Tip Membaca Buku dan Mengulasnya di Instagram

 

membaca

Membaca bisa dibilang hobi pertama yang aku miliki dan konsisten aku lakukan sampai sekarang. Ya, meskipun sudah berstatus ibu. Somehow dengan membaca ku merasa bahagia. Tapi ngga sekadar membaca, setelah membaca aku juga berbagi apa yg aku baca lewat sosmed. Membaca & mengulas atau berbagi salah satu isi dalam buku, somehow membuatku merasa lebih berarti. Masya Allah, alhamdulillah. ๐Ÿ’™


Perjalanan Membacaku
Bicara soal membaca, saya sendiri menyukai membaca sejak usia 5 tahun Orangtua saya bukan orangtua yang sangat gemar membaca, saya dapatkan kebiasaan itu karena sering diberikan majalah Bobo dan membaca sendiri, mencaritahu sendiri.  Sampai akhirnya saya suka membaca meski baru sebatas majalah hingga akhirnya saat duduk di kelas 6 SD, tante saya menghadiahi novel Laskar Pelangi.

Barulah di SMP, jenis bacaan saya merambah menjadi novel dan fiksi remaja. Di bangku SMP juga saya pertama kalinya hobi menulis. Di bangku SMA, jenis bacaan saya bertambah lagi dengan non fiksi pra dewasa/remaja Islami.

Lalu ketika kuliah, jenis bacaan saya dominan menjadi karya ilmiah (esai, paper, jurnal dan buku-buku nonfiksi sains). Preferensi menulis saya yang awalnya fiksi pun berubah menjadi ilmiah, jadi suka ikut lomba karya ilmiah mahasiswa juga.

Masuk ke dunia rumah tangga & pengasuhan, jenis bacaan saya berubah menjadi non fiksi parenting & pernikahan. Saya & suami juga punya program keluarga "Book Sharing", setiap pekan kami saling berbagi hasil bacaan kami. Alhamdulillah punya suami satu frekuensi soal baca & literasi.

Dan 8 bulan terakhir banyak membaca buku bertema minimalist lifestyle.

Oh ya di tahun pertama kelahiran anak saya sempat surut semangat membaca, mungkin masih adaptasi dengan peran baru sebagai ibu juga saat itu masih menyelesaikan skripsi (iya, saya menikah sebelum wisuda sarjana, hehe). Satu buku baru tamat dibaca dalam waktu sebulan atau lebih.

Sampai akhirnya kebiasaan membaca buku saya back to normal. Lalu saya mendirikan komunitas buku, Buku Berjalan.

Dari perjalanan baca buku saya tersebut, ada dua hal yang bisa saya petik:
Apa yang kita baca adalah apa kita tulis. Ketika genre baca dominan saya fiksi, saya menulis cerita fiksi dan beberapa antologi fiksi. Pun ketika saya kuliah, bacanya ilmiah, nulisnya karya ilmiah. Ketika bacanya non fiksi parenting, nulisnya pun demikian, sampai lahir buku Bunda Sarjana Rumah Tangga.

Membaca itu ada fasenya. Entah ini kebetulan saja terjadi pada saya atau kalian juga mengalami hal yang sama, setiap fase kehidupan, saya memiliki genre baca yang berbeda.

Manfaat Membaca Buku Secara Konsisten
Sebelum menumbuhkan konsistensi, yuk caritahu dulu apa sih manfaat dari membaca buku.
๐Ÿ“š Menstimulasi & menjaga fungsi otak. 
Kita semua tentu paham, semakin distimulasi dengan tepat, otak akan berfungsi dengan (lebih) baik. Otak yang distimulasi lebih baik daripada yang diam, meski istirahat cukup (tidur) tetap perlu ya. 
Dari artikel yang aku baca, para peneliti menyebut, kegiatan membaca buku melibatkan jaringan sirkuit dan sinyal yang kompleks dalam otak. Saat *kemampuan membaca buku* kita bertambah, jaringan-jaringan itu akan menjadi lebih kuat dengan sendirinya.

๐Ÿ“š Mampu berimajinasi

Ini masih berkaitan dengan fungsi otak yaitu berimajinasi. Sepertinya sebagian besar orang berkegiatan membaca, terlebih jika bukunya tanpa gambar, sambil berimajinasi.

๐Ÿ“šMenambah wawasan

Pepatah klasik bilang "Buku adalah jendela dunia". Dan itu benar adanya. Untuk tahu sebuah tempat, kita bisa membaca buku yang berkaitan. Meski memang pengalaman langsung  akan lebih ngena,, pun jangan  lupa, isi buku tak harus ditelan bulat-bulat.

๐Ÿ“šMerasa rileks & bahagia

Ketika membaca sudah pada tahap  "me time", membaca bisa membuat tenang bahkan membuat bahagia. Termasuk ketika menyesap bau buku :D

๐Ÿ“š Menambah kosakata. 

Disadari atau tidak, membaca deretan kata dalam buku menambah khasanah kosakata kita, tentunya ini sangat bermanfaat khususnya bagi kita bloger/penulis/speaker. Ini pula mengapa menulis/berbicara tak bisa dilepaskan dari membaca.

Tip Membaca Buku
Tip ini lebih mengarah ke bagaimana menumbuhkan konsistensi membaca buku.
๐Ÿ“š Jika dirasa belum bisa membaca satu buku, mulailah dari membaca status panjang, artikel lalu buku.
๐Ÿ“š Pilihlah buku yang sesuai minat atau mengandung rasa penasaranmu
๐Ÿ“šMembuat reading habit tracker, catatan kebiasaan baca setiap harinya. Bisa dimulai dengan membaca buku minimal 15 menit/hari
๐Ÿ“š Ciptakan kondisi paling nyaman versimu saat membaca buku. Misal, malam hari sambil menyesap kopi atau siang hari saat anak tidur.
๐Ÿ“šBergabung dengan komunitas baca buku. Boleh juga follow @bukuberjalan.id untuk dapat insight seputar buku, baca & literasi :D

Jika dulu, setidaknya sebelum menikah, baca buku bagiku adalah membaca, menyerap ilmu. Tapi sejak menikah & punya anak, saya punya kebiasaan mengulas buku di blog. Meski jujur hanya beberapa buku saja dan kesemuanya buku parenting, menyesuaikan dengan niche blog.

Kemudian barulah sejak pandemi ini bersamaan dengan saya dan suami mendirikan Buku Berjalan, saya mulai mengulas semua buku yang saya baca, di Instagram feed. Lingkup pertemanan saya bertambah yaitu para bookstagrammer.

Mangapa Mengulas Buku di Instagram
Sebenarnya sejak awal, saya mengulas buku di blog. Namun beberapa bulan terakhir konsisten mengulas di Instagram. 
Bookstagrammer
Contoh Postingan Ulasan Buku Visya di Instagram
(sumber: @visyabiru_ )


๐Ÿ“š Supaya manfaat buku terus berjalan. Ini sejalan dengan misi komunitas saya, Buku Berjalan, yaitu #JalaninBukumu. Artinya jalanin manfaat buku, salah satunya dengan membagikan ulasannya atau sebagian kontennya.
๐Ÿ“šBerbagi konten positif. Berharap apa yang saya share bermanfaat, setidaknya bukan ujaran kebencian/SARA :D
๐Ÿ“šPertumbuhan Instagram yang begitu pesat. Kita semua tahu bahwa Instagram itu jadi ikon banget buat sosial media millenial maupun generasi Z. So, yuk manfaatkan teknologi ini!

Tip Mengulas Buku di Instagram
Saya sebenarnya termasuk baru dalam dunia bookstagram. Beberapa prinsip saya ketika menulis ulasan di Inatagram:

๐Ÿ’™Be Netral. Tidak mendewa-dewakan isi buku, tidak pula merendahkan. 
๐Ÿ’™ Memuat point penting, karena keterbatasan karakter di Instagram meskipun bisa dilanjutkan di kolom komentar.
๐Ÿ’™ Tidak terlalu "ngoyo" hasil foto harus instagramable, tapi setidaknya rapi & tidak blur
๐Ÿ’™Gunakan hashtag relevant, soal ini kalian tentu lebih paham, ini membantumu bertemu dengan para bookstagrammer lainnya.

Oh ya preferensi membacaku masih di buku fisik ketimbang ebook (sekalipun aku menganut gya hidup minimalis). Beberapa alasannya antara lain karena mungkin screen time-ku sudah terlalu banyak (profesi blogger, influencer & jualan online, koordinasi komunitasi yg memgambil jatah screen timeku) dan tentunya masih ingin menyesap bau buku. Kalau kalian, bagaimana? :D

"Membaca bukan sekadar menyambung huruf menjadi kata menjadi kalimat menjadi paragraf. Lebih dari itu, membaca adalah menyerap, memahami, mengambil yang baik dan syukur-syukur bisa turut #JalaninBukumu."

Jadi, kapan terakhir kali baca buku? Apa judul buku yang terakhir kamu baca? :D


Sumber: Materi #SelasaSharing Komunitas ISB oleh Visya pada Selasar 3 November 2020

34 komentar:

  1. Dulu hobi saya juga membaca. Sampai sekarang sih suka baca juga, cuma dalam bentuk digital. Kalau sekarang dibilang hobi membaca, malu rasanya. Karena ga seintens dan seberagam dulu.

    Dari jaman SD, belum ada tuh internet yang gimana, jadi hiburannya ya bacain majalah2 koleksi orangtua. SMP hampir tiap hari ke perpustakaan! Sampai kartu perpus saya tebeeel banget. SMA juga sama, sampe pernah novelnya disita guru huhu. Paling suka sih bacain ensiklopedia. Baca tuh kaya makan snack, gabisa brenti!

    Daan begitu. Saya masih stuck di baca buku aja sih, belum sampai mengulas hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih mantaap pengalaman tentang membaca yang tak terlupakan hehe

      Hapus
  2. Manfaat membaca itu sangat banyak ya mbak, jika kita suka membaca juga akan memberikan dampak baik kepada anak anak karena anak anak melihat kebiasaan baik dari orangtuanya.. nice tips and share mbakku

    BalasHapus
  3. Aku dah ngikutin kemarin sharing pengalaman kak visha soal membaca. aku juga lumayan suka baca si hihi, sejauh ini masih novel2 huhu.kalau e-book blm terlalu suka aku euyyy...enakan buku fisik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat hehe masih terlalu nyaman dengan byku fisik

      Hapus
  4. Fase membaca buku manusia jelas berbeda sesuai dengan umur dan kebutuhannya. Saya masih ingat mulai suka baca dari majalah Bobo, lalu Anita, Hai, dll lanjut ke buku pengetahuan, lalu ke dunia kerja dan dunia rumah tangga. Semuanya menyesuaikan dengan fase hidup saya pastinya hehehe

    BalasHapus
  5. Wah sama kak aku juga suka bgt membaca inget bgt ortu aku sering beliin majalah bobo atau buku cerita edisi paman gober, setuju sih kadang membaac memang memudahkan kita untuj memperbanyaj perbendaharaan kata

    BalasHapus
  6. Menurut daku teknik mengulas buku di blog dan di instagram pastinya berbeda. Kalau blog kita bisa mengembangkan banyak kalimat, sedangkan di instagram mungkin akan lebih mengasyikkan bila dibuat Infografis jadi cepat memahami ulasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya juga ya. Banyaj juga bookstagrammer yang mulai beralih ke microblog

      Hapus
  7. Iya tuh betul juga, boleh juga ya kita mulai membiasakan mengulas buku biar makin banyak yang minat untuk membaca buku. Biar nantinya tingkat literasi di negeri kita ini juga semakin tinggi

    BalasHapus
  8. Saya rasanya sudah lama nggak baca buku, Mbak. Ini lagi berusaha konsisten untuk baca 15 menit sehari tapi rasanya susah banget yaaa. Makasih tipsnya, terutama untuk mengulas buku. Siapa tahu kalau udah rutin lagi baca buku bisa membangkitkan lagi bookstagram aku.

    BalasHapus
  9. Aku sedih krn semenjak jd emak2 kyknya waktu membacaku gak banyak. Dulu bisa khataman satu novel sehari skrng beli novel eh gak terbaca huhuhu.
    Skrng lbh bnyk bacain buku cerita anak.
    Tp aku beneran kangen baca buku biar mata gak melulu nonton drama mulu. Tengkyu tipsnyaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk Mbak baca buku hehe aku masih prefer baca dibandingkan nonton.

      Hapus
  10. Aku menyadari setahun belakangan sangat kurang membaca buku. Rasanya mau bongkar buku yang ada di kardus dalam gudang. Tapi masih tak berdaya pasca pindahan rumah.

    Semoga segera punya niat kuat untuk membaca dengan rutin kembali.

    BalasHapus
  11. Aku lagi macet banget ini ulas bukunya huhuhu. Padahal bisa bermanfaat banget ya, minimal buat diri kita sendiri buat kenangan dan arsip, sekalian mengikat ilmunya.

    BalasHapus
  12. masa-masa kuliah mungkin terakhir kalinya aku istiqomah baca buku, mulai dari yang ringan-ringan sampai yang cukup berat, entahlah kenapa sejak punya anak jadi malas baca buku akutuh. padahal penting ya sebagai wujud meningkatkan literasi

    BalasHapus
  13. Aku setuju banget sama manfaat baca buku yang kakak sebutkan. Buatku, baca buku jadi semacam me time, asik dan gak rugi juga. Karena aku males beli buku, aku sekarang lebih milih baca ebook sih, kak. Emang agak kurang nyaman awalnya, tapi lama-lama jadi terbiasa. Buku terakhir yang aku baca judulnya 7 Habits of Unhappy People.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah jadi kepo sama bukunya.

      Hehe aku masuh belum bisa ebook nih soalnya kerjanya udah online based. Pengen ngasih teladan ke anak juga.

      Hapus
  14. dulu rajin banget baca buku, hampir tiap minggu cari buku bacaan baru. semenjak jadi ibu, kudu bener-bener luangin waktu buat baca lagi nih , hehehe

    BalasHapus
  15. Tos dulu kak visya, aku juga dulu suka baca majalah bobo hoho jadinya suka baca terus sampe sekarang.. cuma skrg pasang surut nih mood buat baca karena banyak urusan rmh tangga haha

    BalasHapus
  16. Duh udh lama banget nih ga baca" buku hhu skrng apa" udh ada di hp sih tinggal cari di internet semua ketemu

    BalasHapus
  17. setuju Kak, saya juga masih lebih suka baca buku fisik langsung ketimbang ebook meski ebook sebenarnya lebih praktis sih ya karena bisa digenggam dan dimasukin ke saku sekaligus tapi masih jauh lebih asyik rasanya membaca buku langsung :D
    dulu saya ada blog buku, sering berburu GA buntelan buku biar jadi bahan review dan ditulis di blog juga, tapi sekarang udah jarang sekali menamatkan buku, huhuhuhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah salut Mbak. Hehe semoga bisa di-up lagi.

      Hapus