Nyaman Rawat Jalan, Rapid Test dan Vaksinasi dari Rumah Bersama Aido Health

Aido Health Digital Smart Solution


Sejak pandemi terjadi, salah satu tempat yang sangat aku hindari, dan sepertinya juga kebanyakan orang, adalah rumah sakit. Image rumah sakit yang berisi orang sakit, penyakit, virus dan sejenisnya bagaikan zombie yang menakutkan. Gara-gara itu juga aku lebih rela menunda pergi ke dokter THT meskipun sudah saatnya membersihkan telinga. Syukurlah tidak

Eh, tapi tidak semua keluhan fisik bisa "dipending" lho! Ya, ada beberapa orang yang harus menjalani terapi dan rawat jalan juga. Pengennya sih bisa tetap mendapatkan layanan kesehatan walau di rumah saja. Tapi bagaimana ya?

0 komentar:

Berbagi Rezeki Jelang Idul Adha dengan Sedekah Daging Bersama Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa Kurban

Tak terasa Dzulhijjah sudah menjelang. Ah iya itu artinya Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan tiba. Hmm tapi pastinya berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun-tahun sebelumnya setiap Hari Raya Idul Adha sejak kecil mungkin kita terbiasa menonton penyembelihan kambing. Anak-anak pun demikian, kelihatan sukacita. Tapi tidak untuk tahun ini. Tahan diri, di rumah aja.

55 komentar:

Tujuh Langkah Awal Meringankan Isi Rumah Untuk Hidup Minimalis


Gaya Hidup Minimalis

Menjalani hidup dengan ringan, siapa yang tak ingin? Bukan berarti bebas masalah, namun mampu mengelolanya dengan baik. Bukan berarti ngga punya aktivitas, melainkan mampu mengatur jadwal dengan efektif. Ngomongin hidup ringan, dari buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan yang aku baca beberapa waktu lalu memaparkan definisi hidup ringan. Salah satunya adalah meringankan isi rumah.

Wah maksudnya gimana? 

56 komentar:

Indonesia Fundraising Award 2020 Ajang Apresiasi dan Motivasi Bagi Fundraising Gerakan Kemanusiaan di Indonesia

Indonesia Fundraising Awards 2020

Salah satu hal yang mungkin ditemukan di Indonesia dan tidak di banyak negara lain adalah kedermawanan dan gotong royong. Dan ya, benar saja, dua kekhasan tersebut terlihat dengan menjamurnya lembaga sosial dengan misi saling tolong-menolong lewat donasi baik materi maupun tenaga.

Gerakan kemanusiaan pun semakin menjamur di tingkat nasional hingga lokal. Melihat fenomena ini, pikiranku melayang ke beberapa tahun silam, saat pertama kali aku bergabung dalam organisasi sosial kemanusiaan khususnya bidang pendidikan.

59 komentar:

Review Buku Membayar Utang Pengasuhan: Panduan Orangtua Membayar Utang Pengasuhan pada Buah Hati


Review Buku Membayar Utang Pengasuhan


Semua bermula saat suatu hari aku marah padanya. Emosi negatifku memuncak. Usianya waktu itu masih kecil. Belum dua tahun. Beberapa detik kemudian aku terduduk lemas, menutup wajahku dan mulai menangis. 

Ya, aku menangis di hadapan anakku. Usianya yang masih sangat kecil membuatnya belum paham saat itu. Sambil menyusuinya aku menangis, matanya terus memperhatikanku. Di lain kesempatan, responnya berbeda. "Nda, eh? Nda." dia mengguncang tubuhku.

Oh ya Allah, aku merasa berdosa padanya...

24 komentar:

Langkah Awal Memulai Belajar Hidup Minimalis

Belajar Hidup Minimalis


Bermula tiga tahun silam saat aku menamatkan buku berjudul The Life Changing of Tidying Up atau yang lebih sering disebut Konmari karena ditulis oleh Marie Kondo, pelopor gerakan Konmari. Buku tersebut menceritakan tentang metode bebenah ala Konmari. Sungguh insightful! Sst, bukunya bisa dibeli di @birupinkstore lho!


Sejak itu aku dan suami mulai menerapkan nilai-nilai Konmari khususnya tentang metode bebenah. Mulai dari isi lemari, rak buku, barang-barang kenangan. Oh ya metode Konmari juga mengajarkan cara melipat pakaian dalam lemari. Sayangnya hanya beberapa bulan aku berhasil menerapkannya. Setelahnya aku kembali nyaman dengan metode lipat konvesional.

50 komentar:

Meraup Ilmu Seputar Kesehatan Kulit Luar Dalam Lewat Konferensi Kesehatan Digital We The Health

We The Health


Bicara tentang klinik kecantikan, perawatan kulit dan sejenisnya adalah sebuah hal yang asing bagiku, setidaknya beberapa bulan silam. Tidak asa jerawat, tidak merasakan masalah kulit di area kulit terbuka khususnya membuatku sungguh percaya diri bahwa kulitku "baik-baik saja". Misalnya di saat sebagian besar teman saat remaja mulai dihinggapi jerawat, syukur-syukur wajahku aman. Memakai produk perawatan apalagi datang ke klinik kecantikan ngga pernah masuk list to-do-ku. Please, jangan ditiru "kesombongan"ku ini ya.

Semua berubah ketika aku datang ke dokter kecantikan akhir tahun 2019 lalu. Sebelum memulai sesi konsultasi, aku melakukan skin check. Ini pertama kali bagiku. Aku sudah cukup percaya diri, kulitku baik-baik saja hanya karena aku ngga pernah berjerawat.

Tapi apa yang terjadi? 

4 komentar:

[Ulas Buku] Membasuh Luka Pengasuhan: Panduan dan Inspirasi Menghapus Luka Pengasuhan pada Diri Bunda


Membasuh Luka Pengasuhan

"Saya menyesal atas apa yang saya lakukan pada anak pertama saya. Dia menjadi pelampiasan inner child saya yang belum selesai. Saya masih terbawa dengan luka pengasuhan masa lalu." tulis salah seorang teman perempuan di sosial medianya.

Rupanya, dia menulis demikian dalam rangka pemulihan diri dan berbagi.

Inner child dan luka pengasuhan. Kedua istilah itu pertama kali kudapatkan sekitar tiga tahun silam, ketika sedang ada di trimester akhir dan mulai aktif mengikuti komunitas para ibu.

Sebenarnya apa sih inner child itu?

38 komentar: