Key Takeaways dari Buku "Belajar Marketing, Belajar Hidup" Karya Henry Manampiring



Ini adalah buku kedua yang aku checkout di tahun ini. Buku yang aku beli secara offline di Gramedia Jalma, saat mendapat voucher Rp50.000 di bulan Agustus. Lumayan. 


Jujur, awal baca buku ini, baru beberapa halaman awal aku sempat berhenti dan mempertanyakan "apakah aku salah beli buku?"

Cerita Rumah Tanpa AC: Ini Alasan Kami Tidak Pasang AC di Rumah dan Memilih Kipas Angin

 







“Kok nggak pakai AC di rumah?” tanya salah satu kerabatku saat main ke rumah kami. 


Ya, di rumah kami memang tidak ada AC (air conditioner). Tidak satupun ruang di rumah kami memakai AC. Sebagai gantinya, kami punya kipas angin di setiap ruang. 


Jangan salah sangka dulu. Kerabatku tersebut bukan bermaksud julid, tapi memang ingin tahu alasanku lebih memilih kipas angin, dibandingkan AC. Bukan tanpa alasan, ada beberapa hal yang melatarbelakangi keputusan ini


Alasan 1: Tidak/Belum Membutuhkan 

Setiap barang yang ada di rumahku hadir harus dengan tujuan atau manfaat. Itu selalu menjadi pedomanku ketika membeli barang, untuk menghindari rumah penuh barang dan kemudharatan. Sejauh ini, keluargaku tidak (atau belum) membutuhkan AC. 

Alasan 2: Cuaca di Sekitar Rumah 

Sejujurnya aku tidak tinggal di kawasan kaki gunung, tengah gunung ataupun puncak gunung. Cuaca siang disini sebagaimana pada umumnya, namun biasanya di malam hari cenderung lebih dingin terlebih jika dibandingkan dengan ibukota. Ini sangat relate dengan alasan pertama tadi. 

Alasan 3: Mencoba Menghemat Energi

Semakin sedikit listrik yang digunakan, tentunya akan lebih baik dampaknya ke bumi. Kesadaran untuk berkontribusi ke bumi inilah yang membuat kami semakin menguatkan untuk memiliki rumah tanpa AC. 

Alasan 4: Menghemat Pengeluaran 

Masih berkaitan dengan alasan 1, belum butuh, kami juga punya preferensi alokasi keuangan. Karena kami ada prioritas keuangan untuk pos lain, jadi kami menghemat untuk hal yang tidak diperlukan. Salah satunya penggunaan AC. 

Ada Banyak Manfaat dan Kelebihan Kipas Angin 

Sebagai gantinya, kami menggunakan kipas angin untuk kenyamanan di rumah.

Alasan-alasan diatas relate dengan manfaat dan kelebihan kipas angin yang aku baca dari beberapa artikel. 

Sebagai pendingin dan penyegar udara 

Kipas angin menghasilkan angin untuk mendinginkan ruangan dan memberikan sensasi sejuk, serta dapat membantu menghilangkan bau tidak sedap dengan cara menggerakkan udara ke luar jendela atau pintu. 

Meningkatkan sirkulasi udara 

Kipas angin membantu sirkulasi udara agar tetap optimal di dalam ruangan, baik itu kipas angin yang diletakkan pada dinding, lantai, meja, maupun langit-langit. Cara kerjanya dengan mengganti udara yang kotor dengan udara yang lebih bersih dan lebih segar dari luar ruangan. 

Menghemat energi 

Kipas angin mengonsumsi lebih sedikit listrik dibandingkan AC, sehingga lebih hemat biaya operasional dan dapat mengurangi emisi karbon. 

Meningkatkan kenyamanan saat tidur 

Kipas angin dapat menjaga suhu tubuh tetap nyaman saat tidur dengan mengusir panas berlebih dan menghindari udara lembap yang menumpuk. 

Mengelola panas pada perangkat elektronik 

Kipas angin berperan penting dalam manajemen termal untuk mencegah perangkat elektronik mengalami overheat dan memperpanjang usia komponennya.

Tips Penggunaan Optimal & Perawatan Kipas Angin 

Untuk penggunaan optimal kipas angin, lakukan hal berikut: 

- Posisikan kipas di area yang memungkinkan aliran udara merata ke seluruh ruangan dan hindari sudut sempit yang terhalang. 

- Buka jendela dan pintu di sisi berlawanan dari kipas angin untuk menciptakan "angin silang" yang efektif menarik udara segar dan mengeluarkan udara panas. 

- Atur kecepatan kipas angin sesuai dengan tingkat panas. 

- Arahkan kipas angin ke dinding saat tidur agar angin memantul dan menciptakan udara yang lebih sejuk secara merata. 

Untuk penghematan energi, pastikan kipas angin dalam kondisi mati saat tidak digunakan menggunakan fitur timer terutama saat malam hari. Untuk perawatan kipas angin, bersihkan bilah kipas secara rutin dari debu dan kotoran yang menumpuk, karena ini dapat menghambat aliran udara dan mengurangi efektivitasnya. 

BIGFAN Miyako Bikin Orang-orang Salfok

Sewaktu aku beredar di daerah Taman Ismail Marzuki, aku salfok melihat keramaian di Communal space. 


lagi beredar di kawasan TIM, panase poll! 



Keramaian yang bikin salfok



Aku coba dekati, eh, ternyata lagi ada BIGFAN Miyako!


Ada BIGFAN di Taman Ismail Marzuki!


Beneran big banget! 


BIGFAN adalah event Miyako yang menampilkan Kipas Angin KAS-1697 DRW berukuran raksasa. BIGFAN digelar selama tiga hari, mulai dari 7 hingga 9 November 2025 di Communal Space, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Kehadirannya berhasil menarik perhatian masyarakat luas khususnya yang sedang melintasi di sekitar lokasi.



Ada juga photo challenge bersama kipas angin Miyako dengan hadiah menarik! Tapi... Apakah cuma buat yang hadir di lokasi?



Ternyata, tidak! Selain datang langsung ke acara, bisa juga ikut kompetisinya dengan unggah foto atau video bersama kipas angin Miyako apa saja di Instagram dan menandai akun resmi Miyako Indonesia. Sungguh, win-win-solution.

By the way, kipas angin Eco Powers Miyako ini jadi kesayangan Nikita Willy lho! Why oh why? 

✅ hemat listrik (low watt), hanya 45 watt 

✅ hembusan angin extra kuat hingga 13.25 meter 

✅motor double bearing sehingga lebih tahan debu dan anti macet 

✅senyap saat dioperasikan (silence sound) hanya 61.7 dB 

✅tampilan lebih modern dengan digital display 

✅lebih mudah dioperasikan dengan remote control 

✅dilengkapi dengan timer hingga 9 jam 

✅tampilan lebih mewah dan tetap kokoh dengan hadirnya blade bening ✅menggunakan jaring anti karat dan MUdah dilepas paSANG (MUSANG) untuk dibersihkan 

✅menggunakan thermofuse untuk mencegah overheat pada motor 

✅garansi tanpa syarat selama tiga tahun (berlaku untuk motor kipas dan jaring MUSANG)

No worries, kipas angin ini telah lulus uji Standar Nasional Indonesia (SNI) dan mendapatkan Sertifikat Hemat Energi (SHE). 


Kabar baiknya, photo challenge bersama kipas angin Miyako masih berlangsung hingga 27 November 2025, lho! Untuk info selengkapnya, silakan kunjungi Instagram @miyakoofficial.id, ya! 

Referensi: 

https://miyako.co.id/produk/kipas-angin/stand-fan/kas-1697-drw/ 

https://www.https://manfaat.co.id/manfaat-kipas-angin 

https://www.liputan6.com/hot/read/5307074/tips-aman-menggunakan-kipas-angin-saat-tidur-agar-tak-gan ggu-kesehatan


Highlighted Points dari Buku "Pulih dari Trauma"



Pulih dari Trauma. Buku kedua yang aku baca, karya dr. Jimmy Ardian. Ngobrolin trauma, rasanya sebagian besar kita punya hal itu, disadari atau tidak. Buku ini mengupas lebih dalam soal trauma,  dan tentunya dikaitkan dengan kondisi fisiologis manusia. 

Ada banyak highlight dari buku ini. Here they are.. 

Highlighted Points dari Buku "The Parenting Map"



Buku The Parenting Map aku pinjam dari perpustakaan sekolah anakku. Buku dengan tebal hampir 500 halaman ini ditulis oleh seorang doktor yang telah lama berkecimpung ndi dunia conscious parenting.  Aku pernah mengulasnya disini

Ada banyak highlighted points, yuk disimak! 

Menjadi orangtua bukanlan tentang apa yang anak Anda lakukan atau tidak lakukan. Ini tentang apa yang Anda lakukan sebagai tanggapan. Ini tentanh apa yang Anda rasakan dalam memberikan reaksi. Ini tentang bagaimana Anda mengatasi semuanya secara emosional. 


Menyadari proyeksi batin kita terhadap anak anak kita merupakan langkah besar pertama dalam perjalanan kita dari ketidaksadaran menuju kesadaran. 


Pada umumnya ada tiga alasan utama yang melandasi perilaku bermasalah pada anak yaitu ketiadaan informasi, belum memiliki keterampilan, dan kurang percaya diri. 


Melepaakan kendali bukan berarti berhenti bertanggungjawab. Melepaskan kendali artinya berhenti memaksakan kendali saat aturan Anda dilanggar. 


Saat kita fokus pada keberadaan, kita fokus pada keadaan kehidupan dan keterhubungan pada momen saat ini. Saat kita berfokus pada pengalaman, kita fokus menerima apapun yang sedang kita lalui atau alami disini dan saat ini. 


Berikut dua kebenaran mendasar yang harus Anda terima sepenuhnya untuk memperoleh pemahaman yang lebih jelas; Anda tidak "menciptakan" anak-anak Anda & memiliki anak bukan tindakan tanpa pamrih. 


Sebesar keinginan kita agar anak-anak merasakaan kebahagiaan dan kesuksesan, sebesar itu pula kita menyiapkan diri untuk gagal dan kecewa saat kita terlalu fokus pada keinginan tersebut. 


Sebenarnya, salah satu tujuan conscious parenting adalah berusaha menjadi "tidak penting" bagi anak-anak kita. 


Cara paling efektif ubtuk melepaskan sindrom penyelemat Anda adalah dengan bertanya pada diri Anda

Bagaimana perasaanku saat seseorang berpendapat aku harus diselamatkan atau mereka mencoba mengontrolku? Aoakah aku suka disuruh-suruh dan "dikuliahi"? 


Dukung anak-anak dari samping, alih-alih memimpin dari depan. 


Tujuan orangtua berkesadaran adalah membuat mereka tampil dengan pendapat dan kepemimpinan mereka sendiri


Dengan terus menerus melabeli anak- anak kita, tanpa sadar kita melatih mereka untuk melihat dunia hanya pada satu sudut pandang; hitam atau putih. 


Anak-anak berusia lebih kecil memiliki kemampuan mendengarkan dan mewujudkan kebenaran mereka sendiri hanya saja mereka lebih impulsif. 


Ada tiga "saya" dalam diri setiap orang yaitu inner child, ego impostor dan diri kita sebenarnya yang menenangkan dan memelihara. 


Sebuah pemicu berawal dari "sesuatu". Yang membuatnya menjadi pemicu adalah bagaimana ia diartikan dan diolah dam pikiran kita. 


Memberi jeda membuat kita memusatkan diri kita ke dalam tubuh dan dapat memilih rencana untuk tindakan yang berbeda. 


Target pemulihan batin bukan untuk mencapai suatu tujuan melainkan menjaga agar cahaya pada batin kita tetap bersinar sehingga diri kita menjadi makin utuh. 


Frasa "Jadilah dirimu sendiri" artinya Anda merasa dihormati dan dihargai sebagai diri sejati diri Anda, hakikat diri Anda. 


Penerimaan diri sendiri dan juga orang lain menjadi tugas spiritual yang berat karena budaya kita membentuk bagaimana segala sesuatu "seharusnya" akibat pandangan mental kita yang salah. 


Anak-anak yang memiliki nilai diri mampu menggunakan sumber daya batin mereka untuk mengatasi berbagai kesulitan tanpa tenggelam dalam rasa malu dan benci terhadap diri sendiri.


Ketika orangtua terjebak di dalam ego mereka sendiri, anak-anak mungkin tidak punya pilihan lain selain ikut mengaktifkan ego mereka sendiri. 


Bisa jadi alasan mengapa kita tidak menerima anak kita apa adanya adalah karena kita tidak menerima diri kita apa adanya. 


Anak-anak pencemas namun gampang meledak butuh orangtua berkesadaran yang membantu membingkai ulang kecemasan mereka dan menemukan kemampuan mereka untuk mengarahkan diri sendiri. 


Tugs kita adakah menyelaraskan diri dengan sifat dasar anak-anak kita dan mencetak pola pengasuhan kita berdasarkan infrastruktur dasar yang mereka miliki. 


Tanyakan ini untuk menyelaraskan diri dengan sifat anak anak kita. 

Siapakah anakku sebenarnya? Dapatkah aku memahami siapa anakku tanpa menghakiminya? Dapatkan aku menyelaraskan harapanku dengan siapa anakku yang sebenarnya dan bukan dengan keinginanku sendiri? Dapatkah aku menemukan kekuatan dalam diri anakku dan menghargainya? 


Untuk melakukan penyelarasan gunakan konsep WARM; witnessing, allowance, reciprocal & mirror. 


Apa yang tidak kita sadari adalah anak-anak tidak bergerak secepat kita. Mereka jauh lebih lambat. 


Memberikan izin ke anak (allowance) harus disertai memberikan ruang aman. 


Faktanya, anak-anak tidak tahu bagaimana memancing emosi kita. Ini adalah kunci untuk menjauhkan diri dari anggapan bahwa anak anak sengaja bersikap manipulatif dan berkomplot untuk melawan kita. 


Luka batin anak tingkat pertama berupa gelombang. Tingkat kedua berupa bendera tanda bahaya. Tingkat ketiga seperi nyala api. Tingkat ke empat seperti bom wakru. 


Prinsip utama conscious parenting adalah keterhubungan sebagai prioritas. Terhubung dahulu sebelum membenahi. 


Pertimbangan sebelum membuat batasan; untuk anak atau ego Anda? 


Berbicara ke anak bukan sekadar tentang isi dan diksi namun juga nada dan energi. 


Orangtua berkesadaran menyadari bahwa guru terbaik adalah pengalaman. 


Case: anak melakukan ketidaksengajaan ketika kita sedang terburu-buru. 

Respon yang bisa dilakukan adalah berkata "maaf aku terbiasa mengendalikanmu. Dan kesalahanmu membuatku lepas kendali"


Satu-satunya cara agar kita dapat mengkomunikasikan keberanian seputar kesalahan dan kegagalan adalah dengan menerima bahwa hilang kendali adalah hal yang wajar terjadi. 


Ketika kita menormalisasi kesalahan dan kegagalan, kita melepaskan tekanan kesempurnaan dan kendali dari anak anak kita. 


Agar kita berkomunikasi lebih baik dengan anak-anak kita, gunakan metode VENT: validasi, empati, normalisasi dan netralisasi. 


Ketika kita menjalani hidup dengan menerima segala sesuatu apa adanya tanpa melabeli atau menghakimi, maka kehidupan mulai kehilangan kekuasaannya atas kita. 


Perbedaan transformasi dan perubahan. Transformasi menitikberatkan pada pengalaman emosional dan pertumbuhan batin yang terjadi. Sedangkan perubahan berfokus pada tugas eksternal yang tengah dihadapi. 


Anak anak hidup dalam keadaan "menjadi" Diri mereka sendiri sementara kita lebih fokus pada melakukan. 


Bukan tugas anak kita menyesuaikan dengan keadaan kita tapi tugas kitalah untuk menyesuaikan dengan keadaan anak. 


Case: anak meminta memiliki telepon genggam sendiri. 

Respon:

Orangtua mengurangi penggunaan telepon genggam terutama saat anak <10 tahun. Pikirkan bagaimana agar anak tidak terus menerus berinteraksi dengan layar gawai. Ketiga, bantu anak kemahami bahwa ketika mereka cukup usia mereka akan mendapatkannya, pastikan mereka tahu Anda bersedia memenuhi permintan mereka saat usia mereka mencukupi. 


Hanya karena kita tidak dapat memenuhi keinginan anak-anak pada saat ini, bukan berarti mereka tidak dapat memupuknya untuk diwujudkan di kemudian hari. 


Kepuasaan yang ditunda (delayed gratification) merupakan pelajaran hidup bahwa ada saat yang tepat untuk segala sesuatunya. 


Anak: aku mau beli barang/sepatu/mainan lagi! 

Tanggapan berkesadaran: Aku juga sering menginginkan benda benda seperti itu. Akh bisa memahani keinginanmu. Kamu kan dapat uang saku untuk kamu belanjakan sesukamu. Ayo buat anggaran dan rencana supaya kamu bisa membelinya sendiri. 


Pikiran obsesif kita terwujud dam tiga pola utama; rasa bersalah, menyalahkan dan penyesalan. 


Apakah Anda menyadari bahwa rasa bersalah, hingga tingkat tertentu, sebenarnya adalah bentuk narsisme tersembunyi yang justru menghalangi kita dari melakukan pekerjaan batin untuk memahami inti reaksi bawah sadar kita? 


Satu-satunya masa yang paling relevan adalah masa dimana kita berada disini, saat ini. 


Satu-satunya hal yang relevan dari masa lalu adalah pengaruhnya atas masa kini. 


Keinginan Anda untuk berkembang harus lebih besar ketimbang keinginan Anda untuk tetap sama. 


Perubahan terjadi sesuai waktu dan kesiapan setip individu. Orang yang yang siap menerapkan pengasuhan berkesadaran harus memulai perjalanan mereka, dan tidak peduli pada titik mana orang itu berada saat itu. 


Mana di antara poin-poin di atas yang kamu relate banget? 

Hampir Tertipu Spam Call: Kisah Nyata dan Cara Melindungi Diri dengan SATSPAM

 



Sore itu, beberapa tahun lalu saat aku masih berstatus mahasiswi sebuah kampus negeri, aku lagi balas-balasin chat. Tiba-tiba, ponselku berdering. Nomor asing terpampang di layar. Tanpa curiga, aku angkat.


“Selamat sore, saudari Evi. Kami dari panitia konferensi di Bali, ingin menginformasikan saudari Evi terpilih sebagai finalis untuk mempresentasikan karyanya di Bali.” suara di seberang terdengar tegas dan meyakinkan.


Aku auto merasa senang. Beberapa waktu lalu memang, entah kebetulan atau apa, aku mendaftarkan paperku dalam sebuah konferensi pendidkkan di Bali. 

Highlighted Points dari Buku The Book You Wish Your Parents Had Read



Sudah beberapa pekan sejak aku menamatkan buku "The Book You Wish Your Parents Had Read" tapi masih belum bisa move on~ Banyak banget insight baru yang aku dapatkan dari buku, aku sudah review disini. Aku ingin membagikannya ke para pembaca.

Berikut ini highlighted points menurutku, dari buku "The Book You Wish Your Parents Had Read". Aku membaginya per bab. 👇