Ads 468x60px

Rabu, 06 Maret 2013

Jakarta oh Jakarta.. Angkot oh Angkot (?)

sumber : google.com
Bismillahirrahmanirrahim..
Tulisan ini kubuat seraya mengamati hujan yang mengalir deras di depan jendela sebuah coffe shop.
Entah mengapa hatiku tergelitik untuk menulis tentang ini..
Jakarta, 16 tahun sudah aku tinggal di kota ini. Meskipun tidak ada garis keturunan tanah Betawi, aku merasa telah 'menyatu' dengan Jakarta. Bukanlah sebuah kota yang sempurna jika tidak tanpa masalah. Baiklah, masalah yang ingin kubahas adalah tentang 'Angkot' 


Belum lama aku dengar berita tentang pemerkosaan di angkot, mulai dari mahasiswi hingga ibu rumah tangga. Tentu saja dengan modus berbeda-beda. Dan baru saja aku mendengar kabar tentang seorang mahasiswi yang harus meregang nyawa karena loncat dari sebuah angkot. Ya, dia merasa ketakutan--takut diculik dan dibawa kabur-- sehingga memutuskan untuk loncat dari angkot.
Jujur saja begitu mendengar kabar itu hatiku miris, terasa ingin menangis. Bagaimana mungkin? Lagi-lagi wanita menjadi korban! Sebagai seorang wanita yang kerap beraktivitas di luar rumah dan menggunakan kendaraan umum, tentu ada perasaan paranoid dalam diri ini.
Berikut beberapa tips yang bisa kubagi dalam persiapan bepergian sehari-hari :
1. Kenakan jaket, jaket bisa melindungi diri saat sedang berdesak-desakkan di kendaraan umum.
2. Mengenakan celana longgar di balik rok, ini untuk memudahkan pergerakan di perjalanan
3. Barang-barang yang wajib dibawa:
Mushaf Al-Qur'an, buku (untuk dibaca di perjalanan, mengisi waktu luang), payung dan jaket.
Setelah persiapan, pamit pada orang di rumah dan membaca doa..saatnya berangkat!
1. Cari teman mahram perjalanan. Jika harus sendiri, teteup baca bismillah ya!
2. Pilihlah kendaraan yang sedikit ramai, ya setidaknya nggak kita sendiri di bis/angkot. Kalau bisa yang didominasi penumpang wanita.
3. Pilihalah tempat duduk tepat di belakang supir, jangan terlalu ke dalam kecuali jika benar-benar terpaksa.
4. Jika ada yang mengajak ngobrol, jangan langsung menatap wajah orang itu.
5. Kalau di tengah perjalanan, tinggal kita seorang diri, alangkah lebih amannya jika kita turun dan memilih bis lain. Mencegah lebih baik daripada sudah terjadi kan ;)
6. Jangan terlihat bingung atau banyak melamun di jalan. Isilah dengan dzikir sepanjang jalan agar aman;

Nah, kalo ini tips khusus untuk naik bis :
1. Utamakan pilih tempat duduk (jika ada kursi kosong) atau tempat berdiri (jika tempat duduk penuh) yang paling depan dan dekat dengan mahram/wanita. Soalnya kalau di belakang cenderung 'rawan; kecuali benar-benar terpaksa.
2. Jika harus berdiri, letakkan atas di depan sebagai penjagaan;
3.Berikan uang pas untuk membayar;
4. Siapkan uang receh untuk diberikan pada pengamen.
Oh ya, terkadang ada pengamen yang 'rada aneh'. Hnay sekedar orasi lalu minta uang, atau pakai silet (entah buat nakutin atau apa), yang jelas aku sendiri masih bingung harus ngasih atau nggak... Msya Allah Jakarta makin makin yak!
Sekedar berbagi cerita. Di suatu pagi, aku naik angkot dari Rambutan menuju sebuah tempat di daerah Cibubur. Kebetulan hari itu ada agenda dakwah. Berhubung aku belum tau jalannya dan tidak ada teman yang bisa diajak bareng, jadilah aku berangkat sendiri naik angkot dan berpesan pada abang angkot turun di daerah itu. Di tengah perjalanan seluruh penumpang turun, perasanku mulai was-was. Bertambah cemas ketika mengetahui jalanan begitu sepi padahal pagi itu pukul 08.00. Tanpa pikir panjang aku menghentikan angkot.
"Kiri, Bang, kiri!"
Abang angkot menghentikan mobilnya. "Kan masih jauh, Neng?"
"Biarin aja deh, saya turun sini aja." ujarku langsung memberikan uang dan berlalu.
Hingga akhirnya aku menunggu angkot yang lebih penuh dan syukur alhamdulillah aku tiba di tujuan dengan selamat. Sendirian, sepi, tak tahu arah. Astagfirullah, sungguh saat ini tak terlukiskan kepanikanku kala itu.
Jakarta itu keras, sungguh deh, apalagi untuk kita para wanita. Pandai-pandailah menjaga diri. Rumah memang tempat teraman dan ternyaman, tapi pergi beraktivitas di luar rumah pun tidak masalah, asal tetap menjaga diri. Jadikan tilawah sebagai penjagaan diri kita dan doa serta dzikir pengiring perjalanan.
Sebagai seorang wanita, aku sungguh mengecam segala tindak kejahatan yg dilakukan wanita! Hei, wanita bukan makhluk yang lemah! Wanita itu makhluk yang harus dijaga, bukan disakiti!
Tapi bagaimanapun juga, jangan sampai hal itu lantas benar2 menonaktifkan diri dari luar rumah dan memparanoidkan diri. Di rumah ataupun di luar rumah, tetaplah berproduktif!
NB : mungkin ada yang ingin menambahkan tips2 di atas, tafadhol ;)
-di ibukota yang (katanya) lebih keras dari ibu tiri-
10022013
16.55 WIB


1 comments:

 

Mathematics is...

"Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan dan teori bilangan adalah ratunya Matematika."
-Gauss, a mathematician-

I Have A Dream...

Jika kamu memiliki mimpi, maka tuliskanlah, tempelkanlah di tempat strategis dan berikhtiarlah! Man Jadda Wa Jadaa! Mestakung!