Enam Inspirasi Berbagi Kebaikan di Tengah Ketidakpastian


Suasana yang ramai dengan orang shalat berjamaah, setelahnya dilanjutkan mengaji atau sekadar berdiam diri adalah suasana yang kerap ditemui di masjid dan tak sedikit anak-anak bermain di rerumputan sekitarnya. Itulah pemandangan yang kerap aku dan keluarga kecilku jumpai di sore hari di masjid dekat tempat tinggal kami. Ya, hampir setiap sore balita kami meminta diajak bermain ke masjid, ending-nya shalat maghrib berjamaah. Tapi kini, suasana itu menjadi hal yang tidak pernah kami jumpai sebulan terakhir dan entah sampai kapan. Kalian tentu tahu mengapa, bukan?



Pandemi adalah Sebuah Ke(tidak)pastian yang Mengubah Segalanya
Ya, sudah sebulan terakhir sejak adzan di Mekah ditambahi dengan kalimat  shallu fi rihaalikum (shalatlah di rumahmu). Saat anjuran beribadah di rumah ketimbang di masjid semakin diimbau. Jujur, rasanya seperti ngga percaya akan datang momen seperti ini. Dan ternyata menang pada zaman Rasulullah hal ini pernah terjadi, ketika wabah penyakit menyerang Mekkah.

Tak ada yang menyangka makhluk Allah yang super duper kecil bernama Corona itu bisa mengubah seluruh sendi kehidupan. Seluruh. Kesehatan, pendidikan hingga perekonomian. Rumah sakit mendadak menjadi semakin penuh hari ke hari, sekolah menjadi tempat sunyi karena para siswanya harus diliburkan, rekornya, untuk pertama kalinya UN ditiadakan. Para pelaku bisnis memilih menutup sementara usahanya, para pegawaipun dirumahkan. Dan tentunya rakyat kecil, terutama mereka yang menyambung kehidupan hari demi hari, tanpa gaji bulanan pun turut terdampak.

Bagi mereka; keluar mati karena Corona atau di dalam mati kelaparan. Travis memang. Meski syukurnya kini bantuan sosial mulai berdaya gan bagi mereka yang terdampak dan berkurangan.

Sungguh, pandemi adalah sebuah ketidakpastian yang mengubah segalanya. Memang masa ini kelak pasti berakhir. Namun akhirnya itu masih tidak pasti. 

Di situasi seperti ini, kita yang secara ekonomi masih berkecukupan, bisa apa?


Tetap Berbagi Kebaikan Walau #dirumahaja
Di situasi seperti ini, kita yang secara ekonomi masih berkecukupan, bisa apa?

Jawabannya, melihat ke bawah untuk bersyukur dan memiliki semangat berbagi yang tinggi. 

Jika bencana-bencana lainnya kita bisa berkontribusi terjun langsung, maka untuk masa pandemi saat ini, berada di rumah. No worries, kita bisa tetap berbagi walau #dirumahaja. Ada juga yang mengistilahkan:

"Di momen seperti ini Kaum Rebahan sekalipun bisa memberikan kontribusi yaitu dengan berada di rumah untuk memperlambat penyebaran virus Covid 19."

Tapi tentunya bukan sekadar rebahan, ada berbagai cara menebar kebaikan dalam masa pandemi yang penuh ketidakpastian ini.

Bagaimana caranya? Berikut ini enam inspirasi dan kisah berbagi kebaikan di tengah ketidakpastian.

1. Berbagi Isi Piring dengan Yang Terdampak
Beberapa pekan lalu aku terenyuh melihat aksi seorang teman di sosial media, sebut saja Kak Toni, saat mengetahui ternyata tetangganya merupakan korban terdampak Covid19 secara ekonomi. 

Dia dan istrinya berinisiatif berbagi makanan kepada keluarga tersebut. Setiap harinya mereka memasak untuk porsi dua keluarga. Proyek kebaikan "Berbagi Isi Piring", begitulah mereka menyebutnya. Hingga hari ini masuk pekan ke-empat mereka berbagi isi piring. Tak harus menu yang mahal, asalkan halal dan bergizi.

Sepele tapi untuk mengawalinya tak mudah. Butuh pendekatan terhadap mereka yang terdampak agar berkenan menerima bantuan, menjadi ladang berbagi bagi yang berlebih, tanpa bermaksud memandang rendah. Itulah yang dilakukan Kak Toni dan istrinya. 

Sungguh sebuah kebaikan yang menyentuh dan sebenernya sangat bisa dilakukan terlebih ketika kita tahu di lingkungan kita ada yang terdampak. Hanya saja memang 


2. Memberikan Tip Bagi Pengemudi Online
Ketika Covid 19 belum hadir di tengah-tengah kita, rasanya nyaris tiap hari kita membutuhkan jasa pengemudi online baik untuk transportasi, pesan makan hingga mengantar barang. Namun dalam kondisi pandemi saat ini pengguna pengemudi online khususnya untuk transportasi sangat berkurang jauh lantaran adanya himbauan #dirumahaja. Mereka akhirnya jadi orang terdampak. 

Beruntungnya sebagian dari mereka beralih menjadi pengantar barang atau makanan. Meski tetap saja, jumlah orderan tak sebanyak di situasi normal.

Salah satu hal (kecil) yang bisa kita lakukan adalah memberikan tip ketika menggunakan jasa mereka. Tak perlu memikirkan uangnya akan dibuat apa. Menurutku cukup berniat menebar kebaikan dan berdoa supaya tepat sasaran.

Inilah yang dilakukan salah seorang temanku, Reni. Ia bercerita, saat itu sedang akan memesan makanan dengan pengemudi online. Namun ternyata jarak pengemudi dengan restaurant dan rumahnya jauh.

"Ngga apa-apa, Pak, saya antar aja. Dari pagi saya baru dapat 9ribu. Lumayan kalo ngantar ini bisa nambah beli beras dan jajan anak."

Terenyuh rasanya. Awalnya temanku ingin memberi sembako tapi niatnya diganti dengan memberikan pengemudi online tersebut tip setelah mengantar pesanan.

Ada pula kisah temanku, Mbak Via, sengaja memesan makanan. Bukan untuk dirinya, tapi untuk sang pengemudi.

"Terimakasih banyak ya, Bu. Tetap di rumah aja ya, Bu, jaga kesehatan. Semoga ibu dan keluarga sehat selalu."

Masya Allah, sebuah kebaikan sederhana dibalas dengan doa berlipat-lipat.

3. Membuka Lapak Dagang Bagi Teman di Sosial Media
Suatu kali temanku yang memiliki usaha fashion lokal mengeluhkan pendapatnnya yang begitu menurun drastis sejak pandemi. Aku sebagai seorang online seller juga mengalami hal itu, beryukurnya aku masih memiliki sumber pendapatan lain. Bagaimana dengan mereka yang benar-benar mengandalkan bisnisnya sebagai sumber pendapatan?

Memberi kesempatan bagi teman-teman untuk membuka lapak dagang di status sosial media ini belakangan mulai banyak diterapkan khususnya melalui status Facebook. Beberapa teman influencer dan komunitas yang kukenal juga membuka peluang ini. Salah satunya adalah Kak Ika.

Di beberapa Whatsapp Group yang kuikuti bersamanya, ia menyebarkan broadcast
"Ibu-ibu, teman-teman, bagi yang memiliki usaha atau bisnis, selama halal dan baik, aku bantu promosikan di semua sosial mediaku ya. Silakan japri kontennya ke aku."

Ya, ia dengan menawarkan jasa, lebih tepatnya bantuan  secara cuma-cuma. Padahal untuk sosial media miliknya yang sudah diikuti ribuan orang, jika ia meminta bayaran, bisa saja. Tapi Kak Ika memilih untuk berbagi kebaikan dengan mempromosikan dagangan orang lain.

Mungkin kelihatannya kecil tapi ini adalah sebuah kebaikan kecil yang sangat berpotensi mempertemukan pembeli dan penjual dan tentunya mengarahkan rezeki pemilik usaha. 


4. Memanfaatkan Skill Sebagai Alat Berbagi
"Duh aku ngga punya uang, bisa berbagi dengan apa ya?"

Di era yang semakin maju secara teknologi ini berbagi bukan sekadar lewat materi. Berbagi bisa juga dilakukan dengan memanfaatkan skill yang kita miliki sebagai media berbagi. Suatu kali aku melihat beberapa teman mengunggah foto karikatur watermark yang sama. Karena penasaran akupun bertanya dan mendapati seorang desainer bernama Mbak Ayu yang membuatnya.

Mbak Ayu adalah seorang desainer grafis menawarkan jasa karikatur dengan harga seikhlasnya. Tak hanya itu, seluruh hasil penjualan karikatur didonasikan untuk mereka yang membutuhkan.

Memang, memanfaatkan skill Nngga harus bermuara ke uang. Pun ngga harus skill khusus, zaman sekarang banyak bermunculan para content creator. Membuat konten menghibur maupun inspiratif sudah menjadi cara menebar kebaikan yang sederhana tapi berdampak. 

Coba deh bayangin, kita adalah seorang tenaga medis lagi lelah-lelahnya, nonton video ucapan terimakasih dari para content creator. Kebayang betapa bahagianya mereka kan?

5. Membeli Dagangan Teman 
Terinspirasi dari kisah salah seorang teman, ia berkata:
"Aku beli sesuatu karena relasinya."

Maksudnya, kadang kita merasa ngga membutuhkan sesuatu sehingga ngga membelinya. Sekalipun yang menjual adalah teman atau orang yang bekerja keras (misalnya pedagang asongan, nenek renta). Padahal tak ada salahnya membeli dagangan teman selama kita punya rezeki. Selain membantu teman, juga membuat teman bahagia.


6. Berdonasi Digital
Belasan tahun silam yang namanya donasi mungkin hanya diidentikkan dengan memberi uang ke panti asuhan/panti jompo, bersedekah beras dan lain sebagainya. Teknologi terus berkembang, kini berdonasi sangat mungkin dilakukan secara digital. Donasi digital sendiri adalah sistem sedekah atau donasi menggunakan internet dan virtual money. Ya, cukup mengandalkan smartphone dan internet banking atau rekening bersaldo, maka kamu bisa berdonasi digital untuk mereka yang membutuhkan.

Sudah banyak aplikasi maupun pihak ketiga yang membuka donasi digital. Salah satunya adalah berdonasi digital lewat portal Dompet Dhuafa.

Melakukan Kebaikan di Tengah Ketidakpastian
Enam Inspirasi Kebaikan di Tengah Ketidakpastian
(sumber: dokumen pribadi)

Donasi Digital Lewat Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa adalah lembaga kemanusiaan yang menyalurkan dan mengelola manfaat donasi ke seluruh penjura Indonesia melalui berbagai programnya sejak tahun 1993. Tak hanya zakat, donasi digital Dompet Dhuafa memiliki beragam pilihan donasi, pengkhususan donasi hingga keterangan donasi. 
Baca Juga: 

Dompet Dhuafa Perkenalkan Wakaf Parung dan Cara Bahagia Berwakaf Lewat Tabung Wakaf


Lalu bagaimana memulai berdonasi digital melalui portal Dompet Dhuafa? Yuk simak video singkat berikut ini. Hanya empat langkah saja.



27 Tahun Dompet Dhuafa Menebar Kebaikan
Perjalanan Dompet Dhuafa menebar kebaikan dalam dunia ZISWAF (zakat, infaq, sedekah & wakaf) bukanlah perjalanan singkat, 27 tahun sudah terlewati. Dalam penyalurannya, Dompet Dhuafa berfokus pada lima pilar antara lain pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dakwah, dan budaya.




Penerima manfaat Dompet Dhuafa tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan 21 negara lainnya. Selama 2019 Dompet Dhuafa berhasil menghimpun sebanyak Rp378,58 Miliar dari dana zakat, infak, sedekah, wakaf. Sementara itu, penyalurannya mencapai Rp353,07 Miliar melalui berbagai program dalam lima pilar tersebut. Pun, tingkat serapan penyaluran pada 2019 sebesar 93,26%, ini mengindikasikan bahwa kinerja penyaluran Dompet Dhuafa sangat efektif menurut rasio Allocation to Recollection Zakat Core Principle. Sejak awal berdiri di tahun 1993 hingga 2019,  penerima manfaat Dompet Dhuafa mencapai 21.788.903 jiwa.

Bulan Ramadan telah tiba, bulan yang penuh dengan kemuliaan. Bulan dimana segala amal kebaikan diganjar pahala berlipat-lipat. Bulan untuk menebar kebaikan lebih banyak dan lebih sering. Nyatanya kondisi pandemi ini bukanlah penghalang untuk terus menebar kebaikan, walaupun dari rumah saja. 

Bagi yang merasa bingung harus berbuat apa, semoga inspirasi dan kisah berbagi kebaikan yang saya share di atas dapat bermanfaat. Syukur-syukur dapat diteladani, meskipun tentunya tak harus sama persis, menyesuaikan kondisi setiap orang dan lingkungannya.

Baca Juga: 

Sekolah Literasi Indonesia: Sarana Penyaluran Zakat untuk Pendidikan Masyarakat Marginal




Di bulan Ramadhan ini, Dompet Dhuafa sudah mulai membuka donasi Ramadan hingga zakat fitrah. Teman-teman bisa langsung browsing di portal donasi Dompet Dhuafa ya. 

Pengalamanku dan suami secara konsisten berdonasi melalui Dompet Dhuafa diawali sejak akhir tahun 2016, saat itu baru menikah. Kebetulan rumah kami dekat dengan salah satu wakaf Dompet Dhuafa. Begitu terlihat nyata manfaat donasi baik zakat maupun lainnya bagi masyarakat khususnya yang membutuhkan seperti rumah sakit dan sekolah.

Urusan zakat fitrah dan kurban pun kami percayakan melalui lembaga nirlaba yang sudah berdiri sejak 27 tahun silam ini. Tak hanya donasi pribadi, setiap kali mengadakan penggalangan dana bersama teman-teman, saya selalu mengusulkan untuk menyalurkannya melalui Dompet Dhuafa


Kelebihan Berdonasi Melalui Portal Donasi Dompet Dhuafa
Kelebihan Berdonasi Melalui Portal Donasi Dompet Dhuafa
(sumber: dokumen pribadi)

Aksi Nyata Dompet Dhuafa Cekal Corona
Tak hanya masyarakat, tentunya dalam menghadapi kondisi seperti saat ini, Dompet Dhuafa juga mengambil peran besar dengan mengadakan gerakan Cekal (Cegah dan Tangkal) Corona yang diturunkan menjadi beberapa kegiatan:
  • Pembuatan bilik disinfektan & penyemprotan ke ruang-ruang publik
  • Pemberian sembako bagi warga pra-sejahtera terdampak
  • Donasi makanan dan supplement sebagai bentuk kepedulian terhadap tenaga medis
  • Donasi alat pelindung diri (APD) untuk RS pasien Covid 19
  • Pendirian rumah sakit berbasis kontainer di Parung, Bogor
  • Penyediaan ventilator bagi pasien Covid 19
Kalian juga bisa turut berdonasi dengan klik link di bawah ini ya.



Tak hanya fokus pada Corona, di bukan Ramadan ini pula seperti biasa Dompet Dhuafa membuka donasi untuk menu buka puasa untuk siswa Smart Ekselensia Indonesia (sekolah bentukan Dompet Dhuafa Pendidikan).

Hikmah dan Berkah Berbagi Kebaikan
Rasanya aku sangat setuju dengan istilah: "Berbagi tak akan membuatmu miskin, justru membuatmu kaya." . Kaya yang dimaksud bagiku bukanlah (sekadar) kaya harta namun kaya akan rezeki lainnya seperti beberapa hikmah dan berkah berbagi kebaikan di bawah ini.




Bahagia Lahir Batin dan Tidak Membuat Miskin


Kebahagiaan itu menular, selama tidak ada rasa dengki di dalam hati. Ketika kita menebar kebaikan pada orang lain, kemudian mereka tersenyum bahagia, tentu diri kita turut bahagia karena merasa bermanfaat bagi orang lain. Bahkan pada sebagian orang, berbagi membuat ketagihan dan ingin terus dilakukan. Mereka adalah orang-orang yang tidak takut miskin karena berbagi atau bersedekah. Sebagaimana Rasulullah senantiasa mencontohkannya.


Urusan Dilapangkan

Ingat kalimat ini, di atas? Aku adalah penganut kalimat itu dan telah berulangkali membuktikannya. Memudahkan artinya tidak (dengan sengaja) menyulitkan.


Teringat kisah salah seorang teman. Saat itu ia harus mencari dana untuk program pertukaran mahasiswa di Turki, kesempatan langka yang mungkin tak datang dua kali. Beragam upaya telah dilakukan, tapi dana belum juga tercukupi. Akhirnya ia memilih menyedekahkan tabungannya untuk orang yang membutuhkan. Atas izin Allah, beberapa hari sebelum tanggal konfirmasi kehadiran, Allah berikan rezeki dana cukup lewat dosennya.
Mereka yang bersedekah di jalan Allah dengan ikhlas, maka Allah akan melapangkan urusannya.

Relasi Terjaga
Berbagi kebaikan dengan sesama tentu akan membuat hubungan kita dengan si penerima terjaga.

Kebaikan yang telah diberikanNya untuk kita, akan menjadi lebih bermakna dan bermanfaat jika tidak hanya berhenti pada diri kita sendiri. Kebaikan sejatinya harus ditebar dan ditransfer. Percayalah, tak akan merugi mereka yang berbagi kebaikan diiringi niat yang tulus.

Tebarkanlah dan raihlah kebaikan berbagi berkali lipat dalam hidup ini!


Video Infografis: Visya & Dompet Dhuafa
Infografis: Visya 
Disclaimer:
Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa





100 komentar:

  1. Salah satu yang sudah kami lakukan adalah membeli dagangan teman. Saling support agar mereka tetap survive karena usaha sebelumnya sangat sepi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak. Di kondisi seperti ini memang challenging buat para pelaku bisnis.

      Hapus
  2. Betul sekali Mbak. Allah memberikan imbalan yg lebih atas apa yg kita keluarkan saat kita justru membutuhkan. Saya alami sendiri itu secara langsung. Jadi jangan takut berbagi ya

    BalasHapus
  3. Keajaiban sedekah memang sering banget aku temuin kak visya. Bahkan mereka yang ikhlas sedekah kadang selalu merasa heran rezekinya datang lagi begitu selesai dibagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu terinspirasi dengan kisah kisah seperti ituu :)

      Hapus
  4. Bener Bun kita harus berbagi di saat lapang maupun sempit. Ketika berbagi dalam keadaan lapang kita bisa begitu mudahnya memberi, tapi berbagi ketika sempit di situlah ujian keimanan dan kemanusian kita ya. Bagaimana kita tetap bisa berbagi untuk melatih hati agar tetap peka pada sesama dan aku seneng banget dengan dompet dhuafa ini. Soalnya insyAllah terpecaya dan amanah ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bun, kisahnya aku masukkan situ lho hehe๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

      Hapus
  5. Setuju banget dengan poin-poin yang dijabarkan di atas. Mudah dipraktekkan asal niat kuat. Sehat2 ya Mama Sid sekeluarga.
    Terima kasih sharing-nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Istiqomah adalah kunci ya teh.

      Sehat sehat jugat teh Ani

      Hapus
  6. Saya ralat kalimat terakhirnya. Semoga sehat Mba Evi sekeluarga :)

    BalasHapus
  7. Memanb dampak dsri pandemi ini banyak sekali ya kak mulai dari perekonomian yang menurun sehingga banyak yang berkurang bahkan hilang pendapatannya. Saat ini adalah waktu yang tepat buat yang mampu atau lebih saatnya berbagi karena dengan sedekah bisa menjadi berkah yang yang sangat berarti bagi yang mmembutuhkan. Terima kasih sharingnya mbak semoga semakin banyak kkita bisa bisa berbuat baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Sama sam Mbak. Terimakasih Sudah berkenan membaca :)

      Hapus
  8. MasyaAllah luar biasa ya, memang banyak banget kebaikan sederhana yang meskipun kecil tapi kalau rutin dan istiqomah dilakukan insyaAllah Allah suka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak. Istiqomah adalah kunci๐Ÿ‘

      Hapus
  9. Berbagi isi piring bagi yang berdampak, ya allah ini yang paling penting ya mba. Kepentingan perut tiada duanya, hal ini yang sellau mebawa petaka kalau kita tidak perhatikan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam salah satu hadits Rasulullah pun dianjurkan berbagi kepada tetangga yah Mbak

      Hapus
  10. Kadang kita suka mikir ya saat pandemi gini bagaimana bisa berbagi tapi justru saat gini adalah tantangan tersendiri lho ya

    BalasHapus
  11. Banyak hal memang yang bisa Kita lakukan untuk berbagi kebaikan, meski dengan diam di rumah atau dengan menawarkan jasa bahkan sedekah pada yang membutuhkan. Semua pasti berharap pandemi ini cepat berlalu.

    BalasHapus
  12. Dengan banyaknya bantuan kebaikan di masa pandemi ini bikin saya semakin terharu. Ternyata cobaan gak menyurutkan siapapun untuk berbuat baik

    BalasHapus
  13. Benar sekali mbak, kita bisa mulai bernagi kebaikan dgn apa yg kita bisa..

    Apalagi di era pandemi seperti ini ya,

    Banyak yg kesusahan

    BalasHapus
  14. Setuju sekali Mba. Sebenarnya memang banyak sekali hal bisa kita lakukan untuk membantu sesama walau hanya dari rumah saja.

    BalasHapus
  15. Mudah-mudahan pandemi ini cepat berlalu dan kita bisa beraktivitas lagi seperti dulu, tapi memang ada hal yang positif dimana semakin banyak orang yang mau berbagi dan berdonasi, mudah-mudahan akan semakin banyak yang terpanggil untuk menebarkan semakin banyak lagi kebaikan.

    BalasHapus
  16. Aku termasuk orang yang membeli barang karna teman. Padahal itu nggak butuh atau udah ada. Tapi aku bayangkan memang susah untuk menjual barang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sama mbak..
      Aku klo belanja juga lebih mengutamakan ke teman atau tetangga disekitar

      Hapus
    2. Aku sedang mencoba ini Mbak :')

      Hapus
  17. Memang benar. Aku merasakan sendiri kekuatan dari giving ini. Hidup memang harus take and give dan kalau bisa give more ya kan kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul tangan di atas insya Allah lebih baik

      Hapus
  18. Berlomba-lomba berbuat baik di bulan Ramadhan ini bisa menjadikan kebiasaan baik juga ya, Kuy kita bantu sesama dengan cara kita masing-masing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Momentum banget kudu dimanfaatkan

      Hapus
  19. Pandemi ini membawa hikmah yang luar biasa. Sifat kegotongroyongan masyarakat Indonesia seolah kembali bangkit. Apalagi ini pandemi bersamaan dengan bulan Ramadhan. Umat muslim berlomnba-lomba menebar kebaikan untuk meraih ridla-NYA. Semoga donasi yang disalurkan lewat DD benar-benar tersampaikan kepada yang berhak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Mbak. Hikmahnya bisa salig bantu membantu yah

      Hapus
  20. Kalau aku berbagi isi piring sama driver ojol Mba.
    Kecil-kecilan sih, tapi di belakang kebaikan kecil itu, aku selalu percaya ada rasa syukur yang tak berkeputusan. Bikin hati adem juga.

    BalasHapus
  21. Walau di rumah saja kita tetap bisa berbagi ya setidaknya tetangga dekat rumah kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak alhamdulillah banyak jalan menuju Roma :D

      Hapus
  22. semoga dompet dhuafa amanah ya sejak dulu dipercaya banyak orang, trutama jaman pandemi ini perlu banget jd penyambung tangan

    BalasHapus
  23. MashaAllah semoga bisa berbagi di tengH situasi pandemi seperti ini ya Rabb

    BalasHapus
  24. Tetap tanggap terhadap lingkungan, selalu memperhatikan...siap yang membutuhkan.
    Terutama tetangga terdekat tempat kita tinggal.
    Dompet Dhuafa bergerak cepat dalam mengantarkan kebaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yao, that's the key Mbak. Ngga mudah emang ;')

      Hapus
    2. Nah iya aku juga setuju ini dengan teh Lendy, menurutku juga Dompet Dhuafa ini selalu bergerak cepat untuk dalam mengantarkan kebaikan.

      Hapus
  25. Inspirasi kebaikan yang sederhana ini ya mbak. Sering kita lakukan sehari-hari.

    BalasHapus
  26. Membeli dagangan teman ini yg paling ingin sy lakukan. Selain memenuhi kebutuhan pastinya bs bantu teman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akupun sedang belajar melakukannya nih Mbak :')

      Hapus
  27. betul mba dengan berbagi ke sesama maka akan meringankan mereka yang terkena dampak perekonomian akibat corona ini

    BalasHapus
  28. Programnya Dompet Dhuafa ini bagus banget apalagi disaat seperti sekarang ini. Dengan cepat mereka pasti selalu membantu bagi mereka yang membutuhkan.

    BalasHapus
  29. kegiatan berbagi memang harus senantiasa digaungkan terus menerus pada masa pandemi ini. Karena kita harus menolong sesama yg membutuhkan semoga kita semua selalu dalam lindunganNYA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berbagi bikin hepi yah Mbak hehe. Aamiin

      Hapus
  30. Semoga dompet dhuafa amanah untuk penyaluran zakat dan infaq sodakoh , amin amin ya robbal alamin

    BalasHapus
  31. Tenang kalau zakat dan sedekah melalui DD, selain disampaikan kepada yg berhak, prosesnya mudah dan transparan...
    Semoga pandemi ini segera berakhir
    Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pun manfaatnya meluas.
      Aamiin ya Allah :')

      Hapus
  32. Setelah berbagi pengalaman untuk berbagi. Sekarang kasig info dong bagaimana cari dana untuk berbagi.
    Iya bisa pakai skill. Tapi skil aku itu rebahan dan ngomongin orang. Enggak ada yang mau ngebayar ituuu ๐Ÿ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rebahan sambil bikin konten bisa tuh Kak ๐Ÿ˜‚

      Hapus
  33. Alhamdulillah ya mbak, dgn berbagi membuat hati kan sensng, selain itu rezeki jg akan makin bertambah dan berkah

    BalasHapus
  34. terharu banget pas baca bagian "berbagi isi piring". Hikshiks. Aku mah suka sedih ngabyangin mereka yg ga punya apa-apa.

    Semoga di masa pandemi dan bulan ramadhan ini semakin banyak orang berlomba-berlomba berbagi dan beramal baik. Inshaallah kombinasi pandemi dan ramadhan tetap membawa berkah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga terharu :') Manish belajar meneladani

      Hapus
  35. Selama masa pandemi ini banyak yang terdampak ya, dan banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu tetangga, teman, sodara yang kena dampak pandemi corona

    BalasHapus
  36. Membeli dagangan teman ini ngebantu banget mba. Termasuk beli dagangan tetangga juga ya

    BalasHapus
  37. Aku bagian yang beli dagangan teman nih, hampir tiap hari belinya. Ya kasian juga kalo dagangannya gak laku sedangkan dia lagi butuh uang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah tabarakallah mom Leyla. Semoga bermanfaat bagi penjual :)

      Hapus
  38. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan membeli dagangan teman. Hal ini juga membantu agar orang atau sahabat dapat memenuhi kebutuhannya. Btw salut dengan Dompet Duafa ini mbak dalam memberi.

    BalasHapus
  39. Poin-poinnya penting banget tuh. Bisa diterapkan dalam kehidupan sehari2. Seneng baca ini, jadi terinspirasi

    BalasHapus
  40. Prinsipku adalah menebar kebaikan tidak akan pernah merugi malah akan menambah keberkahan hidup kita :)

    BalasHapus
  41. Benar Mbak, banyak sekali kebaikan yang dapat kita lakukan dari rumah. Minimal membantu meringankan beban orang lain walau tidak seberapa. yang sering aku lihat Ojol sih, kasihan banyak yang kesulitan mendapatkan orderan. Mereka senang sekali dikasih tip walau tak seberapa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak. Mereka terdampak sekali yah. :'' sedikit tapi konsisten yah Mbak

      Hapus
  42. Wah betul bgt kak skrg ada banyak banget sarana untuk berbagi, jadi ga perlu bingung lg saat mau berbuat kebaikan di tengah pandemi seperti ini๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  43. Membantu membeli dagangan teman saat ini sedang marak dilakukan teman sosial media. Pandemi ini memang sangat drastis mengubah kehidupan, sampai berakibat pada usaha juga.
    Semoga pandemi ini segera berakhir...

    BalasHapus
  44. Tabarakallahu Dompet Dhuafa. Aku selalu terenyuh kalo baca2 kisah inspiratif begini. Aku makin percaya kalo berbagi kebaikan ga akan mengurangi justru menambah rezeki yg kita punya

    BalasHapus
  45. Program terbaru dari dompet duafa kah mengenai donasi digital? Banayk sekali program mulia dari dompet duafa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah lama Mbak. Aku sendiri baru tau di tahun 2019 hehe

      Hapus
  46. Aku salah satu yang beli daganymgan teman dan bantu promoin juga. Insyaallah saling bantu antar teman ya mba. Semoga sekecil apapun kebaikan kita membawa berkah. Bravo dompet dhuafa

    BalasHapus
  47. Betul sekali, momen pandemi ini ternyata bayak sekali yang kehilangan pekerjaan sehingga butuh bantuan. Untungnya dompet dhuafa juga sangat memudahkan untuk berbagi

    BalasHapus
  48. Barokallah ya, aku kenal DD dari jaman merantau di Hongkong. Terpercaya banget dia dalam menyalurkan donasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Makasih Mbak. Iyaa insya Allah :)

      Hapus
  49. Makasih kak, bikin semangat. Biar ga cuma rebahan, tapi bisa lakukan sesuatu yang bermanfaat.

    BalasHapus
  50. Pandemi ini membawa hikmah di dalam diri aq salah satunya aq lebih rajin ibadahnya dan baca quran nya

    BalasHapus
  51. Salah satu yang kulakukan kini adalah membeli dagangan teman. Kadang walau aku ga butuh. Aku bisa sedekah kan lagi kepada yang membutuhkan. Inspirasi kebaikan ini jadi remindee banget buat aku untuk lebih bisa berbagi kepada yang menjadi. Thanks mba. Sehat2 selalu

    BalasHapus
  52. berbagi, membantu, bersedekah tidak harus banyak. Jika hanya ada sedikit, berikan. Tidak ada materi, bantu dengan tenaga

    BalasHapus
  53. Setuju sama semua poinnya, bener banget mba, yg bisa kita lakukan menjadi ladang kebaikan untuk org2 di sekitar kita yg terdampak Corona ya.

    BalasHapus