Perempuan baligh identik dengan siklus bulanan. Kecuali ibu hamil, sebagian ibu menyusui atau perempuan-perempuan dengan kondisi tertentu. Selama ini pembalut sekali pakai atau disposable pads sudah lumrah menjadi "teman bulanan" para perempuan, termasuk aku. Tapi belakangan aku berhasil melepaskan diri dari disposable pads, beralih ke menspad. 

Sebenarnya aku pribadi mendengar kata menstrual pad (menspad) sudah sejak lama. Mendengar lho ya, belum sampai cari tahu apalagi mencoba. Alasannya simple, ngga mau ribet. Iya, se-negative thinking itu aku sama menspad. Selain karena posisiku sebagai ibu baru yang mau serba praktis. Hehe.

Sampai akhirnya anakku menjalani toilet training. Dan singkat cerita, yippie, we live with no diapers at all. No worst again. Eits, tapi kok bundanya masih "nyampah" pembalut sekali pakai?

Oke mulai dari situ aku mulai tersadarkan. Aku juga harus live with no disposable pads nih! Terlebih aku baru saja meluncurkan buku tentang zero waste bersama teman-teman komunitas menulis, masa  ngga diaplikasikan sih. Maka, bismillahirrahmanirrahim, aku memulainya.

Menspad adalah pembalut cuci ulang yang bisa digunakan hingga sekitar dua tahun. Kucoba browsing menspad. Harganya beragam. Ada yang satuan, ada pula yang paketan 6 pieces. Aku memutuskan membeli paketan dengan harga Rp 33.000. Iya aku kira awalnya paketan, ternyata satuan. Iya, satuannya Rp 33 ribu. Tapi menurutku worthed. Kenapa?

Yuk baca ulasanku!

18 komentar:

Memantau Perkembangan Anak dengan Checklist Indikator Perkembangan Anak (Diknas)

Memantau Perkembangan Anak


Ketika kita sudah menjadi orangtua, persoalan bukan lagi soal diri kita melainkan juga anak, bahkan urusan anak lebih kompleks dibandingkan orang dewasa. I mean, banyak yang mesti diperhatikan sekaligus tantangan yang harus diselesaikan. Betul begitu, Moms?

22 komentar:

Delapan Tips Tetap Sehat Selama Ramadan dengan Shopee #THRBigRamadhanSale2020

Shopee


Disadari  atau tidak, kenyataannya Ramadan tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Ya, kondisi pandemi membuat segalanya berubah dan berbeda. Dalam kondisi seperti saat ini kita dituntut  untuk selalu fit dan menjaga daya tahan tubuh. Karena si virus akan lebih mudah menyerang mereka yang daya tahan tubuhnya (sedang) lemah.

Mungkin tak sedikit di antara kita yang memiliki kekhawatiran daya tahan akan menurun ketika menjalani ibadah puasa. Nah ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menepis kekhawatiran tersebut. Ke-delapan tips ini pada dasarnya bukanlah hal sulit dilakukan. Tapi memang butuh niat kuat dan konsistensi.

1. Makan Cukup & Bergizi

healthy food
(sumber: Pixabay)

Makan bukanlah asal memasukkan makanan ke dalam tubuh melainkan mengikuti anjuran menu 4 bintang: karbohidrat, protein, sayur/vitamin & mineral. Selain itu pastikan juga jadwal makan tepat waktu. Puasa bukan beratbe mengurangi ataupun menambah jadwal makan melainkan hanya mengubahnya. Sarapan diganti dengan sahur dan makan siang & malam diganti dengan ta'jil dan makan berat.

2. Jaga Hidrasi Tubuh

Drinking water
(sumber: Pixabay)

Salah satu kendala umum ketika berpuasa bagi sebagian orang adalah memenuhi kebutuhan hidrasi atau minum. Lagi, puasa bukan berarti mengurangi asupan hidrasi tubuh melainkan memanfaatkan waktu sahur dan berbuka, masing-masing setidaknya minum 1L. Menjaga tubuh tetap terhidrasi sangatlah penting karena sebagian besar tubuh diisi oleh cairan/darah. Tentu dehidrasi akan mempengaruhi daya tahan tubuh.

3. Konsumsi Supplemen/Multivitamin

Royal jelly capsules in wooden spoon and wood table background / Yellow capsule medicine or supplementary food from nature for health

Pada dasarnya apabila gizi dari makanan yang kita makan sudah maksimal, multivitamin hanyalah bersifat opsional. Namun selama kita mampu membelinya tak ada salahnya mengkonsumsi suplemen maupun multivitamin sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh. Suplemen memiliki beragam bentuk seperti kapsul, tablet hingga herbal dari madu maupun rempah.


4. Kurangi Konsumsi Gula

Sugar free

Data menunjukkan jumlah penderita diabetes di Indonesia sangat tinggi. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan peningkatan angka prevalensi diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018.

Hal ini secara tak langsung juga menandakan konsumsi gula pada masyarakat masih terbilang tinggi. Syukur-syukur saat ini secara fisik kita masih tergolong senat, maka upaya penjagaan yang bisa dilakukan adalah mengurangi konsumsi gula. Sebagian orang bahkan mengganti pemakaian gula dengan gula rendah kalori atau bahkan madu.


5. Konsumsi Lemak Baik

Selection food sources of omega 3 and unsaturated fats. Super food high vitamin e and dietary fiber for healthy food. Almond ,pecan ,hazelnuts,walnuts ,olive oil ,fish oil ,salmon  on cutting board.

Lemak baik atau lemak tak jenuh salah satunya adalah omega 3 dan omega 6 yang bisa didapatkan lewat makanan seperti minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan lain-lain. Lemak baik membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan menjaga arteri tetap bersih.


6. Tetap Berolahraga

Pelari, Laki Laki, Berjalan, Jogging, Jarak Jauh
(sumber: Pixabay)

Puasa bukanlah penghalang bagi seseorang menjalani rutinitas berolahraga. Hanya mengganti jadwal pagi dengan sore agar begitu selesai berolahraga, tubuh bisa segera terhidrasi begitu waktu berbuka. Olahraga yang dilakukan tak mesti olahraga berat, jogging atau senam bisa menjadi pilihan asalkan dilakukan secara konsisten.

7. Meminimalisir Munculnya Stress

Calm woman relaxing meditating with laptop, no stress free relief at work concept, mindful peaceful young businesswoman or student practicing breathing yoga exercises at workplace, office meditation

Belakangan kesehatan mental menjadi issue yang semakin trending di berbagai kalangan usia maupun gender. Pada dasarnya setiap orang sangat berpotensi mengalami stress, maka yang perlu dilakukan adalah menghindari pemicu stres dan melakukan manajemen stres. Pemicu stres bisa berasal dari rasa takut berlebih, kelelahan dan lain-lain. Sedangkan manajemen stres bisa dilakukan dengan mindfulness, meditasi dan tentunya mendekatkan diri padaNya.

8. Tidur/Istirahat yang Cukup

Tidur, Tempat Tidur, Wanita, Kamar Tidur, Sedang Tidur
(sumber: Pixabay)

Orang dewasa setidaknya membutuhkan waktu tidur 7-8 jam setiap harinya terlebih ketika selesai beraktivitas atau rutinitas. Namun tidur bukan sekadar tidur melainkan tidur berkualitas. Dan tentunya jangan memaksakan diri begadang apabila tubuh sudah menujukkan gejala lelah.

Shopee THR Big Ramadhan Sale 2020 Tunjang Kebugaran Selama Ramadhan
THR Ramadhan Big Sale 2020
(sumber: Tribun Jakarta)

Sebagai salah satu marketplace terbesar di Indonesia, Shopee memahami bahwa kebutuhanmu selama Ramadhan kian meningkat, terlebih di momen oandemu yang membuat orang-orang harus lebih banyak berada di rumah. Oleh sebab itu, aplikasi belanja online yang pertama kali diluncurkan pada 2015 ini mengadakan campaign belanja THR Big Ramadhan Sale. Selama campaign ini berlangsung, kamu bisa mendapatkan penawaran khusus setiap hari untuk belanja lebih hemat selama Ramadhan di rumah aja. Tak hanya itu, ada beragam penawaran dan diskon menarik yang bisa memenuhi kebutuhanmu untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri lho.

Ini adalah kesempatan emas sekaligus besar yang sayang dilewatkan. Hanya setahun sekali. Lantas bagaimana memanfaatkan THR Big Ramadhan Sale untuk menjaga kebugaran tubuh?

  • Berbelanja suplemen dan multivitamin di kategori kesehatan dan flash sale
  • Belanja pakaian olahraga di kategori fashion
  • Belanja kebutuhan pangan sehat di Supermarket Day Sale dan ikut tanam Shopee
  • Berbelanja alas tidur di kategori home living
Bagaimana cara meng-klaimnya?
  • Download aplikasi Shopee di Playstore
  • Login atau buat akun
  • Cek kolom cashback & voucher. Klain voucher yang kamu inginkan.
  • Belanja dan gunakan vouchermu.

Besok 11 Mei 2020 promo puncak THR Ramadhan Big Sale akan digelar lho.  
THR Big Ramadhan Sale

Pada promo puncak ini juga ada Shopee Live bagu-bagi hadiah yang bisa kalian saksikan di MNC TV Senin 11 Mei 2020 pukul 13.00 WIB. Jangan sampai terlewatkan ya!

Tetap sehat dan bugar selama Ramadhan di masa pandemi adalah sebuah keniscayaan asalkan ada usaha dan konsistensi di baliknya. Manfaatkan momen di rumah aja untuk beraktivitas dan berperilaku hidup sehat.
Tak lupa berdoa kepadaNya agar wabah ini segera berakhir dan kita semua bisa kembali berkumpul dengan orang tersayang. Stay healthy, stay safe. Tetap semangat jalani Ramadan dan belanja di Shopee aja!

Referensi: 
Kemenkes
Babe News
Hello Sehat
Olah grafis: Visya

Disclaimer:
Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes blog #THRBigRamadhanSale2020 bersama Shopee.


27 komentar:

Belanja Kebutuhan Anak dengan Banyak Keuntungan di Mapemall



Trend belanja online beberapa tahun terakhir sangat hits. Kepraktisan dan kemudahan yang ditawarkan benar-benar menggiurkan para netizen. Aku pribadi pun melakukan belanja online setidaknya dua kali dalam sebulan, khususnya membeli kebutuhan fashion diri sendiri dan fashion anak.

Salah satu hal yang harus dicermati sebelum berbelanja online adalah memastikan keaslian merek produk yang dibeli apakah benar produksi Dari brand tersebut. Karena tak sedikit puka muncul barang-barang KW.


Belanja Kebutuhan Anak di Mapemall
Suatu kali saya membeli baju dan mainan untuk Abrisham, anak saya. Sebenarnya saya sempat ragu tapi melihat ulasan bernilai cukup baik, akhirnya tetap saya beli. Harapan saya baju dan mainan yang datang adalah merek asli. Namun betapa terkejutnya saya mendapati tak ada tag ataupun logo brand pada baju dan mainan tersebut. Ternyata produk yang dijual adalah produk KW. Kebayang betapa kecewanya saya.

Beberapa waktu lalu saya berniat membeli baju untuk Abrisham. Sudah lama ngincer baju merek tertentu, tapi pengalaman tempo hari bikin saya maju mundur.

Mau beli offline pun sangat tidak memungkinkan di kondisi seperti ini. Akhirnya belanja online jadi pilihan. Tapi khawatir ngga original. Duh..

Hingga akhirnya nemu situs belanja online namanya Mapemall. Kalian tentu sudah tidak asing lagi dengan voucher MAP dong? Nah, Mapemall ini masih "satu saudara" dengan voucher belanja MAP .

Coba aku eksplor dan akhirnya yakin untuk belanja baju merek tersebut disini. Mapemall adalah situs/aplikasi belanja online pertama yang menyediakan authentic brand di Indonesia. 


Kids Toys Mapemall
Kids & Toys
(sumber: Mapemall)

Kini tak perlu khawatir lagi tertipu barang KW karena ada aplikasi belanja online yang menjawab keresahan para online shopper itu semua.

Tentang Mapemall

Mulanya Mapemall hadir sebagai pusatnya MAP online di Indonesia di bawah naungan PT Mitra Adi Perkasa pada 2016. Kemudian pada 2018 PT Mitra Adi Perkasa bekerjasama dengan PT GTech Digital Asia menjadi PT Digital Asia Gcommerce me-relaunch Mapemall.

Mapemall hadir dengan teknologi O2O (online to offline) yaitu belanja melalui online dan mengambil barang langsung di toko offline untuk produk-produk authentic. Pastinya terpercaya karena Mapemall surganya belanja online barang original.

Authentic Brand di Mapemall
(sumber: Mapemall)

Kemudahan berbelanja di Mapemall dapat dilakukan melalui situs Mapemall atau aplikasi di IOS dan Android. Yes, dalam satu website atau aplikasi belanja online yang bisa ambil langsung dari toko. Kamu bisa belanja kebutuhan fashion & lifestyle. Benar-benar easy shopping 2020.

Mapemall adalah aplikasi belanja online yang menawarkan lebih dari 160 merek internasional fashion & lifestyle seperti Mango, Mark & Spencer, Onitsuka Tiger, Calvin Klein, Converse, Pepe Jeans, Adidas by Planet Sports, Smiggle by Kidz Station, Tumi, Cotton On, Swarovski, Lego, Kipling, Oshkosh, Pacsafe from Travelogue, Lacoste, Swatch, Dr. Martens, Apple from Digimap, Ria Miranda by Sogo, dan lain-lain. Wah banyak banget pilihannya, ya!
 
Aplikasi Mapemall
(sumber: dokumen pribadi)

Beberapa pilihan kategori yang ada antara lain:
  • For her (fashion wanita), submenu: favourite brands, clothing, muslim wear, underwear & sleepwear, shoes, bags & wallets, accessories, beauty.
  • For him (fashion pria), submenu: favourite brands, clothing, muslim wear, underwear & sleepwear, shoes, bags & wallets, accessories, grooming.
  • Kids & toys, submenu: favoi brands, girls, boys, babies, toys.
  • Sports, submenu: favourite brands, men, women, girls, boy, accessories, equipment
  • Travel, submenu: favourite brands, bags, luggage, accessories
  • Lifestyle, submenu: favourite brands, home living, stationery, gadget, food & beverage, voucher.
  • Sale
  • Brands

 
Beberapa keunggulan dari layanan belanja online yang di-relaunch ada tahun 2018 oleh PT. Gcommerce Digital Asia ini antara lain:
  1. Mapemall hadir dengan desain teknologi O2O (online ke offline) yang memudahkan konsumen untuk mengakses berbagai merek yang dipilih dengan fitur-fitur canggih dan mudah, seperti fitur "Pay & Pick" (sebelumnya bernama "Click and Collect") untuk pick up in store atau mengambil barang-barang yang dibeli langsung di tempat yang tersedia di toko offline.
  2. Tersedia pula layanan home delivery
  3. Memiliki berbagai fitur menarik untuk size accuracy (memberikan gambaran size yang sesuai dengan customer)
  4. Terdapat Fitur "Milla" sebagai asisten pribadi yang membantu memberikan rekomendasi tentang ukuran dan produk yang tepat yang sesuai dengan karakteristik pembeli.
  5. Penukaran barang yang mudah
  6. Ada  berbagai pilihan pembayaran, layanan pengiriman ke semua kota di Indonesia,  dan customer service dengan respon yang cepat.
Belanja di Mapemall



Ramadan & Idul Fitri Deals di Mapemall

Sudah masuk Bulan Ramadan, yang artinya kelak umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya Idul Fitri diidentikkan dengan pakaian baru untuk menyambut hari raya nan suci.

Mapemall sedang mengadakan  Ramadan & Idul Fitri Deals. Ngga tanggung-tanggung, diskon yang ditawarkan hingga 70% lho! Ngga hanya itu, ada pula cashback 40% off. Ramadan & Idul Fitri Deals ini berlaku mulai 24 April hingga 24 Mei 2020.  Yeay, belanja mudah dan untung banyak untuk Ramadan dan Idul Fitri.

Ngga hanya itu, kita juga bisa dapat SUPER DOUBLE BONUS Mapemall Gift Voucher dengan me-reedem MAPCLUB Poin! Sst, berlaku hingga akhir Juni 2020.

Double Poin Mapemall

Bagi kamu pemegang kartu anggota MAPCLUB, kamu bisa menukarkan poin belanjamu  untuk membeli produk authentic brand di Mapemall. Ada benefit Super Double Bonus juga, artinya poin yang kamu tukarkan tersebut bernilai dua kali lipat!

Super Double Bonus Mapemall
(sumber: Mapemall)


Jadi, udah ngga bingung kan mau belanja kebutuhan Ramadan & Idul Fitri dimana selama momen pandemi ini? Mapemall aja!

Anyway, kamu bisa dapatkan beragam nformasi terbaru tentang fashion dan lifestyle melalui sosial media Mapemall.
@Mapemall_com 
@Mapemall_shop 

#MapYourStyle #AtHomeWithUs

 


31 komentar:

Tips Mengasuh Anak Menjadi Visioner Melalui Metode Mind Mapping






Apa yang Moms pikirkan begitu mendengar kata visioner? Biasanya visioner diidentikkan dengan sifat orang dewasa. Nyatanya, anak anak pun bisa menjadi visioner, tepatnya dilatih menjadi anak visioner lho Moms.

Terlebih saat ini kita berada di VUCA world, dimana persaingan ke depan akan semakin ketat dan tidak oasti. Pun kondisi pandemi seperti saat ini sebenarnya membuat kita berlatih dengan adanya ketidakpastian dan bagaimana anak & keluarga menghadapinya. Sebut saja visioner sehingga anak bisa menciptakan masa depannya sendiri.

Tidak hanya dalam kondisi pandemi namun juga jangka panjang kehidupan anak. Perlu kita ingat bahwa:
"Yang kita besarkan adalah orang dewasa di masa depan. Bukan sekadar anak-anak."


16 komentar:

Rumah Sakit Premier Jatinegara Kini Layani Drive Thru untuk Swab PCR Covid-19



Satu setengah bulan terlewati dengan momen #dirumahaja. Ya, kondisi pandemi ini membuat segala aktivitas "home based". Pandemi adalah sebuah ketidakpastian namun juga kepastian. Kepastian ia akan berakhir sebagaimana wabah-wabah sebelumnya. Namun ketidakpastian akan berakhir kapan. Meski tentunya selalu ada hikmah di balik pandemi ini.

3 komentar:

Enam Inspirasi Berbagi Kebaikan di Tengah Ketidakpastian


Suasana yang ramai dengan orang shalat berjamaah, setelahnya dilanjutkan mengaji atau sekadar berdiam diri adalah suasana yang kerap ditemui di masjid dan tak sedikit anak-anak bermain di rerumputan sekitarnya. Itulah pemandangan yang kerap aku dan keluarga kecilku jumpai di sore hari di masjid dekat tempat tinggal kami. Ya, hampir setiap sore balita kami meminta diajak bermain ke masjid, ending-nya shalat maghrib berjamaah. Tapi kini, suasana itu menjadi hal yang tidak pernah kami jumpai sebulan terakhir dan entah sampai kapan. Kalian tentu tahu mengapa, bukan?

100 komentar:

A to Z Tentang Imunisasi Anak dan Cara Melakukannya di Tengah Pandemi

A to Z Imunisasi Anak

Bicara soal imunisasi, sejak awal kelahiran Abrisham aku dan suami sudah selamat pro-vaksin. Sayangnya saat itu kami kurang paham soal imunisasi tambahan. Aku sendiri sebenarnya sempat mendapat info sedikit-sedikit dari teman sesama ibu dengan usia anak yang sama tapi saat itu pikiranku masih,
"Ah yang penting yang wajib sudah."

Nyatanya waktu demi waktu baru kusadari bahwa imunisasi tambahan, jika tidak ada halangan, sebaiknya dilakukan. Keyakinan ini bertambah setelah aku mengikuti Kelas WhatsApp bertema Imunisasi Anak. Benar-benar dikupas habis.

15 komentar:

Tips & Trik Berkomunikasi dan Belajar Efektif Untuk Anak Segala Usia

Tips & Trik Berkomunikasi dan Belajar Efektif Untuk Anak Segala Usia

Nyatanya sudah sebulan lebih kita #dirumahaja. Nyatanya banyak hal yang berubah dan harus diadaptasi. Bagi orangtua dengan anak usia sekolah tentu ini menantang. Bagaimana mendampingi anak saat belajar di rumah. Tapi bagi yang memiliki anak usia pra sekolah pun tak kalah menantang.

Ini aku dan suami alami dengan anak Kami, Abrisham yang beruia 2,5 tahun. Apalagi dia tipe suka main di luar. What a challenge! Nyatanya dari semua itu adalah komunikasi dan belajar efektif.

Hari ini aku baru saja mengikuti Kuliah WhatsApp bertema Tips & Trik Berkomunikasi dan Belajar Efektif Untuk Anak Segala Usia. Meskipun aku bukan working mom yang saat ini sedang WFH, tapi materinya relatable dibaca seluruh orangtua.

2 komentar:

Tips Menerapkan Mindfulness dalam Manajemen Stress pada Kondisi Pandemi

Mindfulness


Beberapa bulan terakhir telingaku kerap mendengar istilah mindfullnes. Kukira itu  semacam istilah "lebih penerimaan", sesuai dengan artinya dalam bahasa Indonesia. Namun lebih dari itu, mindfulness adalah teknik. Ya,  mindfulness adalah teknik menjalani kehidupan.
Kemarin aku baru saja mengikuti kuliah WhatsApp dengan tema Tips Hadapi Stress Saat WFH dengan Mindfulness. Sebuah kuliah berfaedah yang memberikanku pemahaman lebih dalam tentang mindfulness.

14 komentar:

Empat Tips Jalani Hidup Apa Adanya #TanpaSyaratKetentuan


Empat Tips Jalani Hidup Apa Adanya #TanpaSyaratKetentuan


Di dunia ini siapa sih orang yang ngga mengharapkan hidup damai dan penuh ketenangan? Rasanya sebagian besar orang menginginkannya. Ya meskipun sesekali masalah hadir untuk menguji ketangguhan kita. Nyatanya, pengalamanku sendiri, jalani hidup apa adanya membuat hati lebih tenang dan hidup lebih ayem. Hubungan sosialpun tetap terjaga.

Tapi apakah kita sudah mencoba jalani hidup apa adanya? Sebenarnya gimana sih maksudnya jalani hidup apa adanya? Bagaimana pula tipsnya?

Jalani hidup apa adanya tanpa syarat ketentuan artinya kita menjalani kehidupan tanpa kengkangan dari orang lain dan diri sendiri. Nah berikut lima Tips Jalani Hidup Apa Adanya #TanpaSyaratKetentuan.

26 komentar:

Mengatur Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi Covid 19





Tiga pekan sudah himbauan physical distancing diberikan oleh pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid 19. Physical distancing artinya menjaga jarak dan mengurangi interaksi yang ternyata punya efek domino. Aku, antara percaya tidak percaya, akan ada masa seperti ini. Dimana kondisi luar begitu sepi, terlebih di ibukota,  Jakarta.

Aspek keuangan menjadi hal yang terdampak. Moms tentu menyadarinya juga, bukan? Dimana harga alat-alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer harganya meroket. Oleh karenanya aku begitu antusias mengikuti kuliah WhatsApp bertema "Mengatur Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi Covid 19".

42 komentar:

Waspada Virus Corona & Cara Tepat Pencegahannya



Sudah sebulan terakhir Indonesia digegerkan dengan kehadiran si Corona. Tak ada yang menyangka, Indonesia khususnya Jakarta hari ini bisa sesepi saat ini. Interaksi jauh berkurang. Sebagian besar harus berada di rumah masing-masing.

Banyaknya informasi pun menjadi sebuah tsunami yang harus diwaspadai. Oleh karenanya aku excited begitu mengikuti kuliah WhatsApp dengan tema Waspada Virus Corona & Cara Tepat Pencegahannya. Semoga ini bisa menjadi sarana edukasi untuk Moms tanpa merasa cemas berlebih. Waspada tanpa panik.

10 komentar:

Menyingkap Makna Wonderful Papua di Kabupaten Boven Digoel




"Mimpi yang lama terlupakan, bisa saja seketika dibangkitkan oleh orang-orang tak terduga."

Hobi traveling sudah aku lakoni sejak duduk di bangku awal masa kuliah. Menjelajahi pulau-pulau di Indonesia, terlebih pelosok negeri adalah fokusku. Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Jawa, NTB hingga NTT pernah kujelajahi. Ah, indahnya Indonesia!

Bagaimana dengan Papua?

51 komentar:

Tips Komunikasi Efektif Suami Istri dan Pembagian Peran dalam Rumah Tangga



Sebagai seorang introvert, dulu nyaris ngga pernah terbayangkan bagaimana ketika menikah, hidup dengan orang lain. Bagaimana berkomunikasi? Dan lain sebagainya. Setelah menikah, barulah semua terpampang nyata di hadapanku. Apalagi aku dan suami belum pernah berkomunikasi sebelumnya. Tentunya menjadi tantangan bagi kami.

Belum lagi "sifat bawaan" wanita yangsuka mmmerajuk dan pembawa kode-kode layaknya pramuka. Duh duh duh, apakah Moms juga demikian?

19 komentar:

Menyusui Jadi Lebih Nyaman dengan Perawatan Aman Bersama Mama's Choice Intensive Nipple Cream



"Menyusui itu memang ada kalanya lelah. Tak jarang ada luka memerah. Namun jika dilakukan Lillah. Niscaya menjadi berkah. "

Perjalanan menyusuiku dimulai sejak ia terlahir di dunia. Bahagia rasanya saat si bayi berhasil menyusu. Artinya Inisiasi Menyusu Dini-ku berhasil. Ya meskipun itu hanya berlangsung beberapa menit.

Setelah aku bebersih diri, barulah tiba saatnya aku menyusui bayiku. Tapi tak keluar. Ternyata memang butuh waktu. Barulah keesokan harinya ASI mengalir lancar.

Drama menyusui tak berhenti sampai disitu. Aku pernah mengalami puting perih & lecet. Sebagai ibu baru, juga ibu muda aku pikir itu biasa. Akhirnya demi ASI untuk bayiku aku menahannya hingga sepekan lamanya.

37 komentar:

Siblings Rivalry? No Worries, Ini Tips Menghadapinya




Suatu hari aku berkunjung ke rumah salah seorang teman yang baru melahirkan anak keduanya. Jarak anak pertama dan anak kedua sekitar 2 tahun. Saat itu aku melihat anak sulungnya tantrum melihat sang ibu menggendong si adik yang menangis.

Kemudian tanda tanya besar bersemayam di benakku,
"Bagaimana menghadapi adik kakak dalam situasi seperti di atas?"


Lama kelamaan aku menemukan istilah siblings rivalry. Apa yang dialami temanku tersebut merupakan salah satu bentuk siblings rivalry.

Saat ini Abrisham masih berstatus anak tunggal. Tapi bukan tidak mungkin kelak ia akan memiliki adik, karenanya aku tertarik mengetahui lebih dalam soal siblings rivalry ini.

22 komentar:

A to Z dan Tips Merencanakan Dana Pendidikan Anak




Anak adalah anugerah dari Nya yang tak ternilai harganya. Sebagai manusia, tentu ada kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Terlebih, salah satu hak anak atas orangtuanya adalah tercukupi kebutuhannya. Ingat, tercukupi, bukan harus yang wah.

Sekalipun rezekinya anak telah diatur, namun orangtua juga harus merancang biaya kebutuhan anak sebagai bentuk ikhtiar. Moms, Kita semua tentu sepakat di era industri 4.0 ini pendidikan adalah kebutuhan bagi setiap individu termasuk anak. Pemerintah mewajibkan belajar 12 tahun sejak SD, SMP hingga SMA. Di luar itu pula sebelum masuk ke jenjang SD, sebagian orangtua memasukkan anaknya ke PAUD atau KB (Kelompok bermain).

41 komentar:

[Ulas Buku] 90 Days Mission Mom Possible: Temukan Potensimu, Ciptakan Ruang Berkaryamu



Berangkat dari seorang aktivis kampus dan dunia keilmiahan yang Asyik melanglangbuana ke berbagai tempat, kemudian "berkecimpung" di dunia baru yang disebut "rumah". Siapa yang tak merasa jetlag?

Begitupun aku.

Satu kalimat di atas sesungguhnya mewakili diriku. Setelah melalui tahun pertama, barulah masuk ke tahun kedua aku mulai menemukan kembali ruang berkaryaku. Lewat komunitas dan dunia tulis menulis. Aku berasa hidup!
Hingga suatu waktu seorang teman akan menerbitkan antologi terbarunya. Membaca judulnya membuatku langsung membelinya.

Judul dan Tampilan Halaman Muka
Judul: 90 Days Mission Mom Possible: Temukan Potensimu, Ciptakan Ruang Berkaryamu
Penulis: Tim Penulis Buku RBI#2
Penerbit: Wonderland Publisher
Tahun Terbit: Okober 2019
ISBN: 978-623-7268-62-8
Jumlah Halaman: vi+230 halaman

sumber: dokumen pribadi

90 Days Mission Mom Possible, itulah judul buku itu. Kata "Mom Possible" sendiri diambil dari diksi impossible. Kalian tentu pernah mendengar frase "Mission Possible" yang dalam bahasa Indonesia berarti misi-misi yang berhasil diselesaikan. Nah, 90 Days Mission Mom Possible kurang lebih artinya 90 hari para ibu menyelesaikan misinya.u Judul yang unik, menurutku. Cukup merepresentasikan isi bukunya.

Halaman muka buku ini didominasi warna ungu dengan ilustrasi para tiga wanita (ibu) dan background aneka barang (kalender, jam, buku, dan lain-lain).

Review Konten Buku
90 Days Mission Mom Possible merupakan kumpulan kisah 55 ibu yang tergabung dalam proyek Ruang Berkarya Ibu yang digagas komunitas Ibu Profesional Jakarta.

Baca Juga:

Struktur buku ini terdiri dari lima bagian atau lima tema. Di setiap awal bagian, terdapat review materi pembelajaran dan dilanjutkan kisah para ibu. Dalam kisahnya, para ibu bercerita tentang pengalaman mereka dalam berkarya di rumah yang dikaitkan dengan tema  yang dipilih
.
Pada dasarnya kisah mereka memiliki persamaan: pengalaman menjadi ibu, adaptasi status, ada anak yang harus diasuh di rumah namun memiliki semangat berkarya. Ya, para ibu ini disatukan oleh semangat berkarya dari dalam rumah.

Bagian 1: Memahami Bakat
Pada bagian ini diulas materi kuliah WhatsApp oleh Abah Roma bertema "Memahami Bakat lewat Talents Mapping". Yap, di awal para ibu diajak memahami bakat masing-masing dengan tools yang sudah diberikan, untuk kemudian membuat karya. Beberapa karya para penulis bab ini adalah Sakura Kitchen, Kebun Cinta, Ilantara, dan lain-lain. Di akhir bab, pembaca diminta melakukan tantangan mengidentifikasi 7 bakat dominan diri & membuat ruang untuknya.


Bagian 2: Manajemen Waktu & Konsistensi
Tema ini sepertinya menjadi salah satu momok bagi para ibu, baik full-time mom maupun working mom. Pada bagian ini diulas materi "Dari Do What You Love Menjadi Love What You Do" dengan narasumber Sri Haryati & Kusuma Dyah Sekararum.

"Manajemen waktu bukanlah tentang mengorbankan diri, melainkan memberi waktu u tum setiap peran sesuai haknya dan menikmati persan yang ada di hadapan kita."
Demikian kutipan di akhir materi tersebut.


Pada bab ini para ibu berbagi cerita dan tips seputar manajemen waktu yang diakhir dengan karya. Beberapa karya para ibu dalam bab ini antara lain Rumah Baca dan Main Rezvani, Fun Planner Board, Rumah Athalla, dan lain-lain. Di akhir bab, pembaca diminta melakukan tantangan mengenali peran, membuat skala prioritas dan menyusun program aktivitas harian.

Oh ya lewat bab ini juga aku baru tahu istilah kandang waktu, artinya pengaturan jadwal khas setiap keluarga. Misal dalam kandang waktu ibu A, aktivitas anak dimulai pukul 09.00-12.00 lalu istirahat, pada ibu B dimulai pukul 09.00-13.00 lau istirahat.


Bagian 3: Merancang Big Picture Keluarga
Keluarga adalah tim yang harus memiliki visi misi ke depan. Karenanya penting merancang big picture keluarga, mau apa dan mau kemana keluarga kita dipbawa. Pada bab ini, diulas materi bertema "Big Picture Keluarga, Rencananya Sekarang, Nikmati Kemudian" dengan narasumber Dodik Mariyanto. Beberapa karya para ibu dalam bab ini antara lain Slumuth Family, Rumah Bintang, Science Project dan lain-lain. Di akhir bab, pembaca diminta melakukan tantangan membuat big picture keluarga.


Bagian 4: Bertemu Maestro dan Ilmu Pendukung
Menuntut ilmu bagi seorang ibu amatlah penting. Selain ibu adalah sekojah pertama anak-anakny, menuntut ilmu juga merupakan hak ibu. Tak harus di ruang kelas formal, namun bisa juga lewat seminar, workshop atau kelas online. Pada bab ini diulas materi bertema "Bertemu Maestro & Ilmu Pending untuk Menemukan Bakat Diri" dengan narasumber Diena Syariefa.

Beberapa karya para ibu dalam bab ini antara lain R-Ibu, Art Space Mamak, Safio Craft dan lain-lain.

Di akhir bab, pembaca diminta melakukan tantangan mengidentifikasi ilmu pendukung dan menentukan maestro yang tepat.

Bagian 5:Transformasi Bakat Menjadi Karya
Pada bab ini

Keunggulan Buku
Ada beberapa hal yang aku suka dari buku ini dan membedakannya dengan buku lainnya. Let we see...
📕Daftar isi dibuat dengan hiasan gambar, menjadikannya lebih menarik
📕 Dilengkapi materi di setiap awal bab, sehingga pembaca yang tidak menjadi peserta dapat mengetahui isi kuliah WhatsApp
📕Sebagian besar tulisan disertai ilustrasi, bahkan ada beberapa menyertakan juga apa yang dibuat (misal, journal, mind mapping, dan lain-lain)
📕Di tiap akhir bab terdapat tantangan yang dapat dilakukan oleh para pembaca. Melalui ini pembaca diajak turut berkarya juga.
📕Ada bonus pembatas buku.


Saran 
Jika semua cerita ditambah foto ataupun tangkapan layar karya ibu pada setiap tulisan (misal, tampilan web/sosial media tempat berbagi, dan lain-lain), pembaca dapat lebih memvisualisasikannya.

Rating: 9/10

Melalui buku ini aku sungguh mendapatkan motivasi baru untuk tetap berkarya walau sudah berstatus istri & ibu. Kisah di dalamnya juga relate dengan diriku.
Oh ya, bagi yang berminat membacanya, bisa mendapatkannya melalui Mbak Leila Niwanda seharga Rp 65.000 saja.

24 komentar:

Inspirasi Produk Jualan Sesuai Lewat 16 Kategori Produk di Blibli.com



Merintis usaha online Birupink Bookstore sejak tiga tahun belakangan, benar-benar memberikan pengalaman baru buatku. Mulai dari senangnya produk laku keras, bertemu beragam pembeli hingga hampir merugi jutaan rupiah. Iya, alhamdulillah-nya hampir aja.

7 komentar:

Jaga Kesehatan & Kebersihan Diri Secara Menyeluruh dengan BETADINE Natural Series

 

Musim penghujan masih berlangsung, artinya penyakit terus bermunculan. So, it's a must to keep our body health. Apalagi emak-emak seperti kita ya, Moms?

Eits, tak hanya saat musim penghujan, setiap hari kita juga harus menjaga kebersihan diri agar terhindar dari penyakit & infeksi. Nah, hari ini (27/2) BETADINE menggelar peluncuran BETADINE ® Natural Series. Acara yang digelar di Platatan Venue & Dining ini juga dibarengi dengan penyerahan sertifikasi halal dari MUI.

28 komentar:

Lima Hal Tak Terlupakan Selama Menjadi Finalis BI Netifest



Begitu bangun  tidur, biasanya aktivitas apa yang kalian lakukan Moms? Cek HP? Sama. Pagi itu, aplikasi pertama yang kubuka adalah email, biasanya mah WhatsApp.

Selamat Anda Terpilih Menjadi Finalis BI Netifest
Masih dalam posisi tiduran aku buka email dengan subject itu.

What? BI Netifest? Kapan aku daftar? Trus kok finalis?

Langsung cek WhatsApp dan... Benar saja. Ada grup baru, finalis lomba blog BI Netifest. Setelah merewind ingatan barulah aku ingat, Bulan Oktober 2019 pernah ikut lomba blog yang diadakan Bank Indonesia. Kupikir pengumumannya udah, dan aku ngga juara.

Ealah ternyata ada acara grandfinalnya dan baru pengumannya! Ada workshop nya! Nginap tiga malam! Nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? Alhamdulillah...

Allah Tahu Waktu Terbaik
Kayaknya hampir setiap ibu merasa satu tahun pertama kelahiran anak pertama adalah sebuah adaptasi besar. Akupun demikian. Berangkat dari (mantan) aktivis kampus dan kompetisi, tiba-tiba harus jadi ibu rumahan.

Masuk tahun kedua anak, pengen ikut lomba lomba lagi. Pengen berkarya, ketemu temen-temen baru. Beberapa lomba dengan karantina finalis kuikuti tapi ngga ada yang lolos. 😥

Allah tahu, belum waktuku..

Ternyata Allah kasih kesempatan itu lewat kegiatan BI Netifest. Alhamdulillah..

Pengalaman Menjadi Finalis Dimulai
Singkat cerita, di hari Rabu 15 Januari 2020, sampailah aku di hotel. Baru juga nyampe, dapat kabar anak diare di rumah. Emak mana yang ngga kepikiran? Tapi mau pulang yo ngga mungkin. Akhirnya dikuat-kuat-in aja.

Oh ya BI Netifest atau Bank Indonesia Netizen Festival sendiri merupakan puncak acara dari Festival Keuangan Bank Indonesia (FESKABI) Yang diselenggarakan sejak Oktober 2019 di beberapa kampus di Indonesia. Kemudian diadakanlah lomba content creator seperti blog, vlog, short movie, animation dan one minute video.

Dari kelima kategori, masing-masing dipilih 30 finalis untuk mengikuti karantina di Jakarta. Sebagai warga Jakarta aku sebetulnya berharap diadakan di kota lain, biar  sekalian traveling 😁
 
BI Netifest, Ini yang Tak Terlupa
Sepanjang empat hari tiga malam tentu banyak momen yang terjadi, baik maupun kurang baik. Tapo so far menurutku lebih banyak good moments-nya.

1. Dua Hari Ikut Kelas Blog
Sekalipun sudah memulai kiperah ngeblog sejak 7 tahun silam, tapi yha you know dulu masih curhat mode. Ngga terlalu merhatiin konten, desain blog dan lain sebagainya makanya aku sellau bersemangat ikutan blogging class. Nah di BI Netifest ini.


2. Malam Keakraban dengan Para Content Creator
Biasanya aku ikut konferensi/grandfinal lomba yg pesertanya mahasiswa. Yang ini campuran pemuda/i dan emak2 berbayi. Dan aku irisan keduanya, dari segi usia masuk pemudi, dari status masuk emak emak😂 Kalo sama yang para pemuda ngomonginnya soal dunia kampus atau prestasi. Kalo sama emak-emak ngomonginnya pengalaman hidup dan pengasuhan. 🙆



3. Touring Museum Bank Indonesia dan Mengenang Sejarahnya
Museum Bank Indonesia berada di wilayah Kota Tua. Hmm, siapa sih yang ngga tau Kota Tua? Apalagi para millenial.

Kalau ditanya pernah ngga ke Kota Tua, jawaban tentu pernah. Sepanjang 2011 aku sering ke sana karena lagi ikut pelatihan menulis yang basecampnya di daerah sana. Dengan pedenya kubilang udah pernah ke Museum BI padahal ternyata yang dulu kukunjungi adalah Museum Bank Mandiri. Duh malu!


Ah ngga papa alhamdulillah berkesempatan ke Museum BI. Sesuai namanya, museum ini memuat sejarah tentang Bank Indonesia sejak zaman Hindia Belanda. Mulai dari awal mula munculnya bank di Indonesia, hingga kini Bank Indonesia menjelang menjadi bank millenial. Fasilitas-fasilitas di dalamnya pun dibuat modern, bukan sekadar museum tempo dulu. Ah emang udah saatnya museum "ramah millenial" ya.

4. Nonton Live Concert Sampai Tengah Malam
Jujur aja selama single aku nggae pernah sekslipun nonton live concert. Jangankan suruh bayar, gratis pun ngga mau. Yha karena kurang tertarik. Salah Satu hal yange jadi perbincangan peserta adalah kehadiran Sheila On 7 di puncak acara. Aku sih biasa aja. Nah, pas live concert itu kok asik juga? Hihi, pengalaman pertama emang biasanya berkesan. Kapan lagi coba nonton live concert?


5. Staycation dan Photo Studio Gratis
Di hari kedua siang hari, ada spare waktu sebelum touring. Aku dan Mbak Dian manfaatkan untuk ambil foto-foto di area spa & pool. Waah aku suka pamandangannya, banyak hijau-hijau. Lumayan lah ada simpanan foto sendiri dan foto buku. Ngga hanya di kolam renang, interior dalam juga bagus buat berfoto meski akue pribadi lebih suka latar alam.


6. Dapat Banyak Wejangan & Pembelajaran dari Rommate
Sebagaimana acara-acara pemerintah, urusan kamar sudah pasti diacak siapa dengan siapa selama masih satu gender. Betewe, aku belum cerita ya dengan siapa aku sekamar? Jadi, sejak awal datang demi mengantisipasi tidur sendiri, aku udah ngetag sekamar Sama blogger yang sudah datang. Kebetulan saat itu Mbak Dian Restu sudah datang tapi teman sekamarnya belum. Alhamdulillah Mbak Dian oke. Setelah koordinasi dengan teman sekamar masing-masing, lega deh.


Sepanjang malam pertama aku dan Mbak Dian asyik bercerita. Pun dengan malam-malam selanjutnya maupun siang ketika adae istirahat die kamar. When lebih tepatnya aku dapat banyak pembelajaran dari kehidupan Mbak Dian yange ngga ujug ijug seperti sekarang. Au juga dapat
Wejangan Dari. Hihi senang sekamar dengan beliau.

Eits buat kalian yang belum berkesempatan menjadi finalis di tahun ini atau tahun sebelumnya, no worries. Semoga kalian berkesempatan di tahun berikutnya ya! Bagi yang sudah mencoba tapi belum berhasil, semangat mencoba! Kalau masih gagal, berarti Allah pengennya ngasih another way ke kalian. Keep positive thinking. Bagi yang belum mencoba, wajib coba, hehe biar ngga penasaran.

Ahh.. mana sangka aku bakal ikut kegiatan BERFAEDAH ini? Menjadi finalis BI NETIFEST adalah pencapaian pertama di tahun ini yg jadi booster aku buat semakin berkarya di kepenulisan💙

49 komentar:

Lima Wisata Bersejarah Ala Millenial di Sumedang, Berwisata Sambil Mengenang Sejarah



Sebagian besar warga ibukota Jakarta, biasanya memilih Jawa Barat sebagai tempat berwisata, menghilangkan penat di akhir pekan. Selain banyak wisata kuliner dan alamnya, letaknyapun masih cukup accesible dari Jakarta. Bandung dan Bogor biasanya menjadi pilihan terbanyak, meski sebenarnya masih banyak kota kecil atau kabupaen lainnya di Jawa Barat yang menarik dijadikan tempat wisata. Salah satunya adalah Sumedang. 

Sumedang, Kota Budaya. Ketika memasuki batas awal kota Sumedang kita akan disuguhkan dengan sebuah gapura dengan kalimat di atas. Tapi Sumedang bukan semata-mata terkenal sebagai kota tahu. Ada sisi lain yang menarik dikunjungi termasuk wisata bersejarahnya.

Bukan Sekadar Kota Tahu

Ketika mendengar kata Sumedang, umumnya yang terbayang adalah tahunya yang legendaris. Bukan hanya dijuluki sebagai Kota Tahu, Baru-baru ini Sumedang menuai prestasi. 
Dari 26 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, Kabupaten Sumedang terpilih menjadi Kabupaten/Kota Kreatif tahun 2020. 
Wow! Tentunya ini menjadi sebuah pintu gerbang Sumedang kian dikenal tak hanya sebatas Jawa Barat, tapi juga se-Indonesia karena mewakili Jawa Barat itu sendiri.

Sumedang adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat.
"Di awal dibahas kota budaya, trus kok sekarang dibilang kapubaten?"

Wait, ngga usah bingung, Kawan. Jadi, Sumedang merupakan kabupaten dengan ibukota Kota Sumedang. Paham?

Lanjut, ya.

Mungkin tak banyak yang tahu kepanjangan dari nama kota tersebut adalah Insun Medangan yang berarti aku dilahirkan. Secara geografis, Sumedang berbatasan dengan ibukota provinsi Jawa Barat, Bandung. Jadi ngga heran kalau sebagian besar orang pernah mengunjungi Bandung, tapi belum pernah ke Sumedang. Aku pribadi ternyata pernah menjajaki diri di Sumedang, tepatnya di Jatinangor.

Iyaak, saudara-saudara, Jatinangor itu masuk dalam wilayah geografis Sumedang, bukan Bandung.

Jatinangor adalah salah satu kecamatan di Sumedang, terkenal sebagai komplek universitas negeri. Sebut saja, Institut Teknologi Bandung, Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan Universitas Padjajaran, secara geografis masuk dalam wilayah Sumedang. Ternyata ini berpotensi terhadap kemajuan destinasi wisata di Sumedang lho! Penasaran?

Wisata "Ramah" Millenial di Sumedang

Rasanya belajar sejarah sewaktu beberapa tahun silam umumnya terbatas dari buku atau internet saja. Nah, di era kini ada banyak cara belajar sejarah. Salah satunya dengan berwisata. Mengunjungi wisata bersejarah akan menambah khasanah pengetahuan kita terutama tentang sejarah tempat itu  melalui tour guide ataupun papan informasi yang tersedia.

Ngga cuma itu. Tren saat ini para millenials lebih suka berfoto dengan latar gedung-gedung atau vintage. Setiap unggahan mereka, mampu membuat banyak pasang mata online bertanya-tanya, tak sedikit pula yang turut tertarik. Oleh karenanya, sebenarnya wisata sejarah yang notabene terkesan vintage punya nilai jual lebih.

Di Sumedang sendiri punya banyak wisata bersejarah. Ini bisa menjadi daya tarik wisatawan, khususnya para millenial, berkunjung ke Sumedang. Meskipun saya sendiri belum pernah berkunjung ke Sumedang namun punya ketertarikan terhadap sejarah kota ini. 

Ehem, ngga dipungkiri, selain berburu sejarah, saya juga suka berburu konten foto unik. Jadi, sekali dayung, dua pulau terlampaui. Ilmu sejarahnya nyantol, foto kecenya juga dapat. Berikut beberapa spot yang saya ingin kunjungi dan saya summarize dari beberapa sumber.

1. Gunung Kunci


Sebagian besar yang mendengarnya nama wisata ini mungkin berpikir Gunung Kunci adalah objek wisata alam berupa gunung. Nyatanya, bukan. Gunung Kunci adalah sebutan bagi benteng yang kemudian ditutupi olehe timbunan tanah sehingga sekilas seperti bukit alami.

Nah menurut info yang kudapatkan dari Pikiran Rakyat beberapa hari lalu, Tahura Gunung Kunci akan direvitalisasi menjadi Sumedang Park. Tak ada kafe modern, melainkan sentra produksi tahu Sumedang. Intinya, benar-benar memanfaatkan potensi daerah.

Woww, ini artinya pemda setempat udah sadar banget bahwa Gunung Kunci berpotensi menjadi objek wisata millenial lho!

2. Monumen Lingga

sumber gambar: Disparbud Jabar, diolah oleh Visya 

Terletak di tengah-tengah alun-alun kota Sumedang. Merupakan monumen yang didekasikan bagi Bupati Sumedang, P.A Suriatmaja atas jasa-jasanya bagi Sumedang di bidang keagamaan, pendidikan dan sosial. Monumen Lingga juga dijadikan sebagai logo Kabupaten Sumedang lho karena nilai historis dan keunikan bentuknya.

3. Museum Prabu Geusan Ulu


Prabu Geusan Ulu adalah nama lain dari Pangeran Angka Widjaya, salah satu raja pembesar Kerajaan Sumedanglarang. Museum Prabu Geusan Ulu menyimpan berbagai jenis barang pusaka Sumedanglarang & Padjajaran. Museum ini terdiri dari bberapa gedung di dalamnya. Lokasinya masih satu komplek pendopo Kabupaten Sumedang yang juga bagian dari alun-alun kota.

4. Jembatan Cin-cin

Ada haru yang menyelinap ketika membaca sejarah tempat ini. Tapi tentu ada nilai sejarah yang bisa diambil juga. Mengunjungi jembatan Cin-cin akan membuat kita mengintropeksi dan mengenang segala jasa nenek moyang kita. Pasalnya jembatan ini merupakan jalur penunjang untuk membawa hasil perkebunan oleh warga pribumi semasa pemerintahan Hindia Belanda. Sehingga bisa dibayanglan berapa banyak nyawa melayang di jembatan ini karena kekejian pemerintah pada masa itu.  Jembatan Cincin menghubungkan Rancaekek dengan Tanjungsari. Pengunjung bisa mengabadikan foto dari bawah ataupun atas jembatan.

5. Situs Prabu Tajimalela Gunung Lingga

Sebagaimana daerah lainnya, Sumedang juga punya situs bersejarah. Salah satunya adalah situs Prabu Tajimalela Gunung Lingga yang merupakan makam Prabu Tajimalela. Prabu Tajimalela merupakan salah satu raja pembesar Kerajaan Sumedanglarang. Wisata ini terletak di Linggajaya, Cisitu, Kabupaten Sumedang. Untuk sampai ke lokasi ini wisatawan menuju Gunung Lingga terus sampai pintu masuk kawasan makam selama 1,5 jam. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju ke puncak gunung sekitar 400 meter dengan anak tangga. 

Mengapa Harus Mengunjungi Wisata Sumedang?

Nah, aku akan share beberapa poin yang bakal bikin kalian lebih tertarik berkunjung ke wisata-wisata yang ada di Sumedang, khususnya kelima destinasi yang aku tulis di atas. Hal ini juga yang melatarbelakangiku punya keinginan berkunjung ke Sumedang. Mengapa?

📍Dekat Pusat Kota
Kabupaten Sumedang terletak strategis baik dari kota Bandung yang meupakan ibukota Jawa Barat  dan juga Jakarta.

📍Memanfaatkan Potensi Daerah
Pemerintah Kabupaten Sumedang telah bersepakat bahwasanya wisata-wisata di Sumedang haruslah memanfaatkan potensi daerah, terutama dalam hal oleh-oleh dan makanan minuman di tempat wisata. Rupanya Pemkab sangat menyadari bahwasanya potensi Sumedang dalam ekonomi kreatif dan wisata sangatlah besar.

📍Adanya Rencana Pembanggunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawun
Salah satu pertimbangan mengunjungi suatu tempat biasanya adalah aksesnya. Nantinya tol ini akan menghubungkan Cimalaka dengan Sumedang.

📍Akses ke Bandara & Terminal
Masih soal akses.Sumedang sendiri bisa dibilang lokasinya strategis terhadap transportasi umum dengan kehadiran terminal dan bandara. Terminal Sumedang dan Bandara Kertajati dapat ditempuh dalam waktu 1 jam 19 menit saja. Selain itu, dari Bandara Kertajati juga tersedia transportasi darat Kertajati - Sumedang. Sehingga mengundang para wisatawan non lokal untuk datang. 

📍Dikelilingi Kampus Negeri

Seperti yang saya ungkapkan di atas, ssalah satu kecamatannya, Jatinangor, terkenal sebagai komplek universitas negeri. Sebut saja, Institut Teknologi Bandung, Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan Universitas Padjajaran, secara geografis masuk dalam wilayah Sumedang. Ternyata ini berpotensi terhadap kemajuan destinasi wisata di Sumedang karena banyaknya jumlah pemuda dan kaum millenial. Dengan tren wisata vintage saat ini, tentu destinasi wisata sejarah di Sumedang akan semakin banyak dikunjungi khususnya oleh anak muda.


Yuk kenali Sumedang lebih dalam melalui video ini.


Tak terbatas pada lima wisata di atas saja, sebenarnya Sumedang masih punya banyak destinasi wisata lainnya. Nah, di antara destinasi di atas, udah cukup bikin kalian penasaran untuk mengunjungi Sumedang? Mana yang paling ingin kamu kunjungi?

Sumber Gambar
Museum Prabu: Dinas Pariwisata & Kebudyaan Jawa Barat, diolah oleh Evi Syahida
Gunung Kunci: Dinas Pariwisata & Kebudyaan Jawa Barat, diolah oleh Evi Syahida
Monumen Lingga: Dinas Pariwisata & Kebudyaan Jawa Barat, diolah oleh Evi Syahida
Jembatan Cincin: Pikiran Rakyat, diolah oleh Evi Syahida
Situs Prabu Tajimalela:
Sumber Mini Video: Video Klinik Youtube
Referensi Informasi:

Mahzuni, D. (2011). Makna Sejarah dan Budaya dalam Situs Jatigede Sumedang. Patanjala Vol. 3, 547.
pikiran-rakyat 
disparbudpora.sumedangkab.go.id 

48 komentar: