Ads 468x60px

Jumat, 13 September 2019

Tiga Misi Menyapih dengan Cinta Ala Ayah Andi & Bunda Visya



Sejak baru lahir Abrisham (Icham) termasuk bayi dengan frekuensi menyusu sangat sering. Katanya sih memang begitu bayi pada umumnya apalagi di bawah enam bulan, belum makan apapun selain ASI.

Mulai usianya 6 bulan ia sering kutinggal untuk mengurus skripsi di kampus. Dot dan ASIP jadi andalanku. Dalam waktu 6 jam tiga botol ASIP berukuran 120ml setidaknya habis diminum. Itulah juga caranya tidur ketika aku tak ada. Ya, lagi-lagi menyusu.

Tapi ajaib, begitu aku selesai skripsi-an, tepatnya sebulan sebelum  wisuda, ia menolak dot sama sekali sehingga kalau aku tinggal, dia tidak minum susu sedikitpun. Ya sih, aku sudah sidang, tapi masih harus urus pemberkasan ini itu. Jadilah setiap hari harus berkejaran dengan waktu. :')


Waktu Berjalan, Dua Tahun Semakin Dekat
Ketika diasuh ibu, Icham bisa tidur dengan cara dielus punggungnya. Aku sungguh takjub. Karena aku pernah mencobanya sekali dua kali, dan.. gagal! Ujung-ujungnya nyusu.


Pun ketika di perjalanan naik kendaraan, dia langsung menunjuk ke dadaku. Ya, nyusu berujung lelap. Aku tahu, itu caranya mencari ketenangan, tapi....

Beribu tanya berputar di kepalaku,
"Bisakah kelak ia tidur siang dan malam tanpa harus menyusu?"
"Bisakah ia berperjalanan (motor/mobil) tanpa menyusu?"
"Bisakah ia berhenti menangis ketika rewel atau terjatuh tanpa harus menyusu?"

Karena aku rasa susu (bunda) adalah 'candu' baginya. Sementara waktu terus bergulir. Di tahun 2019 ini Icham akan menggenapi usia dua tahun, usia penyapihan.

Misi 1: 'Tidur Malam Tanpa Menyusui' Selesai
Beberapa bulan sebelum bulan Juli, tepatnya di awal tahun 2019, aku dan suami bersepakat untuk menyapih Icham di usia 2 tahun. Baca artikel ini itu, melahap beragam kelas online seputar penyapihan, sudah kami lakukan. Bekal ilmu sudah dipersiapkan, tinggal aksinya saja. Kami juga sudah mulai sounding ke Icham.

"Icham, bulan Juli sudah dua tahun. Sudah tidak minum susu Bunda lagi ya."


Mendekati bulan Juli, tepatnya sejak bulan Mei, mulai lebih sering soundingnya. Alhamdulillah sudah jauh berkurang frekuensi menyusu Abrisham. Ia pun sudah bisa tidur malam sendiri atau dielus-elus, setidaknya tanpa menyusu.

Suatu kali bunda ajak Icham main ke kantor Ayah. Disana ia asyik bermain, lari kesana kemari, mondar-mandir seperti gasing.

Malam harinya ternyata ia bisa tidur sendiri! Keesokan harinya ia pun lebih sering bermain di luar, malamnya ia kembali bisa tidur sendiri. Fixed, akhirnya dapat juga kuncinya; perbanyak aktivitas supaya lupa dengan nyusu dan lelah sendiri, bisa tidur sendiri. Meskipun di luar itu semua ada bunda yang lelah mengekori kesana kemari :')

Icham Bisa, Ketika Ayah Bunda Yakin
Bulan Juli terlewati, ternyata target dua tahun tepat menyapih secara sempurna tidak terlaksana. 

"Kasih dot saja."
"Kasih pahit-pahit atau pedas-pedas nen nya."

Begitulah kira-kira saran dari sana sini. Tapi kami sepakat, tidak memberinya "pengalaman buruk". Kami telah memilih untuk menyapih dengan cinta, versi kami.


No worries, kami tetap berusaha.

Icham sudah bisa tidur malam sendiri, misi selanjutnya adalah menghilangkan kebiasaan menyusu saat mau tidur siang dan saat terbangun tengah malam. Ya, walau sudah bisa tidur malam sendiri, tapi tetap, Icham masih sering terbangun tengah malam. Ia hanya bisa tidur kembali ketika menyusu. Pun ketika tidur siang masih belum bisa sendiri. Mungkin karena siang cenderung terang (?)

Sungguh bagiku banyak godaan untuk misi yang satu ini.

Misalnya, saat jam tidur siang, sudah niat ngga akan menyusui, ternyata aku ngantuk berat, akhirnya kususu demi dia bisa bobo dan aku juga, haha.

Ketika terbangun di tengah tidur malam, kami coba gendong aja tapi useless. Ia tetap menangis. Karena ngga enak sama tetangga, akhirnya disusui deh. Begitu seterusnya sepanjang bulan Juli hingga awal pekan kedua Agustus.

Menaklukan Misi Kedua: Tidur Malam Tanpa Terbangun
Pekan kedua Agustus. Disinilah pertarungan dimulai!

Di bulan Agustus ini Ayah  padat jadwal  dinas keluar kota, Icham ngungsi di rumah mbah buyut. Biasanya kalau sudah ngungsi, tidur malam pun mesti nyusu karena ya ga mempan dielus bundanya, ga ada bala bantuan juga kalo malam.

Tapi sudah beberapa hari ini dia bisa tidur malam sendiri. Bangun tengah malam totally dari  beberapa hari cuma dua kali. Itupun nangis bentar, lanjut tidur sendiri. Fixed, pola ini sengaja aku lanjutkan. Mana tau dia berhasil tidur siang sendiri juga.
 
Tapi tak semudah itu, Feguso. Zonk!

Sepanjang hari setiap kali nunjukin gelagat minta nyusu, langsung aku alihkan dengan ajak main keluar. Capek? Ngga usah ditanya~

Beruntung aku ada liputan di luar dua hari berturut-turut jadi dia bisa tidur siang karena dielus mbahnya.

Kembali Ke Rumah Untuk Misi Ketiga: Tidur Siang Sendiri
Alhamdulillah selama di Jakarta Icham tidur malam sendiri dan tanpa kebangun. Happy? Banget lah.


Jengjeng, saatnya kembali ke Bogor. How it will be? Sehari dua Hari tidur malam Masih dielus ayah. Besoknya bunda coba, yippie, berhasil tidur malam dielus bunda!

Alhamdulillah kebiasaan tidur malam sendiri tanpa terbangun masih berlanjut.
Tidur siang gimana? Ternyata DIA BISA TIDUR SIANG SENDIRI. Alhamdulillah lagi, 1,5-3 jam. Tapi untuk tidur siang, lebih mudah terbangun (ya iyalah). Kalo udah ngelilir sendiri, udah aja bangun, ngga bisa diapa-apain.

Ada aja caranya sendiri untuk tidur siang. Mulai dari ngoceh sendiri berujung tidur sampai yang kocak; lagi makan siang sama ayah, mata kriyep-kriyep, eh bobo deh.

Jadi, kalo disimpulkan ada 3 mission impossible ala Ayah Andi & Bunda Visya:
  1. Tidur Malam sendiri
  2. Tidur malam tanpa terbangun di tengah -tengah
  3. Tidur siang sendiri

Kenapa aku sebut ala Ayah Andi & Bunda Visya? Karena untuk proses menyapih butuh kerjasama orangtua. Ngga bisa ibunya doang atau ayahnya doang.

Hufff.. Tiba-tiba ngerasa tertampar sendiri...

Aku yg dulu sempat meragukan anakku, ternyata dia bisa..
Aku yg dulu sempat ragu dia bakal sudah tidur tanpa nyusu, ternyata dia bisa..


Kuncinya? Tanamkan keyakinan, sebelum masa sapih kami coba meyakinkan diri dia bisa, bisa, bisa. Meski godaan keraguan sempat menerjang.

Hikmahnya? Anak akan bisa ketika orangtua juga yakin dan tentunya juga berikhtiar.

Hingga hari ini Icham sudah terbiasa tidur siang sendiri dan tidur malam sendiri tanpa bangun tengah malam.


Hingga detik ini  resmi sudah 32 hari Icham ngga nyusu sama sekali. Ahh sebuah kebanggaan bagiku karena memang ga mudah. Ada sebuah perjuangan di baliknya :')

Bonding kami pun aku rasa masih sedekat dulu dan harus tetap sedekat dulu karena berhenti mengASI bukan berarti berhenti mengasihi...

Masih ada Misi Ke-4: Sama sekali tidak ingat menyusu ketika naik kendaraan pribadi/umum

Juga Misi ke -5: Memastikan Icham Benar-benar Lulus Penyapihan.

Sebenarnya masih bertanya-tanya juga sampai kapan anak dinyatakan lulus lepas ASI? Satu bulan, dua bulan.. atau? Pengalaman Moms gimana?

3 comments:

  1. Menyapih penuh cinta tuh memang harus membutuhkan kerelaan ibu dan anak :D Dan menurutku kita harus memberikan ASI kepada anak hingga dua tahun :)

    BalasHapus
  2. Btw, aku salfok nama anak kita sama haha. Waktu baru lahir, kita sepakat manggilnya Abi. Lalu pas dia uda bisa ngomong, dia mutusin sendiri mau d panggil Esam. Wkwk. Dulu Esam juga nyapih sendiri, tetiba aja gitu. Malamnya kita blg, ga nyusu lagi ya. Yo wes.. Ga nyusu sampe skrg. Ga crancky juga.

    BalasHapus
  3. Ternyata menyapih anak itu butuh waktu ya?? Aku tidak merasakan menyapih karena Anak2ku gagal asi eksklusif jadi gunain sufor deh.

    BalasHapus

 

Mathematics is...

"Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan dan teori bilangan adalah ratunya Matematika."
-Gauss, a mathematician-

I Have A Dream...

Jika kamu memiliki mimpi, maka tuliskanlah, tempelkanlah di tempat strategis dan berikhtiarlah! Man Jadda Wa Jadaa! Mestakung!