Review Buku "Reset Indonesia"



Jujur pas baca buku ini, aku teringat Ekspedisi Beranda Indonesia ke Rote NTT yang pernah aku inisiasi semasa di tingkat akhir di kampus dulu. 

Rangorang ngurusin skripsi, lah kita mah ngurusin ekspedisi, ga dapet sponsor pula🤣 tapi jujur, sangat tidak menyesal, karena itu adalah salah satu fase terindah & terkenang dalam masa mahasiswa bahkan masa hidupku mungkin :") 

Back to the book. Di tengah hiruk pikuk kebijakan-kebijakan di Indonesia dan praktiknya yang darderdor bikin rakyat 💔, kehadiran buku #Reset Indonesia menurutku pas banget! Kata aku mah pejabat termasuk presiden kudu baca ini! 




Buku ini adalah refleksi panjang hasil tiga ekspedisi keliling Nusantara selama 15 tahun yang ditulis oleh empat jurnalis lintas generasi. 

RESET INDONESIA

penulis: Dandhy Laksono & Farid Gaban

co - penulis: Yusuf Priambodo & Benaya Harobu


Beberapa hal yang aku dapatkan dari buku ini

🌿 sistem koperasi di Indonesia pernah sangat berjaya pada masanya namun kini? As we see, bertolak dari konsep awal yang digagas para pendirinya. 

🌿 di Kalimantan Barat ada salah satu koperasi tertua di Indonesia yang masih berdiri dengan jumlah anggota ratusan ribu. Faktor keberhasilannya adalah diversifikasi dana koperasi

🌿  ekonomi biru bisa jadi solusi yang lebih praktis ketimbang ekonomi hijau

🌿pemerintah downgrade regulasi demi meloloskan investor asing atau swasta -> privatisasi sumber daya

🌿ada perusahaan swasta (asing) yang menguasai bisnis benih di Indonesia

🌿kehadiran kereta cepat Whoosh membuat KAI punya "hutang" yang berimbas semakin mahalnya tiket kereta


dan... Masih banyak lagi! 

Lewat buku ini pembaca diajak untuk

✅melihat Indonesia tanpa ilusi, ✅membongkar persoalan struktural

✅menawarkan gagasan memprogram ulang arah bangsa. 

Yes, bukan hanya kritik, tetapi juga solusi praktis


Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan, tetapi kritik tajam terhadap sistem dengan sudut pandang langsung dari kondisi nyata rakyat lapangan: realitas agraria, konflik sosial, krisis iklim, hingga problem generasi muda seperti kesulitan memiliki rumah. 

Gagasannya mencakup analisis struktur negara, desentralisasi yang lebih nyata, hingga federalisme sebagai cara mendekatkan kekuasaan ke daerah. 

Penulis mengajak kita berpikir ulang tentang pembangunan: tidak lagi sekadar sentralisasi atau pertumbuhan ekonomi besar-besaran, tetapi model yang berbasis kearifan lokal, keadilan sosial, dan keberlanjutan. 


📊 Catatan Kesan

✔️ Pendekatannya komprehensif: sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan.

✔️ Perspektif lintas generasi membuatnya ramai sudut pandang dan relevan untuk banyak pembaca.

✔️ Meski panjang dan padat gagasan, bukunya menggugah pembaca untuk berpikir kritis dan reflektif. 

Membaca buku ini bukan satu-satunya bentuk peduli terhadap Indonesia tapi salah satu cara untuk tahu kondisi Indonesia saat ini, dan semoga ada hal baik yang bisa dikolaborasikan. 

Yaa meskipun everything is political 🤬

Reset Indonesia bukan sekedar buku perjalanan atau laporan jurnalistik ini seruan radikal untuk memikirkan ulang Indonesia secara lebih adil, manusiawi, & berkelanjutan. Cocok dibaca siapa saja yang ingin melihat jauh ke depan, bukan hanya sekadar membenarkan status quo. ✨

Kamu sudah baca buku ini? 

0 komentar:

Key Takeaways dari Buku "Makanya, Mikir!" karya Abigail Limuria & Cania Citta



Buku "Makanya, Mikir" sebuah buku yang ringan walaupun di dalamnya berisi perhitungan matematika ubtuk kehidupan. Yes, lewat buku ini kita akan dibikin mengangguk-angguk "ini dia manfaat belajar perbandingan, persentasi, probabilitas di mata pelajaran Matematika dulu!"


Sebelum bahas key takeaways ini dia blurb dan spesifikasi bukunya 👇


Blurb & Spesifikasi

Pernah nggak, kalian bilang ini ke diri sendiri pas bikin keputusan yang malah nambah masalah atau bikin hidup lebih ribet? Atau, mungkin itu terucap ke orang lain?

Sering kali, masalah dan keribetan hidup itu disebabkan bukan karena orang jahat atau bencana besar, tapi karena kita sendiri atau orang lain di sekitar kita yang mikirnya kusut. Karena itu, mikir dengan benar jadi penting banget buat hidup yang lebih nyaman dan anti-ribet.

Di buku ini, kami mengumpulkan berbagai kerangka berpikir beserta studi kasusnya yang secara personal sudah kami pakai dalam hidup dan sangat berguna bagi kami untuk menentukan tujuan hidup, menyusun argumen, mengatur prioritas, mengambil keputusan dalam karier dan hubungan, menimbang risiko, memilah pertemanan, dan banyak lagi!

Buat kalian yang bingung, di persimpangan, mengalami turbulensi kehidupan, atau kepengin menambah referensi saja, buku ini ditulis untuk kalian.

Penerbit: simpul

Tanggal Terbit: 22 Agu 2025

ISBN: 9786238944026

Halaman: 290

Bahasa: Indonesia

Panjang: 20.0 cm

Lebar: 13.5 cm

Berat: 0.25 kg


Jujur, aku bingung menuliskan key takeaways dari buku ini. Bukan, bukan karena ngga ada, melainkan karena setiap kalimat sebegitu nge-highlight menurutku. 

Tapi ini dia key takeaway pilihanku 👇
  • Ketercapaian goals secara umum ditentukan oleh faktor eksternal (situasi dan kondisi yang ada) dan internal (keputusan, pemikiran, atau tindakan) 

  • Sebuah keputusan dikatakan "baik atau tidak baik", "menguntungkan agah merugikan"  "efektif atau ngga efektif" tergantung dari tujuan yang ingin dicapai. 

  • Faktor yang membentuk kebahagiaan antara lain memiliki lingkungan dan hubungan sosial yang sehat, berbuat/berkarya untuk orang lain, dan menyelesaikan masalah. 

  • Menurut Herzberg, faktor yang membuat seseorang suka atau tidak suka dengan kariernya adalah faktor higiene (gaji, kompensasj, bosnya, tunjangan dll) yang bikin orang benci atau ngga benci dan faktor motivasi (tantangan yang tepat, rasa diapresiasi, personal growth dll) yang bikin orang suka/cinta atau ngga suka/cinta. 

  • Menurut Herzberg, gaji atau kompensasi yang tinggi cuma bisa bikin orang benci atau ngga benci, bukan cinta atau ngga cinta sama pekerjaannya. 

  • Dua strategi yang digunakan bisnis atau institusi dalam mengejar target adalah deliberate (direncanakan di awal) dan emergent (muncul di tengah-tengah). 

  • Ibarat, mau sampai ke sebuah tujuan, kita harus punya petanya, untuk sampai ke goal  hidup, kita harus punya "peta realitas" yang akurat dan bisa membacanya. 

  • Peta realitas terdiri dari informasi rantai konsekuensi yang ada di alam semesta. 

  • Dua hal yang menentukan bagaimana kita membuat keputusan adalah informasi dan penalaran. 

  • Semua informasi atau pengetahuan terbagi dalam ranah realitas ("benar" sesuai realitas atau "salah" tidak sesuai realitas) dan ranah preferensi ("buruk/jelek" atau "baik/bagus" berdasarksn suatu acuan yang bisa ditentujan oleh individu/ kelompok). 
  • Yang membedakan antara ranah realitas dan ranah preferensi adalah acuan penilaiannya. 
  • Pola pikir ilmiah adalah pendekatan sistematis buat memahami dan menyelidiki kebenaran tentang realitas yang didasarkan pada metode ilmiah. 

  • Tahapan metode ilmiah terdiri atas pengamatan, pembentukan hipotesis, eksperimen, analisis data dan kesimpulan. 

  • Prinsip-prinsip pola pikir ilmiah antara lain skrptisisme, terbuka untuk salah dan dikoreksi, objektivitas dan berbasis bukti. 

  • Ketika kita ngga takut dibuktikan salah dan ngga anti terhadap perubahan, disitulah kita bisa belajar. 

  • Bukan paling benar, tapi mengetahui yang benar. Bukan sok tahu, tapi mencari tahu. 

  • Cost benefit analysis adalah metode pengambilan keputusan yang mengutamakan benefit yang lebih besar dari cost. 




  • Threshold adalah konsep yang digunakan untuk mengeliminasi opsi-opsi yang tidak relevan. 

  • Variabel value dalam membuat keputusan adalah pemberian "angka" pada setiap poin cost dan benefit. 

  • Variabel probabilitas dalam membuat keputusan adalah peluang kejadian dari setiap poin cost dan benefit yang dikalikan dengan variabel value. 

  • Tipe-tipe resiko antara lain tipe fatal (permanen, berbahaga, sangat sulit atau tidak bisa recover) dan tipe biasa saja (tidak permanen, tidak berbahaya). 

  • Kuantifikasi probabilitas
0 -> ngga mungkin terjadi
0.2 -> ada kemungkinan kecil terjadi
0.5 -> peluang berimbang
0.8 -> ada kemungkinan besar terjadi
1 -> pasti terjadi

  • "Jika kamu tidak menyukai sesuatu, ubahlah. Jika tidak bisa mengubahnya, ubah sikapmu terhadap itu." Maya Angelou

  • Penalaran yang lebih tepat dalam membaca realitas adalah kita perlu melihat tren atau stastik umumnya. 

  • Bias dalam mengambil keputusan; survivorship bias, ostrich bias, hasty generalisation, causation fallacy, false dichotomy, false comparison, kesalahan menakar peluang, sunk cost fallacy, 

  • Matriks Eisenhower adalah salah satu kerangka berpikir yang cukup umum dipakai, terdiri dari penting dan tidak penting (sumbu y) & ada tenggat waktu dan tidak ada tenggat waktu (sumbu x). 

  • Prinsip Pareto mengatakan bahwa seringkali secara garis besar 80% hasil akan datang hanya dari 20% effort kerjaan yang kita lakukan. 

  • Pada umumnya, manusia termotivasi untuk melakukan sesuatu yang akan menguntungkan mereka. Kita semua termotivasi oleh self-interest (kepentingan diri). 

  • Salah satu cara menghentikan perilaku seseorang yang tidak sesuai adalah dengan disinsentif; hal-hal yang memberikan kerugian & ketidaksenangan untuk mengurangi atau bahkan menghentikannya. 

  • Cobra Effect adalah kondisi dimana insentif yang salah bisa menumbuhkan perilaku yang tidak diinginkan. Contihnya, apresiasi jika berhasil membunuh tikus, menyebabksn masyarakat sengaja membudidaya tikus. 

  • Terdapat tiga jenis empati
- empati kognitif: memahami (pikiran, perasaan, emosi, dll) pigaj lain
- empati emosional: ikut merasakan 
- empati belas kasih: memilih tindakan mengurangi penderitaan atau menambah kebahagiaan pihak lain 

  • Dalam Cipolla Stupidity Matrix, ada empat kategori orang
-orang cerdas (intelligent people)
- orang bodoh (stupid people) 
- orang tak berdaya (helpless people) 
- orang jahat (bandits) 

  • Orang bodoh lebih berbahaya daripada orang jahat (yang tidak bodoh) karena orang jahat bisa diprediksi sehingga kejahatan bisa dicegah. Sementara orang bodoh tidak bisa diprediksi. 

  • "Jangan mengatribusi kejahatan terhadap sesuatu yang bisa dijelaskan dengan kebodohan. " Robert J Hanlon

  • Empat pilar yang membentuk kredibilitas dan rasa percaya orang lain terjadal seseorang (menurut buku "7 Habits of Highly Effective People") adalah 
- karakter: intensi & integritas
- kompetensi: kapabilitas & hasil

  • Sebagian besar dari kita tidak lahir dengan pemikiran yang super rapi dan super runut atau dengan kompetensi berpikir dan berkeputusan yang super akurat atau bisa diandalkan. Oleh karena itu, yang terpenting sebenarnya adalah kesadaran diri, kerendahan hati, dan kemauan untuk dikritik dan belajar.

Untuk review bukunya bisa dibaca disini

0 komentar: