Tampilkan postingan dengan label Woman Talk. Tampilkan semua postingan

Meraup Ilmu Seputar Kesehatan Kulit Luar Dalam Lewat Konferensi Kesehatan Digital We The Health

We The Health


Bicara tentang klinik kecantikan, perawatan kulit dan sejenisnya adalah sebuah hal yang asing bagiku, setidaknya beberapa bulan silam. Tidak asa jerawat, tidak merasakan masalah kulit di area kulit terbuka khususnya membuatku sungguh percaya diri bahwa kulitku "baik-baik saja". Misalnya di saat sebagian besar teman saat remaja mulai dihinggapi jerawat, syukur-syukur wajahku aman. Memakai produk perawatan apalagi datang ke klinik kecantikan ngga pernah masuk list to-do-ku. Please, jangan ditiru "kesombongan"ku ini ya.

Semua berubah ketika aku datang ke dokter kecantikan akhir tahun 2019 lalu. Sebelum memulai sesi konsultasi, aku melakukan skin check. Ini pertama kali bagiku. Aku sudah cukup percaya diri, kulitku baik-baik saja hanya karena aku ngga pernah berjerawat.

Tapi apa yang terjadi? 

Tujuh Tips Pewangi Terserap Maksimal pada Pakaian



Jika dulu semasa kuliah, IPK cum laude adalah salah satu indikator karya & prestasi seorang mahasiswi, berbeda halnya ketika ia sudah menikah dan menjadi ibu. Pakaian bersih dan wangi adalah karyanya seorang ibu rumah tangga.
Sempat terpikirikan merendam pakaian dalam seember pewangi. Tapi kok rasanya agak sayang ya? Apalagi kalo harganya puluhan ribu.

Serba-serbi Menstrual Pad: Alasan Memakai, Tips Hingga Ulasan



Perempuan baligh identik dengan siklus bulanan. Kecuali ibu hamil, sebagian ibu menyusui atau perempuan-perempuan dengan kondisi tertentu. Selama ini pembalut sekali pakai atau disposable pads sudah lumrah menjadi "teman bulanan" para perempuan, termasuk aku. Tapi belakangan aku berhasil melepaskan diri dari disposable pads, beralih ke menspad. 

Sebenarnya aku pribadi mendengar kata menstrual pad (menspad) sudah sejak lama. Mendengar lho ya, belum sampai cari tahu apalagi mencoba. Alasannya simple, ngga mau ribet. Iya, se-negative thinking itu aku sama menspad. Selain karena posisiku sebagai ibu baru yang mau serba praktis. Hehe.

Sampai akhirnya anakku menjalani toilet training. Dan singkat cerita, yippie, we live with no diapers at all. No worst again. Eits, tapi kok bundanya masih "nyampah" pembalut sekali pakai?

Oke mulai dari situ aku mulai tersadarkan. Aku juga harus live with no disposable pads nih! Terlebih aku baru saja meluncurkan buku tentang zero waste bersama teman-teman komunitas menulis, masa  ngga diaplikasikan sih. Maka, bismillahirrahmanirrahim, aku memulainya.

Menspad adalah jenis cloth pad berupa pembalut cuci ulang yang bisa digunakan hingga sekitar dua tahun. Cloth pad terdiri dari menstrual pad dan cloth diaper atau biasa dikenal clodi untuk balita.


Sebelum membeli, kucoba browsing menspad. Harganya beragam. Ada yang satuan, ada pula yang paketan 6 pieces. Aku memutuskan membeli paketan dengan harga Rp 33.000. Iya aku kira awalnya paketan, ternyata satuan. Iya, satuannya Rp 33 ribu. Tapi menurutku worthed. Kenapa?

Yuk baca ulasanku!

Menyusui Jadi Lebih Nyaman dengan Perawatan Aman Bersama Mama's Choice Intensive Nipple Cream



"Menyusui itu memang ada kalanya lelah. Tak jarang ada luka memerah. Namun jika dilakukan Lillah. Niscaya menjadi berkah. "

Perjalanan menyusuiku dimulai sejak ia terlahir di dunia. Bahagia rasanya saat si bayi berhasil menyusu. Artinya Inisiasi Menyusu Dini-ku berhasil. Ya meskipun itu hanya berlangsung beberapa menit.

Setelah aku bebersih diri, barulah tiba saatnya aku menyusui bayiku. Tapi tak keluar. Ternyata memang butuh waktu. Barulah keesokan harinya ASI mengalir lancar.

Drama menyusui tak berhenti sampai disitu. Aku pernah mengalami puting perih & lecet. Sebagai ibu baru, juga ibu muda aku pikir itu biasa. Akhirnya demi ASI untuk bayiku aku menahannya hingga sepekan lamanya.

Memaknai Penciptaan Diri, Waktu dan Kebahagiaan Lewat Buku "Hanya CintaNya"


Rasanya udah lama ngga menikmati buku-buku self-religi. Biasanya yang dibaca buku parenting. 
Sampai akhirnya aku menemukan sebuah buku berjudul Hanya CintaNya, Tujuan Jiwa Terlahir.

#AksiHidupBaik ala Ibu Ellysa: Mengambil Banyak Peran, Pendidikan Hingga Kemasyarakatan



Setidaknya 18 tahun sudah aku tinggal bersama orangtuaku di sebuah perumahan penduduk di daerah Kebayoran Baru, Jakarta. Saat balita aku tinggal di Jakarta, lalu usia lima tahun pindah ke Depok. Ternyata nenekku meminta orangtuaku tinggal dekat mereka, alhasil kami kembali pindah ke Jakarta.

Ingat banget, pertama kali kembali ke Jakarta saat duduk di kelas 3 SD. Setiap tanggal 17 Agustus selalu ada lomba-lomba digelar memperingati Dirgahayu RI. Bisa dibilang cukup aktif Karang Taruna RW disini.

Tapi tahun beranjak tahun, kira-kira aku beranjak ke bangku SMA, sudah tak lagi terdengar gaung Karang Taruna. Sudah bertahun-tahun 17-an tak seramai dulu. Tak ada lomba-lomba apapun, bahkan RW kami tak mengirim pasukan untuk festival RW seperti tahun-tahun sebelumnya.

Masak Berhadiah Jalan Jalan ke Luar Negeri Bersama Neoflam Alfamart






Ada beberapa kegiatan yang tidak bisa aku "lepaskan" begitu menjadi seorang ibu rumah tangga. Kegiatan-kegiatan tersebut memang identik dengan titel ibu rumah tangga. Salah satunya adalah memasak. Meskipun kegiatan ini bukanlah kewajiban seorang istri secara langsung, tapi merupakan salah satu cara membuat suami nyaman di rumah. Betul?

Rasanya hampir tidak ada perempuan yang tidak bisa memasak. Tidak harus jago masak seperti chef-chef handal di layar kaca, setidaknya memasak lauk pauk sehari-hari.

Jadikan Rumah Minimalis Tampak Eksotis dan Manis



Saking sukanya dengan warna biru, aku mendekor kamarku semua berwarna biru, sedemikian rupa.

Kemudian ketika menikah, hal yang Sama Aku lakukan pada rumahku. Tak pedili biru tua, biru muda atau biru elektrik.

Pokoknya yang PENTING biru!

Yuk Kenali dan Manfaatkan Media Sosial Untuk Usaha Anda dengan Tips Ini




"Halo, saya X. Pekerjaan ibu rumah tangga dan jualan online."
"Saya mama Y,  sehari-hari di rumah mengurus anak dan suami,  sambil buka bisnis online."
"Salam kenal,  saya Z, manajer keluarga dan owner online shop A."


Percakapan itu terjadi di sebuah WAG para ibu yang saya ikuti sekitar setahun silam,  saat baru baru menjadi ibu. Setidaknya ada dua hal yang sama dari tiga orang di atas: perempuan dan pebisnis (online).

Skincare Harian ala Bunda Visya



Disclaimer:
Postingan ini bertujuan untuk mendapatkan saran dari pembaca,  bukan media promosi.


Masih teringat jelas di benakku saat wedding day di tahun 2016, suami ngasih beberapa mahar.  Salah satunya skincare. Ada milk cleanser, wajar cleanser, mosturizer sampai day and night cream.

Tapi emang dasar belum dapat hidayah,  cuma aku biarkan teronggok gitu aja di dalam lemari. Terus terlupakan gitu aja.

Di jelang dua tahun pernikahan  barulah aku teringat.  Mulai menyentuhnya tepatnya milk and water cleanser dan night and day cream. Eh tapi entah kenapa ngerasa panas di wajah. Kepikiran,  ga cocok kali ya?

Besoknya saat kulihat. Jengjeng.. Ternyata....

Rayakan Lebaran dengan Sophie Paris 'Joy of Hari Raya'




Siapa sih yg ngga tahu brand produk wanita nan legendaris,  Sophie Paris? Kalo kamu millenials,  pasti tahu! 😁 Tapi generasi 70-an seusia ibuku juga (masih) tau sih 😁


Sabtu 27 April 2019, bertempat di Plaza Atrium Senen, Sophie Paris meluncurkan katalog bulan Mei 2019. Katalog lali i mengambil tema 'The Joy of HARI RAYA' . Duh pas banget nih, buat persiapan hari raya supaya tampil kece. 
Ada tas, sepatu sampai skincare dan lipstik yg cetar.  Pokoknya kebutuhan buibu yg pengen tampil cantik ada di Sophie Paris. 

Sst,  ngga hanya produk wanita, ada juga produk pria; sepatu dan tas yang ngga kalah kece.

Mau hemat? No worries, ada bundling yg siap kamu purchase dengan harga jauh lebih terjangkau. 

Jadikan Kelebihanmu Pancarkan Kecantikanmu dengan Tiga Tips Ini



"Kamu cantik,  cantik,  cantik.. Dari hatimu."

Ladies, ada yang ingat lirik lagu itu? Yes, kutipan lagu dari sebuah girlband Indonesia,  berusaha menguatkan para wanita Indonesia untuk tampil PE-DE.  Tapi nyatanya,  masih banyak di antara mereka yang ngga pede sama penampilan sendiri.  Salah satunya.. Aku (YANG DULU).


Semasa SMP aku mulai awal dengan penampilan fisik. Lemak di lengan, perut dan paha sungguh menjadi beban bagiku. Aku selalu iri sama mereka yang punya wajah cantik,  badan langsing.  Apalah aku~

But life moves. Beranjak ke masa SMA lalu dunia kampus,  aku udah ngga lagi peduli soal penampilan fisik karena merasa semua sudah dilindungi hijab.  Tapi rupanya itu semua justru bikin aku makin ngga menjaga diri. Ngga tahu perawatan tubuh.  Duh!