Tampilkan postingan dengan label Backpacking. Tampilkan semua postingan

Adopsi Hutan dengan Penuh Kesadaran Ala Masyarakat Perkotaan

 



Kaki kaki kecilku membentuk langkah besar di hutan itu sambil menyenandungkan syair di atas. Aku, si anak rumahan, akhirnya bisa juga turun ke hutan. Letaknya ngga begitu jauh dari Jakarta, tepatnya di Kabupaten Bogor. Bukan tanpa tujuan, aku dan teman-teman akan mengadakan pengabdian masyarakat di sebuah desa. Dan untuk sampai ke desa itu, kita harus melewati hutan.

Sayangnya aku ngga mencaritahu apa nama hutan itu, yang jelas perjalanan susur hutan saat itu sangat berkesan. Duh, rasanya seperti menyatu dengan alam!

Menyingkap Makna Wonderful Papua di Kabupaten Boven Digoel




"Mimpi yang lama terlupakan, bisa saja seketika dibangkitkan oleh orang-orang tak terduga."

Hobi traveling sudah aku lakoni sejak duduk di bangku awal masa kuliah. Menjelajahi pulau-pulau di Indonesia, terlebih pelosok negeri adalah fokusku. Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Jawa, NTB hingga NTT pernah kujelajahi. Ah, indahnya Indonesia!

Bagaimana dengan Papua?

Lima Wisata Bersejarah Ala Millenial di Sumedang, Berwisata Sambil Mengenang Sejarah



Sebagian besar warga ibukota Jakarta, biasanya memilih Jawa Barat sebagai tempat berwisata, menghilangkan penat di akhir pekan. Selain banyak wisata kuliner dan alamnya, letaknyapun masih cukup accesible dari Jakarta. Bandung dan Bogor biasanya menjadi pilihan terbanyak, meski sebenarnya masih banyak kota kecil atau kabupaen lainnya di Jawa Barat yang menarik dijadikan tempat wisata. Salah satunya adalah Sumedang. 

Sumedang, Kota Budaya. Ketika memasuki batas awal kota Sumedang kita akan disuguhkan dengan sebuah gapura dengan kalimat di atas. Tapi Sumedang bukan semata-mata terkenal sebagai kota tahu. Ada sisi lain yang menarik dikunjungi termasuk wisata bersejarahnya.

Bukan Sekadar Kota Tahu

Ketika mendengar kata Sumedang, umumnya yang terbayang adalah tahunya yang legendaris. Bukan hanya dijuluki sebagai Kota Tahu, Baru-baru ini Sumedang menuai prestasi. 
Dari 26 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, Kabupaten Sumedang terpilih menjadi Kabupaten/Kota Kreatif tahun 2020. 
Wow! Tentunya ini menjadi sebuah pintu gerbang Sumedang kian dikenal tak hanya sebatas Jawa Barat, tapi juga se-Indonesia karena mewakili Jawa Barat itu sendiri.

Sumedang adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat.
"Di awal dibahas kota budaya, trus kok sekarang dibilang kapubaten?"

Wait, ngga usah bingung, Kawan. Jadi, Sumedang merupakan kabupaten dengan ibukota Kota Sumedang. Paham?

Lanjut, ya.

Mungkin tak banyak yang tahu kepanjangan dari nama kota tersebut adalah Insun Medangan yang berarti aku dilahirkan. Secara geografis, Sumedang berbatasan dengan ibukota provinsi Jawa Barat, Bandung. Jadi ngga heran kalau sebagian besar orang pernah mengunjungi Bandung, tapi belum pernah ke Sumedang. Aku pribadi ternyata pernah menjajaki diri di Sumedang, tepatnya di Jatinangor.

Iyaak, saudara-saudara, Jatinangor itu masuk dalam wilayah geografis Sumedang, bukan Bandung.

Jatinangor adalah salah satu kecamatan di Sumedang, terkenal sebagai komplek universitas negeri. Sebut saja, Institut Teknologi Bandung, Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan Universitas Padjajaran, secara geografis masuk dalam wilayah Sumedang. Ternyata ini berpotensi terhadap kemajuan destinasi wisata di Sumedang lho! Penasaran?

Wisata "Ramah" Millenial di Sumedang

Rasanya belajar sejarah sewaktu beberapa tahun silam umumnya terbatas dari buku atau internet saja. Nah, di era kini ada banyak cara belajar sejarah. Salah satunya dengan berwisata. Mengunjungi wisata bersejarah akan menambah khasanah pengetahuan kita terutama tentang sejarah tempat itu  melalui tour guide ataupun papan informasi yang tersedia.

Ngga cuma itu. Tren saat ini para millenials lebih suka berfoto dengan latar gedung-gedung atau vintage. Setiap unggahan mereka, mampu membuat banyak pasang mata online bertanya-tanya, tak sedikit pula yang turut tertarik. Oleh karenanya, sebenarnya wisata sejarah yang notabene terkesan vintage punya nilai jual lebih.

Di Sumedang sendiri punya banyak wisata bersejarah. Ini bisa menjadi daya tarik wisatawan, khususnya para millenial, berkunjung ke Sumedang. Meskipun saya sendiri belum pernah berkunjung ke Sumedang namun punya ketertarikan terhadap sejarah kota ini. 

Ehem, ngga dipungkiri, selain berburu sejarah, saya juga suka berburu konten foto unik. Jadi, sekali dayung, dua pulau terlampaui. Ilmu sejarahnya nyantol, foto kecenya juga dapat. Berikut beberapa spot yang saya ingin kunjungi dan saya summarize dari beberapa sumber.

1. Gunung Kunci


Sebagian besar yang mendengarnya nama wisata ini mungkin berpikir Gunung Kunci adalah objek wisata alam berupa gunung. Nyatanya, bukan. Gunung Kunci adalah sebutan bagi benteng yang kemudian ditutupi olehe timbunan tanah sehingga sekilas seperti bukit alami.

Nah menurut info yang kudapatkan dari Pikiran Rakyat beberapa hari lalu, Tahura Gunung Kunci akan direvitalisasi menjadi Sumedang Park. Tak ada kafe modern, melainkan sentra produksi tahu Sumedang. Intinya, benar-benar memanfaatkan potensi daerah.

Woww, ini artinya pemda setempat udah sadar banget bahwa Gunung Kunci berpotensi menjadi objek wisata millenial lho!

2. Monumen Lingga

sumber gambar: Disparbud Jabar, diolah oleh Visya 

Terletak di tengah-tengah alun-alun kota Sumedang. Merupakan monumen yang didekasikan bagi Bupati Sumedang, P.A Suriatmaja atas jasa-jasanya bagi Sumedang di bidang keagamaan, pendidikan dan sosial. Monumen Lingga juga dijadikan sebagai logo Kabupaten Sumedang lho karena nilai historis dan keunikan bentuknya.

3. Museum Prabu Geusan Ulu


Prabu Geusan Ulu adalah nama lain dari Pangeran Angka Widjaya, salah satu raja pembesar Kerajaan Sumedanglarang. Museum Prabu Geusan Ulu menyimpan berbagai jenis barang pusaka Sumedanglarang & Padjajaran. Museum ini terdiri dari bberapa gedung di dalamnya. Lokasinya masih satu komplek pendopo Kabupaten Sumedang yang juga bagian dari alun-alun kota.

4. Jembatan Cin-cin

Ada haru yang menyelinap ketika membaca sejarah tempat ini. Tapi tentu ada nilai sejarah yang bisa diambil juga. Mengunjungi jembatan Cin-cin akan membuat kita mengintropeksi dan mengenang segala jasa nenek moyang kita. Pasalnya jembatan ini merupakan jalur penunjang untuk membawa hasil perkebunan oleh warga pribumi semasa pemerintahan Hindia Belanda. Sehingga bisa dibayanglan berapa banyak nyawa melayang di jembatan ini karena kekejian pemerintah pada masa itu.  Jembatan Cincin menghubungkan Rancaekek dengan Tanjungsari. Pengunjung bisa mengabadikan foto dari bawah ataupun atas jembatan.

5. Situs Prabu Tajimalela Gunung Lingga

Sebagaimana daerah lainnya, Sumedang juga punya situs bersejarah. Salah satunya adalah situs Prabu Tajimalela Gunung Lingga yang merupakan makam Prabu Tajimalela. Prabu Tajimalela merupakan salah satu raja pembesar Kerajaan Sumedanglarang. Wisata ini terletak di Linggajaya, Cisitu, Kabupaten Sumedang. Untuk sampai ke lokasi ini wisatawan menuju Gunung Lingga terus sampai pintu masuk kawasan makam selama 1,5 jam. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju ke puncak gunung sekitar 400 meter dengan anak tangga. 

Mengapa Harus Mengunjungi Wisata Sumedang?

Nah, aku akan share beberapa poin yang bakal bikin kalian lebih tertarik berkunjung ke wisata-wisata yang ada di Sumedang, khususnya kelima destinasi yang aku tulis di atas. Hal ini juga yang melatarbelakangiku punya keinginan berkunjung ke Sumedang. Mengapa?

đź“ŤDekat Pusat Kota
Kabupaten Sumedang terletak strategis baik dari kota Bandung yang meupakan ibukota Jawa Barat  dan juga Jakarta.

đź“ŤMemanfaatkan Potensi Daerah
Pemerintah Kabupaten Sumedang telah bersepakat bahwasanya wisata-wisata di Sumedang haruslah memanfaatkan potensi daerah, terutama dalam hal oleh-oleh dan makanan minuman di tempat wisata. Rupanya Pemkab sangat menyadari bahwasanya potensi Sumedang dalam ekonomi kreatif dan wisata sangatlah besar.

đź“ŤAdanya Rencana Pembanggunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawun
Salah satu pertimbangan mengunjungi suatu tempat biasanya adalah aksesnya. Nantinya tol ini akan menghubungkan Cimalaka dengan Sumedang.

đź“ŤAkses ke Bandara & Terminal
Masih soal akses.Sumedang sendiri bisa dibilang lokasinya strategis terhadap transportasi umum dengan kehadiran terminal dan bandara. Terminal Sumedang dan Bandara Kertajati dapat ditempuh dalam waktu 1 jam 19 menit saja. Selain itu, dari Bandara Kertajati juga tersedia transportasi darat Kertajati - Sumedang. Sehingga mengundang para wisatawan non lokal untuk datang. 

đź“ŤDikelilingi Kampus Negeri

Seperti yang saya ungkapkan di atas, ssalah satu kecamatannya, Jatinangor, terkenal sebagai komplek universitas negeri. Sebut saja, Institut Teknologi Bandung, Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan Universitas Padjajaran, secara geografis masuk dalam wilayah Sumedang. Ternyata ini berpotensi terhadap kemajuan destinasi wisata di Sumedang karena banyaknya jumlah pemuda dan kaum millenial. Dengan tren wisata vintage saat ini, tentu destinasi wisata sejarah di Sumedang akan semakin banyak dikunjungi khususnya oleh anak muda.


Yuk kenali Sumedang lebih dalam melalui video ini.


Tak terbatas pada lima wisata di atas saja, sebenarnya Sumedang masih punya banyak destinasi wisata lainnya. Nah, di antara destinasi di atas, udah cukup bikin kalian penasaran untuk mengunjungi Sumedang? Mana yang paling ingin kamu kunjungi?

Sumber Gambar
Museum Prabu: Dinas Pariwisata & Kebudyaan Jawa Barat, diolah oleh Evi Syahida
Gunung Kunci: Dinas Pariwisata & Kebudyaan Jawa Barat, diolah oleh Evi Syahida
Monumen Lingga: Dinas Pariwisata & Kebudyaan Jawa Barat, diolah oleh Evi Syahida
Jembatan Cincin: Pikiran Rakyat, diolah oleh Evi Syahida
Situs Prabu Tajimalela:
Sumber Mini Video: Video Klinik Youtube
Referensi Informasi:

Mahzuni, D. (2011). Makna Sejarah dan Budaya dalam Situs Jatigede Sumedang. Patanjala Vol. 3, 547.
pikiran-rakyat 
disparbudpora.sumedangkab.go.id 

Jalan-Jalan Setengah Hari di Blitar, Kemana Saja?




Kalau saja aku tidak menikah dengannya, mungkin Blitar tak akan masuk list must visit-ku. 
Tapi takdir Allah mempertemukanku dengan lelaki kelahiran Blitar, besar dan tumbuh di Sulawesi Tengah itu. Setelah menikah, dalam perjalanan bulan madu di September 2016, kami sempat singgah di Blitar. Ah, welcome to Blitar, myself!


Blitar, kota yang dikenal dengan.... Blitar terbagi menjadi kabupaten dan kota. Kampung suami ada di Kabupaten Blitar.

Sayangnya kunjungan kali itu super duper singkat karena metode honeymoon kami yang ala ala backpacker, banyak tempat (harus) disinggahi dalam waktu terbatas.

Enam Hal yang Kami Lakukan di Malang dalam Dua Hari


Malang. Sebuah kota di Jawa Timur yang ramai namun bukan sebagai ibukota.

Ngomongin Malang, jadi teringat memori Februari 2015 saat kuliah Kerja Lapangan (KKL) bersama teman-teman sekelas di kampus. Selama sepekan Jamie mengelilingi pulau Jawa mulai dari Jakarta-Madura-Surabaya-Malang-Jogja hingga Bandung. Kisah-kisah tak terlupakan. Makan, tidur, bercengkrama di dalam bus.

Sebenarnya tujuan utama kami adalah pulang ke kampung jalanan suami di Blitar. Berhubungan Malang tak begitu jauh dari Blitar, yo wislah mampir Malang dulu. Aku, suami dan anak kami, Icham.

Nah, ada beberapa hal yang kami lakukan selama masa singgah itu.

Jelajah Jakarta Empat Jam (Saja)? Lakukan Empat Hal Ini



"Ajak aku ke tempat wisata Jakarta dong."
"Di Jakarta tempat yang bagus mana aja sih?"

Sejak duduk di bangku akhir SMA, aku mempredikati diriku sebagai seorang backpacker.

Tak hanya gemar melangkahi buana me berbagi daerahmu, akupun sering sekali  dikunjungi teman-teman dari daerah: Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan lain-lain. Dan.. Percakapan di atas sering banget terjadi tapi aku selalu bingung menjawabnya. Hmm.. selain Monas, Ancol, TMII, Ragunan, apalagi sih wisata di Jakarta?

Empat Spot Dieng yang Layak Dikunjungi dalam Sehari






Di libur panjang lebaran tempo hari aku berkesempatan berkunjung ke Wonosobo.

"Lho, mertua bukannya di Sulawesi?"

Yap, mertua emang di Sulawesi. Traveling kali ini bisa dibilang mudik,  bisa dibilang jalan jalan. Karena kunjungan ke Wonosobo bukan ke kampung halaman melainkan ke rumah salah satu adik mertua yang tak lain tantenya suami. FYI, ini kunjungan kedua kami. Kunjungan pertama di Desember 2016, berdua saja,  sekarang sudah bertiga.

Singkat cerita tibalah kami di Wonosobo hari Sabtu 8 Juni 2019. Nah,  hari kedua kami diajak mengeksplorasi Dieng. Dalam sehari apa saja yang kami kunjungi?

Sembilan Fakta Tentang Palu Pra dan Pasca Tsunami




Semasa kecil,  bagiku Indonesia hanyalah Jakarta. Beranjak remaja,  bagiku Indonesia adalah pulau Jawa. Mana pernah terbayangkan dalam benak Indonesia itu ada pulau-pulau lainnya? Tapi qadarallah semua berubah ketika aku memasuki dunia perkuliahan.

 I was out of my comfy zone. Ya,  aku berkenalan dengan banyak orang di luar sana. Kakiku mulai menginjakkan lebih banyak daerah di pulau Jawa bahkan luar Jawa.  Salah satunya kota Palu.

Takdir Allah membawakan kembali ke kota ini dalam kondisi berbeda. Baru saja kemarin aku pulang dari kota ini. Rasanya ingin kurangkum sekelumit cerita tentang Palu,  khususnya bagi kalian yang belum pernah datang ke kota ini 

Tiga Rekomendasi Tempat Wisata ala #VISYANDIFamily di Bogor


Sudah delapan belas hari 2019 terlalui. Tapi bukanlah hal yang telat untuk membahas soal liburan, bukan? Semoga saja :D  Setiap keluarga tentu punya  pengalsman liburna akhir tahun berbeda-beda. Ada yang staycation, vacation, backpacker atau sekadar menghabiskan waktu di rumah. Apapun itu, sekali lagi, jika dihabiskan bersama keluarga tentu terasa begiti bermakna.

Nah, #VISYANDIFamily sendiri punya cara neda menghabiskan liburan akhir tahun.  Kita memang stay di Parung, Bogor, alias ngga ke Jakarta sama sekali. Tapi tetap terasa asyik karena punya kesempatan mengeksplor Bogor dan sekitarnya.

Apa aja sih tempat yang kita eksplor di liburan kemarin? Here we go!

Senang-senang di Grand Maerakaca Semarang


Baca cerita sebelumnya disini:
Semarang Kami (Bertiga) Datang

Rabu, 7 Maret 2018
Malam tadi kami tiba di kost tante Rinfa sekitar pukul 21.00. Kasihan Ahnaf keliatan udah lelah banget. Betewe, ada alasan di balik 'kenapa nginap ngga di penginapan, malah di kos?' yaitu kita pengen ngabisin waktu jauh lebih banyak bersama Rinfa. Dengan asumsi kalo sewa penginapan, waktu kebersamaan pun terbatas. Really bukan karena pelit loh! :p

Duh jadi inget jaman aku dan paksu (re: suamiku) masih single dan jadi mahasiswa. Kami suka melanglangbuana ke berbagai daerah. Disana kami biasanya numpang nginap di kosan temen, biar dapat feel ala kehidupan mahasiswa. Nah kalo ini juga semata-mata menghemat ongkos XD

Pukul 03.30 Rinfa udah gedebag gedebug, " Ya ampun aku kok bisa baru bangun sih?"
Hah? Ada apa? Kok dia merasa terlambat bangun padahal subuh juga belum....

Jangan Datang Ke BBW Sebelum Baca Ini


Hei para pecinta (baca) buku! Buat kalian yan ngaku maniak buku pastinya suka dong ke acara bazaar buku? Untuk yang berdomisili di Jabodetabek tentu tahu event bookfair yg diadakan setahun 3 kali di Istora Senayan, kan? Tapi sudah tahu kah kalian event bernama BIG BAD WOLF?  Waaah apa tuh? Serigala buruk besar?

Semarang, Kami (Bertiga) Datang!



Bismillahirrahmanirrahim.

Haloha, bloggers! Bunda Visya *sebutan baru ceritanya* kembali bercerita. Alhamdulillah yah punya stok cerita baru. Kali ini tentang short escape ke Semarang. Eits ada yang BERBEDA. What is it? Karena UNTUK PERTAMA KALINYA kami--sepasang pejalan alias backpackers, VISYANDI--pergi bersama baby boy lucu emesh kami, Ahnaf alias Icham. Enjoy this!

Akhir Feb 2018
Dapat kabar adik ipar akan menjalani graduation program magister pada tanggal 7 Maret. Kesempatan yg (sebenarnya) sudah lama kutunggu sebagai momen jalan-jalan keluar kota bersama baby. Alhamdulillah.. bakal terlaksana.

Sayangnya semua tak berjalan semulus rencana..... :(