Hidup Minimalis dengan #HabiskanMakananmu

 

Minimalist Lifestyle


Kadang suka sedih kalau lihat di sekitar ada makanan bersisa. Memang ada yang berniat akan dihabiskan nanti, meski ngga menjamin rasanya akan tetap seenak saat ini, tapi bagaimana dengan yang bersisa lalu dibuang?


Bukan, bukan karena aku sempurna selalu menghabiskan tak bersisa, still try to be consistent, anyway. Tapi kalo ingat fakta jumlah foodwaste di Indonesia, bikin sedih. Lebih sedih lagi mengingat bahwa makanan-makanan itu adalah tanggung jawab kita.

Tentang Nasihat dalam Islam
Maka benarlah nasihat Rasulullah "makanlah setelah lapar dan berhentilah sebelum kenyang" dan nasihat orangtua "makan secukupnya" artinya makan hanya jika merasa lapar agar yang diambil terhabiskan, dan ambillah secukupnya atau sedikit demu sedikit.

Food Waste & Food Loss di Indonesia
Sekilas tentang food waste & food loss. Food Waste adalah makanan yang siap dikonsumsi oleh manusia namun karena beragam alasan, dibuang begitu saja sehingga menumpuk di TPA. Sedangkan food loss adalah sampah makanan dari bahan pangan seperti buah-buahan, sayur-sayuran atau bahan mentah lainnya namun karena beberapa penyebab akhirnya tidak bisa diolah menjadi makanan dan terbuang.

Ngomongin foodwaste, emang Indonesia udah lumayan parah sih. Jumlah food loss & wastew di Indonesia rata-rata 1,3juta ton per tahun, artinya jika dirata-rata setiap orang menyumbang hingga 300 kilogran per tahunnya. Jika dirupiahkan, maka setiap 1,3 juta ton sampah makanan menghasilkam Rp 27 triliun. Ironisnya, 19,6 juta penduduk Indonesia masih kekurangan gizi!
Foodwaste in Indonesia
sumber: Barillia Center

Foodwaste di Indonesia
Dampak Food Waste
(sumber: Hello Sehat)

Sumber Food Loss & Waste
(sumber: Hijauku)


Ini bukan fakta yang baru kuketahui sehari dua hari lalu. Tepatnya setahun lalu saat Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta membuat buku Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi. Sampai-sampai kami membuat video kondisi di TPS terbesar Jabodetabek, Bantargebang.
Zero waste
Buku Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi - RBM
(sumber: Rumah Belajar Menulis)


Ya, salah satu value yang kami pegang di Ibu Profesional adalah hidup minim sampah. Salah satu implementasi nyatanya setiap acara offline kami tidak pernah menggunakan kemasan sekali pakai, membawa tumblr & wadah makan sendiri hingga soal sponsorship dengan brand.

Jadi ingat, waktu jadi panitia wisuda Matrikulasi Ibu Profesional Jakarta tahun 2017, saat iru aku selaku staf sponsorship pernah minta kerjasama dengan brand produk non ramah lingkungan. Alhasil dibatalkan walau tinggal MoU-an, tentu dengan permohonan maaf sebelumnya. Jujur aku salut dengan Ibu Profesional. Benar-benar profesional.

Prinsip #HabiskanMakananmu dalam Keluarga
Di postingan ini aku ngga akan bahas soal food waste & loss ataupun tindakan penanggulangannya, melainkan preventif. Meskipun, tak dipungkiri soal food waste ini Indonesia juga butuh solusi.

#HabiskanMakananmu adalah sebuah kampanye untuk secara konsisten menghabiskan makanan di piring setiap kali makan. Tentunya diawali dengan mengambil porsi makan secara mindful, sesuai kebutuhan, bukan impulsif. Ini juga merupakan bagian kecil dari gaya hidup minimalis, yang menitikberatkan pada kata "cukup, sesuai kebutuhan" dan "bertanggungjawab".

Alhamdulillah meski didikan ortu ngga secara eksplisit menyuruh habiskan makanan tapi aku punya kebiasaan untuk selalu menghabiskan makanan di piring makan. Meski ku tak selalu sempurna, terlebih saat  sedang sakit.

Sejak berumahtangga akupun menerapkan prinsip #HabiskanMakananmu. Setiap kali masak aku sesuaikan porsi untukku dan suami. Alhamdulillah suami tipe yang selalu menghabiskan makanan juga, bahkan jauh lebih ketat dariku, haha.




Tantangannya tuh ketika anak udah makan makanan keluarga. Masak untuk porsi 2 dewasa 1 balita. Seneng kalau anak makan lahap. Tapi namanya balita, ada sesi GTM atau unmoody to eat tak terprediksi.

Jika sudah begitu, makanan tentunya masih tersisa. Akhirnya aku dan suami bersepakat utk menghabiskan makan anak bareng-bareng. Pokoknya sebisa mungkin jangan ada foodwaste di antara kita~  bukankah berumahtangga adalah bekerjasama~ Alhamdulillah ngga dan semoga ngga menggendut bersama yaa, wkwk.

Sebagai orangtua, kamu juga terus mengedukasi Abrisham untuk menghabiskan makanannya. Tak masalah dia belum paham, tapi bukankah dia bisa mendengar dan otaknya bekerja merekam?

Kenapa Harus #HabiskanMakananmu?
Sebelum berbuat kita memang sebaiknya tahu alasan kita melakukannya, pun ketika berprinsip #HabiskanMakananmu. Kenapa harus #HabiskanMakananmu?
Meniru Rasulullah
Alasan utamanya tentu bagi aku yang  Islam adalah meniru perilaku Rasulullah dalam hal makanan dan memperlakukan makanan. 

Angka Foodwaste di Indonesia
Alasan kedua, berkaitan dengan jumlah foodwaste di Indonesia yang angkanya mencengangkan! Bukan ngga mungkin gunungan sampah foodwaste itu akan kembali ke kita, naudzubillah. 

Cara Untuk Bersyukur
Gaya hidup minimalis adalah gaya hidup penuh syukur. Dengan #HabiskanMakananmu, adalah sebuah bentuk syukur bahwa Allah masih mencukupkan kita dengan makanan halal dan baik. Makanan yang ngga hanya soal perut tapi juga kerja otak. 

Minimalis, Minim Sampah dan #HabiskanMakananmu
Salah satu kekhasan gaya hidup minimalis adalah minim sampah. Dan salah satu praktik gaya hidup minim sampah adalah #HabiskanMakananmu. Jadi #HabiskanMakananmu merupakan bagian kecil dari gaya hidup minimalis, yang menitikberatkan pada kata "cukup, sesuai kebutuhan" dan "bertanggungjawab".

Implementasi #HabiskanMakananmu
Implementasi nyatanya tentu dengan mengambil porsi makan sesuai kebutuhan. Kita yang paling kenal diri kita, paling tahu kebutuhan kita. Lalu, ya, habiskan apa yang sudah diambil. Jikalau di tengah makan ada sesuatu hal yang membuat tak habis, harus konsisten menghabiskannya setelah jeda atau berbagi dengan orang terdekat, suami misalnya :D

Point utamanya memang mencegah lebih baik, dengan hal-hal berikut:

  • Memasak sesuai porsi keluarga. Disini peran ibu sebagai manager perdapuran berperan sekali. Ibu harus tahu berapa porsi makan suami dan anak(anak)nya.
  • Mengambil porsi secukupnya. Nah disini peran seluruh anggota keluarga sebagai individu berperan.
  • Saling membantu menghabiskan. Ini lebih ke tindakan solutif apabila ada salah satu anggota tidak habis, contohnya seperti aku dan suami yang menghabiskan jatah sisa anak batita kami.
Yang paling menantang dan banyak ditemukan memang di acara-acara termasuk di tempat makan. Nah disinilah peran individu untuk sadar soal #HabiskanMakananmu, dipraktikkan. Insya Allah jika di keluarga sudah terbiasa #HabiskanMakananmu, ketika di luar kita akan melakukannya juga. Syukur-syukur bisa menulari yang lain.

Ngomong-ngomong soal #HabiskanMakananmu, kampanye ini ada di Instagram juga lho. Kayaknya long life gitu. Kalian para content creator, sesekali yuk ajak followers kalian. Tularkan semangat #HabiskanMakanamu. Tentunya setelah kalian sendiri melakukan hal ini ya.

"#HabiskanMakananmu bukan tentang makan paling banyak dan paling kenyang. #HabiskanMakananmu adalah makan dengan sadar, cukup dan sesuai kebutuhan lalu berupaya (keras) menghabiskannya."

Aku memang masih basic banget soal food waste, dalam arti masih dalam tindakan preventif, belum sampai tindakan solutif seperti membuat kompos sampah prganik. Tapi mengarah kesana, hehe. Insya Allah. 

Apakah kalian sudah mencoba menerapkan #HabiskanMakananmu? Yuk bagaikan cerita kalian di kolom komentar, ya!

35 komentar:

  1. Bagus campain habiskan makanan untuk hidup minimalis. Hanya sebuat tantangan lainnya adalah sisa dari makanan yang tak ada yang mau makan lagi, terpaksa dibuang.

    BalasHapus
  2. Kadang saya juga gak habis makananya atau tinggal sisanya di piring kalau ada beberapa bagian makanan lauk yang aku gak suka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe aku juga sih terutama bawang, tricky emang :')

      Hapus
  3. Bener banget nih mbak, foodwaste banyak banget di Indonesia. Apalagi kalau makan di luar, banyak yang masih disisain di meja makan. Padahal masih bisa dibawa buat pulang

    BalasHapus
  4. Sepakat nih dengan semangat menghabisksn makanan. Bertanggung jawab dengan porsi yang sudah diambil dan sebaiknya nggak bersisa.

    Duh foodwaste kita memang cukup parah. Padahal masih banyak yang susah bisa makan tenang dan cukup seperti kita diluaran sana.

    BalasHapus
  5. Betul masih banyak orang di luar sana yang kelaparan dan belum tentu bisa makan sehari 3 kali..jadi menghargai makanan itu penting banget ya..

    BalasHapus
  6. Kadang kalo lagi laper banget kita suka kalap dan ambil makanan berlebih terus jadi kebuang krn keburu kekenyangan. Harusnya sih biasa aja kan, baru klo masih lapar nambah lagi deh

    BalasHapus
  7. ih betul sekali mulai dari rumah untuk membiasakan habiskan makanan shg jd habit. akdang aku sebel lht yangdi hajatan banyak yang nyisa, kenapa ambilnya banyak kalau gak bisa masuk semuanya. gitu juga kalau di resto. kalau aku berdua dg suami lebh suka beli yang paketan biar bisa habis. kalau gak paketan menunya cukup dua saja. dan aku mah suak bawa tepak, kalau gak habis suak dibawa pulang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ide bagus Mbak soal bawa wadah ini, hehe.

      Hapus
  8. Menghabiskan makanan di piring itu memang harus dibiasakan, karena jika ada sisa maka akan mubazir

    BalasHapus
  9. Saya juga setuju nih dengan gerakan habiskan makanan mu. Pernah baca di majalah Femina kalo sampah sisa makanan menjadi salah satu yang paling banyak menyumbang kontribusi. Jujur kadang aku juga suka enggak habis si makanannya. Tapi sekarang mikir, mending makan nambah deh, dari pada ambil sekali banyak terus tahu-tahunya enggak habis hehe

    BalasHapus
  10. Duluu kebiasaanku dengan sadar kalo makan suka disisain sesendok, dimana pun, ku bilang pada sekitar, buat si A, buat si B hahhaaa *mulai halu
    Sampe sekarang kadang suka gitu juga, tapi kadang suka abis juga ludes dan mbanggaa kalo abis tuh.

    BalasHapus
  11. wah ini nih, yang kadang suka gak sadar ya :( cuma laper mata aja taunya perut gak udah gak kuat nampung :( jadinya mubadzir huhuu

    BalasHapus
  12. wah kebiasaan banget nih, cuma laper mata, tp perut udh gak kuat nampung, :( jadi deh mubadzir huhuuu :(

    BalasHapus
  13. Islam sungguh agama yang sempurna ya?
    Bahkan tatacara makan pun ada, sungguh sebagai umatNya kita harus bersyukur
    Anehnya, sering banget di tempat pengajian ibu-ibunya ambil nasi banyak banget trus nggak dihabisin, alasannya asin atau apalah
    Padahal ambil dulu sedikit ya?

    BalasHapus
  14. Makasih ka untuk artikelnya, setelah membaca artikel ini kesadaran akan pentingnya menghabiskan makanan kita itu penting banget dan bisa mengurangi food waste pertahun di indo.

    Saya pernah lewat banar gebang karena nyasar ngikutin Google map, ngeliat tumpukan sampah menggunung gitu jadi bingung sendiri kapan itu tumpukan sampahnya bisa berkurang.

    Setelah selesai blog walking ke semua blog di event BW ISB, kayanya artikel ini yg bakalan saya share di sosmed.

    Terimakasih -
    Agung Kharisma (Daily Blogger Pro)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kembali.

      Waah pemikiran yang sama soal sampah nih.

      Hapus
  15. saya juga mbak, setelah menikah ini, kalau masak selalu sesuaikan dengan porsi keluarga. biasanya tidak boleh ada yang tersisa. belajar dari orangtua dulu yg suka nyisain makanan atau ngangetin lagi, padahal pasti gizinya berkurang. Alhamdulillah bisa sedikit berkontribusi pada bumi ya

    BalasHapus
  16. Ini memang isu yang harus semakin sering dibahas karena aku pernah nonton dokumenter tentang food waste yang menurutku miris. Thanks for writing, mbak

    BalasHapus
  17. menetahui fakta yang dituliskan cukup mengejutkan jug aya mbak, samp 1,3 juta ton foodwaste... Jujur sih saya sendiri terkadang masih ga habis soal makanan, gara2 ini jadi mengubah pola lagi, makan secukupnya. jangan sampe ada makanan yang terbuang

    BalasHapus
  18. Setuju sekali dengan artikelnya mba, saya dan keluargapun sudah mulai menerapkan "tidak ada makanan sisa di piring" baik ketika makan di rumah ataupun di luar rumah.

    BalasHapus