Tampilkan postingan dengan label review buku. Tampilkan semua postingan

Review Buku "Reset Indonesia"



Jujur pas baca buku ini, aku teringat Ekspedisi Beranda Indonesia ke Rote NTT yang pernah aku inisiasi semasa di tingkat akhir di kampus dulu. 

Rangorang ngurusin skripsi, lah kita mah ngurusin ekspedisi, ga dapet sponsor pula🤣 tapi jujur, sangat tidak menyesal, karena itu adalah salah satu fase terindah & terkenang dalam masa mahasiswa bahkan masa hidupku mungkin :") 

Back to the book. Di tengah hiruk pikuk kebijakan-kebijakan di Indonesia dan praktiknya yang darderdor bikin rakyat 💔, kehadiran buku #Reset Indonesia menurutku pas banget! Kata aku mah pejabat termasuk presiden kudu baca ini! 




Buku ini adalah refleksi panjang hasil tiga ekspedisi keliling Nusantara selama 15 tahun yang ditulis oleh empat jurnalis lintas generasi. 

RESET INDONESIA

penulis: Dandhy Laksono & Farid Gaban

co - penulis: Yusuf Priambodo & Benaya Harobu


Beberapa hal yang aku dapatkan dari buku ini

🌿 sistem koperasi di Indonesia pernah sangat berjaya pada masanya namun kini? As we see, bertolak dari konsep awal yang digagas para pendirinya. 

🌿 di Kalimantan Barat ada salah satu koperasi tertua di Indonesia yang masih berdiri dengan jumlah anggota ratusan ribu. Faktor keberhasilannya adalah diversifikasi dana koperasi

🌿  ekonomi biru bisa jadi solusi yang lebih praktis ketimbang ekonomi hijau

🌿pemerintah downgrade regulasi demi meloloskan investor asing atau swasta -> privatisasi sumber daya

🌿ada perusahaan swasta (asing) yang menguasai bisnis benih di Indonesia

🌿kehadiran kereta cepat Whoosh membuat KAI punya "hutang" yang berimbas semakin mahalnya tiket kereta


dan... Masih banyak lagi! 

Lewat buku ini pembaca diajak untuk

✅melihat Indonesia tanpa ilusi, ✅membongkar persoalan struktural

✅menawarkan gagasan memprogram ulang arah bangsa. 

Yes, bukan hanya kritik, tetapi juga solusi praktis


Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan, tetapi kritik tajam terhadap sistem dengan sudut pandang langsung dari kondisi nyata rakyat lapangan: realitas agraria, konflik sosial, krisis iklim, hingga problem generasi muda seperti kesulitan memiliki rumah. 

Gagasannya mencakup analisis struktur negara, desentralisasi yang lebih nyata, hingga federalisme sebagai cara mendekatkan kekuasaan ke daerah. 

Penulis mengajak kita berpikir ulang tentang pembangunan: tidak lagi sekadar sentralisasi atau pertumbuhan ekonomi besar-besaran, tetapi model yang berbasis kearifan lokal, keadilan sosial, dan keberlanjutan. 


📊 Catatan Kesan

✔️ Pendekatannya komprehensif: sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan.

✔️ Perspektif lintas generasi membuatnya ramai sudut pandang dan relevan untuk banyak pembaca.

✔️ Meski panjang dan padat gagasan, bukunya menggugah pembaca untuk berpikir kritis dan reflektif. 

Membaca buku ini bukan satu-satunya bentuk peduli terhadap Indonesia tapi salah satu cara untuk tahu kondisi Indonesia saat ini, dan semoga ada hal baik yang bisa dikolaborasikan. 

Yaa meskipun everything is political 🤬

Reset Indonesia bukan sekedar buku perjalanan atau laporan jurnalistik ini seruan radikal untuk memikirkan ulang Indonesia secara lebih adil, manusiawi, & berkelanjutan. Cocok dibaca siapa saja yang ingin melihat jauh ke depan, bukan hanya sekadar membenarkan status quo. ✨

Kamu sudah baca buku ini? 

Key Takeaways dari Buku "Makanya, Mikir!" karya Abigail Limuria & Cania Citta



Buku "Makanya, Mikir" sebuah buku yang ringan walaupun di dalamnya berisi perhitungan matematika ubtuk kehidupan. Yes, lewat buku ini kita akan dibikin mengangguk-angguk "ini dia manfaat belajar perbandingan, persentasi, probabilitas di mata pelajaran Matematika dulu!"


Sebelum bahas key takeaways ini dia blurb dan spesifikasi bukunya 👇


Blurb & Spesifikasi

Pernah nggak, kalian bilang ini ke diri sendiri pas bikin keputusan yang malah nambah masalah atau bikin hidup lebih ribet? Atau, mungkin itu terucap ke orang lain?

Sering kali, masalah dan keribetan hidup itu disebabkan bukan karena orang jahat atau bencana besar, tapi karena kita sendiri atau orang lain di sekitar kita yang mikirnya kusut. Karena itu, mikir dengan benar jadi penting banget buat hidup yang lebih nyaman dan anti-ribet.

Di buku ini, kami mengumpulkan berbagai kerangka berpikir beserta studi kasusnya yang secara personal sudah kami pakai dalam hidup dan sangat berguna bagi kami untuk menentukan tujuan hidup, menyusun argumen, mengatur prioritas, mengambil keputusan dalam karier dan hubungan, menimbang risiko, memilah pertemanan, dan banyak lagi!

Buat kalian yang bingung, di persimpangan, mengalami turbulensi kehidupan, atau kepengin menambah referensi saja, buku ini ditulis untuk kalian.

Penerbit: simpul

Tanggal Terbit: 22 Agu 2025

ISBN: 9786238944026

Halaman: 290

Bahasa: Indonesia

Panjang: 20.0 cm

Lebar: 13.5 cm

Berat: 0.25 kg


Jujur, aku bingung menuliskan key takeaways dari buku ini. Bukan, bukan karena ngga ada, melainkan karena setiap kalimat sebegitu nge-highlight menurutku. 

Tapi ini dia key takeaway pilihanku 👇
  • Ketercapaian goals secara umum ditentukan oleh faktor eksternal (situasi dan kondisi yang ada) dan internal (keputusan, pemikiran, atau tindakan) 

  • Sebuah keputusan dikatakan "baik atau tidak baik", "menguntungkan agah merugikan"  "efektif atau ngga efektif" tergantung dari tujuan yang ingin dicapai. 

  • Faktor yang membentuk kebahagiaan antara lain memiliki lingkungan dan hubungan sosial yang sehat, berbuat/berkarya untuk orang lain, dan menyelesaikan masalah. 

  • Menurut Herzberg, faktor yang membuat seseorang suka atau tidak suka dengan kariernya adalah faktor higiene (gaji, kompensasj, bosnya, tunjangan dll) yang bikin orang benci atau ngga benci dan faktor motivasi (tantangan yang tepat, rasa diapresiasi, personal growth dll) yang bikin orang suka/cinta atau ngga suka/cinta. 

  • Menurut Herzberg, gaji atau kompensasi yang tinggi cuma bisa bikin orang benci atau ngga benci, bukan cinta atau ngga cinta sama pekerjaannya. 

  • Dua strategi yang digunakan bisnis atau institusi dalam mengejar target adalah deliberate (direncanakan di awal) dan emergent (muncul di tengah-tengah). 

  • Ibarat, mau sampai ke sebuah tujuan, kita harus punya petanya, untuk sampai ke goal  hidup, kita harus punya "peta realitas" yang akurat dan bisa membacanya. 

  • Peta realitas terdiri dari informasi rantai konsekuensi yang ada di alam semesta. 

  • Dua hal yang menentukan bagaimana kita membuat keputusan adalah informasi dan penalaran. 

  • Semua informasi atau pengetahuan terbagi dalam ranah realitas ("benar" sesuai realitas atau "salah" tidak sesuai realitas) dan ranah preferensi ("buruk/jelek" atau "baik/bagus" berdasarksn suatu acuan yang bisa ditentujan oleh individu/ kelompok). 
  • Yang membedakan antara ranah realitas dan ranah preferensi adalah acuan penilaiannya. 
  • Pola pikir ilmiah adalah pendekatan sistematis buat memahami dan menyelidiki kebenaran tentang realitas yang didasarkan pada metode ilmiah. 

  • Tahapan metode ilmiah terdiri atas pengamatan, pembentukan hipotesis, eksperimen, analisis data dan kesimpulan. 

  • Prinsip-prinsip pola pikir ilmiah antara lain skrptisisme, terbuka untuk salah dan dikoreksi, objektivitas dan berbasis bukti. 

  • Ketika kita ngga takut dibuktikan salah dan ngga anti terhadap perubahan, disitulah kita bisa belajar. 

  • Bukan paling benar, tapi mengetahui yang benar. Bukan sok tahu, tapi mencari tahu. 

  • Cost benefit analysis adalah metode pengambilan keputusan yang mengutamakan benefit yang lebih besar dari cost. 




  • Threshold adalah konsep yang digunakan untuk mengeliminasi opsi-opsi yang tidak relevan. 

  • Variabel value dalam membuat keputusan adalah pemberian "angka" pada setiap poin cost dan benefit. 

  • Variabel probabilitas dalam membuat keputusan adalah peluang kejadian dari setiap poin cost dan benefit yang dikalikan dengan variabel value. 

  • Tipe-tipe resiko antara lain tipe fatal (permanen, berbahaga, sangat sulit atau tidak bisa recover) dan tipe biasa saja (tidak permanen, tidak berbahaya). 

  • Kuantifikasi probabilitas
0 -> ngga mungkin terjadi
0.2 -> ada kemungkinan kecil terjadi
0.5 -> peluang berimbang
0.8 -> ada kemungkinan besar terjadi
1 -> pasti terjadi

  • "Jika kamu tidak menyukai sesuatu, ubahlah. Jika tidak bisa mengubahnya, ubah sikapmu terhadap itu." Maya Angelou

  • Penalaran yang lebih tepat dalam membaca realitas adalah kita perlu melihat tren atau stastik umumnya. 

  • Bias dalam mengambil keputusan; survivorship bias, ostrich bias, hasty generalisation, causation fallacy, false dichotomy, false comparison, kesalahan menakar peluang, sunk cost fallacy, 

  • Matriks Eisenhower adalah salah satu kerangka berpikir yang cukup umum dipakai, terdiri dari penting dan tidak penting (sumbu y) & ada tenggat waktu dan tidak ada tenggat waktu (sumbu x). 

  • Prinsip Pareto mengatakan bahwa seringkali secara garis besar 80% hasil akan datang hanya dari 20% effort kerjaan yang kita lakukan. 

  • Pada umumnya, manusia termotivasi untuk melakukan sesuatu yang akan menguntungkan mereka. Kita semua termotivasi oleh self-interest (kepentingan diri). 

  • Salah satu cara menghentikan perilaku seseorang yang tidak sesuai adalah dengan disinsentif; hal-hal yang memberikan kerugian & ketidaksenangan untuk mengurangi atau bahkan menghentikannya. 

  • Cobra Effect adalah kondisi dimana insentif yang salah bisa menumbuhkan perilaku yang tidak diinginkan. Contihnya, apresiasi jika berhasil membunuh tikus, menyebabksn masyarakat sengaja membudidaya tikus. 

  • Terdapat tiga jenis empati
- empati kognitif: memahami (pikiran, perasaan, emosi, dll) pigaj lain
- empati emosional: ikut merasakan 
- empati belas kasih: memilih tindakan mengurangi penderitaan atau menambah kebahagiaan pihak lain 

  • Dalam Cipolla Stupidity Matrix, ada empat kategori orang
-orang cerdas (intelligent people)
- orang bodoh (stupid people) 
- orang tak berdaya (helpless people) 
- orang jahat (bandits) 

  • Orang bodoh lebih berbahaya daripada orang jahat (yang tidak bodoh) karena orang jahat bisa diprediksi sehingga kejahatan bisa dicegah. Sementara orang bodoh tidak bisa diprediksi. 

  • "Jangan mengatribusi kejahatan terhadap sesuatu yang bisa dijelaskan dengan kebodohan. " Robert J Hanlon

  • Empat pilar yang membentuk kredibilitas dan rasa percaya orang lain terjadal seseorang (menurut buku "7 Habits of Highly Effective People") adalah 
- karakter: intensi & integritas
- kompetensi: kapabilitas & hasil

  • Sebagian besar dari kita tidak lahir dengan pemikiran yang super rapi dan super runut atau dengan kompetensi berpikir dan berkeputusan yang super akurat atau bisa diandalkan. Oleh karena itu, yang terpenting sebenarnya adalah kesadaran diri, kerendahan hati, dan kemauan untuk dikritik dan belajar.

Untuk review bukunya bisa dibaca disini

Key Takeaways dari Buku "Belajar Marketing, Belajar Hidup" Karya Henry Manampiring



Ini adalah buku kedua yang aku checkout di tahun ini. Buku yang aku beli secara offline di Gramedia Jalma, saat mendapat voucher Rp50.000 di bulan Agustus. Lumayan. 


Jujur, awal baca buku ini, baru beberapa halaman awal aku sempat berhenti dan mempertanyakan "apakah aku salah beli buku?"

Highlighted Points dari Buku "Pulih dari Trauma"



Pulih dari Trauma. Buku kedua yang aku baca, karya dr. Jimmy Ardian. Ngobrolin trauma, rasanya sebagian besar kita punya hal itu, disadari atau tidak. Buku ini mengupas lebih dalam soal trauma,  dan tentunya dikaitkan dengan kondisi fisiologis manusia. 

Ada banyak highlight dari buku ini. Here they are.. 

Highlighted Points dari Buku "The Parenting Map"



Buku The Parenting Map aku pinjam dari perpustakaan sekolah anakku. Buku dengan tebal hampir 500 halaman ini ditulis oleh seorang doktor yang telah lama berkecimpung ndi dunia conscious parenting.  Aku pernah mengulasnya disini

Ada banyak highlighted points, yuk disimak! 

Menjadi orangtua bukanlan tentang apa yang anak Anda lakukan atau tidak lakukan. Ini tentang apa yang Anda lakukan sebagai tanggapan. Ini tentanh apa yang Anda rasakan dalam memberikan reaksi. Ini tentang bagaimana Anda mengatasi semuanya secara emosional. 


Menyadari proyeksi batin kita terhadap anak anak kita merupakan langkah besar pertama dalam perjalanan kita dari ketidaksadaran menuju kesadaran. 


Pada umumnya ada tiga alasan utama yang melandasi perilaku bermasalah pada anak yaitu ketiadaan informasi, belum memiliki keterampilan, dan kurang percaya diri. 


Melepaakan kendali bukan berarti berhenti bertanggungjawab. Melepaskan kendali artinya berhenti memaksakan kendali saat aturan Anda dilanggar. 


Saat kita fokus pada keberadaan, kita fokus pada keadaan kehidupan dan keterhubungan pada momen saat ini. Saat kita berfokus pada pengalaman, kita fokus menerima apapun yang sedang kita lalui atau alami disini dan saat ini. 


Berikut dua kebenaran mendasar yang harus Anda terima sepenuhnya untuk memperoleh pemahaman yang lebih jelas; Anda tidak "menciptakan" anak-anak Anda & memiliki anak bukan tindakan tanpa pamrih. 


Sebesar keinginan kita agar anak-anak merasakaan kebahagiaan dan kesuksesan, sebesar itu pula kita menyiapkan diri untuk gagal dan kecewa saat kita terlalu fokus pada keinginan tersebut. 


Sebenarnya, salah satu tujuan conscious parenting adalah berusaha menjadi "tidak penting" bagi anak-anak kita. 


Cara paling efektif ubtuk melepaskan sindrom penyelemat Anda adalah dengan bertanya pada diri Anda

Bagaimana perasaanku saat seseorang berpendapat aku harus diselamatkan atau mereka mencoba mengontrolku? Aoakah aku suka disuruh-suruh dan "dikuliahi"? 


Dukung anak-anak dari samping, alih-alih memimpin dari depan. 


Tujuan orangtua berkesadaran adalah membuat mereka tampil dengan pendapat dan kepemimpinan mereka sendiri


Dengan terus menerus melabeli anak- anak kita, tanpa sadar kita melatih mereka untuk melihat dunia hanya pada satu sudut pandang; hitam atau putih. 


Anak-anak berusia lebih kecil memiliki kemampuan mendengarkan dan mewujudkan kebenaran mereka sendiri hanya saja mereka lebih impulsif. 


Ada tiga "saya" dalam diri setiap orang yaitu inner child, ego impostor dan diri kita sebenarnya yang menenangkan dan memelihara. 


Sebuah pemicu berawal dari "sesuatu". Yang membuatnya menjadi pemicu adalah bagaimana ia diartikan dan diolah dam pikiran kita. 


Memberi jeda membuat kita memusatkan diri kita ke dalam tubuh dan dapat memilih rencana untuk tindakan yang berbeda. 


Target pemulihan batin bukan untuk mencapai suatu tujuan melainkan menjaga agar cahaya pada batin kita tetap bersinar sehingga diri kita menjadi makin utuh. 


Frasa "Jadilah dirimu sendiri" artinya Anda merasa dihormati dan dihargai sebagai diri sejati diri Anda, hakikat diri Anda. 


Penerimaan diri sendiri dan juga orang lain menjadi tugas spiritual yang berat karena budaya kita membentuk bagaimana segala sesuatu "seharusnya" akibat pandangan mental kita yang salah. 


Anak-anak yang memiliki nilai diri mampu menggunakan sumber daya batin mereka untuk mengatasi berbagai kesulitan tanpa tenggelam dalam rasa malu dan benci terhadap diri sendiri.


Ketika orangtua terjebak di dalam ego mereka sendiri, anak-anak mungkin tidak punya pilihan lain selain ikut mengaktifkan ego mereka sendiri. 


Bisa jadi alasan mengapa kita tidak menerima anak kita apa adanya adalah karena kita tidak menerima diri kita apa adanya. 


Anak-anak pencemas namun gampang meledak butuh orangtua berkesadaran yang membantu membingkai ulang kecemasan mereka dan menemukan kemampuan mereka untuk mengarahkan diri sendiri. 


Tugs kita adakah menyelaraskan diri dengan sifat dasar anak-anak kita dan mencetak pola pengasuhan kita berdasarkan infrastruktur dasar yang mereka miliki. 


Tanyakan ini untuk menyelaraskan diri dengan sifat anak anak kita. 

Siapakah anakku sebenarnya? Dapatkah aku memahami siapa anakku tanpa menghakiminya? Dapatkan aku menyelaraskan harapanku dengan siapa anakku yang sebenarnya dan bukan dengan keinginanku sendiri? Dapatkah aku menemukan kekuatan dalam diri anakku dan menghargainya? 


Untuk melakukan penyelarasan gunakan konsep WARM; witnessing, allowance, reciprocal & mirror. 


Apa yang tidak kita sadari adalah anak-anak tidak bergerak secepat kita. Mereka jauh lebih lambat. 


Memberikan izin ke anak (allowance) harus disertai memberikan ruang aman. 


Faktanya, anak-anak tidak tahu bagaimana memancing emosi kita. Ini adalah kunci untuk menjauhkan diri dari anggapan bahwa anak anak sengaja bersikap manipulatif dan berkomplot untuk melawan kita. 


Luka batin anak tingkat pertama berupa gelombang. Tingkat kedua berupa bendera tanda bahaya. Tingkat ketiga seperi nyala api. Tingkat ke empat seperti bom wakru. 


Prinsip utama conscious parenting adalah keterhubungan sebagai prioritas. Terhubung dahulu sebelum membenahi. 


Pertimbangan sebelum membuat batasan; untuk anak atau ego Anda? 


Berbicara ke anak bukan sekadar tentang isi dan diksi namun juga nada dan energi. 


Orangtua berkesadaran menyadari bahwa guru terbaik adalah pengalaman. 


Case: anak melakukan ketidaksengajaan ketika kita sedang terburu-buru. 

Respon yang bisa dilakukan adalah berkata "maaf aku terbiasa mengendalikanmu. Dan kesalahanmu membuatku lepas kendali"


Satu-satunya cara agar kita dapat mengkomunikasikan keberanian seputar kesalahan dan kegagalan adalah dengan menerima bahwa hilang kendali adalah hal yang wajar terjadi. 


Ketika kita menormalisasi kesalahan dan kegagalan, kita melepaskan tekanan kesempurnaan dan kendali dari anak anak kita. 


Agar kita berkomunikasi lebih baik dengan anak-anak kita, gunakan metode VENT: validasi, empati, normalisasi dan netralisasi. 


Ketika kita menjalani hidup dengan menerima segala sesuatu apa adanya tanpa melabeli atau menghakimi, maka kehidupan mulai kehilangan kekuasaannya atas kita. 


Perbedaan transformasi dan perubahan. Transformasi menitikberatkan pada pengalaman emosional dan pertumbuhan batin yang terjadi. Sedangkan perubahan berfokus pada tugas eksternal yang tengah dihadapi. 


Anak anak hidup dalam keadaan "menjadi" Diri mereka sendiri sementara kita lebih fokus pada melakukan. 


Bukan tugas anak kita menyesuaikan dengan keadaan kita tapi tugas kitalah untuk menyesuaikan dengan keadaan anak. 


Case: anak meminta memiliki telepon genggam sendiri. 

Respon:

Orangtua mengurangi penggunaan telepon genggam terutama saat anak <10 tahun. Pikirkan bagaimana agar anak tidak terus menerus berinteraksi dengan layar gawai. Ketiga, bantu anak kemahami bahwa ketika mereka cukup usia mereka akan mendapatkannya, pastikan mereka tahu Anda bersedia memenuhi permintan mereka saat usia mereka mencukupi. 


Hanya karena kita tidak dapat memenuhi keinginan anak-anak pada saat ini, bukan berarti mereka tidak dapat memupuknya untuk diwujudkan di kemudian hari. 


Kepuasaan yang ditunda (delayed gratification) merupakan pelajaran hidup bahwa ada saat yang tepat untuk segala sesuatunya. 


Anak: aku mau beli barang/sepatu/mainan lagi! 

Tanggapan berkesadaran: Aku juga sering menginginkan benda benda seperti itu. Akh bisa memahani keinginanmu. Kamu kan dapat uang saku untuk kamu belanjakan sesukamu. Ayo buat anggaran dan rencana supaya kamu bisa membelinya sendiri. 


Pikiran obsesif kita terwujud dam tiga pola utama; rasa bersalah, menyalahkan dan penyesalan. 


Apakah Anda menyadari bahwa rasa bersalah, hingga tingkat tertentu, sebenarnya adalah bentuk narsisme tersembunyi yang justru menghalangi kita dari melakukan pekerjaan batin untuk memahami inti reaksi bawah sadar kita? 


Satu-satunya masa yang paling relevan adalah masa dimana kita berada disini, saat ini. 


Satu-satunya hal yang relevan dari masa lalu adalah pengaruhnya atas masa kini. 


Keinginan Anda untuk berkembang harus lebih besar ketimbang keinginan Anda untuk tetap sama. 


Perubahan terjadi sesuai waktu dan kesiapan setip individu. Orang yang yang siap menerapkan pengasuhan berkesadaran harus memulai perjalanan mereka, dan tidak peduli pada titik mana orang itu berada saat itu. 


Mana di antara poin-poin di atas yang kamu relate banget? 

Highlighted Points dari Buku The Book You Wish Your Parents Had Read



Sudah beberapa pekan sejak aku menamatkan buku "The Book You Wish Your Parents Had Read" tapi masih belum bisa move on~ Banyak banget insight baru yang aku dapatkan dari buku, aku sudah review disini. Aku ingin membagikannya ke para pembaca.

Berikut ini highlighted points menurutku, dari buku "The Book You Wish Your Parents Had Read". Aku membaginya per bab. 👇

Review Buku "The Book You Wish Your Parents Had Read"



Percaya kan, kalo kita yang sekarang sedikit-banyak terbentuk dari pola asuh orangtua kita? Pun, anak kita sekarang terbentuk dari pola asuh kita. 

Tapi bukan berarti kita hanya menyalahkan, jika menah dirasa ada yang kurang tepat, fokus pada perbaikan. Seperti yang berkali kai disampaikan penulis buku The Book You Wish Your Parents Had Read karya Philippa Perry. 

Review Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring


Berduka mungkin bisa diibaratkan kita sedang mendaki tebing yang terjal, atau melalui malam yang sangat panjang untuk menuju pagi atau perumpaan umum lainnya. Tapi.. berduka ibarat mencuci piring? Hmm, sejujurnya, aku belum pernah mendenagr perumpaan tersebut sampai akhirnya menemukan buku ini 

Istilah-istilah Medis dalam Buku "Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring"

 



Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring ditulis oleh seorang dokter psikiatri. Di dalamnya juga bercerita bagaimana bliau melalui fase kedukaan, akibat ditinggalkan anaknya, yang sebensrnya juga masuk ranah medis, tepatnya kesehatan jiwa. Jadi, tidak heran buku ini memuat beberapa istilah medis yang mungkin bagi non tenaga kesehatan ini istilah baru. 

Review Buku "The Little Book of Sloth Philosophy"



Dunia semakin hari semakin bergerak cepat. Hari ini lagi tren A, lusa udah berubah jadi tren B. Tantangan orang orang khususnya milenial di daerah urban jadi lebih besar; setiap hari harus bangun pagi, mengerjakan serentetan tugas dan pekerjaan bahkan ngga sedikit yang tidak punya waktu me time atau melambat. 

Ya, melambat. Beda lho dengan terlambat atau malas dalam arti negatif. 

Salah satu, atau bahkan mungkin satu satunya, makhluk hidup yang bisa dijadikan "teladan" untuk hidup melambat, santai namun tetap produktif adalah hewan kungkang. 

Review Buku Menjadi Dewasa Tanpa Tahu Apa Apa



Ketika masih berusia kanak-kanak, mungkin sebagian dari kita merasa heran dengan kehidupan orang dewasa. Kita juga menganggap orang dewasa paling berkuasa dengan melihat contoh orangtua kita sebagai orang dewasa yang paling dekat dengan kita. 

Kita juga mungkin banyak mendengar nasihat ini itu yang hanya diperuntukkan bagi orang dewasa. 

"Jangan nonton film itu, itu film orang gede."

"Kalo ibu bapak kan sudah dewasa, kamu masih kecil."

Setidaknya itu semua yang aku alami dan rasakan. Bagaimana dengan kalian?  

Review Buku Abiku Memang Beda

 


Apa yang kamu lakukan di usia 11-12 tahun?

Saat itu mungkin sebagian besar dari kita berada di kelas 4-6 SD. Mungkin juga sebagian besar dari kita sedang asyik menikmati peralihan dari fase anak-anak ke fase remaja. Itu juga yang aku lakukan. 

Intinya bukan sesuatu yang wow banget. Paling paling "hanya" berhasil lulus dari Sekolah Dasar sebagai murid dengan nilai terbaik dan masuk ke SMP Negeri favorit. 

Berbeda dengan yang dilakukan anak lelaki kelahiran tahun 2008 dari pasangan Adi Satyalaksana dan Novi W yang bernama lengkap Badiuzzaman Umar Humam atau akrab disapa Umar.  

Anak usia 12 tahun nulis buku?

Yap, itu faktanya. Di tahun 2020 saat usianya (masih) 12 tahun, ia menulis sebuah buku! Uniknya lagi, buku itu ditulis sebagai syarat kelulusan di Sekolah Dasar Abinya. 

"Wait.. sekolah dasar Abinya?"

"Maksudnya di sekolah swasta milik Abinya?"


Biar terjawab, yuk simak review bukunya berikut ini!