Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan

Berbagi Rezeki Jelang Idul Adha dengan Sedekah Daging Bersama Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa Kurban

Tak terasa Dzulhijjah sudah menjelang. Ah iya itu artinya Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan tiba. Hmm tapi pastinya berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun-tahun sebelumnya setiap Hari Raya Idul Adha sejak kecil mungkin kita terbiasa menonton penyembelihan kambing. Anak-anak pun demikian, kelihatan sukacita. Tapi tidak untuk tahun ini. Tahan diri, di rumah aja.

Rumah Sakit Premier Jatinegara Kini Layani Drive Thru untuk Swab PCR Covid-19



Satu setengah bulan terlewati dengan momen #dirumahaja. Ya, kondisi pandemi ini membuat segala aktivitas "home based". Pandemi adalah sebuah ketidakpastian namun juga kepastian. Kepastian ia akan berakhir sebagaimana wabah-wabah sebelumnya. Namun ketidakpastian akan berakhir kapan. Meski tentunya selalu ada hikmah di balik pandemi ini.

Jaga Kesehatan & Kebersihan Diri Secara Menyeluruh dengan BETADINE Natural Series

 

Musim penghujan masih berlangsung, artinya penyakit terus bermunculan. So, it's a must to keep our body health. Apalagi emak-emak seperti kita ya, Moms?

Eits, tak hanya saat musim penghujan, setiap hari kita juga harus menjaga kebersihan diri agar terhindar dari penyakit & infeksi. Nah, hari ini (27/2) BETADINE menggelar peluncuran BETADINE ® Natural Series. Acara yang digelar di Platatan Venue & Dining ini juga dibarengi dengan penyerahan sertifikasi halal dari MUI.

Jakarta Humanity Festival Bikin Millenial Lebih Peduli Soal Lingkungan dan Kerelawanan


"Kami ingin menjadikan gerakan kerelawanan sebagai sebuah gaya hidup atau lifestyle khususnya para millenial."

Sebuah kalimat yang rasanya hingga detik ini masih terngiang di telingaku. Sebuah kalimat yang dalam hati aku langsung teriak "Ah, I can't agree more with this." alias SETUJU BANGET.

Kalo kamu gimana, kawan?

Relawan, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Tiba-tiba pikiranku melayang ke masa-masa kuliah, ketika aku mulai menerjunkan diri dalam kegiatan kerelawanan khususnya bidangaa pendidikan di pelosok negeri. Melihat binar senyum anak-anak di pelosok negeri, duuuh maknyes!


Oh ya, kawan. Kalian masih ingat bencana besar yang Belanda Palu dan sekitarnya di bulan September 2018 silam? Sebagai orang yang pernah tinggal di Palu aku merasa begitu terpukul. Beruntung teman-temanku di Palu berinisiatif mengambil langkah, alih-alih terpuruk mereka bergerak sebagai relawan.

Tak mengharap diberi, meski patut diapresiasi.

Baca Juga:

Ada Apa di JAKHUMFEST 2020?
Ngomongin tentang kerelawanan, Dompet Dhuafa sebagai lembaga ZISWAF juga fokus terhadap dunia kerelawanan termasuk relawan bencana. Karenanya sejak 2019, Dompet Dhuafa menyelenggarakan Jakarta Humanity Festival (Jakhumfest).

Welcome to Jakhumfest
(sumber: dokumen pribadi)

Anyway, kalimat pembuka di atas kudapatkan dari Kak Marsya (Indorelawan) pada acara Jakhumfest di M Bloc, Jakarta Selatan hari Minggu (26/1) lalu.

Bapak Imam memberikan sambutan
(sumber: dokumen pribadi)

Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Imam  perwakilan Dompet Dhuafa, dilanjutkan dengan keynote speech oleh Mbak Marsya (Executive Director Indorelawan). Dan.. kalimat pembuka di awal postingan ini kudapatkan dari beliau lho! Katanya, sesuai dengan visi Indorelawan juga.
Marsya (Indorelawan)
(sumber: dokumen pribadi)

Para pengunjung yang hadir tidak perlu melakukan pendaftaran link dan tidak dikenakan biaya (kecuali konser musik). Pengunjung disuguhkan dengan beberapa rangkaian kegiatan JAKHUMFEST antara lain:

 Humanity Exposure
Ketika memasuki pelataran gedung M Bloc, para pengunjung akan  disuguhi pameran foto-foto kebencanaan. Tak hanya di bagian depan, di bagian dalam tempat acara juga tersebar foto-foto tersebut.
Salah Satu Sudut Pameran
(sumber: dokumen pribadi)

Salah Satu Sudut Pameran (2)
(sumber: dokumen pribadi)

Ada pula video show berisi rangkaian kegiatan JAKHUMFEST yang ditayangkan di pintu masuk.

Humanity Talk
Bincang seputar dunia kerelawananan, lingkungan & siaga bencana. Humanity Talk terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama pukul 10.00-12.00 WIB dan sesi kedua pukul 1 WIB.

Panggung Acara
(sumber: dokumen pribadi)

Pada sesi pertama bertema "Youth For Earth". Beberapa narasumber yang hadir antara lain Dhiti Sofia (Manajer Indonesia Diet Kantong Plastik), Dhila Hadju (Founder Tumbuh Hijau Urban), Swietenia Puspa (Founder Divers Clean Action) dan Syamsul Ardiansyah (Manajer Lingkungan Dompet Dhuafa).
Ka-Ki: MC Dini Andromeda, Swietenia Puspa, Dhitu Sofia, Dhila Hadju, Syamsul Ardiansyah
(sumber: dokumen pribadi)

"Tiga hal yang bisa kita  lakukan sebagai upaya menjaga bumi dan laut kita," ungkap Dhila Hadju. "Meminimalisir, memilih/memilah dan mencari tahu."
Ketiga lembaga di atas bersama-sama punya misi menjaga lingkungan melalui pengurangan penggunaan plastik dan bijak dalam gaya hidup.

Sedangkan di sesi kedua  bertema "Bagi-Bagi Bahagia & Indonesia Siaga Bencana" menghadirkan Chiki Fawzi (Artist), Adhe Indra Saputra (Relawan Kemanusiaan Dompet Dhuafa) dan Pak Benny (Direktur Disaster Management Center Dompet Dhuafa) dan Perwakilan dari Tokopedia Salam.

"Keluarga saya semua relawan. Kenapa sih menerjunkan diri di dunia kerelawananan? Apa sih yang dicari? BerkahNya." ungkap Adhe Indra.

Wow, masya Allah ya? :')

Workshop Melukis Payung
Tak hanya talkshow, Jakhumfest juga menghadirkan workshop melukis payung bersama Chiki Fawzi. Kegiatan ini berlangsung pukul 16.00-18.00 dan berhasil menyita perhatian parse pengunjung yang hadir.

Bazaar Kemanusiaan
Bazaar ini diselenggarakan oleh Tokopedia Salam. Disini ada banyak berupa baju, sepatu, aksesoris dan lain-lain. Barang-barang ini merupakan preloved para selebgram yang seluruh hasil penjualannya didonasikan untuk kaum dhuafa melalui Tokopedia Salam.
Booth Bazaar Kemanusiaan
(sumber: dokumen pribadi)

Setelah memilih barang, pembeli cukup buka aplikasi Tokopedia, dishake, lalu isi OVO sesuai nominal total pembelian. Yeay, berbelanja sambil donasi!
Meja Produk Bazaar
(sumber: dokumen pribadi)
Deretan Baju di Bazaar Kemanusiaan
(sumber: dokumen pribadi)

Sound of Humanity
Konser kemanusiaan yang menampilkan Chiki Fawzi, Navicula Band dan V1MAST. For your information, seluruh hasil pualan tiket didonasikan untuk program-program kemanusiaan & lingkungan yang dikelola oleh Dompet Dhuafa.

JAKHUMFEST Untuk Millenial Peduli Lingkungan & Kerelawananan
Jakhumfest terselenggara berkat dukungan oleh Wardah Beauty, Tokopedia, Suqma ID dan M Bloc Space. Jakhumfest 2020 diselenggarakan untuk mengajak millenial lebih peduli pada permasalahan sosial kemanusiaan & lingkungan dengan ikut kegiatan kerelawananan, menjaga lingkungan dan saling berbagi kebahagiaan sebagaimana yang disampaikan Bapak Imam di awal kegiatan. Hal ini pun didukung dengan mayoritas pengunjung berasal dari usia millenial.

"Dompet Dhuafa diinisiasi oleh para millenials pada jaman itu. Kehadiran Jakhumfest ditujukan bagi para millenials agar lenih peduli terhadap isu lingkungan dan kerelawanan."
Indeed. Udah saatnya millenial menjadikan gerakan kerelawanan sebagai gaya hidup. Naik relawan lingkungan, pendidikan maupun bencana.

Yuk, ambil bagian dalam kerelawananan,  menjaga lingkungan dan saling berbagi bahagia!❤

Rebranding Cinemaxx Jadi Cin├Ępolis Hadirkan Pengalaman Nonton Sinema Mewah dan Terbaik



Nonton bioskop berdua bareng suami. Nontonnya film romantis, pula! Duuuh, siapa sih istri yang ngga pengen?

Aku pribadi tentu saja senang banget. Apalagi bisa lendot-lendotan. Ups. Ngga apa-apa ya? Udah halal ini. ­čśü

By the way biasanya sebulan berapa kali nonton? Satu kali, dua, tiga atau belasan? Eh, horang kayah itu mah atau petugas dalam bioskop. ­čśé

Aku dan suami dalam sebulan ngga mesti, tapi sekalinya nonton pengennya di tempat yang nyaman. Apalagi film kesukaanku genre romantis. Tentu harus didukung dengan suasana bioskopnya.


Rebranding Cinemaxx Jadi Cin├Ępolis
Bagi para cinema go-ers, tentu Cinemaxx tidak lagi asing di telinga. Operator bioskop yang sudah 48 tahun berdiri dan menjadi salah satu operator bioskop terbesar di dunia itu memang layak jadi pilihan. Suasana yang nyaman, juga fasilitas yang oke punya. Pertama kali ke Cinemaxx itu di Pejaten Village Mall. Sayangnya sejak beberapa bulan terakhir tutup. Sedih deh, rasanya...


Eh, tapi ternyata ngga tutup selamanya, melainkan under construction. Dan.. kabar baiknya sekarang Cinemaxx BERUBAH NAMA MENJADI Cin├Ępolis.
Cin├Ępolis Pejaten Village
(sumber: dokumen pribadi
)

Hari ini (4/12) resmi diluncurkan rebranding "Cin├Ępolis When Stories Come Alive" oleh jajaran Cin├Ępolis. Turut hadir Brian Riady (Direktur Eksekutif Cin├Ępolis Indonesia), Javier Sotomayor (Managing Director of Asia and East Middle Cin├Ępolis) dan Anthony Sondakh (Deputy CEO Cin├Ępolis Indonesia). Tentunya bukan hanya di Pejaten Village melainkan seluruh Cinemaxx seluruh Indonesia akan menjadi Cin├Ępolis. Namun peresmian dan secara perdana memang di Cin├Ępolis Pejaten Village, representatif Cin├Ępolis se-Indonesia yang mewujudkan identitas Cin├Ępolis.
Seremonial Gunting Pita
(sumber: dokumen pribadi)
"Rebranding ke Cin├Ępolis menjadi langkah besar dalam aspirasi kami untuk menjadi kekuatan yg dominan di industrial perfilman Indonesia." kata Bapak Brian Riady. "Cin├Ępolis adalah pelopor dalam inovasi sinema dan pemimpin global dengan kehadiran di 18 negara seluruh Indonesia." tambahnya.

For your information, secara keseluruhan, Cin├ępolis memiliki 58 jumlah bioskop yang tersebar di seluruh Indonesia.  Wow!
Berfoto Bersama Jajaran Cin├Ępolis
(sumber: dokumen pribadi)
"Waahh sama kerennya atau lebih keren?"

Yuk, scroll terus!

Fitur dan Fasilitas di Cin├Ępolis
Dengan perubahan nama dan konsep ini, Cin├ępolis juga menjadi bioskop pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi proyektor laser dengan color image realisme (resolusi warna yang cerah) di semua studionya. Dengan warna gamut yang lebih kaya intens dan dalam, tanpa penyaringan atau koreksi warna pula.

Lobby Cinepolis
(sumber: Cinepolis)

Terasa sekali saat kita diajak nonton trailer film-film di bulan Desember. Wah, pengalaman nonton bioskop dengan cerita jadi lebih hidup! Sejalan dengan tagline Cin├Ępolis: when stories come alive.

Format menonton di Cinemaxx seperti Cinemaxx Gold, Deluxe dan UltraXD juga akan diubah menjadi Cin├ępolis VIP, Luxe, dan MacroXE. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp 40.000 hingga Rp 75.000 saja.

"Dalam waktu dekat, Cin├Ępolis akan meluncurkan format layar besar, Macro XE, memperluas bioskop "Junior" Dane memperbanyak Layar "JOMO" utk para millenials."
Studio Cinepolis
(sumber: Cinepolis)

Selain itu, Cin├ępolis juga memperkenalkan konsep layanan digital secara menyeluruh dengan hadirnya mesin penjualan tiket otomatis sistem non-tunai yang tidak lagi melibatkan bantuan petugas tiket.

Waah jadi lebih praktis nih. Dan ga perlu antri karena banyak mesinnya. Tentu aja, sistem pembelian tiket telah diperbaharui dan semakin memudahkan penonton.
Mesin E-ticketing
(sumber: dokumen pribadi)
Bapak Antony Sondakh selaku Deputi CEO Cin├Ępolis Indonesia. Beliau menjelaskan fasilitas di Cin├Ępolis seperti lobby Cin├Ępolis, court F&B, ticketing & Cin├Ępolis VIP.
Counter Food and Beverage
(sumber: dokumen pribadi)

Kesimpulannya, Cin├Ępolis jauh lebih keren!

Nonton Mewah di Cin├Ępolis VIP
Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu pilihan atau format menonton adalah Cin├Ępolis VIP. Cin├ępolis VIP sebagai konsep sinema mewah yang menyediakan layanan in-studio self-ordering services dan in-studio dining. Konsep studio VIP ini juga menghadirkan pengalaman kemewahan terbaru yang dilengkapi dengan dengan kursi kulit mewah yang dapat diatur serta stop kontak untuk mengisi daya baterai. Bisa nonton sambil makan, atau bahkan tiduran.

Tampilan Depan Cin├Ępolis VIP
(sumber: dokumen pribadi
)

"Kami harap dapat memberikan kegembiraan dan antusiasme dengan para penonton Indonesia." ungkap Bapak Javier dalam media conference yang digelar.
Studio Cinepolis VIP(sumber: Cinepolis) 
Posisi Duduk VIP & Reguler
(sumber: Cinepolis)


When Stories Come Alive
Cin├ępolis hadir untuk memberikan  pengalaman menonton sinema terbaik bagi penikmat film di Indonesia, dimana cerita menjadi lebih hidup (where stories come alive).


Setelah sesi media conference, para hadirin diajak menikmati nonton bareng di studio 1. Film yang kami tonton adalah Jumanji The Next Level. Senangnya mendapatkan pengalaman menonton di Cin├Ępolis Pejaten Village. Rasanya film yang aku tonton benar-benar sedang aku alami. Tak sabar rasanya mencoba Cin├Ępolis di cabang-cabang lainnya seluruh Indonesia.

Yuk rasakan pengalaman menonton yang seru di Cin├ępolis Pejaten Village! No worries, pembelian tiket biza langsung di bioskop atau melalui aplikasi Cin├ępolis Indonesia di smartphone dan website www.cinepolis.co.id

Jangan lupa ikuti informasi terkini seputar film Indonesia dan Cin├Ępolis dengan follow Instagram @cinemaxxtheater! :)

Kampanye #LindungiKeluargaDariDiabetes Pencegahan dan Penanganan Diabetes Dimulai dari Keluarga



Bahagia.
Sumber kebahagiaan versiku adalah melihat keluarga dan orang2 terdekat hidup sehat, plus bahagia. Kalian kayak gitu juga ga?


Kayaknya mostly of us ya.

Umumnya yang mengganggu kebahagiaan seseorang adalah penyakit. Ngga usah jauh-jauh, lihat anak demam tiga hari aja, bahagiaku seakan lenyap ditelan bumi. :(
Tapi yang namanya penyakit ngga bisa dicegah, apalagi penyakit tidak menular (PTM). Banyak yang bilang PTM adalah silent killerSomehow pikiranku langsung melayang ke penyakit diabetes.

Ayahku sendiri menderita penyakit diabetes dan aku cukup tahu bagaimana perjuangan beliau untuk dapat sembuh, sampai detik ini. Apalagi ibu, selalu mendukung dan menyemangati beliau dinanapun dan kapanpun. Memang benar, disinilah pernah keluarga bermain.

Doaku, semoga beliau dikuatkan selalu dan lekas sehat. :')

Well, aku ngga bakal bermelankolis kali ini, karena aku mau menyampaikan informasi PENTING seputar DIABETES dan hubungannya dengan keluarga.

Liburan Bebas Flu Bikin Traveling Bahagia Selalu


Semasa single dulu, salah satu passionku adalah traveling, meski aku lebih suka menyebutnya backpacking. Bukan sekadar backpacking, tapi aku juga nyambi. Kadang nyambi ikut lomba karya tulis ilmiah atau pengabdian karena keduanya juga passion-ku. Jadi bisa dibilang itu juga liburan versiku setelah berkutat dengan tugas-tugas kuliah.

Tapi, sejak "menjabat" sebagai istri dan ibu, frekuensi backpacking mulai berkurang. Tapi tetap dong, setidaknya setiap empat bulan sekali aku dan suami agendakan liburan keluar kota. Rencananya akhir pekan ini kami bakal liburan ke Solo.

Sebelum berangkat liburan, biasanya apa sih yang jadi fokus kita?

Cerdas Finansial Lewat FUNancial Untuk Raih Impian



Katanya, bermimpi itu ngga bayar. Iya sih, benar. Tapi untuk mewujudkannya, perlu usaha. Dan ngga jarang harus mengeluarkan bukan hanya tenaga tapi juga materi.

Jelang 2020, kalian sudah punya mimpi yang akan direalisasikan? Sudah dicatat?
Aku? Sudah, hmm, meski sebenarnya meneruskan mimpi yang sekiranya belum bisa terealisasi di tahun 2019 ini.

Dan.. Semua mimpi punya satu persamaan lho!

STIFIn Bantu Individu Optimalkan Potensi Diri



"Jika bicara soal hidup, (maaf) kera pun hidup. Tapi kita bukanlah binatang yang asal hidup. Kita adalah Manusia yang dianugerahi-Nya potensi diri agar bisa disalurkan dengan optimal agar bermanfaat juga bagi orang lain."

Ah rasanya jleb banget ya? :')

Apalagi ditambah sebuah kisah tentang seorang (calon) pengusaha yang sudah beberapa kali gagal membangun bisnisnya. Uang ratusan juta melayang seolah dengan percuma. Jika ia tak bermental baja, mungkin ia akan kalah oleh nestapa, tak akan pernah bangkit.

Demikian kisah yang dituturkan oleh Dhey Siregar, seorang ahli tes STIFIn sekaligus pendiri salah satu cabang bisnis STIFIn, dalam acara blogger gathering yang diadakan di SMK 57 Jakarta pada Senin 18 November 2019 lalu.

Menggali Makna (Hidup) Lewat Film 99 Nama Cinta



Menikah di usia (cukup) muda. Memiliki anak sebelum lulus sarjana. Aku percaya, semua punya makna, meski butuh waktu untuk menemukannya.

Setiap langkah dari perjalanan hidup dihadirkanNya dengan makna mengikuti. Meski kadang butuh waktu untuk kita memahami.

Bagaimana menurut kalian?

Bincang Santai Khitan Perempuan Bersama Rumah Sunat dr. Mahdian



"Aku tuh galau deh, mau nyunatin anak perempuanku ngga jadi-jadi mulu. Awalnya sempat ngga mau. Eh, giliran udah yakin, malah ngga ada bidan ataupun dokter yang ngga mau ambil tindakan." cerita kakakku pada suatu hari.

Tapi ketika mendengar kisah salah seorang teman di atas, aku sedikit terkejut. Mengapa begitu?

Anakku sendiri adalah laki-laki. Bicara soal khitan, aku dan suami berencana melakukannya setelah anak kami agak besar. Kembali ke khitan perempuan.

Ternyata, setelah aku telaah dari beragam artikel, ditemukan beragam pro dan kontra khitan perempuan. Di Indonesiapun ternyata sudah tidak ada hukum yang menjaminnya. Sungguh, aku makin penasaran!

Kampanye Internet 1O1 Wujud Indosat Ooredoo dan Facebook Indonesia Peduli Literasi Digital.



Sejak kuliah aku memiliki passion pengabdian ke pelosok Indonesia. Kegiatan ini kulakukan dengan mengajak beberapa teman kampus di setiap libur semester.

"Wah, ngapain aja?"

Banyak, utamanya di bidang pendidikan seperti melakukan mini eksperimen sains, pendidikan cinta tanah air hingga melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan bersama warga sekitar.

Mulai dari Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Sulawesi hingga Rote NTT pernah kujamah. Semua memberikan pengalaman baru termasuk kenyataan baru bahwa internet masih belum terjamah mereka!