Jakarta Humanity Festival Bikin Millenial Lebih Peduli Soal Lingkungan dan Kerelawanan


"Kami ingin menjadikan gerakan kerelawanan sebagai sebuah gaya hidup atau lifestyle khususnya para millenial."

Sebuah kalimat yang rasanya hingga detik ini masih terngiang di telingaku. Sebuah kalimat yang dalam hati aku langsung teriak "Ah, I can't agree more with this." alias SETUJU BANGET.

Kalo kamu gimana, kawan?

Relawan, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Tiba-tiba pikiranku melayang ke masa-masa kuliah, ketika aku mulai menerjunkan diri dalam kegiatan kerelawanan khususnya bidangaa pendidikan di pelosok negeri. Melihat binar senyum anak-anak di pelosok negeri, duuuh maknyes!


Oh ya, kawan. Kalian masih ingat bencana besar yang Belanda Palu dan sekitarnya di bulan September 2018 silam? Sebagai orang yang pernah tinggal di Palu aku merasa begitu terpukul. Beruntung teman-temanku di Palu berinisiatif mengambil langkah, alih-alih terpuruk mereka bergerak sebagai relawan.

Tak mengharap diberi, meski patut diapresiasi.

Baca Juga:

Ada Apa di JAKHUMFEST 2020?
Ngomongin tentang kerelawanan, Dompet Dhuafa sebagai lembaga ZISWAF juga fokus terhadap dunia kerelawanan termasuk relawan bencana. Karenanya sejak 2019, Dompet Dhuafa menyelenggarakan Jakarta Humanity Festival (Jakhumfest).

Welcome to Jakhumfest
(sumber: dokumen pribadi)

Anyway, kalimat pembuka di atas kudapatkan dari Kak Marsya (Indorelawan) pada acara Jakhumfest di M Bloc, Jakarta Selatan hari Minggu (26/1) lalu.

Bapak Imam memberikan sambutan
(sumber: dokumen pribadi)

Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Imam  perwakilan Dompet Dhuafa, dilanjutkan dengan keynote speech oleh Mbak Marsya (Executive Director Indorelawan). Dan.. kalimat pembuka di awal postingan ini kudapatkan dari beliau lho! Katanya, sesuai dengan visi Indorelawan juga.
Marsya (Indorelawan)
(sumber: dokumen pribadi)

Para pengunjung yang hadir tidak perlu melakukan pendaftaran link dan tidak dikenakan biaya (kecuali konser musik). Pengunjung disuguhkan dengan beberapa rangkaian kegiatan JAKHUMFEST antara lain:

 Humanity Exposure
Ketika memasuki pelataran gedung M Bloc, para pengunjung akan  disuguhi pameran foto-foto kebencanaan. Tak hanya di bagian depan, di bagian dalam tempat acara juga tersebar foto-foto tersebut.
Salah Satu Sudut Pameran
(sumber: dokumen pribadi)

Salah Satu Sudut Pameran (2)
(sumber: dokumen pribadi)

Ada pula video show berisi rangkaian kegiatan JAKHUMFEST yang ditayangkan di pintu masuk.

Humanity Talk
Bincang seputar dunia kerelawananan, lingkungan & siaga bencana. Humanity Talk terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama pukul 10.00-12.00 WIB dan sesi kedua pukul 1 WIB.

Panggung Acara
(sumber: dokumen pribadi)

Pada sesi pertama bertema "Youth For Earth". Beberapa narasumber yang hadir antara lain Dhiti Sofia (Manajer Indonesia Diet Kantong Plastik), Dhila Hadju (Founder Tumbuh Hijau Urban), Swietenia Puspa (Founder Divers Clean Action) dan Syamsul Ardiansyah (Manajer Lingkungan Dompet Dhuafa).
Ka-Ki: MC Dini Andromeda, Swietenia Puspa, Dhitu Sofia, Dhila Hadju, Syamsul Ardiansyah
(sumber: dokumen pribadi)

"Tiga hal yang bisa kita  lakukan sebagai upaya menjaga bumi dan laut kita," ungkap Dhila Hadju. "Meminimalisir, memilih/memilah dan mencari tahu."
Ketiga lembaga di atas bersama-sama punya misi menjaga lingkungan melalui pengurangan penggunaan plastik dan bijak dalam gaya hidup.

Sedangkan di sesi kedua  bertema "Bagi-Bagi Bahagia & Indonesia Siaga Bencana" menghadirkan Chiki Fawzi (Artist), Adhe Indra Saputra (Relawan Kemanusiaan Dompet Dhuafa) dan Pak Benny (Direktur Disaster Management Center Dompet Dhuafa) dan Perwakilan dari Tokopedia Salam.

"Keluarga saya semua relawan. Kenapa sih menerjunkan diri di dunia kerelawananan? Apa sih yang dicari? BerkahNya." ungkap Adhe Indra.

Wow, masya Allah ya? :')

Workshop Melukis Payung
Tak hanya talkshow, Jakhumfest juga menghadirkan workshop melukis payung bersama Chiki Fawzi. Kegiatan ini berlangsung pukul 16.00-18.00 dan berhasil menyita perhatian parse pengunjung yang hadir.

Bazaar Kemanusiaan
Bazaar ini diselenggarakan oleh Tokopedia Salam. Disini ada banyak berupa baju, sepatu, aksesoris dan lain-lain. Barang-barang ini merupakan preloved para selebgram yang seluruh hasil penjualannya didonasikan untuk kaum dhuafa melalui Tokopedia Salam.
Booth Bazaar Kemanusiaan
(sumber: dokumen pribadi)

Setelah memilih barang, pembeli cukup buka aplikasi Tokopedia, dishake, lalu isi OVO sesuai nominal total pembelian. Yeay, berbelanja sambil donasi!
Meja Produk Bazaar
(sumber: dokumen pribadi)
Deretan Baju di Bazaar Kemanusiaan
(sumber: dokumen pribadi)

Sound of Humanity
Konser kemanusiaan yang menampilkan Chiki Fawzi, Navicula Band dan V1MAST. For your information, seluruh hasil pualan tiket didonasikan untuk program-program kemanusiaan & lingkungan yang dikelola oleh Dompet Dhuafa.

JAKHUMFEST Untuk Millenial Peduli Lingkungan & Kerelawananan
Jakhumfest terselenggara berkat dukungan oleh Wardah Beauty, Tokopedia, Suqma ID dan M Bloc Space. Jakhumfest 2020 diselenggarakan untuk mengajak millenial lebih peduli pada permasalahan sosial kemanusiaan & lingkungan dengan ikut kegiatan kerelawananan, menjaga lingkungan dan saling berbagi kebahagiaan sebagaimana yang disampaikan Bapak Imam di awal kegiatan. Hal ini pun didukung dengan mayoritas pengunjung berasal dari usia millenial.

"Dompet Dhuafa diinisiasi oleh para millenials pada jaman itu. Kehadiran Jakhumfest ditujukan bagi para millenials agar lenih peduli terhadap isu lingkungan dan kerelawanan."
Indeed. Udah saatnya millenial menjadikan gerakan kerelawanan sebagai gaya hidup. Naik relawan lingkungan, pendidikan maupun bencana.

Yuk, ambil bagian dalam kerelawananan,  menjaga lingkungan dan saling berbagi bahagia!❤

34 komentar:

Temen Kondangan: Ketika Kerusuhan di Kondangan (Mantan) Berbuah Hikmah





Kalau sebagian orang bilang, masa SMA paling berkesan. Bagiku?  Masa kuliah, masa penuh kisah. Unforgettable!

Di tahun pertama dan kedua, fokus di organisasi, akademik dan perlombaan karya tulis ilmiah. Di tahun ketiga, mulai magang ngajar di Sekolah sambil nyusun proposal skripsi. Di tahun ke-empat, mulai deh dapat kiriman undangan pernikahan. Ups!

6 komentar:

Blogging Class: How to Create Powerful and Positive Vibes Contents



"Positive vibes only!"
"Keep having positive vibes."


Sejak setahun terakhir aku cukup sering mendengarnya istilah positive vibes atau dalam bahasa Indonesia berarti lingkungan positif. Banyak orang yang menggaung-gaungkan soal positive vibes. Yaa, siapa juga sih yang ngga mau hidupnya penuh dengan positive vibes? Apalagi di era digital yang kayaknya lebih mudah menciptakan konflik atau aura-aura negatif.

Tapiii, guys, positive vibes ngga cuma berlalu buat kehidupan melainkan juga TULISAN. Iya, tulisan.

"Wah, maksudnya apa tuh?"

18 komentar:

Jadi Ibu Cerdas Bersama Bright Gas


"Kakak, gas habis. Aku ga bisa masak. Tolong nanti pas pulang, pasangin ya."

Rasanya hampir setiap dua pekan sekali aku memborbardir suami yang sedang di kantor dengan pesan Whatsapp seperti itu. Apalagi alasannya kalau bukan dua hal: gas habis, aku ngga berani pasang sendiri.

Untung aja suami tipe yang selow. Pulang-pulang langsung menuruti mau istri. Yha kalau ngga gitu, ngga bisa masak. Aku sih senang-senang aja, bisa jajan. 😁

54 komentar:

Relawan Berharga Bagi (Pemersatu) Bangsa



Relawan (terkadang) tak dibayar bukan berarti tak berharga. Mereka berharga terlebih bagi (pemersatu bangsa). Ya, bangsa ini butuh pemersatu, gerakan kerelawanan solusinya.

Mengenal dunia relawan sejak duduk di bangku kuliah, memberiku candu. Aku tak peduli walau tak dibayar materi. Hingga kusadari, gerakan kerelawanan adalah salah satu alat pemersatu bangsa.

2 komentar:

Empat Alasan Transaksi Pakai QR Code Ngga Bikin Kamu Menyesal


"Bayar pakai DANA aja, ada cashback 50%!"
"Eh, ngopi yuk. Weekend ini GOPAY lagi promo besar-besaran!"
"Mom, coba deh belanja pakai OVO, lagi ada promo potongan harga lho!"

Beberapa percakapan di atas sejak setahun terakhir seringkali kudapati, baik secara langsung ataupun tidak. Sejak menjadi seorang ibu sekaligus manajer rumah tangga, entah kenapa obrolan seputar diskon, cashback dan sejenisnya menjadi topik yang sangat menarik.

26 komentar:

Enam Hal yang Kami Lakukan di Malang dalam Dua Hari


Malang. Sebuah kota di Jawa Timur yang ramai namun bukan sebagai ibukota.

Ngomongin Malang, jadi teringat memori Februari 2015 saat kuliah Kerja Lapangan (KKL) bersama teman-teman sekelas di kampus. Selama sepekan Jamie mengelilingi pulau Jawa mulai dari Jakarta-Madura-Surabaya-Malang-Jogja hingga Bandung. Kisah-kisah tak terlupakan. Makan, tidur, bercengkrama di dalam bus.

Sebenarnya tujuan utama kami adalah pulang ke kampung jalanan suami di Blitar. Berhubungan Malang tak begitu jauh dari Blitar, yo wislah mampir Malang dulu. Aku, suami dan anak kami, Icham.

Nah, ada beberapa hal yang kami lakukan selama masa singgah itu.

32 komentar: