Ads 468x60px

Rabu, 11 September 2019

Perjalanan Pribadi & Bisnis Harus Sendiri-sendiri, Grab For Bussiness Jadi Solusi


"Duh kok uangku cepat habis?"
"Mau belanja barang, kok modalnya segini? Harusnya lebih nih."

Belakangan kalimat-kalimat di atas sering kuucapkan. Penyebabnya? Apalagi kalo bukan uang yang kayaknya selalu kurang terus.

Ya, sudah dua tahun belakangan aku menjalani bisnis jual beli  buku  dan setahun belakangan menekuni blogger sebagai profesi. Sebagai blogger dan entrepreneur aku punya tiga pos keuangan: pribadi, modal jualan, fee dan keuntungan.

Kasus di atas kerap aku hadapi. Misal, harusnya modal ada Rp 500.000 tapi setelah saya rekap, ternyata Rp 480.000.

Cuma 20ribu? Iya tapi berarti!


Tips Mengatur Keuangan Bagi Pebisnis

Betewe ternyata dari hasil mini survey yang kulakukan, 100% merasa masih sulit membedakan keuangan pribadi dan bisnis.

Menurutku pada dasarnya 'hanya' ada tiga jurus jitu dalam mengatur keuangan bagi para pebisnis. Yuk cek!

  1. Memisahkan rekening pribadi & bisnis
  2. Membuat catatan pengeluaran
  3. Be consistent


Ongkos Kirim & Perjalanan, Remeh Tapi Berarti
Ngomongin soal catatan pengeluaran, sebagai seorang pebisnis, transportasi menjadi sumber pengeluaran yang cukup besar. Urusan antar jemput barang, berperjalanan untuk survei ini itu, belanja barang atau meeting dengan pihak lain. Di era digital kini transportasi atau ojeg online (ojol) berperan banget. Menggunakan transportasi berarti ada ongkos kirim atau ongkos perjalanan yang harus dikeluarkan.

Disadari atau ngga, kita terlalu menganggap remeh soal ongkos, baik ongkos perjalanan maupun ongkos kirim. Apalagi bagiku yang masih berbisnis kecil-kecilan. Contohnya saja, top up saldo di aplikasi ojol pakai uang pribadi, eh dipakai buat pergi belanja barang. Atau sebaliknya, top up pakai uang modal, dipakai untuk jalan ke rumah teman. Ngga hanya sekali dua kali. Berkali-kali, duh!

Ngacung, siapa yang kayak gini juga?

"Ah, cuma segini."
"Nanti direkap juga bisa."

Alhasil pas rekap data, uangnya kurang. Mau lihat riwayat ojol, kok bingung sendiri, mana urusan pribadi, mana urusan bisnis?

Ngga cuma aku kok, sebagian besar netizen budiman juga sepakat.

Kalau sudah begini, perlu ada solusi nih! Jika tidak, keuangan pribadi terancam menipis. Bisnis pun bisa 'habis'. Amit-amit!

Tenang, Ada Grab For Bussiness
Hatiku senang kala dirinya datang...


Bukan, bukan si doi! Hatiku senang ketika Grab secara resmi meluncurkan fitur baru: Grab For Bussiness (GfB).

"Apa sih Grab For Bussiness?"

Grab For Bussiness atau GfB adalah produk Grab berupa profile bussiness yang memungkinkan kita mengatur setiap jenis perjalanan yang kita lakukan: pribadi atau bisnis.

Penasaran? Lanjut, scroll down!

Jadi setiap kali bepergian dengan grabcar atau grabbike, kita bisa mengatur jenis perjalanan (pribadi/bisnis). Eits ga cuma grab Car atau Grab Bike, melainkan juga Grab Express. Begitu kira-kira penjelasan dari  Olivia Yoviani, Partnership Grab For Business, di acara Ngobrol Seru Bareng Grab pada 17 September 2019.
Para Pembicara, ka-ki: Shanti Iriani (Corporate Culture Partner Grab Indonesia), Olivia Yoviani (Partnership Grab For Business) & MC.

Acara yang digelar di GIOI, Jakarta, ini menghadirkan para blogger yang pastinya butuh banget Grab For Bussiness ini.

Tak janya soal Grab For Bussiness. Ada juga materi seputar start up dan kriteria yang sebaiknya dimiliki setiap start up buasines. Ini disangka oleh Santi Iriani (Corporate Culture Partner Grab Indonesia). Berikut kriteria start up buasines (leader):

V (Visionary leader)
Menjalankan sebuah bisnis bukan sekadar berpikir tentang hari ini melainkan masa depan. Berpikir bagaimana bisnis ini bisa menjadi semakin baik ke depan, mengikuti perkembangan zaman dan bermanfat bagi banyak pihak.

U (Unleash The Hidden Potential)
Setiap orang tentu memiliki potensi, karenanya penting untuk menemukan potensi tersembunyi, memaksimalkan ya untuk mengahasilkan sesuatu.

C (Change Agent)
Dalam berbisnis bukan sekadar mencari profit melainkan juga menjadi Agen perubahan. Jadilah pemimpin yang memotivasi tim dan sekitar.

A (Agility Builder)
Seorang pebisnis adakah seorang pembelajar. Perlu terus mengupgrade ilmu. Belajar bisa melalui forum ataupun membaca buku, bahkan kehidupan. Dengan begitu, pebisnis mampu menganalisa tren masa kini.


Ke-empat hal di atas adalah formula yang dijalankan oleh Grab Indonesia sehingga kini mampu menjadi Decacorn dan sesukses kini. Bukan tidak mungkin Kita pun berkesempatan, bukan?

How To Use Grab for Bussiness?

Pertama-tama kita harus mengubah akun Grab Kita menjadi bussiness profile dengan cara sebagai berikut:
🔹Masuk ke aplikasi Grab, klik profile lalu edit profile
🔹Masukkan emailmu
🔹Masukkan verification code yang dikirim lewat email
🔹Akun Grabmu sudah menjadi Bussiness profile dan siap melakukan perjalanan.
Tampilan Bussiness Profile Grab

Kamu bisa mengatur frekuensi pengiriman Trip Statement (laporan perjalanan) ke emailmu: weekly atau monthly. Caranya, buka prpfile-mu, klik tanda panah di samping tulisan bussiness, pilih deh frekuensimu.


Ketika melakukan pemesanan transportasi maupun kurir, jangan lupa memilih jenis perjalananmu ya.

Klik bagian yang dilingkari. Akan ada pilihan bussiness atau personal. Jika memilih bussiness, akan muncul seperti berikut.
Kolom lingkar hijau (trip code) bisa diisi jika tempatmu bekerja sudah partnership dengan Grab. Sedangkan lingkar biru (trip description) bisa kamu isi dengan catatan. Misal, perjalanan ngeblog, perjalanan meeting klien dan lain sebagainya.

Tak hanya secara personal, bagi kalian pemilik perusahaan (besar) juga dapat mendaftarkan perusahaanmu menjadi partner Grab For Bussiness sehingga semua akun pegawaimu akan terintegrasi. Pun laporan perjalanan dinas pegawai akan langsung masuk ke email perusahaan.


Bagaimana klaim Trip Statement?
🔹Buka email dari Grab dengan subjek Trip Statement, klik login di bagian bawah
🔹Masukkan email dan password, klik login
🔹Secara otomatis, trip statement-mu akan terunduh
Tampilan Ketika Sudah Login
(sumber: dokumen pribadi)

Contoh Trip Statement
(sumber: dokumen pribadi)

Mini Experience Grab For Bussiness
Sejak hari itu aku berusaha selalu memisahkan perjalanan bisnis dan pribadi menggunakan Grab For Bussiness. Jika itu adalah perjalanan pribadi maka Aku pilih jenis personal, pun ketika perjalanan bisnis, aku pilih bussiness.
Grab For Bussiness Mengubah Hidupku!
(sumber: dokumen pribadi)

Hasilnya? Keuanganku jadi lebih baik. Kenapa? Karena aku bisa tracking pengeluaranku untuk perjalanan, satu hal yang awalnya aku anggap remeh.

Kenapa Harus Grab For Bussiness?
Masih ragu mencoba Grab For Bussiness yang super simple to use? Coba caritau keuntungan pakai Grab For Bussiness yuk!

💙Bisa Mengatur Perjalanan
Seperti yang sudah aku share di atas, tak hanya secara personal, bagi kalian pemilik perusahaan (besar) juga dapat mendaftarkan perusahaanmu menjadi partner Grab For Bussiness sehingga semua akun pegawai Anda akan terintegrasi. Pun laporan perjalanan dinas pegawai akan langsung masuk me email.


💙Mengurangi Printout Reciept
Di era digital kini, segala sesuatunya  dilakukan lewat gadget. Pun gadget sudah menjadi pegangan setiap orang sehari-hari, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur. Grab akan mengirim laporan perjalananmu via email sehingga mengurangi print out receipt. Ini juga bentuk cinta lingkungan lho karena sampah kertas akan banyak terkurangi.


💙Lebih Mudah Membuat Laporan Perjalanan
Nah bagi yang sudah  bisnis profile di aplikasi grab,  saat akan berperjalanan atau memesan Grab Express, ada pilihan jenis report (weekly atau monthly). Jika memilih weekly, laporan perjalanan akan dikirim per-minggu, pun dengan monthlya akan dikirim setiap bulan. Hal ini tentu membuat kita lebih mudah membuat laporan perjalanan.


💙Banyak Promo
Grab mengapresiasi setiap penggunanya yang sudah memakai bussiness profile dengan memberikan beragam promo atau potongan dengan kode voucher tertentu.

For your information, aku melakukan mini survey terhadap para pengguna Grab For Bussiness.

"Apakah Grab For Bussiness bermanfaat bagiku?"


Jawabannya?

Fitur ini benar-benar jadi solusi banget untuk aku dan kalian yang banyak melakukan perjalanan bisnis (entrepreneur, profesional, dan lain-lain) tapi tidak ingin tercampur. Kan kalau sudah tercampur, pusing lah awak!

So, perjalanan pribadi dan bisnis harus sendiri-sendiri, Grab For Bussiness jadi solusi!

Anyway, kalian sudah coba Grab For Bussiness?

#Kompas
#gfbxkompas
#Grabforbusiness
#KemanapunKamuPergi


31 comments:

  1. Pas baca ini langsung ikutin langkahnya juga, yeaay sekarang sudah ada Grab for Bussiness juga. Nggak sabar untuk coba fiturnya, thanks infonya mbak

    BalasHapus
  2. Setuju mba harus dipisahin emang rekening itu kalau yang berbisnis dan iya yah ga kerasa biaya anter sana sini untung yang ada solusinya bisa ikutan grab business utamanya itu banyak promo ya kalau ubah profilnya duh jadi langsung cek akun grab punyaku nih mau diubah juga ah

    BalasHapus
  3. Ohhh aku baru tau nih ada Grab Bisnis. Jadi bisa pisahin ya dengan perjalanan dan pengiriman bisnis. Jadi lebih detail pengeluarannya :)

    BalasHapus
  4. Memisahkan rekening pribadi dan bisnis belum daku lakukan.emang lebih baik sih biar uangnya gak tercampur ya, cuma suka lupa mau memisahkan

    BalasHapus
  5. Wah, asyik juga ya pakai Grab For Business. Kayaknya fitur ini wajib dimiliki deh, biar nggak bingung bedain pos keuangan sendiri sama bisnis.

    BalasHapus
  6. MasyaAllah makin keren ya aplikasi Grab, info penting nih buat yang sering perjalanan bisnis��

    BalasHapus
  7. aku baru tahu ada grab for business kayak ini. sekarang rekap perjalanan bisnis jadi lebih mudah.

    BalasHapus
  8. Yap aku pengen coba, dari kemarin penasaran banget soalnya sama layanan Grab For Business ini

    BalasHapus
  9. Saya juga termasuk mba yang suka susah memisahkan uang pribadi dan bisnis, tapi sekarang mulai tertib :D saya belum ini mengganti profil ke grab bisnis

    BalasHapus
  10. Waaah aku baru tau tentang Grab for Business ini, aku coba ulik2 deh thanks infonya mbak

    BalasHapus
  11. kantor ku juga pakai ini. selain mudah, ngga perlu repot cegat taksi di jalan, tidak perlu bayar maintenance mobil dan tarifnya lebih murah dibandingkan taksi konven.
    perorang kelihatan pula tracknya perbulan menghabiskan berapa.

    BalasHapus
  12. ini inovasi yang lebih bagus dari kompetitornya

    BalasHapus
  13. Wah ada fitur baru lagi di grab ya? Belum tau aku tp boleh nih kudu dicoba ya.

    BalasHapus
  14. Baru tau nih ada fitur baru di grab. Cocok banget sih buat pebisnis online. Semua bisa tercatat secara otomatis

    BalasHapus
  15. Waktu masih kerja kantoran dulu, aku juga mengalami hal yang sama. Pengeluaran bisnis sering pakai uang pribadi, lalu lupa taruh bonnya di mana hingga tak bisa diganti kantor. Sekarang enak ya ada grab bisnis, jadi bisa langsung terpisah gitu pengeluaran untuk perjalanan bisnis tak perlu pakai uang pribadi lagi

    BalasHapus
  16. Mau diubah ke profil bisnis juga ah, siapa tahu saya juga dapat banyak promo menarik nih. Lumayan kan bisa menghemat.

    BalasHapus
  17. Fitur yg sgt membantu para pebisnis ya
    Memang keuangan pribadi dan bisnis harus dipisah ya

    BalasHapus
  18. Aku baru tahu mbak ada fitur terbaru di grab, jadi lebih terarah ya mbak untuk pengelolaan keuangannya.

    BalasHapus
  19. Baru tau nih fitur grab Bisnis memang sangat perlu dipisahkan ya mbaa biar jelas itung2annya buat biaya perjalanannya

    BalasHapus
  20. Baru tau nih fitur grab Bisnis memang sangat perlu dipisahkan ya mbaa biar jelas itung2annya buat biaya perjalanannya

    BalasHapus
  21. Boleh juga nih. Sepertinya perlu dipisah gini biar tahu yaaa keuntungan atau fee bersih yang kita dapatkan berapa. Jadi bisa nabung deh, trus mewujudkan impian. Udah gitu gfb simpel juga sih yaaa

    BalasHapus
  22. Bagus ya inovasi Grab. Saya jadi ikut mempelajari karena tertarik juga untuk buka usaha.

    BalasHapus
  23. aku baru tahu loh mbak ada grab for bussiness. Bagus banget neh buat yang punya bisnis rumahan krn semua jadi lebih mudah ya

    BalasHapus
  24. Mantap nih inovasi dari grab. Jadi ketauan pengeluaran buat bisnis berapa, gak kecampur-campur sama transport pribadi. Ngitung keuntungan juga jadi lebih jelas

    BalasHapus
  25. Memang betul sekali, Mbak. Terkadang seped=le selisih seribu, dua ribu, lima ribu. Tapi kali sering, lumayan juga selisihnya hehehe. Dan tips di atas keren semua, Mbak. Termasuk memang memisahkan rekening bisnis dan pribadi. Biar ketahuan lalu lintasnya. Dan ini keren sih, sudah ada grab bisnis. Jadi bisa perjalanan seputar urusan bisnis, masuk ke pos sini.

    BalasHapus
  26. Wah ya ini bagus banget. Jadi kita juga tahu kan pengeluaran pribadi berapa dan pengeluaran untuk kerjaan kantor brapa. Wah ini mah inovatif tiada henti :)

    BalasHapus
  27. Wah, ini kelemahan saya nih dalam berbisnis. Males kalo untuk catat mencatat. Emang harus telaten ya, termasuk untuk hal satu ini.

    BalasHapus
  28. Wah sekarang fitur di Grab makin canggih yaa kak. Makin memudahkan kita sebagai customer yah. Paalagi kalo udah urusan pengeluaran duh kadang suka lupa sendiri wkwk

    BalasHapus
  29. Suatu waktu, saya pernah punya bisnis kecil2an, bertetangga dengan sebuah keluarga, yang masih muda. Mereka juga bisnis jualan makanan. Beberapa bulan kemudian, dia mengeluh krn jualannya kurang laku, sementara kebutuhan harian kian mendesak. Dari cerita2nya saya menangkap, antara uang untuk jualan dan uang untuk kebutuhan harin tidak dipisahkan. Akhirnya usahanya bangkrut. Dari situ saya belajar, benar seperti yang dijelaskan di artikel ini, bahwa memang harus dipisahkan antara uang peibadi dan uang usaha.

    BalasHapus
  30. Sekarang memang memudahkan banget, termasuk layanan Grab yang satu ini. Semua urusan bisnis jadi lebih lancar. Belum lagi rencana Grab mau gait DANA, pasti ini bakal jadi gebrakan yang luar biasa. Salut buat Grab!

    BalasHapus
  31. Sy jg pakai aplikasi grab for Business jg untuk misahin pengeluaran agar lebih terkontrol

    BalasHapus

 

Mathematics is...

"Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan dan teori bilangan adalah ratunya Matematika."
-Gauss, a mathematician-

I Have A Dream...

Jika kamu memiliki mimpi, maka tuliskanlah, tempelkanlah di tempat strategis dan berikhtiarlah! Man Jadda Wa Jadaa! Mestakung!