Ads 468x60px

Senin, 29 April 2019

Menjadi Lansia SMART dan Tangguh




"Tolong cariin kacamata mbah, kayaknya tadi ada di tas,  kok sekarang ngga ada?" pinta nenek saya suatu kali.

Keesokan harinya,  "Lah kacamataku kok hilang lagi ya?"

Kejadian-kejadian itu membuatku berkesimpulan bahwa semakin usia semakin mudah pelupa. Tapi, ternyata aku sendiri juga pelupa,  meski usia masih 20-an tahun.

Benarkah sifat pikun hanya dimiliki lansia? Benarkah pikun itu sebuah kemutlakan bagi seorang lansia?


Rasa penasaran ini membuatku hadir di acara Pemuda Peduli Lansia dengan tema Menjadi Lansia SMART (Sehat,  Mandiri,  Aktif,  Rajin,  Taat)  yang dibahas oleh Dunia Lansia. Berlangsung di Mayapada Hospital Jakarta, acara ini penuh oleh para peserta terutama lansia.

Kegiatan ini diawali dengan ice breaking oleh Ibu Evita Djaman, M. Psi, lumayan membuat kantuk berkurang. Kemudian sambutan dari Ibu Rismayani selaku perwakilan Mayapada Hospital.


Narasumber hari ini terdiri dari dr.Sheila Agustina Sp.S, Prof. (Em.) Dr. Saparinah Sadli dan Evita Djaman, MPsi.

Berbicara soal lansia, tahun 2017 diperkirakan terdapat 23,66 juta jiwa penduduk lansia di Indonesia. Diprediksi jumlah tersebut akan meningkat menjadi 27,08 juta jiwa pada tahun 2020, kemudian meningkat lagi di tahun 2025 menjadi 33,69 juta. Jumlah ini terus bertambah menjadi 40,95 juta di tahun 2030 dan di tahun 2035 mencapai 48,19 juta. (Pusat Data dan Informasi Kemenkees RI, 2017).

"Lansia terbagi menjadi tiga rentang usia: 65 -  75 tahun (young old),  75 -  85 tahun (old old) dan 85 tahun ke atas (oldest old)." ungkap Prof Saparinah.

Menjadi Lansia Tangguh
Nyaris tidak ada lansia yang hidup tanpa penyakit. Prof Saparinah menggarap komunitas Lansia Tangguh. Lansia tangguh bukanlah mereka yang tidak punya penyakit melainkan mereka yang walaupun punya penyakit tapi bisa menyesuaikan diri dengan penyakit tersebut.


Meskipun usia bertambah lanjut,  namun menjaga silaturahmi adalah sebuah keharusan. Lansia tangguh adalah mereka yang bisa merangsang stimulasi otak,  menghadirkan kegembiraan, dll.

Lansia tangguh secara fisik bisa menyesuaikan diri dengan kekurangan fisiknya,  tidak merasa menderita karenanya. Lansia tangguh juga mampu merawat potensi kognitifnya dengan stimulasi. Misal,  lansia yang gemar membaca sejak muda,  bukan tidak mungkin tetap melakukan hobinya. Ataupun mereka mencari kegiatan baru yang menimbulkan kecintaan. Intinya berkemauan keras dan tidak malu belajar.

Kenali Faktor Demensia 
Menjadi tua bukan hanya persoalan secara perubahan fisik yang terlihat di luar namun juga perubahan kinerja otak.  Oleh karenanya penting untuk mengetahui bagaimana kondisi otak semakin tua usia manusia. Narasumber dr.Sheila mencoba memaparkannya.



Demensia adalah suatu kondisi atau sindrom yang disebabkan penyakit atau gangguan otak yang ditandai dengan kehilangan atau penurunan kemampuan intelektual, daya ingat, daya pikir, daya tangkap, kemampuan berhitung dan berbahasa serta daya nilai sehingga menimbulkan gangguan pekerjaan dan fungsi sosial dalam kehidupan sehari2 hari (kajianpustaka.com). Demensia merupakan 'payung' dari penyakit Alzheimer (50-70%), dan lain-lain.

Tips Mencegah Demensia
Demensia dapat dicegah dengan hal-hal berikut antara lain:
1. Kontrol Terhadap Faktor Risiko
Penting untuk mengetahui hal hal yang bisa menyebabkan terjadinya demensia. Beberapa faktor tersebut antara lain kebiasaan hidup tak sehat, olahraga kurang,  dan sebagainya. 

2. Menjaga Pola Makan dan Gizi Seimbang
Konsumsi makanan sehat pada dasarnya bukan hanya 'kewajiban'  Lansia namun juga setiap manusia.  Tak perlu mahal mahal membeli bahan makanan, meskipun tidak dilarang, kita bisa memakai makan produk lokal Indonesia.  Contohnya tempe. FYI, tempe bermanfaat untuk otak. Tempe bentuk tempe bukan makanan olahraga tempe.


3. Berhenti Merokok dan Menjauhi Perokok Aktif
Siapapun tahu bahwa merokok sangat membahayakan kesehatan. Ada ribuan zat aktif yang akan masuk ke paru-paru ketika rokok dihisap. Namun tak hanya perokok aktif,  menjadi perokok pasien sama bahayanya. Jadi selain hindari merokok,  hindari menjadi perokok pasif juga harus dilakukan. 

4. Berolahraga dan Stimulasi Kognitif
Olahraga cukup membuat diri menjadi lebih segar. Tak perlu olahraga berat atau kompetitif,  cukuplah jogging dan senam ringan setiap pagi selama 15-30 menit untuk membuat badan lebih segar.

Stimulasi kognitif berkaitan dengan kegiatan dalam merangsang kerja otak seperti membaca, menulis, berdiskusi dan lain sebagainya. Menjadi Lansia atau pra lansia bukanlah alasan untuk berhenti berproduktivitas.

5. Istirahat Cukup
Tidur adalah salah satu bentuk istirahat efektif. Jangan sekali kali meremehkan kecukupan tidur. Mereka yang kurang porsi tidur dapat berpotensi segala macam penyakit. Pun bagi mereka yang berlebihan.


Tanya Jawab Tentang Demenisia 
Adakah vitamin otak? Apakah betul kuning telur rebus bermanfaat bagi daya ingat otak? 
Ginkgobiloba, omega 3 memang bagus buat otak. Tapi konsumsi vitamin otak saja tidak cukup, lansia tetap butuh olahraga,  jaga pola dan gizi. 
Misal,  seorang ibu membelikan anaknya vitamin otak harga mahal, tapi ia tidak memberikan stimulus untuk anak,  tidak mengajak ngobrol dan sebagainya.

Untuk telur,  selama tidak ada alergi tapi jangan berlebihan karena bisa menjadi kolesterol.  Beda dengan anak kecil,  tidak apa apa makan telur lebih banyak.
Perlu diingat,  vitamin adalah suplemen,  melengkapi kita. Bukan sebaliknya.

Apakah Parkinson termasuk demensia? 
Parkinson adalah penyakit degeneratif. Penderita Parkinspn dapat terkena Demenisia Parkinson. 


Apakah bermain gadget dapat memengaruhi Demensia? 
Berteman dengan digital tak ada tapi perlu dibatasi.  Karena tidak baiknya sinar buru dari smartphone/handphone. Karena tetap perlu dengan dunia digital. Tapi juga harus melek dengan dunia sosial luar.


Atas dasar kepedulian terhadap lansia dan persiapan menjelang lansia, beberapa orang anak muda dan calon lansja menginisiasi hadirnya portal bagi lansia bernama DuniaLansia.com.

Dunia Lansia (DuLan) mengajak seluruh orang muda untuk mempersiapkan diri menjadi “Lansia SMART” dan mendapatkan banyak ilmu serta informasi melalui portal dunialansia.com


Kolom yang tersedia antara lain Kesehatan,  Gaya Hidup, Agenda Acara, Kisah Inspiratif, Direktorat serta Hukum &  Perlindungan. 




Menjadi tua adalah sebuah kepastian,  namun menjadi lansia SMART (sehat, mandiri, aktif,  rajin, taat)  adalah sebuah pilihan. Dan pilihan itu dapat dipersiapkan segini mungkin. Walaupun mungkin rasanya "Ah,  masih jauh." tapi waktu terus bergerak ke depan,  tidak dapat mundur ke belakang.

Semoga kita bisa membantu lansia terdekat serta menjadi lansia SMART kelak.

11 comments:

  1. salut deh saya ada yang memikirkan lansia dengan membuat aplikasi ini.
    para lansia sebenarnya seperti ibu-ibu muda, butuh komunitas dan wadah, agar ada teman berbagi, jadi tidak merasa sendiri

    BalasHapus
  2. wah aku perlu bangets baca DUNIALANSIA ini...Ibu mertuaku 82 tahun, Bapakku 81, Ibuku 75 tahun. Dan ketiganya sudah menunjukkan gejala di atas.
    Mesti banyak sabaaar menghadapinya.
    Keren ada lansia SMART begini biat kita siap juga nanti

    BalasHapus
  3. Waaah aku belum jadi lansia aja kadang suka lupa, terimakasih banget mba artikelnya mba. Mau dicoba untuk mengikuti sarannya agar nanti waktu lansia sehat, mandiri, aktif, rajin dan taat

    BalasHapus
  4. Di Indonesia ini emang kalau udah mbah2, kdng ngrasa gak pede bisa njalanin ini itu ya mbak. Mungkin krn mindset.
    Kalau di lyar aku liat lansia malah kyknya ehat2, kyk mislanya di Jepang gtu.
    Aku punya tante yg lama tinggal di luar saat balik ke Indonesia masih gesit, masih olahraga renang, msh nyetir sendiri ke mana2, gk mau nyusahin anak katanya.
    Ini programnya bagus supaya lansia jg bisa mandiiri...

    BalasHapus
  5. Intinya pola hidup ya mba. Inu penting banget buat orangtua kita yg udah lanjut ni. Programnya patut diacungi jempol, kereen

    BalasHapus
  6. Aku nih kalau lagi di jalan suka lihat lansia kemana-mana sendiri tuh kadang miris. Sering ngebatin "ini anaknya kemana membiarkan ayah atau ibunya sendirian gini pergi". Tapi kalau lihat ke negara tetangga, masih banyak lansia yang bekerja juga.

    BalasHapus
  7. Wah ini artkelnya bermanfaat banget kak. apalagi ada tips-tipsnya jugaa mantap kak

    BalasHapus
  8. Benar sih, menjaga pola makan penting, tidak memandang muda dan tua. Dan istirahat yang cukup yaa. Lansia harus sehat!

    BalasHapus
  9. Lansia di luar negeri, selain menjaga pola makan mereka juga rajin olahraga. Itu yg saya tahu dari orang tua lanjut usia yang saya jaga. Nah semoga dengan adanya acara ini kita yg masih setengah lansia bisa menyampaikan kepada orang tua kita supaya kelak mereka jadi lansia yg smart ya

    BalasHapus
  10. Di umurku yg masih empat puluhan gini aku juga udah sering mudah lupa lho klo naroh apa apa. Semoga ga gejala demensia ya makanya aku masih seneng merajut utk merangsang kinerja otak hehe

    BalasHapus
  11. Aku nih, pelupa banget. Harus sering2 makan tempe nih. Hehe.. nice info

    BalasHapus

 

Mathematics is...

"Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan dan teori bilangan adalah ratunya Matematika."
-Gauss, a mathematician-

I Have A Dream...

Jika kamu memiliki mimpi, maka tuliskanlah, tempelkanlah di tempat strategis dan berikhtiarlah! Man Jadda Wa Jadaa! Mestakung!