Ads 468x60px

Minggu, 29 Desember 2019

Cerita Di Balik Ibu Ibukota Awards: Aku Terenyuh, Tergugah, Terinspirasi



Jika di dunia ini ada orang yang tahu jalan hidupnya ke depan, rasanya pengen aku ajak ngopi-ngopi. Ngga usah banyak-banyak, satu orang saja yang punya kemampuan itu. Ngga usah jauh-jauh, jalan hidupnya besok hari saja?

Well, kita semua pasti sepakat kalau jalan hidup adalah rahasiaNya. Tentang apa yang kita alami besok, satu name berikutnya bahkan satu menit berikutnya.

TIDAK ADA satu orangpun makhlukNya yang punya kemampuan seperti yang aku bilang di atas. Setiap kejadian yang kita alami bisa jadi di luar rencana atau prediksi.  Kita, makhlukNya, hanya bisa BERENCANA & MEMPREDIKSI. Eh, setuju, kan?

Tapi yang jelas, bagiku sendiri, pada setiap kejadian Allah selalu menitipkan hikmah. Termasuk jalan hidup yang baru-baru ini kualami.

Semoga kalian para pembaca, juga bisa menyerap hikmah ya! :)

Senin, 23 Desember 2019

Memaknai Penciptaan Diri, Waktu dan Kebahagiaan Lewat Buku "Hanya CintaNya"


Rasanya udah lama ngga menikmati buku-buku self-religi. Biasanya yang dibaca buku parenting. 
Sampai akhirnya aku menemukan sebuah buku berjudul Hanya CintaNya, Tujuan Jiwa Terlahir.

Jumat, 20 Desember 2019

Perawatan Bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Anak Pentingkah?



Sekitar dua tahun lalu saat mulai hamil, sejujurnya aku cukup minim soal informasi kehamilan, termasuk perawatan diri ibu hamil. Apalagi ketika dibilang oleh orang-orang sekitar:

"Ibu hamil jangan begini, jangan begitu. Jangan perawatan ini, itu."


Alhasil ngga perawatan, eh.. keterusan pas punya anak, jadi ibu menyusui pun demikian.
"Jangan pakai macam-macam, nanti anaknya kena dampak."

Moms, siapa yang juga mengalami hal yang sama sepertiku?­čśé

Minggu, 15 Desember 2019

TakdirNya Begitu Relate: Cerita di Balik 1000 Lensa & Kata Keluarga


Backpacking ilmiah. Begitulah dulu semasa single salah satu hobiku, jalan-jalan ke luar kota atau pulau sambil ikut lomba karya ilmiah.

Tapi hidup berputar, ketika beranjak ke fase kehidupan rumah tangga aku harus menyesuaikan diri, terlebih ketika sudah memiliki momongan.

Kuyakin kelak akan tiba kembali masaku...

Akhrinya Allah mendengarnya...

Rabu, 11 Desember 2019

Di Balik Layar Lahirnya Buku "Bunda Sarjana Rumah Tangga"



Bibir ini terus terkatup, lidah ini rasanya kelu saat aku akan presentasi tugas di hadapan guru dan teman-teman. Oh ya saat itu aku didik di bangku SMP.

Well, memang segitu pemalunya aku. Semua berubah ketika aku masuk bangku SMA, mulai ikut organisasi. Aku mulai suka berkomunikasi dan ngga begitu pemalu lagi. Nulis? Tetap suka dong. Bahkan di kelas 2 SMA akhirnya aku bisa bergabung Forum Lingkar Pena (FLP) Jakarta, wadah pertamaku belajar dunia tulis menulis. Saat itu tahun 2010.

Ngga lama berselang, sejak saat itu, lingkar pertemuan sosial mediaku pun dipenuhi para penulis.

Alhamdulillah di tahun itu juga untuk pertama kalinya aku menghasilkan sebuah antologi, cerita keroyokan bareng penulis lainnya lewat sebuah lomba kepenulisan. Judulnya My Crazy Moment, sesuai judulnya berisi kisah gila para penulisnya. ­čśÇ

Sempat Bikin Buku Solo
Di tahun 2011, aku mulai hobi backpacker-an, kuberanikan diri menulis kisah-kisah perjalanannku. Ah tapi dasar aku, nulis tanpa ilmu. Jadinya acakadut deh, yaa jelas ditolak sana sini ­čśü

Iya ditolak! Naskah udah selesai, coba kirim ke penerbit A. Tiga bulan nunggu, hasilnya ditolak. Cpba lagi ke penerbit B, tinggi beberapa bulan. Ditolak juga.

Sedih? Pasti. Sampai akhirnya beberapa tahun kemudian baru kusadari betapa layaknya naskahku ditolak, wkwk. Yhaa Karena acakadut. Typo masih banyak. Format masih berantakan. Selling point pun tak ada­čśé



Antologi Mulu, Kapan Solo?
Waktu beranjak, sepanjang 2011-2012 beberapa antologi kuhasilkan setelah antologi Crazy Moments. Somehow ngerasa senang banget. Secara aku termasuk penulis pemula saat itu.


Waktu berjalan alhamdulillah Makin banyak antologi yang kuhasilkan. Rata-rata menang lomba.
Beberpa antologiku antara lain:

  1. Crazy Moment (Leutika, 2010)
  2. Pengamen Cinta (2011)
  3. Ada Cinta di Masjid Sekolah (2011)
  4. Ibuku Adalah (2012)
  5. Hijab I am In Love (2013)
  6. Memoar 1001 Wajah Ibu (2018)





Sampai suatu ketika terceletuklah kata salah seorang teman:

"Antologi mulu Vi, buku solonya kapan?"
Jleb sejleb-jlebnya sih~


Banyak Draft, Ini Yang Berhasil
Aku bukannya ngga punya ide. Sejujurnya tanpa bermaksud sombong, ada banyak ide naskah berkeliaran di otammh. Aku coba tuliskan konsep atau judulnya satu per satu.

Aku pernah membuat draft novel islami. Sudah dibuat juga judul per babbnya. Sayangnya sepertinya ruh-ku kurang tertanam disana. Sampai akhirnya laptopku rusak dan aku tidak punya back up. Selamat tinggal, calon novelku yang menguap :')

Aku juga pernah mengikuti kelas online 30 Hari Jadi Buku. Ahhh tapi dasar aku belum bisa konsisten. Berhenti di tengah jalan :')

Nulis Buku Nostalgia Skripsi-an
Sejak awal tahun 2018 aku kembali or dunia kampus. Mencoba menuntaskan amanah orangtuaku: meraih gelar sarjana.

Ya Allah, challenging banget yah nyusun skripsi ketika posisi udah nikah. Udah punya bayi pula. Jatuh bangunnya berasa! Dalam hati aku bertekad menuliskan kisahku ini.

Di tengah perjalanan nulis skripsi, aku nyambi nulis beberapa kisah perjuangan skripsi yang kuhadapi. Sampai akhirnya alhamdulillah aku wisuda di September 2018.

Saat itu aku tekadkan naskahku harus selesai tahun itu. Tiap malam selama sebulan aku begadang. I has gimana cuma bisa nulis d laptop Malam Hari ketika si bayi bono. Itupun sambil nyusuin Pas doi kenangan.

Sungguh rasanya kayak skripsi-an...

Targetnya sih akhir 2018 selesai. Tapi...

Gagal saudara-saudara! :')

Di akhir tahun 2018 aku membuat daftar mimpi yang akan kucoba wujudkan di tahun 2019. Salah satunya adalah menulis buku.

Sebetulnya 50% kisah sudah tertulis, tapi yaa tentu butuh 50% lainnya. Sementara saat itu udah masuk pertengahan 2019. Ah aku harus bangkit!

Tiba-tiba kepikiran ikut kelas online. Tapi yang rada mahal. Akhirnya aku nanbil kelas menuliskan buku 30 hari senilai Rp 1.100.000. Bukan apa-apa, ini sebagai bentuk reminder diriku:

"Udah mahal-mahal bayar, masa bukunya ngga jadi?"

And.. alhamdulillah it works. Setiap hari aku bisa berprogress. Sampai akhirnya naskah itu selesai sekitar Bulan Agustus 2019. Yaak mulai galau lagi, kirim ke mayor atau indie?

Setelah hampir sebulan cari info dan pertimbangan. Baiklah, kali ini indie dulu. :')

Alhamdulillah singkat cerita, Akhir Oktober 2019 buku soloku berjudul Bunda Sarjana Rumah Tangga ada di pelukanku!

By the way kenapa aku pilih judul Bunda Sarjana Rumah Tangga?

  • Karena ini mengisahkan perjuanganku meraih gelar sarjana
  • Karena saat itu posisiku sudah sebagai ibu
  • Karena sesuai dengan panggilan anakku ke aku adalah bunda.

Judul ini kuharapkan menjadi interpretasi isi bukuku yang mengisahkan perjuangan ibu muda meraih gelar sarjana, Persis dengan sub judulnya.


Bukan Buku Solo Pertama
Bisa dibilang buku Bunda Sarjana Rumah Tangga bukanlah buku solo pertamaku.


"Loh loh jadi sebelumnya udah pernah nulis buku gitu?"

Well, jawabannya iya.. Buku berjudul Petualangan Sikor. Eh, bukan, bukan buku anak. Petualangan Sikor adalah buku media pembelajran untuk tugas akhir sarjana, tentang Sistem Koordinat Kelas VIII SMP. Saat itu aku menginisiasi media pembelajaran buku plus aplikasi Android. 

Yhaa meskipun tebal bukunya cuma 24  halaman aja, hehe.

Harapan Untuk Bunda Sarjana Rumah Tangga
Finally #BundaSarjanaRumahTangga is in my arms!
(sumber: dokumen pribadi)

Siapa sih penulis buku yang ngga pengen bukunya dibeli banyak orang? Begitupun denganku.

Harapan pertama, buku ini bisa masif terjual. Bukan semata-mata soal profit melainkan kebermanfaatannya.S Semakinbanyak terjual artinya semakin banyak yang membaca. Dan semoga juga makin banyak yang mengambil manfaatnya.

Harapan kedua, aku bisa kembali melanglangbuana dengan membawa karya ini, buku Bunda Sarjana Rumah Tangga.

Alhamdulillah mimpiku terwujud di akhir tahun 2019, menerbitkan buku solo. Alhamdulillah Allah masih memberiku kesempatan. Semoga menjadi karya yang bermanfaat.

"Setiap orang akan mati, tapi karyanya abadi.." Ali bin Abu Thalib
Sst.. Bagi teman-teman yang mau membeli bukuku, masih ready stock lho. Bonus pembatas buku :)

Rabu, 04 Desember 2019

Rebranding Cinemaxx Jadi Cin├Ępolis Hadirkan Pengalaman Nonton Sinema Mewah dan Terbaik



Nonton bioskop berdua bareng suami. Nontonnya film romantis, pula! Duuuh, siapa sih istri yang ngga pengen?

Aku pribadi tentu saja senang banget. Apalagi bisa lendot-lendotan. Ups. Ngga apa-apa ya? Udah halal ini. ­čśü

By the way biasanya sebulan berapa kali nonton? Satu kali, dua, tiga atau belasan? Eh, horang kayah itu mah atau petugas dalam bioskop. ­čśé

Aku dan suami dalam sebulan ngga mesti, tapi sekalinya nonton pengennya di tempat yang nyaman. Apalagi film kesukaanku genre romantis. Tentu harus didukung dengan suasana bioskopnya.


Rebranding Cinemaxx Jadi Cin├Ępolis
Bagi para cinema go-ers, tentu Cinemaxx tidak lagi asing di telinga. Operator bioskop yang sudah 48 tahun berdiri dan menjadi salah satu operator bioskop terbesar di dunia itu memang layak jadi pilihan. Suasana yang nyaman, juga fasilitas yang oke punya. Pertama kali ke Cinemaxx itu di Pejaten Village Mall. Sayangnya sejak beberapa bulan terakhir tutup. Sedih deh, rasanya...


Eh, tapi ternyata ngga tutup selamanya, melainkan under construction. Dan.. kabar baiknya sekarang Cinemaxx BERUBAH NAMA MENJADI Cin├Ępolis.
Cin├Ępolis Pejaten Village
(sumber: dokumen pribadi
)

Hari ini (4/12) resmi diluncurkan rebranding "Cin├Ępolis When Stories Come Alive" oleh jajaran Cin├Ępolis. Turut hadir Brian Riady (Direktur Eksekutif Cin├Ępolis Indonesia), Javier Sotomayor (Managing Director of Asia and East Middle Cin├Ępolis) dan Anthony Sondakh (Deputy CEO Cin├Ępolis Indonesia). Tentunya bukan hanya di Pejaten Village melainkan seluruh Cinemaxx seluruh Indonesia akan menjadi Cin├Ępolis. Namun peresmian dan secara perdana memang di Cin├Ępolis Pejaten Village, representatif Cin├Ępolis se-Indonesia yang mewujudkan identitas Cin├Ępolis.
Seremonial Gunting Pita
(sumber: dokumen pribadi)
"Rebranding ke Cin├Ępolis menjadi langkah besar dalam aspirasi kami untuk menjadi kekuatan yg dominan di industrial perfilman Indonesia." kata Bapak Brian Riady. "Cin├Ępolis adalah pelopor dalam inovasi sinema dan pemimpin global dengan kehadiran di 18 negara seluruh Indonesia." tambahnya.

For your information, secara keseluruhan, Cin├ępolis memiliki 58 jumlah bioskop yang tersebar di seluruh Indonesia.  Wow!
Berfoto Bersama Jajaran Cin├Ępolis
(sumber: dokumen pribadi)
"Waahh sama kerennya atau lebih keren?"

Yuk, scroll terus!

Fitur dan Fasilitas di Cin├Ępolis
Dengan perubahan nama dan konsep ini, Cin├ępolis juga menjadi bioskop pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi proyektor laser dengan color image realisme (resolusi warna yang cerah) di semua studionya. Dengan warna gamut yang lebih kaya intens dan dalam, tanpa penyaringan atau koreksi warna pula.

Lobby Cinepolis
(sumber: Cinepolis)

Terasa sekali saat kita diajak nonton trailer film-film di bulan Desember. Wah, pengalaman nonton bioskop dengan cerita jadi lebih hidup! Sejalan dengan tagline Cin├Ępolis: when stories come alive.

Format menonton di Cinemaxx seperti Cinemaxx Gold, Deluxe dan UltraXD juga akan diubah menjadi Cin├ępolis VIP, Luxe, dan MacroXE. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp 40.000 hingga Rp 75.000 saja.

"Dalam waktu dekat, Cin├Ępolis akan meluncurkan format layar besar, Macro XE, memperluas bioskop "Junior" Dane memperbanyak Layar "JOMO" utk para millenials."
Studio Cinepolis
(sumber: Cinepolis)

Selain itu, Cin├ępolis juga memperkenalkan konsep layanan digital secara menyeluruh dengan hadirnya mesin penjualan tiket otomatis sistem non-tunai yang tidak lagi melibatkan bantuan petugas tiket.

Waah jadi lebih praktis nih. Dan ga perlu antri karena banyak mesinnya. Tentu aja, sistem pembelian tiket telah diperbaharui dan semakin memudahkan penonton.
Mesin E-ticketing
(sumber: dokumen pribadi)
Bapak Antony Sondakh selaku Deputi CEO Cin├Ępolis Indonesia. Beliau menjelaskan fasilitas di Cin├Ępolis seperti lobby Cin├Ępolis, court F&B, ticketing & Cin├Ępolis VIP.
Counter Food and Beverage
(sumber: dokumen pribadi)

Kesimpulannya, Cin├Ępolis jauh lebih keren!

Nonton Mewah di Cin├Ępolis VIP
Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu pilihan atau format menonton adalah Cin├Ępolis VIP. Cin├ępolis VIP sebagai konsep sinema mewah yang menyediakan layanan in-studio self-ordering services dan in-studio dining. Konsep studio VIP ini juga menghadirkan pengalaman kemewahan terbaru yang dilengkapi dengan dengan kursi kulit mewah yang dapat diatur serta stop kontak untuk mengisi daya baterai. Bisa nonton sambil makan, atau bahkan tiduran.

Tampilan Depan Cin├Ępolis VIP
(sumber: dokumen pribadi
)

"Kami harap dapat memberikan kegembiraan dan antusiasme dengan para penonton Indonesia." ungkap Bapak Javier dalam media conference yang digelar.
Studio Cinepolis VIP(sumber: Cinepolis) 
Posisi Duduk VIP & Reguler
(sumber: Cinepolis)


When Stories Come Alive
Cin├ępolis hadir untuk memberikan  pengalaman menonton sinema terbaik bagi penikmat film di Indonesia, dimana cerita menjadi lebih hidup (where stories come alive).


Setelah sesi media conference, para hadirin diajak menikmati nonton bareng di studio 1. Film yang kami tonton adalah Jumanji The Next Level. Senangnya mendapatkan pengalaman menonton di Cin├Ępolis Pejaten Village. Rasanya film yang aku tonton benar-benar sedang aku alami. Tak sabar rasanya mencoba Cin├Ępolis di cabang-cabang lainnya seluruh Indonesia.

Yuk rasakan pengalaman menonton yang seru di Cin├ępolis Pejaten Village! No worries, pembelian tiket biza langsung di bioskop atau melalui aplikasi Cin├ępolis Indonesia di smartphone dan website www.cinepolis.co.id

Jangan lupa ikuti informasi terkini seputar film Indonesia dan Cin├Ępolis dengan follow Instagram @cinemaxxtheater! :)

Jumat, 29 November 2019

Kampanye #LindungiKeluargaDariDiabetes Pencegahan dan Penanganan Diabetes Dimulai dari Keluarga



Bahagia.
Sumber kebahagiaan versiku adalah melihat keluarga dan orang2 terdekat hidup sehat, plus bahagia. Kalian kayak gitu juga ga?


Kayaknya mostly of us ya.

Umumnya yang mengganggu kebahagiaan seseorang adalah penyakit. Ngga usah jauh-jauh, lihat anak demam tiga hari aja, bahagiaku seakan lenyap ditelan bumi. :(
Tapi yang namanya penyakit ngga bisa dicegah, apalagi penyakit tidak menular (PTM). Banyak yang bilang PTM adalah silent killerSomehow pikiranku langsung melayang ke penyakit diabetes.

Ayahku sendiri menderita penyakit diabetes dan aku cukup tahu bagaimana perjuangan beliau untuk dapat sembuh, sampai detik ini. Apalagi ibu, selalu mendukung dan menyemangati beliau dinanapun dan kapanpun. Memang benar, disinilah pernah keluarga bermain.

Doaku, semoga beliau dikuatkan selalu dan lekas sehat. :')

Well, aku ngga bakal bermelankolis kali ini, karena aku mau menyampaikan informasi PENTING seputar DIABETES dan hubungannya dengan keluarga.

Selasa, 26 November 2019

Liburan Bebas Flu Bikin Traveling Bahagia Selalu


Semasa single dulu, salah satu passionku adalah traveling, meski aku lebih suka menyebutnya backpacking. Bukan sekadar backpacking, tapi aku juga nyambi. Kadang nyambi ikut lomba karya tulis ilmiah atau pengabdian karena keduanya juga passion-ku. Jadi bisa dibilang itu juga liburan versiku setelah berkutat dengan tugas-tugas kuliah.

Tapi, sejak "menjabat" sebagai istri dan ibu, frekuensi backpacking mulai berkurang. Tapi tetap dong, setidaknya setiap empat bulan sekali aku dan suami agendakan liburan keluar kota. Rencananya akhir pekan ini kami bakal liburan ke Solo.

Sebelum berangkat liburan, biasanya apa sih yang jadi fokus kita?

Minggu, 24 November 2019

Cerdas Finansial Lewat FUNancial Untuk Raih Impian



Katanya, bermimpi itu ngga bayar. Iya sih, benar. Tapi untuk mewujudkannya, perlu usaha. Dan ngga jarang harus mengeluarkan bukan hanya tenaga tapi juga materi.

Jelang 2020, kalian sudah punya mimpi yang akan direalisasikan? Sudah dicatat?
Aku? Sudah, hmm, meski sebenarnya meneruskan mimpi yang sekiranya belum bisa terealisasi di tahun 2019 ini.

Dan.. Semua mimpi punya satu persamaan lho!

Sabtu, 23 November 2019

STIFIn Bantu Individu Optimalkan Potensi Diri



"Jika bicara soal hidup, (maaf) kera pun hidup. Tapi kita bukanlah binatang yang asal hidup. Kita adalah Manusia yang dianugerahi-Nya potensi diri agar bisa disalurkan dengan optimal agar bermanfaat juga bagi orang lain."

Ah rasanya jleb banget ya? :')

Apalagi ditambah sebuah kisah tentang seorang (calon) pengusaha yang sudah beberapa kali gagal membangun bisnisnya. Uang ratusan juta melayang seolah dengan percuma. Jika ia tak bermental baja, mungkin ia akan kalah oleh nestapa, tak akan pernah bangkit.

Demikian kisah yang dituturkan oleh Dhey Siregar, seorang ahli tes STIFIn sekaligus pendiri salah satu cabang bisnis STIFIn, dalam acara blogger gathering yang diadakan di SMK 57 Jakarta pada Senin 18 November 2019 lalu.

Rabu, 20 November 2019

Waspada Penyimpangan Seksual pada Anak (Dari Sisi Pelaku & Korban)



"Nanti ulangtahun ke-17 bakal dirayakan ngga nih?"
"Cie yang sebentar lagi 17!"


Dialog di atas aku dapatkan ketika usiaku menjelang 17 tahun. Sebagian besar teman lainnya bahkan sudah setahun lebih awal merasakan usia itu, maklum, aku masuk sekolah di usia lima tahun.

Memang apa istimewanya usia 17 tahun? Selain tentunya kali pertama punya KTP.

Ternyata oh ternyata, keistimewaan lainnya adalah berkaitan dengan kedewasaan diri. Tahukah Moms, pembentukan identitas diri terjadi menjelang usia 17 tahun? Pada fase tesebut, kepribadian mengkristal, menjadi lebih permanen dari sebetulnya. Seorang individu bisa menyatakan dirinya sebagai lelaki atau perempuan secara tegas. Pahitnya, di usia 17 tahun atau lebih, seorang individu yang memang sudah "terkontaminasi" bisa mendeklarasikan dirinya sebagai homoseksual/transgender. Naudzubillahi min dzalik!

Penyimpangan Seksual, Itu Nyata
Tapi seriously, aku pernah menjumpainya lho! Ini terjadi pada salah satu teman sekelas di bangku SMP. Memang sih sejak SMP sudah terlihat dirinya "melambai". Saat masuk ke bangku awal kuliah salah satu postingannya tak sengaja muncul di berandaku. Isinya sungguh mengenaskan! Dia mendeklarasikan dirinya sebagai gay dan mendukung adanya organisasi LGBT. Ngga tanggung-tanggung, dia juga meminta dukungan lewat broadcast Whatsapp!


Berat, sungguh berat ternyata menjadi orangtua kelak. Itu yang langsung kupikirkan.

Kini saat aku menjadi  seorang ibu, aku berasa benar-benar harus punya ilmu agama dan ilmu dunia dalam mendidik anak. Salah satunya supaya terhindar dari penyimpangan seksual, baik pelaku maupun korban. Naudzubillahi min dzalik!

Belum lagi, kasus anak TK yang dicabuli office boy di sekolahnya. Ya Allah, sedih banget mendengarnya.....

Kesimpulannya, pelaku kejahatan seksual pada anak bisa siapa saja, dimana bisa kapan saja.

Jangan dianggap biasa, sentuhan sesederhana apapun pada anak perempuan. Misal, ketika ada kerabat lelaki membercandai dengan menyentuh fisik, orangtua harus tegas.

Ternyata faktor yang menjadikan seseorang mengalami penyimpangan seksual adalah 97% lingkungan, 3% biologis. Namun 3% tidak akan terpicu jika tidak bertemu dengan lingkungan.

"Dia mah udah gay dari lahirnya. Dari sononya juga."

Tapi nyatanya gen gay tidak ditemukan. Yang ada adalah kelainan hormonal, tidak sampai genetik. Misalnya, hormon progesteron lebih tinggi sehingga suaranya seperti perempuan.


SSA & LGBT, Apa Itu?
LGBT adalah bagian dari identitas yang mengidentifikasi kelompok tertentu. Sedangkan transgender sendiri memiliki tujuan komersil. Transgender menduduki posisi tertinggi dalam hierarki PSK karena paling mahal.


Di bawah LGBT ada namanya SSA (same sex attractiveness) yang biasanya "menyerang" anak-anak di bawah usia 16 tahun. Mereka yang teridentifikasi SSA, masih mungkin balik kembali normal.

Apa Penyebabnya?
Beberapa penyebab penyimpangan seksual SSA atau gay antara lain:
  1. Kehilangan figur maskulinitas bisa mempengaruhi dirinya menjadi seorang "gay".
  2. Anak bungsu dengan orangtua yang sudah "sepuh" juga berpengaruh.
  3. Posisi sebagai anak tunggal
  4. Menjadi saksi adegan kejerasan terhadap orangtua
  5. Pernah mengalami pelecehan seksual 
  6. Hubungan orangtua tidak seimbang. Misalnya suami takut istri.



Jika seseorang sudah menyatakan diri menjadi seorang gay, bisakah disembuhkan?

Menurut pengalaman salah seorang, saat kerja akan lebih sulit disembuhkan karena jauh dari orangtua, apalagi kerja merantau. Ada juga yang sudah menikah, akhirnya divorce karena hasrat si suami tidak ada.

Penyimpangan seksual tidak akan sembuh dengan pernikahan. Karena pernikahan bukanlah obat.

Biasanya pengalaman pertamanya di pondok-pondok pesantren/boarding school. Kasus pedofilia, bisa terjadi atau dilakukan sejak kecil. Karena dia tidak "selesai" di usia itu, maka akan terus membuat dirinya candu.

Apa Cirinya?
Beberapa ciri awal penyimpangan seksual pada anak terbagi menjadi empat jenis:
  • Emosi yakni mudah tersinggung, cemburu, gelisah, menangis, hilang inisiatif
  • Koginitif yakni mudah lupa, sulit konsentrasi, kehilangan arti hidup, dan lain-lain.
  • Fisik yakni peningkatan detak jantung, kenaikan tekanan darah, berkeringat, sakit kepala, sesak nafas, dan lain-lain.
  • Perilaku yakni menjadi lebih agresif, teledor, konsumsi alkohol, tidur terus menerus, dan lain-lain.


Yang bisa dilakukan adalah asesmen awal-konsuling-sessment lanjutan-konsuling-tindakan.


So, Mom, ketika anak bercerita pada orangtua, jangan pernah:
  • Menyalahkan anak
  • Mengabaikan anak
  • Tidak percaya
  • Menghukum anak


BagaimanaMencegahnya?
  1. Jadilah orangtua yang pantas (membuat anak nyaman tapi tetap tegas), bekali diri dengan ilmu dunia dan ilmu agama.
  2. Kenali dimana dan dengan siapa  anak bergaul;
  3. Ajarkan anak untuk berani menolak dan melawan;
  4. Tetap waspada seklipun dengan orang terdekat.



Semoga anak-anak kita terhindar dari segala penyimpangan. Dan btentunya semoga kit sebagai orangtua mampu tetap konsisten dalam kebaikan, menjadi pendengar dan pengarah utama bagi anak.

Disclaimer: konten terinspirasi dari sharing session "Waspada Kejahatan Seksual pada Anak" pada hari Rabu 20 November 2019 di Pusat Sumber Belajar, Parung, Bogor.)

Senin, 11 November 2019

#AksiHidupBaik ala Ibu Ellysa: Mengambil Banyak Peran, Pendidikan Hingga Kemasyarakatan



Setidaknya 18 tahun sudah aku tinggal bersama orangtuaku di sebuah perumahan penduduk di daerah Kebayoran Baru, Jakarta. Saat balita aku tinggal di Jakarta, lalu usia lima tahun pindah ke Depok. Ternyata nenekku meminta orangtuaku tinggal dekat mereka, alhasil kami kembali pindah ke Jakarta.

Ingat banget, pertama kali kembali ke Jakarta saat duduk di kelas 3 SD. Setiap tanggal 17 Agustus selalu ada lomba-lomba digelar memperingati Dirgahayu RI. Bisa dibilang cukup aktif Karang Taruna RW disini.

Tapi tahun beranjak tahun, kira-kira aku beranjak ke bangku SMA, sudah tak lagi terdengar gaung Karang Taruna. Sudah bertahun-tahun 17-an tak seramai dulu. Tak ada lomba-lomba apapun, bahkan RW kami tak mengirim pasukan untuk festival RW seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kamis, 31 Oktober 2019

Writober, ODOP Pertamaku dan Hari Blogger Nasional



Dear bloggers, selamat Hari blogger nasional! Yap, hari blogger nasional jatuh di hari ini 27 Oktober.

Tiba-tiba pikiranku melayang di tahun 2014, aku dan teman-teman blogger mahasiswa merencanakan kegiatan National Youth Blogger Conference. Dengan insiator aku dan Gia selalu founder dan co-founder Komunitas Blogger UNJ. Kami merekrut teman-teman blogger dari kampus seJabodetabek. Ada Gunadarma, UI, Trisakti, UIN, dan lain-lain.

Minggu, 27 Oktober 2019

Menggali Makna (Hidup) Lewat Film 99 Nama Cinta



Menikah di usia (cukup) muda. Memiliki anak sebelum lulus sarjana. Aku percaya, semua punya makna, meski butuh waktu untuk menemukannya.

Setiap langkah dari perjalanan hidup dihadirkanNya dengan makna mengikuti. Meski kadang butuh waktu untuk kita memahami.

Bagaimana menurut kalian?

Selasa, 22 Oktober 2019

Empat Alasan Kehadiran MRT Sebagai Transportasi Unggul Untuk Wujudkan Indonesia Maju



"Ah, macet lagi, macet lagi." Aku mendumel dalam hati melihat kemacetan di hadapanku. Tepatnya di sepanjang jalan Sisimangaraja-Blok M. 

Saat itu aku dalam perjalanan pulang naik Transjakarta dari kampus di Rawamangun. Kemacetan itu selalu saja ada, membuat jam pulangku lebih lama. Aku merasakannya sejak 2012 hingga 2016.


Aku tak pernah menyangka bahwa pembangunan yang kurutuki itu akan jadi sesuatu yang 'besar' bagi dunia transportasi Indonesia, khususnya Jakarta.

Senin, 21 Oktober 2019

Kita Satu Garis


Aku dan kamu adalah dua titik berbeda.
Aku koordinat, kamu ordinat.
Dulu, jauh dan tak saling mendekat.
Hingga suatu waktu tiba
Kita berada sejajaran
Kita membuat satu garis lurus
Bukan berpotongan,
Apalagi bertolak belakang..

Jumat, 18 Oktober 2019

Bincang Santai Khitan Perempuan Bersama Rumah Sunat dr. Mahdian



"Aku tuh galau deh, mau nyunatin anak perempuanku ngga jadi-jadi mulu. Awalnya sempat ngga mau. Eh, giliran udah yakin, malah ngga ada bidan ataupun dokter yang ngga mau ambil tindakan." cerita kakakku pada suatu hari.

Tapi ketika mendengar kisah salah seorang teman di atas, aku sedikit terkejut. Mengapa begitu?

Anakku sendiri adalah laki-laki. Bicara soal khitan, aku dan suami berencana melakukannya setelah anak kami agak besar. Kembali ke khitan perempuan.

Ternyata, setelah aku telaah dari beragam artikel, ditemukan beragam pro dan kontra khitan perempuan. Di Indonesiapun ternyata sudah tidak ada hukum yang menjaminnya. Sungguh, aku makin penasaran!

Kamis, 17 Oktober 2019

Mana Mungkin Aku Lupa?


Pada malam-malam panjang kala itu,
Kunyanyikan elegi penuh sendu
Digenggamnya tanganku olehnya..

Senin, 14 Oktober 2019

Kampanye Internet 1O1 Wujud Indosat Ooredoo dan Facebook Indonesia Peduli Literasi Digital.



Sejak kuliah aku memiliki passion pengabdian ke pelosok Indonesia. Kegiatan ini kulakukan dengan mengajak beberapa teman kampus di setiap libur semester.

"Wah, ngapain aja?"

Banyak, utamanya di bidang pendidikan seperti melakukan mini eksperimen sains, pendidikan cinta tanah air hingga melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan bersama warga sekitar.

Mulai dari Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Sulawesi hingga Rote NTT pernah kujamah. Semua memberikan pengalaman baru termasuk kenyataan baru bahwa internet masih belum terjamah mereka!

Semburat Jingga Terakhir


Kala aku masih belia, bagiku semburat jingga adalah hal biasa..

Kala aku beranjak dewasa, bagiku semburat jingga adalah sebuah pertanda..
Akan dimulainya sebuah kehidupan...

Jumat, 11 Oktober 2019

Makna Bulan-bulan di 2019 Bagiku


Tak terasa tahun 2019 sudah hampir habis. Terduga beberapa bulan saja. Tentu setiap bulan, bahkan hari Dan jam punya makna tersenduru bagi setiap orangnya.

Entah itu suka, maupun duka. Namun semoga bisa dipetik hikmahnya. Berikut makna setiap bukannya bagiku di tahun 2019.

Kamis, 10 Oktober 2019

Kenapa (Bisa) Dia?

sumber: Pixabay

Ketika masih lajang, sejujurnya aku sudah mulai menyukai tema pernikahan dan jodoh. Tapi tentu dalam hal positif. Bicara soal jodoh, aku berkeyakinan:

"Jodoh itu dekat, jika ia jauh, maka bukan jodoh."
"Jodoh tidak akanntertukar."
"Jodoh akan datang di waktu yang tepat."

Bagaimana dengan kalian, dear Ladies?

Film 99 Nama Cinta: Romansa dengan Sentuhan Religi



Di saat negara sedang marak bicara soal politik atau hoax sana sini, mari kita bicara CINTA.

Cinta hadir dengan cara yang tak disangka. Bisa di lokasi, di sosmed atau di pelaminan seperti aku dan suami. Tapi kali ini bukan mau curhat cerita cinta VISYANDI.

Sebelum melangkah lebih jauh, 
"Apa yang kalian bayangkan soal film romansa?"

Rabu, 09 Oktober 2019

Alasan & Tips Menjaga Kesehatan Mata

sumber: Shutterstock

Dear Moms and Ladies, dianugerahi fisik sempurna dan sehat tentunya adalah sebuah anugerah yang Begitu berharga dan tak ternilai. Betul?

Salah satunya adalah mata yang sehat. Sebagai seorang pengguna kacamata, ingatanku kembali pada hari dimana aku pertama kali menggunakan kacamata.

Sambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Bersama Kemenkes RI dengan #SehatJiwa dan #CegahBunuhDiri



Dear Ladies, pernah ngga sih kalian ngerasa stress, frustasi dan sebagainya? Apalagi kita sebagai perempuan, sepertinya lebih berpotensi ya?

Aku pribadi pernah berada di titik mental terasa begitu down, tepatnya masa-masa awal melahirkan. Rasanya pikiran rumit, fisik lelah, kesehatan jiwapun melemah.

Berbicara soal kesehatan jiwa, hari ini 10 Oktober diperingati sebagai  World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) ke-27. Wow, sungguh kubaru tau. Kalian bagimana?

Senin, 07 Oktober 2019

Di Dunia Ini Apa yang (Paling) Kau Takuti?

sumber: Pixabay

"Di dunia ini, apa yang paling engkau takuti?"

Jika ditanya demikian, maka aku akan menjawab...

Takut kucing. Ya sejak kecil aku sangat takut pada kucing. Didekati kucing langsung kabur atau jejeritan ngga karuan, haha. Entahlah, geli aja gitu sama bulunya dan takut dicakar.

Apalagi?

Erlangga Talent Week Ajang Unjuk #IniBakatSaya dan Berburu Ilmu Kepenulisan



"Setiap orang terlahir dengan bakatnya. Berbeda satu dengan lainnya."

Sebagian besar dari Kita tentu setuju dengan kalimat di atas.

Berbicara soal bakat, Penerbit Erlangga mengadakan kembali Erlangga Talent Week (ETW) 2019 pada 1-6 Oktober lalu.

Sabtu, 05 Oktober 2019

Empat Alasan Pentingnya Membuat Renjana Hidup



Dear Moms and Ladies, pernahkah kamu merasa hidup tak sesuai renjana? Inginnya begini tapi yang terjadi begitu? Inginnya jadi dokter tapi ternyata jadi guru? Atau yang paling simple, hari itu inginnya hangout bareng teman tapi batal karena anak sakit?

Rasanya setiap dari kita pernah ya. Tapi apakah kalian merasa kapok berencana? Semoga saja tidak, ya.

Dompet Dhuafa Perkenalkan Wakaf Parung dan Cara Bahagia Berwakaf Lewat Tabung Wakaf



Apa yang kalian pikirkan begitu mendengar kata 'wakaf'?

"Makam wakaf."
"Sekolah."
"Masjid wakaf."

Barangkali sebagian besar dari kita akan memberikan jawaban seperti di atas, termasuk aku.


"Banyak orang menganggap wakaf sekadar madrasah, masjid atau makam (3M). Padahal nyatanya wakaf tidak terbatas pada 3M." ungkap Bapak Yuli Pujihardi saat pembukaan acara Blogger Meet Up Wakaf Parung.

Kamis, 03 Oktober 2019

Vitalis Body Wash Hadirkan Sensasi #MandiParfum Setiap Hari



Siapa sih yang ga suka wangi atau hal-hal berbau wangi? Apalagi wanita. Semacam "wajib" hukumnya tampil wangi, apalagi di hadapan suami.

Empat Tempat Jajan Keluarga di Parung yang Layak Dicoba

sumber gambar: Canva


Sudah tiga tahun lebih dikit aku "resmi" menjadi warga Parung. Meskipun status masih nomaden Jakarta-Parung, tapi selama tiga tahun itu sesungguhnya bikin aku betah tinggal di Parung.

Parung kini bukanlah desa yang terpelosok atau jauh dari keramaian. Kini sudah banyak fasilitas termasuk tempat jajan bagi para keluarga menghabiskan weekend.

Rabu, 02 Oktober 2019

Mulai Melangkah Mulai Berbenah

sumber gambar: Canva

"Berbenah bukan sekadar 'menyembunyikan' barang. Bukan Pula sekadar memasukkan barang. Berbenah adalah menyimpan dengan rapi dan membuang dengan ikhlas."
@visyabiru_

Pertama kali tahu bahwa berbenah ada metode atau seninya di tahun 2017. Saat itu aku baru membuka Usaha toko  buku online dan suami merekomendasikan sebuah buku untuk aku jual, berjudul  Tidying Up karya Marie Kondo. 

Senin, 30 September 2019

Mau Berbenah Lelah Lelah Happy, Ini Metode ala Gemar Rapi!



"Pengen deh punya rumah rapi."
"Perasaan rumah kok berantakan mulu ya?"


Moms, siapa yang kerap bergumam seperti itu? You are not alone, let hug each other!

"Berbenah dong. Bikin happy, tau."
"Apa? Berbenah bisa bikin hepi?"
"Bisa, asal tau seninya."


Nyatanya IYA Moms.

Kamis, 26 September 2019

Jelajah Jakarta Empat Jam (Saja)? Lakukan Empat Hal Ini



"Ajak aku ke tempat wisata Jakarta dong."
"Di Jakarta tempat yang bagus mana aja sih?"

Sejak duduk di bangku akhir SMA, aku mempredikati diriku sebagai seorang backpacker.

Tak hanya gemar melangkahi buana me berbagi daerahmu, akupun sering sekali  dikunjungi teman-teman dari daerah: Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan lain-lain. Dan.. Percakapan di atas sering banget terjadi tapi aku selalu bingung menjawabnya. Hmm.. selain Monas, Ancol, TMII, Ragunan, apalagi sih wisata di Jakarta?

Kamis, 19 September 2019

Nonton Film BEBAS Bikin #ReuniDiBioskop



Kata orang, masa SMA adalah masa terindah. Benarkah demikian?

Rasanya setiap dari pembaca blogku sudah melalui tahapan itu ya? Tapi.. kapankah terakhir kali kalian reuni SMA?

Satu bulan lalu? Enam bulan lalu? Satu tahun lalu? Atau bahkan belum pernah?

Kalau begitu, aku bakal kasih rekomendasi hal yang harus kalian lakukan ketika ingin reuni: Nonton film Bebas.

Lho, kenapa? Apa hubungannya reuni dengan film BEBAS?

Jumat, 13 September 2019

Tiga Misi Menyapih dengan Cinta Ala Ayah Andi & Bunda Visya



Sejak baru lahir Abrisham (Icham) termasuk bayi dengan frekuensi menyusu sangat sering. Katanya sih memang begitu bayi pada umumnya apalagi di bawah enam bulan, belum makan apapun selain ASI.

Mulai usianya 6 bulan ia sering kutinggal untuk mengurus skripsi di kampus. Dot dan ASIP jadi andalanku. Dalam waktu 6 jam tiga botol ASIP berukuran 120ml setidaknya habis diminum. Itulah juga caranya tidur ketika aku tak ada. Ya, lagi-lagi menyusu.

Tapi ajaib, begitu aku selesai skripsi-an, tepatnya sebulan sebelum  wisuda, ia menolak dot sama sekali sehingga kalau aku tinggal, dia tidak minum susu sedikitpun. Ya sih, aku sudah sidang, tapi masih harus urus pemberkasan ini itu. Jadilah setiap hari harus berkejaran dengan waktu. :')

Rabu, 11 September 2019

Perjalanan Pribadi & Bisnis Harus Sendiri-sendiri, Grab For Bussiness Jadi Solusi


"Duh kok uangku cepat habis?"
"Mau belanja barang, kok modalnya segini? Harusnya lebih nih."

Belakangan kalimat-kalimat di atas sering kuucapkan. Penyebabnya? Apalagi kalo bukan uang yang kayaknya selalu kurang terus.

Ya, sudah dua tahun belakangan aku menjalani bisnis jual beli  buku  dan setahun belakangan menekuni blogger sebagai profesi. Sebagai blogger dan entrepreneur aku punya tiga pos keuangan: pribadi, modal jualan, fee dan keuntungan.

Kasus di atas kerap aku hadapi. Misal, harusnya modal ada Rp 500.000 tapi setelah saya rekap, ternyata Rp 480.000.

Cuma 20ribu? Iya tapi berarti!

Senin, 09 September 2019

Seseruan di BebeLand by Bebelac Sambil Latih Daya Tangkap & Empati Anak


"Setiap anak memilki potensi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) untuk tumbuh dan menjadi Anak Hebat."
Bebelac

Ah rasanya I can't agree more dengan kalimat di atas. IQ diidentikkan  dengan daya tangkap dan EQ berhubungan dengan rasa peduli. Eits tapi  untuk memaksimalkan kecerdasan IQ, SQ dan EQ tentu dibutuhkan stimulasi yang tepat dan seimbang. Tapi.. bagaimana ya cara memberikan stimulasi yang tepat?

Seseruan di Bebeland dong!

What? Apa tuh Bebeland?
 

Mathematics is...

"Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan dan teori bilangan adalah ratunya Matematika."
-Gauss, a mathematician-

I Have A Dream...

Jika kamu memiliki mimpi, maka tuliskanlah, tempelkanlah di tempat strategis dan berikhtiarlah! Man Jadda Wa Jadaa! Mestakung!