Review Novel Kekasih Semusim, Ketika Cinta dan Nasionalisme Bertemu

 



Dini Fitria. Nama itu aku tidak asing di telingaku. Aku pertama kali mengenal sosoknya saat menonton salah satu program di stasiun TV yang aku tonton. Senyum khasnya dan pembawannya membuktikan bahwa beliau sangat berpengalaman di dunia jurnalis.

Hingga akhirnya salah seorang bloger senior yang aku kenal, Teh Ani, mengundangku hadir ke acara yang diadakan beliau. Acaranya tidak jauh-jauh dari dunia kepenulisan. Qadarallah aku berhalangan hadir meski saat ingin, karena ada kejadian tidak terduga.

Di dunia digital seperti saat ini rasanya segalanya adalah sebuah keniscayaan. Singkat cerita aku bisa menjalin koneksi dengan Mbak Dini meski baru sekadar dunia maya. Lalu tempo hari di bulan April 2021 aku mengundang Mbak  Dini untuk berbagi dengan teman-tema @bukuberjalan.id  seputar penulisan fiksk. Disitu beliau cerita tentang calon novel terbarunya, Kekasih Semusim.

Ada kisah cintanya, ada sisi nasionalismenya juga.

"Wah terus benang merahnya dimana? Trus kenapa judulnya Kekasih Semusim?"

1 komentar:

Gaya Hidup Minim Sampah Makanan Mulai dari Membeli Hingga Konsumsi

 



Makan untuk hidup bukan hidup untuk makan. Itulah yang menjadi prinsipku selama ini. 

Terlepas dari teren saat ini dimana "pemakan" bisa menjadi profesi seperti food vlogger, foodblogger atau food reviewer, makanan bisa menjadi berkah namun juga bisa menjadi musibah terlebih jika kita tidak bisa mengendalikan diri.

27 komentar:

Empat Permainan Beragam Pembelajaran dan Keseruan di Paddle Pop Seaventure

 

Paddle Pop

Libur Lebaran bisa dibilang libur paling lama bagi para pekerja dan siswa serta mahasiswa. Sebagai keluarga perjalan, biasanya momen libur panjang termasuk libur Lebaran kami manfaatkan untuk traveling. Bukan traveling mewah tapi traveling sederhana; menggendong kariel dan balita, di seputar Indonesia.

Mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Sulawesi kami jelajahi di tiga kali Lebaran yang sudah kami lalui bersama sebagai keluarga kecil. Mulai dari berkunjung ke sanak saudara sampai menjelajahi alam.

Hingga akhirnya untuk kedua kalinya libur Lebaran harus #dirumahaja akibat hadirnya Covid 19. Jujur, aku masih parno ajak anak ke luar kota sekalipun diperbolehkan dengan syarat tes. Jangan ke luar kota, ke wisata satu kecamatan saja, kami sudah libur sejak Market 2020.

Di satu sisi Cham tipe anak bosan-an, harus ada aktivitas bermain sambil belajar "baru" yang dilakukan setiap harinya.

Sampai akhirnya Bunda menemukan solusinya!

0 komentar: