Mitos Seputar Rayap yang Sering Membuat Penanganan Jadi Terlambat



Beberapa waktu lalu, di hari Sabtu suami mengajak membersihkan lemari baju. Ya, selain rutin declutter jsj lemari, kami juga rutin membersihkan lemari, termasuk bagian belakangnya. Betapa terkejutnya kami mendapati bagian belakang begitu lembab. Setelah kami pikir ini adalah hal yang "wajar", mengingat kamar kami tidak terlalu berlimpah matahari dan angin dari luar. 

Di suatu kesempatan yang berbeda, saat itu kami sedang pindahan rumah. Saat sedang menggeser lemari, betapa terkejutnya aku mendapati uang beberapa ratus ribu dimakan rayap! Ternyata itu uang yang tempo hari kupikir hilang namun ternyata jatuh ke belakang lemari. 

Persoalan rayap ini memang ngga bisa dianggap sepele. Masalahnya dia makan apa saja, sampai uang dan bangunan. Memahami mana fakta dan mana mitos menjadi langkah awal yang penting sebelum kerugian semakin besar.

Salah satu mitos paling umum adalah anggapan bahwa rayap hanya menyerang rumah kayu. Faktanya, rumah beton pun tetap bisa terkena rayap. Rayap tidak memakan beton, tetapi menggunakan celah beton sebagai jalur masuk menuju material kayu di dalam bangunan, seperti kusen, rangka plafon, atau furnitur permanen.


0 komentar:

Kolaborasi Pejuang Kebaikan untuk Sumatera Bersama Dompet Dhuafa

 



Pagi itu di hari Kamis 29 Januari 2026, sejak subuh hujan sudah turun di daerah rumahku. Syukurlah, menjelang pukul 10.30 WIB hujan berhenti meski mendung masih menggelayuti. Aku dan Azzura, anak bungsku yang berusia tiga tahun, memulai perjalanan kami dengan naik angkot menuju sebuah lokasi. 


Eits, mau kemana kita? 

0 komentar: