Ads 468x60px

Selasa, 25 Juni 2019

Hal Hal Penting yang Harus Diketahui dalam Merawat Gigi Anak



Moms, punya bayi/toddler itu memang menggerakkan yaa, apalagi ketika mereka blm bergigi. Nah ketika gigi mulai tumbuh, tugas kita adalah merawatnya dan mengajak anak merawatnya bersama. Kemarin aku baru saja ikut kuliah Whatsapp (kulwap) dari komunitas Mom Academy @mothersonmission tentang perawatan gigi anak bersama drg Adela.


No worries, buat Moms yang ngga menyimak, aku rangkum materinya.

Pertanyaan pertama: mengapa gigi anak harus dirawat?


Menurut riskesdas tahun 2018, presentase anak dengan gigi berlubang masih sangat tinggi! Masih banyak orangtua berpikir bahwa menjaga gigi anak tidak terlalu penting karena nantinya akan diganti dengan gigi permanen.




Padahal, status kesehatan secara umum anak sangat ditentukan oleh kesehatan gigi. MENGAPA?
💙Anak dengan masalah gigi cenderung bermasalah dengan penyerapan nutrisi (masalah makan) sehingga intake makanan yang masuk ke tubuh juga tidak optimal. 
💙Gigi anak juga sangat penting untuk pelafalan atau “fonetik” suara anak.  Penyakit gigi yang tidak dirawat dan ditindak segera juga bisa berdampak infeksi yang bisa menyebar ke seluruh tubuh. 



Moms, anak harus diperkenalkan dengan dokter gigi dan pemeriksaan gigi sejak dini. Sebaiknya mulai usia 1 tahun anak diperkenalkan ke dokter gigi. MENGAPA?
💙Usia 1 tahun dianggap anak sudah mulai bisa berkomunikasi walaupun belum bisa berbicara. 
💙Pada usia 1 tahun biasanya gigi sudah banyak tumbuh, biSA 8-10 gigi.
💙Untuk mengetahui apakah giginya ada kelainan pertumbuhan? Apakah ada karies atau lubang gigi? Ataupun ada yang salah dengan pengunyahannya? Atau malah giginya belum tumbuh?



Eits, menurut narasumber, jangan disamakan semua anak harus usia 1 tahun ke dokter gigi ya Moms. Balik lagi ke kondisi anak, apakah sekiranya anak sudah bisa menerima instruksi dan benar-benar siap?

FYI,  dokter gigi pun juga biasanya pada anak butuh pendekatan khusus berbeda dengan dewasa.


Tips Mengajak Anak ke Dokter Gigi
1. Usahakan datang di jam awal drg tersebut praktek
2. Bawa benda kesayangan anak seperti mainan atau selimut dsb.
3. Orangtua sebaiknya memberikan afirmasi positif sebelum pergi ke dokter gigi, pelan2 dibilang kalau akan dilihat giginya
4. Seringlah mengajarkan ke anak untuk membuka mulut (misal bermain dengan menyenter ke bagian mulut, main buka mulut seperti crocodile, ataupun menunjukkan gambar2 atau cerita tentang gigi mulut maupun ke dokter gigi)
5. Ajak anak melakukan kegiatan membersihkan gigi dengan media kertas dan pasta gigi. 
6. LAST BUT NOT LEAST, JANGAN MEMAKSA ANAK. Biarlah dokter gigi yang menentukan perawatannya, apalagi misalnya hanya perkenalan dan tidak ada keluhan. Karena cara yang tidak baik hanya akan menimbulkan trauma pada anak. Orgtua tidak perlu panik ketika membawa anak ke drg. Ingat, happy parents, happy kid. 


Banyak sekali metode menyikat gigi pada anak, ada yang sirkuler dsb. Utk lebih jelasnya bs dilihat di video ini https://youtu.be/8Uh11QM9A0Y

Karena untuk anak nomor 1 jangan pernah memaksakan, lakukan pendekatan positif dengan anak seperti dalam video tersebut.


Ketentuan Penggunaan Pasta Gigi
1. Anak dibawah 1 tahun TIDAK PERLU MENGGUNAKAN PASTA GIGI
2. Anak diatas 1 tahun diperkenankan menggunakan pasta gigi khusus anak
3. Dosis penggunaan pasta gigipun ada aturannya, akan saya jelaskan dengan gambar yakni : seukuran biji beras (0-3th) dan seukuran kacang potong (3-6th)
Jangan berlebihan menggunakan pasta gigi, apalagi untuk anak yang belum bisa menelan dan berkumur.



Waktu menyikat gigi yang tepat adalah PAGI SETELAH SARAPAN dan MALAM SEBELUM TIDUR. Jika anak menyikat gigi pagi, setelah sarapan gigi anak kotor kembali dan baru akan disikat sore atau malam harinya. Kesempatan kuman untuk berkembang lebih besar. Setelah kita makan, makanan yg kita makan akan membentuk suatu lapisan tempat berkembangnya kuman. Jika lama kelamaan tidak disikat akan berakibat kuman akan berkembiang biak di lapisan itu dan perlahan-lahan gigi akan berlubang.

Memang bukanlah hal yang mudah mengajak anak merawat gigi, disinilah kreativitas orangtua ditantang tentang bagaimana mengajarkan anak merawat gigi dengan cara yang asyik. Salah satu caranya bisa dilihat disini. Happy parenting, Moms and Dads!

19 comments:

  1. anakku yang pertama giginya rusak, belajar dari anak pertama alhamdulillah anak kedua giginya bagus, dia mau sikat gigi rutin dan ga makan permen atau coklat sering2

    BalasHapus
  2. iya bener banget anak dibawah 1 tahun belum boleh menggunakan pasta gigi karena dia belum bisa menggunakannya. info yang menarik kakak

    BalasHapus
  3. Setuju bgt kita sebagai orang tua harus banyak ide dan kreatif biar anak2 sejak dini pintar menjaga kesehatan gigi

    BalasHapus
  4. aku selalu siapin mental seminggu sebelum dateng ke dentist bawa Kenzo heheh karena dia selalu drama luar biasa

    BalasHapus
  5. Pas banget nih mba artikelnya anakku soalnya sering bermasalah giginyaa ..memang gigi harus dirwat dengan benar yaa soalnya gk enak bngt sakit gigi

    BalasHapus
  6. Bener banget nih, kata dokter gigiku juga gini, anak tuh diajarin rawat gigi sejak dia mulai numbuh gigi, jadi diajarin bersihin gigi sejak dini gitu.
    Kalau anak mau dibawa ke dokter gigi emang kudu diafirmasi positif, habis sering kan ya stigmanya horor gitu, bakalan trauma lah anaknya, huhuhuh

    BalasHapus
  7. AHhh pas sekali kak visya... aku lagi galau mau mau bawa anak yang pertama ke dokter gigi atau nggak. Tapi tulisan kak visua memantapkan hatiku

    BalasHapus
  8. Pas baca ini, seketika langsung gemas sendiri. Lihat giginya si kecil dan mau bawa doi periksa gigi. Emaknya jadi parno kalau-kalau si keci ada karang gigi nih hahah

    BalasHapus
  9. Bener mbak Evi harus semenjak dini yah minimal 1 tahun sudah diperkenalkan ke dokter gigi, soalnya biar mereka memiliki rasa nyaman gitu. Kalau udah besaran yang ada muncul rasa takut

    BalasHapus
  10. Wah, pas banget nih sharingnya. si Luna pernah aku ajak ke dokter gigi, alhamdulillah sukses karena memang dia anaknya pemberani banget. Kayak enggak ada takut-takutnya gitu. Abangnya malah yang problem, baru lihat ruangan gigi aja dia udah mengkeret terus mewek minta pulang. haha

    BalasHapus
  11. Jadi inget masa kecil, dulu gigi seriku gripis alias gigis sebelum tumbuh gigi permanen.

    BalasHapus
  12. Wiwin @ pratiwanggini.net3 Juli 2019 05.48

    Wahhhhh baca ini Saya serasa diingatkan, karena anak Saya udah 21 bulan belum pernah ke dokter Gigi.

    BalasHapus
  13. Wiwin @ pratiwanggini.net3 Juli 2019 05.49

    Wahhhhh baca ini Saya serasa diingatkan, karena anak Saya udah 21 bulan belum pernah ke dokter Gigi.

    BalasHapus
  14. Anakku nggak ada problem gigi dan alhamdulillah nggak takut ke dokter gigi. Tapi aku yang takut ke dokter gigi. Hehe. Makanya sejak kecil aku rawat bener giginya jadi alhamdulillah slelau lolos nggak rusak. Jaga gigi terus :)

    BalasHapus
  15. Wiwin @ pratiwanggini.net3 Juli 2019 19.38

    Pas banget ini artikelnya. Kebetulan anak saya giginya udah nyaris sempurna (21 bulan), tapi saya masih belum mengajarinya sikat gigi, padahal si anak suka penasaran kalo melihat saya gosok gigi.

    BalasHapus
  16. Penting banget ya menjaga kesehatan gigi anak sejak dini. Anakku nih agak telat kuajarin sikat gigi jadinya giginya gupis deh. Huhu. Pengen juga nih kapan-kapan kuajak ke dokter gigi buat periksa giginya

    BalasHapus
  17. Bener sekali mb... Kebiasaan merawat gigi harus dibiasakan setiap hari agar menjadi habit yang dibawa sampai dewasa...

    BalasHapus
  18. Mba tapi aku emang rutin juga bawa si kecil ke dokter gigi untuk melihat kondisi apakah gigi anakku masih dalam kadar normal atau mengalami kerusakan. Nah tinggal tips dr mba visya nih kita lakuin setiap hari

    BalasHapus
  19. Perawatan gigi anak memang termasuk hal yg penting. Anak sulung sy termasuk yg agak terlambat perawatan giginya. Sehingga sudah terlanjur rusak. Untuk anak kedua insya allah sy tidak mengulangi kesalahan.

    BalasHapus

 

Mathematics is...

"Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan dan teori bilangan adalah ratunya Matematika."
-Gauss, a mathematician-

I Have A Dream...

Jika kamu memiliki mimpi, maka tuliskanlah, tempelkanlah di tempat strategis dan berikhtiarlah! Man Jadda Wa Jadaa! Mestakung!