Pagi itu di hari Kamis 29 Januari 2026, sejak subuh hujan sudah turun di daerah rumahku. Syukurlah, menjelang pukul 10.30 WIB hujan berhenti meski mendung masih menggelayuti. Aku dan Azzura, anak bungsku yang berusia tiga tahun, memulai perjalanan kami dengan naik angkot menuju sebuah lokasi.
Eits, mau kemana kita?
![]() |
| Bunda & Azzura (sumber: dokumen pribadi) |
Sebagai bagian dari Blogger Dompet Dhuafa, aku diundang untuk hadir dalam silaturahmi Dompet Dhuafa untuk para komunitas influencer, dan blogger demi memulihkan senyum para penyintas bencana di Sumatra dan tentu menyambut momen Ramadan 1447 H. Bertajuk Harmoni di Ramadan: Merajut Cerita dari Sumatera, kegiatan ini diadakan di Winners Backyard, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
By the way, vibes kafenya nyaman banget dan luas. Apalagi desain interiornya juga terbilang estetik.
Begitu tiba disana sekitar pukul 11.45 WIB, ternyata hujan langsung turun deras. Sambil menunggu, Azzura sibuk menggambar. Alhamdulillah anteng, ya, Nak. 😆

Azzura menggambar ala ala
(sumber: dokumen pribadi)
Tak lama kemudian kegiatan diawali dengan lunch; nasi goreng, spgahetti, ayam bumbu, tumis daging, lumpia goreng hingga es cendol yang bisa direfill beberapa kali. Pelayanan Dompet Dhuafa lewat venue ini sungguh totalitas!
![]() |
| Makan prasmanan (sumber: dokumen pribadi) |
![]() |
| Es cendolnya manisnya pas & ngga bikin gatal (sumber: dokumen pribadi) |
Sekitar pukul 13.05 kegiatan dibuka oleh duo MC yang interaktif. Selain para blogger, aku juga melihat beberapa kreator konten yang aku kenal dan sempat aku sapa-sapa.

Etika Setiawanti, Direktur Resources Mobilization (REMO) Dompet Dhuafa, di sesi sambutan.
"Di Ramadan tahun ini Dompet Dhuafa mengusung misi khusus melalui tema program Ramadan Untuk Aceh. Saat ini kita sedang membangun 1.000 Rumtara (Rumah Sementara) sejak 31 Desember 2025 lalu. Per Januari ini, target 120 unit pertama selesai agar penyintas tidak lagi tinggal di tenda saat Ramadan nanti,” jelas Etika Setiawanti, Direktur Resources Mobilization (REMO) Dompet Dhuafa, di sesi sambutan.
For your info, Dompet Dhuafa berhasil menghimpun dana Ramadan sebesar Rp156 Miliar! Masya Allah. Dana inj akan difokuskan untuk memperluas intervensi di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemulihan ekonomi bagi mereka yang kehilangan pekerjaan.
Sesi kedua kegiatan ini adalah talkshow yang menghadirkan;
✅ Sulis Tiqomah selaku Ketua Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa yang membahas program-program Dompet Dhuafa selama Ramadan dan juga update bantuan Dompet Dhuafa untuk Sumatera
✅Eka Suwandi selaku perwakilan Disaster Management Center Dompet Dhuafa yang membahas kondisi di Aceh & Sumatera Utara
✅Chiki Fawzi, selaku Super Volunteer Dompet Dhuafa untuk Aceh & Sumatera yang berbagi pengalaman beliau selama volunteering disana.
Sesi Talkshow (sumber: Dompet Dhuafa)
“Aku hanya merasa bersalah jika diam saja. Kita tidak tahu kebaikan kecil mana yang memengaruhi dan membuat mereka atau orang lain bertahan,” ungkapnya mengenai alasan beliau ikut terjun ke Aceh.
Chiki juga menceritakan pengalamannya ikut tidur bersama para penyintas di tenda di Tamiang. Ia mengaku mendapat banyak moral support.
"Revitalisasi hunian bukan sekadar fisik, tapi memberikan harapan bagi keluarga yang sudah berbulan-bulan tinggal di tenda. Di dalam rumah, mereka bisa merencanakan dan menerapkan masa depan,” ungkap Eka Suwandi.
Kalian pasti relate, camping di tenda satu-dua hari itu menyenangkan. Tapi bagi mereka (penyintas), satu minggu, satu bulan, bersama keluarga, ada anak, lansia, dan lain hal, itu adalah perjuangan. Maka tempat tinggal menjadi prioritas utama.
Di Ramadan kali ini, Dompet Dhuafa mengusung tagline “Berzakat Itu Kalcer” dengan harapan menanamkan mindset bahwa zakat merupakan kewajiban yang harus menjadi kebiasaan dan budaya.
Sulis Istiqomah menyampaikan highlight program seperti BeROJOL (Bantu Usaha dan Rawat Kendaraan Ojek Online), Mudik Kalcer bagi 1.447 jiwa, hingga TZF (Tebar Zakat Fitrah) yang mendistribusikan 10 ton beras bagi penyintas banjir di Sumatra, dan banyak lainnya
Selesai talkshow, peserta diajak untuk workshop bareng melukis kotak pensil yang nantinya akan diberikan pada adik-adik korban bencana Sumatera. Bukan sekadar lukisan namun mengandung pesan dan kepedulian. Azzura juga ikutan ngelukis lho!
Dan.. Ini dia hasil lukisanku ala ala.
Sambil menunggu sesi kegiatan berikutnya, juga ada games yang seru dari duo MC, membuat suasana makin hangat.
Di kegiatan ini, Dompet Dhuafa juga membuka peluang kebaikan bagi siapapun tak terkecuali untuk menjadi perpanjangan tangan dari donatur ke Dompet Dhuafa dalampembangunan Hungara (hunian sementara) sebesar Rp21juta per rumah. Caranya sangat mudah!
Tim Dompet Dhuafa akan memberikan link khusus perorangan yang akan disebarkan untuk siapapun berdonasi.
Dan.. Lanjut ke sesi terakhir yaitu tausyiah dari Ustadz Maulana, seorang ustadz yang khas dengan gaya eksentrik namun tetap memberikan inspirasi dan pengingat.
Beliau menyampaikan hal-hal yang harus dilakukan untuk persiapan Ramadan dan pentingnya memperbanyak amal saleh menuju bulan suci. Beliau juga mengajak seluruh yang hadir untuk terus membuka mata dan hati terhadap kondisi sesama.
“Kepedulian kita adalah cerminan iman. Jadikan Ramadan ini sebagai jembatan kebaikan yang menguatkan saudara-saudara kita di Sumatra. Di bulan Ramadan pula, momentum kebaikan kita berlipat ganda,” tutup beliau.
Melalui kolaborasi yang disampaikan melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa berharap harmoni kebaikan dapat membangun kembali kehidupan para penyintas, secara moral maupun materiil.
Sstt, kamu juga dapat mengambil peran dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi para penyintas banjir bandang di Sumatra melalui PRAY FOR SUMATERA lho! Donasi ni akan membantu menyediakan berbagai kebutuhan hingga pemulihan jangka panjang.
Referensi: https://www.dompetdhuafa.org/












0 komentar: