Ads 468x60px

Sabtu, 21 November 2015

Cinta itu Ada di Darat, Udara dan Laut!


 Dunia kampus telah beriku pengalaman luar biasa. Yang tak mampu terulang dengan sempurna. Beragam tempat telah kudatangi, memberiku kisah tak terganti. Rote, salah satunya. Ini kisah tentang perjuangan. Ini kisah tentang pengorbanan. Kebersamaan. Perjalanan. Merengkuh cinta.



Waktu dua pekan kata orang berlalu cepat. Tapi tidak tatkala aku berada di nusa lontar, Rote. Perjalanan yang tidak bisa dibilang sebentar. Biaya yang tidak bisa dibilang sedikit. Aku harus melalui semua jalur. Ya, semua jalur transportasi! Darat, udara dan.. laut!

Jumlah kami tidak banyak. Hanya dua laki-laki dan dua perempuan. Ya, hanya empat orang (dua orang yang lain menyusul). Bagi orang lain impossible ekspedisi hanya BERENAM? Tapi VERY POSSIBLE bagi kami. Karena cintaNya menguatkan dan mengeratkan kami :) Dari UNJ untuk Rote!

Jakarta-Surabaya via darat
Dimulai dengan kebersamaan di kereta selama 18 jam dari Jakarta menuju Surabaya. Walau hanya berempat, tapi keberangkatan kami ke stasiun diantar 4 orang lainnya. Kami pun saling berpelukan dan berpamitan. Ada adegan seru. Saat sepuluh menit sebelum kereta meluncur, kami baru check ini.
"Mul, snack dimana dah?" tanya Affif ke Mulya.
"Ya Allah! Ketinggalan di Ipeh, di luar!"
"Ya ampun isinya logistik semua itu."
dan..tiba-tiba..Bibeh datang bak pahlawan pembawa logistik.
Huaaa jadi baper :'')

TakdirNya mempertemukan kami dengan dua orang (yang juga) backpacker laki-laki, hendak ke Lombok. Semalam suntuk kami habiskan untuk mengobrol, makan malam, berdiskusi, bercanda, tidur. Ya semuanya bersama. Tapi tentu masih tetap menjaga diri ya. Sampai dicandid pose tidur tiap tiap dari kami. Ulahnya Mulya ini, tapi ga akan aku posting lah ya. Hehe.

Entah udah berapa kali kita ganti gaya deh. Dan aku jadi pengamat pose tidurnya Affif, Mulya, Diana. Mulai dari pose normal, saling tindih, sampai randomly abstrak, haha. Unforgettable.

Tiba di Surabaya pukul 03.00 dini hari. OMG apa yang biasa dilakukan orang-orang jam segitu pada selain tidur? Alhasil kita pun ngemper di luar stasiun. Iya. Ngemper, macam anak jalanan. Kita berenam. Ditemani nyamuk yang kehausan darah. Tepok sana, tepok sini deh kita. Nguap sana, nguap sini. Ups ditutup dong.

Karena kelaparan, kita pun cari makan. Lebih tepatnya Affif berangkat cari makan. Lalu kita ngemper lagi makan bareng. Ah ga masalah. Asal bersamamu, walau sederhana tak mengapa bagiku~

Surabaya-Kupang via udara
Setelah beberapa hari singgah di Surabaya, sungguh pengalaman yang begitu banyak, kami melanjutkan perjalanan menuju Kupang. Pagi hari sebelum lepas landas, aku dapat berita gempa di Kupang. Nah lho gimana? Dagdigdug. Bismillaah..

Kita berempat berangkat dari dua tempat berbeda. Hmm kenapa kita bisa kepisah gini? Padahal awalnya bareng-bareng.. tunggu cerita lengkapnya nanti di antologi ya hehe.
salah satu momen di Surabaya dari ribuan momen lainnya :')

Aku dan Diana tiba di bandara setengah jam sebelum take off, setelah Affif dan Mulya datang. Alhamdulillah semua berjalan lancar.

Pesawat mulai lepas landas. Dua jam bukan waktu yang singkat. Jadi ingat perjalanan ke Sulawesi. Eits, tapi kali ini aku tak sendiri, hehe. Bersama mereka, yang selalu hadirkan tawa dan canda. Betapun saling kesalnya kita, tetap akan mencair karena kita telah dipersatukanNya :')

See you again, Surabaya! Makasih yaa kenangan indahnya. Mulai dari numpang di asrama, pertengkaran di tengah malam, dan lain-lain. Aku kembali lagi suatu hari insya Allah..

Kupang-Rote via laut
Setelah kesinggahan di Kupang, esok paginya langsung melanjutkan perjalanan. Darat, udah. Udara, udah. And now giliran LAUT!

O.M.G. Aku belum pernah sekalipun naik kapal laut lho! Sebelum berangkat ke pelabuhan, aku sempatkan minum obat anti mabuk. Hmm apa jadinya yaa nanti.

Di pelabuhan kami bertemu dosen UGM yang akan melakukan penjemputan terhadap mahasiswanya yang tengah KKN di Rote, tapi beda kecamatan dengan kami. Dosen yang unik, inspiring, penuh cerita. Si Affif sampai mendekat mulu, haha.

Dan..kapal laut pun datang. Dagdigduh hatiku berdesir, kapal mulai bergoyang-goyang diisi ratusan penumpang. Sebetulnya ada dua jenis kapal laut untuk menyebrangi Rote dari Kupang. Kapal cepat sekitar 2 jam dengan biaya 150k dan kapal lambat dengan biaya 45k selama 5 jam. Di pemberangkatan kita coba kapal cepat karena memburu waktu.

Kapal cepat ini modelnya kapal motor. Hmm ternyata meskipun di tiketnya udah ditulisin nomor bangku, tetap aja penumpang lain suka-suka.

Kapal pun mulai melaju. Selamat tinggal sementara, Kupang. Halo, selatan negeri, aku datang!

Di saat yang lain asyik ngobrol, aku segera berlari menuju lantai atas kapal. Aku ingin merasakan sensasi laut, mencium wangi laut!

Awalnya biasa aja.. Lama lama aku mulai goyah. Mulai mual. Mulai pusing. Aku kembali ke lantai bawah penuh perjuangan karena ombak lagi besar besarnya. Masyaa Allah mabok laut juga aku dah.
 Malu beneuurrr -___- Alhasil sisa perjalanan kunikmati dalam mimpi alias aku tidur..zzz..

Yippie, here i am. Aku yang dulunya sangat takut naik kapal laut..kini.. Yeay aku berhasil melawan rasa takutku. Di tanahnya orang pula, di Indonesia timur, bagian selatan. Aku bisa!


Bagiku berperjalanan selalu memberi pengalaman. Aplagi jika bersama kawan. Aku jadi mengenal satu sama lain. Bagaimana tidak? Dua pekan habiskan waktu bersama~

Bagiku cinta itu ada dimana-mana. Mungkin selama ini aku hanya tahu cinta ada di darat. Lalu pada 2013 aku tahu cinta ada di udara.. dan di 2015 aku tahu cinta juga ada di laut!

Lantas apa yang bisa membuat kami rela menghabiskan waktu panjang di darat udara dan laut?

Demi kamu, ya, demi kamu. Kami arungi darat udara laut. Demi kamu. Demi almamater kampus. Demi Indonesia.
 Tak pernah kusangka aku bisa kuat berjalan sedemikian jauhnya..

Rote yang dahulu hanya kulihat di peta. Rote tanah pengabdianku!


NB: Kata siapa ekspedisi butuh orang banyak? Banyak tapi ga menghasilkan sama aja sih, useless menurutku.. Buktinya kita bisa kok 6 orang berangkat ekspedisi!

Cerita Lain #EkspedisiBerandaIndonesia
Melihat Kenyataan Indonesia dari Tepian Pulau Terselatan
Mutiara dari Pelosok Rote

3 comments:

  1. waaaaaahhhh asik niiihhh, jadi mupeng,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngomong doang ga ada aksinya? Useless.
      Come on, do action!

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus

 

Mathematics is...

"Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan dan teori bilangan adalah ratunya Matematika."
-Gauss, a mathematician-

I Have A Dream...

Jika kamu memiliki mimpi, maka tuliskanlah, tempelkanlah di tempat strategis dan berikhtiarlah! Man Jadda Wa Jadaa! Mestakung!