Ads 468x60px

Sabtu, 04 Januari 2020

Enam Hal yang Kami Lakukan di Malang dalam Dua Hari


Malang. Sebuah kota di Jawa Timur yang ramai namun bukan sebagai ibukota.

Ngomongin Malang, jadi teringat memori Februari 2015 saat kuliah Kerja Lapangan (KKL) bersama teman-teman sekelas di kampus. Selama sepekan Jamie mengelilingi pulau Jawa mulai dari Jakarta-Madura-Surabaya-Malang-Jogja hingga Bandung. Kisah-kisah tak terlupakan. Makan, tidur, bercengkrama di dalam bus.


Sebenarnya tujuan utama kami adalah pulang ke kampung jalanan suami di Blitar. Berhubungan Malang tak begitu jauh dari Blitar, yo wislah mampir Malang dulu. Aku, suami dan anak kami, Icham.


Nah, ada beberapa hal yang kami lakukan selama masa singgah itu.

1. Meraup Hikmah di Kampung Tridi
Setibanya di Malang siang hari, kami beristirahat sejenak di daerah Wagir, Kabupaten Malang. Barulah sore hari sekitar pukul 16.00 kami mulai mengeksplor Malang. Dengan jarak tempuh 10 km selama 26 menit kami tiba di destinasi pertama, Kampung Tridi.


Wah apa tuh?

Kampung Tridi terbagi menjadi Kampung Warna Warni Jodipan & Kampung Arema Biru yang lokasinya dipisahkan oleh sebuah jembatan layang
Kampung Warna Warni Jodipan.

Inilah salah satu must visit place dan tempat nge-hits di Malang. Sesuai namanya, wisata ini berupa sebuah pemukiman penduduk yang atap dan tembok bagian luarnya dicat warna-warni. Menurut info, ada sekitar 17 warna yang digunakan.


Kampung Jodipan terletak di Jalan IR. H. Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dengan HTM Rp3.000 saja (termasuk parkir motor), kita bisa menikmati view yang ada dan tentunya berfoto! Tak hanya itu, pengunjung juga akan mendapatkan gantunga kunci spesial.

Ada beberapa spot yang disediakan untuk berfoto seperti tulisan Kampung Tridi, bangku gantung hingga jembatan gantung. Tinggal pintar-pintar memilih spot yang pas.
Spot (1) di Kampung Tridi
(sumber: dokumen pribadi)

Kampung ini terletak di bawah jembatan layang, jadi untuk mengunjunginya kita harus berjalan ke bawah.
Penampakan Kampung Warna Warni
(sumber: dokumen pribadi)

Spot Foto di Tangga
(sumber: dokumen pribadi)


Selepas menikmati Kampung Jodipan, kami menuju destinasi di seberangnya.

Sebelum tiba di kampung Jodipan, sebenarnya sepanjang jalan dari arah Wagir, mendekati kampung, aku sudah "dikejutkan" dengan deretan bangunan berwarna biru. Waah apa ini?


Namanya Kampung Biru Arema. Terletak di Kiduldalem, Kec. Klojen, Kota Malang, wisata ini kuketahui beberapa hari sebelum berangkat ke Malang melalui browsing. Aku yang penggemar warna biru begitu excited menyaksikan secara langsung penampakan rumah yang dicat dengan warna yang sama: BIRU. Ada sekitar 500 rumah.

Memang, dibandingkan Jodipan, kampung ini masih lebih sedikit pengunjungnya. Aku mengambil spot foto di atas jalan layang, di tangga yang disediakan untuk turun ke bawah.
Kampung Biru Arena dari Atas Jembatan Layang
(sumber: dokumen pribadi)

Sayangnya karena hari mulai gelap, sedangkan masih ada satu destinasi lagi, kami tak sempat mengunjungi bagian dalam kampung.

Anyway.. Keberadaan kedua Kampung wisata  di atas memberiku sebuah hikmah tentang solidaritas.

Maksudnya?

Apa sih alasan yang membuat orang-orang rela mengecat rumahnya dengan warna yang telah ditentukan? Tentu solidaritas menjadi alasan utamanya. Juga kebersamaan. Demi tercipta wisata di Malang.

Salut!


2. Menikmati Senja di Alun-alun Kota Malang 
Menjelang maghrib, kami sempatkan diri singgah di Alun-Alun Malang. Icham tampak senang begitu tiba, ada banyak burung gereja mencari makan.


Alun-alun Malang berlokasi di Jl. Merdeka Selatan, Kiduldalem, Kec. Klojen, Kota Malang. Banyak orang asyik bercengkrama menikmati sore, ataupun memgabadikan momen. Aku sendiri ngga mau ketinggalan dong. Tulisan Alun-Alun Malang menjadi pilihan berfoto. Meski aku lebih memilih kata 'Malang' nya aja.

Berfoto di Alun-alun Malang
(sumber: dokumen pribadi)

Ternyata oh ternyata di alun-alun ini juga terdapat playground anak-anak. Di sisi kanan juga ada masjid besar. Sementara di sisi kiri (seberang jalan) ada Cyber Mall. Waah posisinya benar-benar strategis!

Karena adzan maghrib sudah berkumandang, kami bersegera menuju ke masjid.

3. Alun-Alun Tugu Malang: Tak Hanya Jogja, Malang Juga Punya
"Kamu mau ke alun-alun mana, Sya?" Tanya salah seorang gemanku. Saat aku bilang mau main ke alun-alun.


Lho memang alun-alun Malang bukannya cuma ada satu, sebagaimana alun-alun di kota lain?

Ternyata tidak, saudara-saudara. Selain Alun Alun Alun Kota Malang, Malang juga punya Alun-Alun Tugu Malang. Bedanya, di Alun Alun Tugu Malang terdapat miniatur tugu Malang, luasnya pun tidak seluas Alun-Akun Malang, berbentuk bundaran dengan tanaman mengitari tugu. Ahh secara estetika memang lebih bagus alun-alun ini.

Sebelum menuju Alun-Alun Malang, kami sempat melewati alun-alun ini. Sayangnya baru keesokan harinya kami bisa datang kesini. Itupun di siang hari ketika cuaca sedang panas-panasnya.
Bunda Sarjana Rumah Tangga di Tugu Malang
(sumber: dokumen pribadi)

Alun-alun Tugu Malang berada  di Jl. Tugu, Kiduldalem, Kec. Klojen, Kota Malang. Yap, dekat dengan wisata Kampung Jodipan & kampung Arema. Ar seberang alun-alun ini terdapat Balai Kota Malang. By the way, ternyata tak hanya Jogja, Malang juga punya tugu!

Jakarta juga punya, tugu Monas. Ya ampun, sesempit itu pemikiranku, tugu hanya ada di Jogja. 😁

4. Menyenangkan Si Kecil di Predator Fun Park
Pagi hari kami siap mengeksplor Malang lebih jauh. Batu jadi tujuan kami. Ketika single agau newly married, wisata yang dipikir untuk dikunjungi boleh suka-suka. Tracking bukit, jelajah pulau, dan lain-lain. Tapi ketika sudah punya anak, tentunya harus memperhatikan apakah ramah anak? Apakah anak akan enjoy?


Batu Secret Zoo jadi pilihan kami sejak awal berencana ke Malang, sebuah wahana berisi banyak binatang. Ah, Icham pasti suka!

Pagi hari jelang perjalanan, entah mengapa baru terpikirkan untuk browsing harga tiket masuknya. Olala ternyata 96ribu per orang! Karena berbagai pertimbangan, kami batal ke Batu Zoo. Predator Fun Park menjadi alternatifnya.
Pintu Masuk Predator Fun Park
(sumber: dokumen pribadi)

Dari arah Wagir kami memakan waktu sekitar 26 menit menuju lokasi, melewati jalanan berliuk-liuk. Mulai terasa hawa dingin kota Batu. Setelah membayar tiket parkir motor sebesar Rp5.000, kami pun mulai memasuki wilayah wisata.

Predator Fun Park berlokasi di Jl. Raya Tlekung No.315, Junrejo, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Wisata ini berisi ragam hewan hewan pemangsa (predator) baik asli maupun ukirannya. Harga tiket masuk terbagi menjadi tiga: Rp 50.000 (weekday), Rp 60.000 (weekend) dan Rp 70.000 (holiday).

Ekspektasiku kami kena HTM weekend. Tapi ternyata holiday! Lumayan juga😂

Pertama masuk ke dalam, kami disuguhi pameran ukiran jenis-jenis buaya dan patung ular kobra terpanggil di dunia. Ada juga patung-patung buaya yang dibuat fun seperti Crocodile Idol, Sekolah Buaya, dan lain-lain. Sebenarnya bagus untuk berfoto, sayangnya pencahayaan ruang yang agak gelap membuat hasil foto kurang bagus.
Miniatur Crocodile Show
(sumber: dokumen pribadi)

Anatomi Buaya
(sumber: dokumen pribadi)

Di bagian luar ruang pameran, ada beberapa kandang penangkaran buaya, kolam dinding anjing laut, kandang monyet, kolam ikan arwana, kolam ikan predator, dan lain-lain.
Miniatur Buaya
(Sumber: dokumen pribadi)

Setiap jamnya ada pertunjukan yang bisa kita to ton gratis seperti tari nusantara, memberi makan buaya, angklung show, dan lain-lain. Ada pula kereta wisata yang bisa dinaiki.
Background Panggilnya Tari Nusantara
(sumber: dokumen pribadi)

Aku sangat terkesan dengan penampilan tari nusantara. Meski ngga sempat nonton crocodile show. Icham tampak senang melihat anjing laut.

Batu memang terkenal sebagau kota wisata. Ada banyak wisata alam. Wisata modern pun semakin banyak dibuat untuk menarik para wisatawan.

5.Perjalanan Jauh ke Candi Singosari
Kemarin kami sudah berjanji ke Icham akan mengajaknya melihat kelinci. Make Tujuan pertama kami adalah Taman Kelinci yang hits di daerah Malang. Menurut Google Map lokasinya di pusat kota Malang. Baiklah kami ikuti.

Setelah menyusuri perjalanan 26 menit, kami tiba di sebuah perumahan. Wait, katanya taman kelinci? Tapi kok perumahan?

Ternyata oh ternyata kami salah memilih titik. Harusnya Taman Kelinci, tapi kami memilih Rumah Kelinci Adi. Dan benar saja, ada rumah kelinci. Sebuah Rumah cukup besar dengan kandang kelinci. Huhu maafkan kami ya, Cham.

Tanpa membuang waktu, kamu menuju destinasi selanjutnya, Candi Singosari. Jaraknya 9,8km dari titik kami berada. Wow jauh juga.

Setelah menguatkan diri, sampai-sampai kami di Candi. Sebuah situs purbakala yang terdiri dari satu candi saja. Sempat kecewa karena ekspektasi, candi ini berbentuk konplek seperti Borobudur agau Prambanan. Tapi mencoba positive thinking, dan berfoto-foto.
Candi Singosari
(sumber: dokumen pribadi)

Candi Singosari terletak di JL. . Tak jauh daru sana, terdapat pula Museum Singosari. Namun karena keterbatasan waktu dan cuaca amat panas, kami tidak sempat ke museum.
Penampakan Candi Singosari
(sumber: dokumen pribadi)
Hikmah dari ini semua: pelajari baik-baik destinasi yang akan dituju. Baik rute, kondisi dalam wisata juga jalur menuju destinasi. 😂

6. Berbelanja di Lancar Jaya
Setelah asyik mengeksplor Candi Singosari, kami kembali ke kota. Mengingat besok kami harus berpindah kota, artinya agenda berikutnya adalah berbelanja buah tangan. Segera kami mencari rute menuju daerah Galunggung. Menurut info yang kami dapatkan, disana banyak penjualan oleh-oleh khas Malang.

Wow, 30 menit! Sepanjang perjalanan kami dipayungi cuaca panas. Sampai akhirnya aku menemukan keramaian di sisi kiri jalan. Deretan ruko berjudul oleh-oleh. Akhirnya aku meminta suami berbelanja disini saja, sekalian istirahat sejenak.

Suamipun setuju. Lancar Jaya, itu nama toko yang kami pilih diantara deretan toko oleh-oleh lainnya. Toko yang paling ramai dan banyak pilihannya.
(sumber: foursquare)

(ngga sempat berfoto disana jadi izin ambil dari Four Square ya)


Keripik Apel menjadi incaran utama. Sebetulnya pengen beli sari apel juga, tapi perjalanan masih panjang. Bawa tas carriel dan balita sudah cukup menantang.
(sumber: Four Square)

Lima kantong keripik apel (Rp 12.500/kantong) satu kotak baklava apel, dua kotak strudel apel (Rp 42.500) dan satu kantong keripik telo madu totalnya Rp 164.500. Cukup terjangkau. Sayangnya kami kehabisan keripik tempe.

Ternyata oh ternyata toki Lancar Jaya ini merupakan salah satu toko oleh-oleh terkenal. di Malang yang sebagian besar produknya adalah produksi sendiri.

Toko Lancar Jaya berlokasi di Jl. R. Tumenggung Suryo No.86, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang. Plusnya, varian oleh-olehnya banyak. Namun kalian harus bersiap mengantri ya karena pembelinya banyak.

Itulah enam hal yang kami lakukan selama berada di Malang. Singkat, tapi bermakna.

Kalau Moms, pernah ke Malang? Pernah mengunjungi salah satu dari tempat di atas? Let's share!



31 comments:

  1. Aku pernah sekali berkunjung ke Kampung Tridi. Kampung Warna-Warni ini beneran keren deh, nyeni. HTM nya murah banget ya jadi ga tega bayarnya secara banyak spot foto bagus di sana hahaha. Ada jembatan kaca juga loh unik gitu. Pernah juga liburan lebaran tahun lalu ke Predator Fun Park :) Anak2 suka banget, cuma sayangnya waktu itu ruamenya bukan main jadi kurang menikmati suasananya hehehe. TFS ya.

    BalasHapus
  2. Malang memang banyak banget tempat wisatanya ya Mba Visya. Dan saya salut juga pada penduduk kampung tridi dan juga kampung biru. Solid banget

    BalasHapus
  3. Wahhh.. nice info. Aku sebenarnya pengen banget liburan ke malang mba, tapi jaraknya kalau naik mobil lumayan juga. Kasihan anak terlalu lama di perjalanan.

    Tapi memang aku akui, spot wisata alamnya keren keren.
    Kalau makanan dimalang gimana mba ? Enak enak gak ?
    Hehehe

    BalasHapus
  4. Keluarga saya ada di Malang, jadi saya lumayan familiar dengan kota itu. Kalau ke Malang, umumnya saya lebih konsen mengunjunginya keluarga. Untuk berwisata, saya lebih prefer Batu. Saya kalau di Batu itu bisa menginap sampai 3 malam, karena sibuk ke Jatim Park dan Museum Angkut. :) (kebetulan saya kurang senang reptil) :)

    BalasHapus
  5. Tinggal di Surabaya dan belum banyak mengenal Kota Malang hiks... tapi seneng banget baca ini, bisa jadi referensi kalo ke Malang

    BalasHapus
  6. Huwaaaaa yang habis dari Malang, salam kenal mbak. Kebetulan domisiliku di Malang, sudah di sini sejak 3.5tahun, dan bener banget di Malang ini wisatanya banyak banget. Tinggal pilih aja.

    Oiya mall yang di dekat Alun-Alun Malang itu namanya Sarinah Mall, bukan Cyber Mall :)

    Dari semua yang belum pernah ke kampunh Biru hehe bener orang-orang lebih banyak ke kampung sebelahnya. Candi Singosari aku juga belum nihmbak.

    BalasHapus
  7. Kayaknya kalau ke Malang, saya juga tertarik berburu oleh-oleh Apel. Termasuk yang segarnya. Apel malang yang masih segar, enak buat dijadikan olahan

    BalasHapus
  8. aku pengen banget ini main ke Malang dan emang pengen ke Jodipan, sekalian emang niatan explore Malang. Insya Allah akhir Februari mau main ke Malang sama teman-teman fotografi.

    BalasHapus
  9. Ya Allah aku jadi kangen Malang! Kamu kulinernya kemana aja Vis? Udah nyobain bakso presiden belum? Atau burger buto?

    BalasHapus
  10. Aku belum pernah ke Malang, dari beberapa tahun lalu udah sempat berencana tapi ga jadi-jadi hehehe. Penasaran banget sih sama Kampung Warna-Warni Jodipan, ga kalah berwarna sama salah satu jalan di Singapura ya...

    BalasHapus
  11. Dari foto-foto dan cerita yang dikisahkan, daku tuh takjub sama mbak visya yang ketemu aja sama kampung biru, secara kan dirimu seneng banget warna biru. Langsung dah jepret, pas ya 😍😄

    BalasHapus
  12. Ke Malang sudah beberapa kali tapi hanya satu yang tersebut di atas yang pernah saya kunjungi yaitu alun alun malang. Selebihnya kami ke Malang banyak ke Tumpang hehehe selanjutnya ke Ranupani dan naik Semeru deh hehehe... Maklum ke Malang cuma numpang lewat doang. Tujuannya mendaki ke Gunung Semeru

    BalasHapus
  13. Waaa aku sudah pernah ke semuanya kecuali Predator Fun Park. Itu semacam DIno Park nya Jatim Park 3 nggak sih mba? Oh ya, oleh-oleh malang yang paling lengkap menurutku emang di lancar jaya. Beli makanan apapun disana belum pernah kecewa. luv banget dehh

    BalasHapus
  14. Wah.. malang. Jadi kangen pengen ke sana lagi. 4 tahun di malang blm pernah ke tempat2 wisata diatas. Soalnya belum sebagus skg tempatnya. Kl skg banyak bngt tempat wisata. Next smg bs kesana lagi

    BalasHapus
  15. Pas ke Malang, aku malah nggak sempat ke semua tempat itu mba. Hahhaha. Soalnya nggak cukup waktu karna urusan keluarga. Tapi moga bisa ah. Tq rekomendasinya mba

    BalasHapus
  16. Pas banget ya Mba ada Kampung Biru nya Arema..hehe
    Aku juga sudah lama merencanakan liburan ke Malang, tapi belum terealisasi. Seru banget ya.

    BalasHapus
  17. Aku belum pernah ke malang. Tapi sepertinya seru ya.. makasih buat referensi tempat liburannya mbak..

    BalasHapus
  18. Ternyata banyak banget tempat yang belum kukunjungi di malang. Kemarin cuma sampai sehari semalam trus bali lagi huhu

    BalasHapus
  19. Setiap mudik ke Kediri biasanya aku ke Malang, jarang nginap, pergi pagi pulang malam. Tapi 3 tahun terakhir karena ada rencana lain, belum ke malang lagi.
    Ini hampir semua sudah pernah kukunjungi. Kecuali, Tridi dan Predator
    Duh, kangen Malang jadinya:)

    BalasHapus
  20. Menarik banget yaa Malang. Aku belum pernah ke semuanya Mba, baru pernah ke BNS dan Jatim Park. Semoga nanti bisa balik lagi wisata ke sini sama keluarga. Pasti anakku senang.

    BalasHapus
  21. Udah lama aku gak ke malang jadi pengen kesana juga maen, mungkin bawa anak anak ke batu asik kali ya

    BalasHapus
  22. Daku belum pernah ke Malang, cuma sering baca kisah dari teman-teman dan melihat fotonya. Semoga bisa berkesempatan juga ke sana

    BalasHapus
  23. Kangen ttemanku di Malang dan memang sering banget post spot-spot cantik di Malang, indahnya, warga malang dan luar juga banyak yang berkunjung berulang kali y.

    BalasHapus
  24. Malang salah satu kota yang pengen sekali aku kunjungi. Karena katanya kotanya tidak sepadat jakarta ya kak dan kulinernya juga enak-enak dan yang bikin enaknya harga terjangkau kan haha bener gak sii

    BalasHapus
  25. Aku belum pernah ke predator fun park (belum berminat kesana *eeehhhh) wkwkw.. ini maksudnya taman kelinci daerah pujon bukan mba? Kl yang di daerah pujon, berdekatan dengan taman stroberry, lalu taman langit dan lainnya.

    BalasHapus
  26. Aku belum pernah ke Malang huhuhu, jadi pengen deh kapan-kapan ke sana. Suka banget kalau dibawain oleh-oleh camilan dan minuman dari apel segar khas Malang

    BalasHapus
  27. huaaa malang dan batu tempat honeymoon aku sama suami hihiii jadi flashback deh.. Dingin dan sejuk itu ciri khas malang dan batu jadinya aku suka tapi sekarang nyebelin karena banyak hal dikomersilin dan harga makanan cukup mahal hiks berasa di Jakarta aja

    BalasHapus
  28. Lama gak ke Malang, semakin banyak destinasi wisata barunya. Terbaru ke Malang hanya ke Museum Angkot doang. Semoga next ke Malang bisa explore Kampung Biru Arema ini, di Klojen ya, kebetulan ada teman yang tinggal di sana.

    BalasHapus
  29. Waahh noted nih tempat2nya, moga nanti bisa ke Malang juga biar bisa tuh foto di Kampung Biru (saya jg pecinta warna biru lho)heheh.
    Ke Predator Fun Park jg seru yaa bawa anak-anak kesitu.

    BalasHapus
  30. Pengeen banget bisa liburanke Malaang 😍😍 tapi jangan juga hitungan hari mbaak, minimal sepekan laaag bisa jelajah kota Malang hehe

    BalasHapus
  31. Noted tempat tempat ini mbaak, aku jadi pengen deh explore Malang. Belum pernah soalnya kesana bawa anak suami hihi. Makasih infonyaa.

    BalasHapus

 

Mathematics is...

"Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan dan teori bilangan adalah ratunya Matematika."
-Gauss, a mathematician-

I Have A Dream...

Jika kamu memiliki mimpi, maka tuliskanlah, tempelkanlah di tempat strategis dan berikhtiarlah! Man Jadda Wa Jadaa! Mestakung!