Ads 468x60px

Kamis, 29 Agustus 2019

Indonesia Siaga Bencana Bersama Desa Tangguh Bencana Rumah Zakat




Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Hal itu juga berdampak dengan bencana yang menyertainya, seperti misalnya saat hujan identik dengan banjir. Sementara saat musim kemarau identik dengan kekeringan.

Di bulan Agustus hingga September inilah diperkirakan puncak musim kemarau terjadi. Menurut info dari CNN, saat ini sebanyak 92% wilayah Indonesia mengalami musim kemarau yang ditandai dengan berkurangnya pasokan air dari tanah dan frekuensi hujan yang amat jarang bahkan tak kunjung datang hingga berbulan-bulan.

Jika sudah begini, kekeringan tak dapat dielakkan.


Memang tidak semua daerah di Indonesia mengalami kekeringan (parah), namun tak sedikit pula daerah yang mengalami kekeringan parah; air mesti dibeli dan diambil jauh, khususnya di pedesaan. Pemerintah memperkirakan musim kemarau tahun ini akan  mengakibatkan sebanyak 48.491.666 jiwa mengalami kekeringan. Jika dibandingkan dengan tahun 2018, angka ini lebih besar.

Tentang Desa Tangguh Bencana
Kamis (29/8) Rumah Zakat mengadakan press conference dengan tema Indonesia Siaga Bencana yg menghadirkan Dr Ir Dodo, DEA dan Ibu Murni Alit, CMO Rumah Zakat.
Para Pembicara
(sumber: dokumen pribadi)


Menurut Ibu Murni, Rumah Zakat merespon bencana kekeringan di 30 titik dengan menginisiasi program Desa Tangguh Bencana atau Destana.
Ibu Murni Alit memberikan pemaparan
(sumber: dokumen pribadi)

Desa Tangguh bencana  (Destana) merupakan desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancamam bencana serta memulihirkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.

Beberapa kegiatan Destana wilayah Selatan Jawa antara lain:
  • penyuluhan siaga bencana
  • simulasi siaga bencana
  • pembuatan jalur evaluasi
  • media edukasi bencana
  • pemuda tangguh bencana

Rumah Zakat juga menyalurkan SuperQurban pada daerah-daerah bencana dengan total  14.398 paket.
salah satu kegiatan Destana (dok: @rumahzakat



Program Destana ini memiliki  beberapa kegiatan antara lain:
Pipanisasi
Kegiatan ini dilakukan di Babakan Desa, Cisolok dengan lokasi penyaluran di Cisolok dan Tasikmalaya. Terdapat satu unit pipanisasi yang diberikan oleh Rumah Zakat.


Dropping Air Bersih
Rumah Zakat telah mendistribusikan air bersih di 18 titik di 7 provinsi antara lain: Giriharjo Gunung Kidul, Cikeusik, Pamekasan Madura, Ponorogo, Sumedang. Sebanyak 451.000 liter air bersih telah disalurkan dengan jumlah penerima manfaat 27.115 jiwa.
salah satu kegiatan Destana (dok: @rumahzakat)


Pembuatan Sumur Bor
Pembuatan sumur bor dilakukan di Desa Angsana, keca.atan Angsana, kabupaten Pandeglang, Banten dan disalurkan ke Pandeglang, Cianjur dan Sukabumi.


Penampungan Air Hujan (PAH)
Penampungan air hujan pada satu wadah adalah salah satu solusi terhadap krisis air bersih. Air yang sudah ditampung kemudian diolah sedemikian rupa sehingga bisa digunakan warga. Lokasi penampungan tak jauh dari rumah warga. PAH ini dapat memudahkan warga mengambil air bersih dan mengefisienkan waktu pengambilan. Kegiatan ini dilakukan Di Kampung Pasir Peuti, Desa  Sukamulya,  Sukaluyu, Cianjur.


Solusi Lain Rumah Zakat Hadapi Kekeringan 
Selain melakukan ke-empat hal di atas, Dalam prosesnya Rumah Zakat juga melakukan upaya lain di antaranya:
  1. Memetakan daerah kekurangan air (kebutuhanku& penanganan)
  2. Menyediakan sarana & prasarana (tangki,  pipa, pompa)
  3. Kampanye hemat pengguna air
salah satu kegiatan Destana (dok: @rumahzakat
Terhadap iklim yang berubah-ubah, masyarakat harus adaptif. Atas bencana yang mungkin terjadi, (masyarakat) Indonesia harus siaga. Menanggulangi memang harus, tapi bersiapsiaga juga semestinya. Semoga Indonesia kuat!
Foto bersama pasca Press Conference Indonesia Siaga Bencana
(sumber: dokumen pribadi)


13 comments:

  1. Insyaallah sukses selalu rumah zakat semoga slalu istiqomah menolong sesama ya

    BalasHapus
  2. Program donasi air bersih ini biar daerah-daerah yang kekurangan air bisa menikmati air bersih ya mbak. Air juga sebagai sumber utama kehidupan ya, dari hal mencuci, minum dll

    BalasHapus
  3. Hebat ya inisiatif Rumah Zakat ini, alhamdulillah aku bisa ikut berpartisipasi :)

    BalasHapus
  4. Masya Alloh jd inget kisah sahabat Nabi Usman bin Affan yang sedekah airnya ada sampai saat ini sejak dl kala. amal jariyahnya byk bgt ya

    BalasHapus
  5. semoga bisa menyeluruh kesemua titik yang memang membutuhkan yah mba, dan semoga rumah zakat menjadi media yang bisa mewujudkan semua kebutuhan daerah - daerah yang mengalami kesulitan. terimakasih udah berbagi yah mba ;)

    BalasHapus
  6. Semoga donasi air bersihnya bermanfaat unttuk masyarakat, apalgi musim kemarau kyk sekarang terasa banget sulitnya cari air bersih.

    BalasHapus
  7. Musim kemarau kali ini panasnya makin-makin. Yang di kota "cuma" ngerasa panas. Ternyata, ada juga yang kekeringan. Sebentar lagi musim hujan. Semoga hujan yang turun mencukupi.

    BalasHapus
  8. Semoga Rumah Zakat makin banyak menebar manfaat untuk ummat. Pembangunan sarana air bersih di desa-desa yang kekurangan akan menjadi penghargaan tersendiri dari warga.

    BalasHapus
  9. Saya mendukung program ini. Insya Allah, apa yang dilakukan Rumah Zakat akan dapat membantu daerah yang kekeringan. Aamiin

    BalasHapus
  10. Keren rumah zakat selalu terdepan dalam penanggulangan bencana. Air bersih emang penting banget ya mba, sumber kehidupan.

    BalasHapus
  11. Menanggulangi memang harus, tapi bersiapsiaga juga semestinya..Setuju sekali dan bersama-sama Indonesia pasti bisa!. Salut untuk Rumah Zakat!

    BalasHapus
  12. Salah satu yang terkena dampak kekeringan adalah Kampung Halaman Nenekku di Garut yaitu Kampung Gahot, semoga bisa segera teratasi dengan bantuan Pemerintahan setempat karena efeknya ke hasil tanaman juga.

    Dan semoga, akan semakin marak program seperti program Desa Tangguh Bencana atau Destana yang dilakukan oleh Rumah Zakat ini, Amiiiin

    BalasHapus
  13. Kadang kekeringan suka Dianggap sepele. Padahal efeknya terasa sekali pada masyarakat. Kalau sudah siap dengan Desa Tangguh Bencana, minimal sudah siap dengan segala skenario buruk

    BalasHapus

 

Mathematics is...

"Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan dan teori bilangan adalah ratunya Matematika."
-Gauss, a mathematician-

I Have A Dream...

Jika kamu memiliki mimpi, maka tuliskanlah, tempelkanlah di tempat strategis dan berikhtiarlah! Man Jadda Wa Jadaa! Mestakung!