Tampilkan postingan dengan label School & Education. Tampilkan semua postingan

Penerapan Sekolah Ramah Anak: Dari Tawuran, Jadi Persahabatan

sumber: shutterstock

Sekolah adalah rumah kedua bagi seorang anak. Bayangkan, setidaknya 4-8 jam dihabiskan anak di sekolah. Tentu tergantung dari grade anak. Semakin tunggi kelasnya, semakin banyak waktu yang dihabiskan di sekolah. Maka sudah selayaknya sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak. 

Tapi nyatanya di Indonesia masih banyak anak merasa "Sekolahku Nerakaku". Mengapa? Tentu ada banyak sebab di baliknya. Salah satunya adalah senioritas di sekolah, khususnya SMP-SMA. 

Untuk itulah muncul istilah Sekolah Ramah Anak. Apa itu Sekolah Ramah Anak?

TTS: Ide Rebranding Koperasi Ala Generasi Millenials

sumber: shutterstock

"Generasi millenials bukanlah mereka yang sekedar punya gadget terkini, namun mereka yang peduli pada kondisi bangsanya saat ini."
@visyabiru_

Prolog
Koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia. Di era dulu mungkin ketenarannya belum terlalu terlihat, namun di era kini ia sudah jauh lebih dikenal. Secara umum fungsi koperasi antara lain meningkatkan perekonomian anggota dan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup anggota, memperkuat perekonomian nasional dan menumbuhkan jiwa sosial/berorganisasi pada diri anggotanya. Peran koperasi amat penting apalagi di desa-desa. Contoh nyatanya petani dapat menyimpan hasil panen di koperasi yang kemudian ditukar dengan rupiah. Contoh lainnya yaitu fungsi pinjaman bagi anggotanya yang membutuhkan. 

Lantas apa yang membedakan koperasi dengan badan perekonomian negara lainnya?


Sekolah Literasi Indonesia: Sarana Penyaluran Zakat untuk Pendidikan Masyarakat Marginal



Di bulan Maret 2015 sekelompok mahasiswa dari Sulawesi melaksanakan Ekspedisi Pendidikan ke pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Mereka adalah kawan-kawan saya. Berbeda asal saya dari Jawa, mereka Sulaeesi namun memiliki ketertarikan yang sama pada pendidikan. Di akhir program ekspedisi, barulah mereka menemukan sebuah tempat. Sekolah Tapal Batas, namanya.
Apa itu? Baru dengar...

Creative Metamorphing Sebagai Model Pendekatan Saintifik dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 (Dipresentasikan di Universitas Tanjungpura Pontianak Mei 2015)


Creative Metamorphing Sebagai Model Pendekatan Saintifik dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015
Evi Syahida
matematika.kimia@gmail.com
Universitas Negeri Jakarta

sumber: gurupembaharu.com

Abstrak. Beberapa puluh tahun yang lalu Indonesia seolah tak pernah habis akan kelahiran para pemikir dunia. Sebut saja Habibie, Soekarno, Gusdur, Susilo Bambang Yudhoyono dan lain sebagainya. Namun seiring ebrkembangnya waktu, kini amat jarang generasi penerus mereka, individu yang dibedakan oleh cara berpikirnya. Di satu sisi para siswa atau peserta didik lah yang akan menjadi generasi penerus tersebut. Setiap peserta didik dilahirkan dengan potensinya masing. Berdasarkan UU Mengenai Sistem Pendidikan Nasional tercantum bahwasanya setiap peserta didik memiliki hak untuk mengembangkan potensi dirinya semaksimal mungkin. Creative Metamorphing hadir sebagai model pendekatan saintifik bagi peserta didik. Creative metamorphing adalah strategi berpikir kreatif dan jenius. Ada beberapa tahapan di antaranya koneksi, penemuan, penciptaan, aplikasi dan revisi. Pada setiap tahapan tersebut dapat dikorelasikan dengan pembelajaran di kelas sehar-hari. Di sisi lain saat ini Indonesia akan menghadapi Masyarakat Eknomi ASEAN atau MEA 2015 dimana seluruh aspek kehidupan bersinergisitas menjadi satu dan daya saing menjadi kian tinggi. Kemunculan Creative Metamorphing amat membantu dalam menyiapkan sumber daya manusia yang jenius dan berpikir kreatif sebagai pemimpin masa depan di Indonesia khususnya dalam menyongsong MEA 2015.
Kata Kunci      : Creative Metamorphing, MEA 2015, pendekatan saintifik.

Pendidikan Dini Kecakapan Diri: Solusi Pembangunan Karakter Pada Jenjang Pendidikan Dasar (Dipresentasikan di Bali, Desember 2014)



PAUD Tarak di Kabuapten Fakfak, Papua (sumber : Indonesia Mengajar)

Pendidikan Dini Kecakapan Diri: Solusi Pembangunan Karakter Pada Jenjang Pendidikan Dasar
oleh : Evi Syahida

“Setiap anak tidak terdidik adalah dosa orang terdidik.” (Anonim)
Siapapun yang membaca kutipan diatas mungkin akan tercengang dan bertanya-tanya maksudnya. Kutipan di atas secara tidak langsung menyatakan bahwasanya setiap anak Indonesia wajib mendapatkan pendidikan yang layak, sebagaimana yang diungkapkan dalam UUD 1945. Sejatinya sejak awal pembentukannya, bangsa ini sudah memahami betul hakikat urgensi pendidikan bagi warga negaranya.


Mendidik dengan Cinta, Menginspirasi dengan Mimpi



                                                oleh: Evi Syahida (FMIPA UNJ) 
Ibu Guru Visya dan D'Equator 8-4 :)
              
"Aku seorang Guru. Guru adalah seorang pemimpin. Tidak ada keajaiban dalam pekerjaanku. Aku tidak berjalan di atas air. Aku tidak membelah lautan. Aku hanya mencintai anak-anak." -Marva Collin-

Di dunia ini terdapat beragam profesi yang dikerjakan tidak hanya mereka yang menyandang predikat ‘usia dewasa’ melainkan juga remaja atau peralihan dari remaja menuju dewasa. Mari sejenak bertanya pada nenek dan kakek atau ayah dan ibu tentang kehidupan guru di zaman dahulu. Sebagian besar mereka menjawab, tidak ada kepastian. Ya, ketidakpastian honor yang diterima. Ketidakpastian kesejahteraan hidup yang terus merongrong. Maka tidak salah jika porofesi guru menjadi profesi yang sedikit diminati dibandingkan profesi lainnya. Jangan heran pula jika banyak yang tidak bersekolah selain karena alasan kondisi perekonomian.

TechnoInfoEdu, Sahabat Baik Bagi Guru dan Siswa Masa Kini


TechnoInfoEdu, Sahabat Baik Bagi Guru dan Siswa Masa Kini
Oleh : Evi Syahida (FMIPA UNJ)



Teknologi dan informasi. Dua buah kata yang tak lagi asing. Definisi teknologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990 : 1158), teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia (http://www.aingindra.com/definisi-teknologi.html). Sedangkan informasi adalah pemberitahuan, kabar atau berita tentang sesuatu. Jadi dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi adalah sarana untuk memudahkan manusia dalam mencari dan mendapatkan informasi. Jadi, teknologi informasi itu teman atau musuh ya?

Sang “Tiga Pilar Pendidikan” yang Tak Tertandingi

sumber : google.com



Al ummu madrasatul ula’(Ibu adalah madrasah pertama)
Barangkali kita sudah tak lagi asing dengan pepatah Arab disana. Setiap wanita adalah calon ibu dan ibu adalah pendidik. Berarti setiap wanita adalah pendidik, tak peduli apakah ia mahasiswi pendidikan atau bukan. Seorang ibu memiliki peran yang sangat penting bagi sang buah hati. Hal itu dapat dijabarkan dalam tiga pilar pendidikan Ki Hajar Dewantara.