Ads 468x60px

Kamis, 09 Mei 2019

Ketika Anak Batita Tak Mau Berbagi



"Aaaarrghh.." terdengar teriakan dari ruang tamu ketika aku lagi meliput ke dapur,  meninggalkan anakku bermain dengan temannya. Ya,  itu suara my baby blue,  Icham.

Langsung aku menghampiri. Olala, ternyata Icham lagi merebut mainan yang sedang dipinjam temannya. Alias ga ridhoi mainannya dipinjam.

Duh gusti!


Well anakku bukan sekali itu aja berlaku seperti itu. Beberapa kali bahkan hampir selalu,  pas mainannya dipinjam, langsung ga rela.

Rasa penasaran bikin aku nyari banyak info soal 
"Apakah batita sulit berbagi?"


Btw, batita yg aku maksud disini adalah yang  berusia di bawah 3 tahun. Anakku sendiri kini usia 21 bulan.

Awal Mulanya... 
Icham udah bisa main sama temen2 sebaya atau di atasnya sekitar usia 10 bulanan. Saat itu kayaknya belum ngerti tentang kepemilikan. Dalam artian,  dia selo aja kalo temennya menyentuh atau memainkan mainannya.


Tapi entah aku lupa sejak kapan,  dia udah mulai berpolah. Mulai kelihatan saat dia main sama sepupunya. Tiap sepupunya pegang barang miliknya, dia auto-teriak atau berusaha merebut. Semacam ngga mau berbagi.

Aku galau dong, ngga mau anakku dicapai pelit de el el. Aku coba bilangin baik baik bahwa dia harus berbagi. Tapi again and again,  masih aja begitu.  Ngga cuma sama sepupunya tapi ternyata juga teman-temannya yang lain.

The Survey Says..
Mencoba memcari penguatan, aku bikin survei mini di IGstory. Dan hasilnya. .


Yeay,  i am not alona,  in fact. Hehe. Jadi memang Itu sesuatu yang wajar. Btw 7% yang menjawab  tidak adalah para single setau newly wedW 

The Insight Finally Come To Me
Sampai suatu ketika aku ikut Montessori Short Course nya Montessori Haus Asia. Jujur seneng banget sih bisa dapat full scholarship untuk course ini. Next aku bakal cerita.


Back to topic.  Biasanya abis materi,  ada sesi tanya jawab.  Nah di sesi tanya jawab, fasil kita,  Miss Ruth, yang juga seorang Psikolog, menjelaskan:A

"Adalah sebuah hal yang wajar anak di bawah usia  3 tahun punya rasa egois yang tinggi.  Misal dia tidak mau berbagi dengan temannya. Kita tidak harus menuntutnya untuk berbagi,  karena memang dia sedang dalam fase itu."

Otomatis langsung teringat anakku yang juga berlaku demikian.

Ternyata pernyataan Miss Ruth benar (duh maapkeun Miss bukannya ragu, maklum emak emak butuh penguatan 😂🙏) ketika aku googling, Moms.

Ini aku kutip beberapa artikel yang aku baca sebagai referensi. Sumbernya dari Ayahbunda.co.id.

Dalam buku “What to Expect: The Toddler Years,” disebutkan  bahwa anak balita tidak mengerti perbedaan antara berbagi suatu benda dengan menyerahkan kepemilikan atas benda tersebut. Si balita takut temannya tidak mengembalikan mainannya. Ketakutan ini mereka tunjukkan dengan merebut, memukul, berteriak, atau tindakan buruk lainnya hingga ia bisa mendapatkan kembali benda tersebut.  
Eits, ternyata masih ada lagi.. Masih dari sumber yg sama.

Susanne Ayers Denham, psikolog perkembangan di situs www.babycenter.com, menyatakan bahwa saat anak balita menolak untuk berbagi mainan favoritnya, dia tidak sepenuhnya  egois. Apa yang dilakukannya itu wajar untuk anak usia ini.  Perhatikan saja saat anak bermain dengan teman-teman sebayanya. Dia bukan satu-satunya anak yang mengambil paksa mainannya. Belajar berbagi memang sulit bagi sebagian anak, tetapi pada akhirnya setiap anak akan belajar bahwa berbagi itu penting sebagai sarana menjalin pertemanan dan diterima dalam suatu komunitas atau kelompok.

Conclusively, it's a normal. Ah i see,  terjawab sudah kegundahgulanaaanku selama ini Moms. Ya, meskipun dari sisi sosial  pasti akan ada yg memandang aneh, ga mau berbagi,  de el el.

What To Do... 
Setiap anak memang berbeda karakternya.  Ada anak yang biasa aja mainannya dipinjam. Adaa anak yang langsung merebut. Kita sebagai orangtua ngga bisa menyalahkannya. Pun ukan berarti kita sebagai orangtua diam aja melihat anak ngga mau berbagi. 
Action is a must. Caranya? 
💙ajarkan anak cara berbagi, sebagai praktiknya berikan teladan atau contoh
💙hargai sekecil apapun usaha anak untuk berbagi,  berikan apresiasi. 

So far itu yang bisa kulakukan. Moms ada tips lain? Feel free to share yah!

9 comments:

  1. Masuk usia 2 tahun udah mulai sedikit 'pelit' artinya dia gak mau berbagi apa yang dia miliki. Anakku pun begitu tapi aku coba pelan-pelan kasih tau mana yang harus dia lakuin sama yang gak, lambat laun dia ngerti sendiri masya Allah

    BalasHapus
  2. Tiap fase perkembangan anak selalu penuh dengan kejutan ya moms. Si kecil sih belum memasuki fase ini, lagi aktif ke hal lain hahahaha

    BalasHapus
  3. Dicontohkan langsung memang pengajaran dan didikan yang tepat untuk anak kecil

    BalasHapus
  4. Suka kalau ada artikel semacam parenting pola pengasuhan anak seperti ini. Saya bisa ngikuti dan menerapkan di rumah terhadap anak saya yang termasuk pemalu.

    BalasHapus
  5. Anakku pelit banget mbak terutama untuk makanan :( jadi aku ngga bosen2 ajarkan dia untuk berbagi dengan cara kasih dia contoh

    BalasHapus
  6. Kakau masih batita, ga mesti pinjeng barang temannya, pasti mukul dulu baru ambil itu mainan..kaya anak saya..ga ada yg mau ngalah padahal sdh usia mau 6 thn

    BalasHapus
  7. Iya klo masih kecil gitu kadang ego nya masih tinggi Kita yg mesti sabar tapi dibalik egonya itu dia punya Rasa sayang yg luar biasa sama saudara nya

    BalasHapus
  8. Iya anakku tu yg kecil pas usia2 segitu gak paham berbagi. Untungnya dikasi pengertian terus, skrng sudah bisa berbagi. Begitu pula kakaknya. Tugas ortu memang mengarahkan anak, tanpa merusak naluri si anak sesuai usianya ya.

    BalasHapus
  9. Setiap anak memang mempunyai karakter yang berbeda2.
    Tapi memang umur sekitar 1-3 tahun kadang sulit berbagi. Tinggal bagaimana cara kita mengajarinya ��

    BalasHapus

 

Mathematics is...

"Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan dan teori bilangan adalah ratunya Matematika."
-Gauss, a mathematician-

I Have A Dream...

Jika kamu memiliki mimpi, maka tuliskanlah, tempelkanlah di tempat strategis dan berikhtiarlah! Man Jadda Wa Jadaa! Mestakung!