Ads 468x60px

Senin, 06 Januari 2014

5th Day : The Last Day With You in P City of S Island

My new family ^^

Kamis, 19 Desember 2013
Hari ini adalah hari terakhir kita.. Dua puluh tujuh orang yang 3 haru lalu dikumpulkan bersama.. Hari ini harus kembali berjuang di daerahnya..


Eits belum saatnya sedih-sedihan karena pagi ini kita ada games yang seru abis, namanya unity ball. Dimainkan per kelompok. Setiap kelompok harus menyundul bola dan mempertahankannya agar tetap di atas. Ada beberapa level, mulai dari pake kedua tangan, satu tangan, dst, ga hafal, hahaha. Nah untuk setiap kenaikan level, bola harus disundul selama 50x tanpa jatuh. Asli seru abis! Di menit-menit pertama belum ada yang naik level. Lalu grup Rainbow mematahkan rekor, dilanjutkan grup lainnya. Nah grupku? Masih bertahan di level 1 sampai waktu selesai

Penuh tawa, kerjasama dan kebahagiaan deh saat memainkan game ini.. Kita belajar untuk mempertahankan sesuatu bersama-sama, belajar untuk seimbangkan organisasi, dll. Setelah itu kita pun sarapan bersama, ah lagi-lagi sarapan terakhir bersama 27 orang complete..hiks..

Setelah itu kita beberes, harus packing karena akan ada agenda penutup jam 9.00. Yap, saatnya beberes wisma. Haphaphap, aku mulai packing. O-M-G, tasku ga bisa ditutup! Padahal pas berangkat bisa, ckck . Setelah dibantu Kak Mut, alhamdulillah bisa ketutup juga..

Ok wisma 4 sudah bersih, kita pun segera ke aula. Anyway wanita-wanita wisma 4 ini rajin-rajin lho, buktinya di aula belum ada orang tapi wanita-wanita wisma 4 udah standby duluan. Berlaku di beberapa sesi acara *bukan narsis :p*

Pukul 9.00 ternyata kita harus berkelompok kembali tapi kali ini berdasarkan daerahnya. Ada Palembang (paling buanyaaak), Jakarta&Bogor, Surabaya&Jember, dll. Kita harus berdiskusi tentang 'apa yang akan kalian lakukan setelah event ini?'. Dari Jakarta&Bogor ada aku, Valira, Lathief dan Ikro. Kita berdiskusi persis di sebelah Yudha dan Kak Herdan. Asli si Yudha berisik tenan, kowe yo, Yud .

Singkat cerita, selesailah diskusi lalu dilanjutkan presentasi. Widih, kreatif-kreatif banget. Ada yang bikin summit internasional, ada pula yang dimulai dari tingkat rendah yakni aksi cinta lingkungan di desa. Apapun itu, selagi postif, semoga dapat direalisasikan dan semoga bermanfaat. Aamiin.
Setelah itu, pemberian sertifikat secara simbolis dan GPVC pun resmi ditutup. Eits masih ada acara lanjutan. Field trip!
Koper-koper dititip di wisma panitia (sampe full banget) lalu kita menaiki bus menuju...
Oke here we were, Jembatan Ampera! Setelah 4 hari yang lalu mendatangi tempat ini dalam keadaan gelap (kesannya suram amat), sekarang terang-terangan. Ehem, ternyata ga hanya peserta dari luar Palembang, peserta dari Palembang pun bernarsis ria ikutan foto di Ampera, hadeuh
Photo
Ampera and Visya ^^


 Aku juga dong Setelah puas foto-foto di Ampera, pindah objek ke Benteng Kuto Besak, salah satu benteng buatan orang Indonesia soalnya sebagian besar benteng di Indonesia itu buatan kolonial.
"Ayo yuk udahan." peserta udah manggil-manggilin, alhasil baliklah kita ke bus.
Ok next destination is...pusat jajanan pempek! Yippie, makan pempek. Widih disini banyak banget yang jual pempek, akhirnya kita bagi-bagi ke beberapa warung, bagi-bagi rezeki juga.
Aku di warung II bersama beberapa orang peserta wanita dan dua orang peserta laki-laki. Di meja sudah disajikan beberapa piring berisi berbagai macam pempek. Ada lenjer, bulat, lonjong, dll. Ga hafal namanya, maklum deh. Oh ya pempeknya ngga digoreng melainkan direbus deh, kayaknya. Setiap pengunjung diberikan mangkok kecil untuk tempat cuko. Beda lho antara cuko dengan cuka.. Cara makannya itu, jadi kita makan dulu trus ngomong udah makan berapa?
Langsung aku comot satu per satu yang bentuknya unik. Ada yang pempek tahu, unyu banget sih~
"Ini ada yang mau pesan model ndak?" tanya Kak Caca. Yang lain pun mengiyakan.
Hah? Model? Model yang di catwalk gitu maksudnya? Atau apa sih?
"Model itu varias lain sajian pempek, Visya." kata salah seorang kakak menjelaskan padaku.
Oalah, aku jadi ingat pas aku ke Pasar Kuto tempo hari memang aku lihat di gerobak-gerobak ada tulisan 'model'. Lha aku pikir itu apaan yak.
Oke aku emang sok tahu banget, alhasil aku ikut-ikutan pesan. Aku pikir aku bakal suka, tapi ternyata...
jengjeng..model pun datang.
Tahukah kamu seperti apa rupanya?
Jd model itu pempek goreng yang disajikan dengan kuah tawar. Berhubung aku masih rada asing dengan variasi pempek ini, alhasil aku makan pempeknya pake cuko sajo, kuahnya ndak kumakan. Tapi teman-teman yang lain tampak nikmat sekali menikmati. Berasa asing sendiri~
Oke setelah cukup kenyang, satu per satu dari kita mulai membayar. Tibalah giliranku membayar.
"Bu, model 1, aqua 2, pempek kecil 3."
"Hahahaha." Tetiba teman-temanku pada ketawa.
Lho kenapa lagi denganku? T.T
"Visya lucu, nyebutnya pempek mini."
Lho? Emang bentuknya mini kok, aku ga bohong. Nih lihat aja~
Oke setelah diketawain, mereka pun meninggalkanku aku tetiba mikir buat beli pempek disini. Eh ada Yusfan, nyamperin aku.
"Ayo, Visya, ke bus."
"Yus, nanti kita mampir beli oleh-oleh ga?"
"Ngga, Visya."
"Oalah, yaudah aku mau beli pempek disini aja."
Akhirnya aku pesan pempek ke ibu penjual dengan ditemani Yusfan, sementara yang lain udah duluan ke bus. Kayaknya Yusfan gelisah banget soalnya emang kita harus udah capcus tapi aku masih disini, hahaha. Maafin aku ya..
Setelah dapat pempek, kita kembali ke bus. Disini terjadi adegan tukar kado. Aku sudah mempersiapkan kadoku yah meski dadakan.
Singkat cerita semua peserta udah taruh kadonya, dikocok-kocok (ga gitu juga kaleee) trus dibagikan lagi. You know what aku dapat apa?
Semacam brosur relawan gitu. Ternyata aku dan Kak Ririn bernasib sama, haha. Trus aku mensyukuri aja deh~ Tetiba ada sisa 1 kado.

"Tuh buat Visya aja. Kasihan dia hanya dapat brosur." kata Kak Ririn.
Huaaaa kakakku yang ini memang baik hati sangat :') Akhirnya aku dapat kado 'sungguhan' yakni dompet batik khas Palembang, wihhii..
Setelah wisata kuliner, kita pun kembali ke wisma untuk pemulangan peserta (bahasanyooo). Satu per satu peserta pun mulai pulang saat jam sudah menujukkan pukul 14.30 WIB.
"Visya, kakak pamit yo. Baik-baik yo di Jakarta."
"Pamit ya, semuanya. Semoga kita bisa bertemu kembali."
Dan tinggallah aku, Yudha, Kak Herdan, Ikrom, Latief dan Chaca. Aku; Yudha, Herdan, Ikrom dan Latief rombongan Jakarta. Pesawatku dan Yudha berangkat pukul 19.40 sementara Ikrom dan Latief jam 21.00. Berhubung masih jam 15.30 akhirnya peserta yang tersisa dan panitia pun pergi ke PTC alias Palembang Trade Center.
Sesampainya disana ternyata mereka pada mau karokean. Aku, Caca dan Ikrom pun memutuskan untuk jalan-jalan keliling mall. Di tengah mall, kita bertiga berpisah. Aku dan Caca ke tempat Om nya Caca karena dia mau nginap di rumah Omnya. Oia ada insiden tak terduga. Pasalnya ponselku yang awalnya baik-baik saja, mendadak hilang sinyal sama sekali! Sudah ku restart berkali-kali, sudah kuganti dengan hape lain, teteup aja.. Ya Allah...pasrah deh..
Akhirnya Caca ketemu Om nya, dan tinggallah aku sendiri :')
Kuputuskan untuk ke tempat karoke. Ya Allah, berisik tenan toh iki Karena boring, aku pun memutuskan kembali ke mall. Saat itu hujan turun dengan lebatnya dan aku malah makan es krim vanila cone seorang diri, haha. Setelah itu aku kembali ke tempat karaoke, duduk di luar ruangan sambil main laptop. Ga lama teman-teman yang di dalam pun keluar. Hiks, saatnya berpisah..
Rombongan Jakarta, rombongan terakhir pun berpamitan. Kita menaiki taksi menuju bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Beberapa jam lagi aku akan meninggalkan tanah ini, ah rasanya baru kemarin.....
Perjalanan dari PTC ke bandara cukup jauh. Kita mampir dulu ke tempat oleh-oleh. Ga cukup sampai situ, si Yudha ngajak beli makan di warteg dan itu sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB. Mulailah panik aku.
"Ayo buruan, pesawat kita sebentar lagi."
"Selow aja, Visya, kita kan udah check in. Aku sering kok mepet-mepet."
Weleh deleh bener-bener dah ni anak berhasil bikin aku sangat panik~
Alhamdulillah sampai juga di bandara. Ikrom dan Latief menunggu di lobby sementara aku dan Yudha langsung menuju terminal.
"Mbak, pesawat L*** A** udah datang?* tanya Yudha.
"Wah maaf, Pak, pesawatnya delay."
Dan mulailah Yudha mencak-mencak. Pasalnya jam 22.30 dia harus udah take off ke Sby. Kalo delay nya lama bisa berabe. Jujur aja aku bingung dalam kondisi begitu, cuma bisa bilang.
"Sudah, sabar, berdoa aja."
Tapi tu anak teteup panik sangat
Pukul 20.00 lebih barulah pesawat datang. Aku duduk di belakang Yudha. Jam 21.00 barulah pesawat berangkat.
Ya Allah.. Akhirnya langkah kaki ini harus meninggalkan kota P.. Akhirnya aku harus kembali ke ibukota..
Kita tiba di Jakarta pukul 22.00 WIB. Tanpa banyak omong, Yudha langsung pamit, ngejar pesawat ke Sby sementara aku masih menunggu bagasi turun. Setelah itu, aku berjalan ke lobby.
Hape mati, ga ada teman. ya Allah, ini gimana nasibku? Benar-benar tantangan.. Udah aja aku nginap di bandara, terus besok langsung ke kampus.. Ga kebayang deh..
Tiba-tiba Yudha datang dari belakang.
"Alah ini gimana toh, aku ketinggalan pesawat."
Waduh ni anak mendadak muncul, ckck. Ternyata untuk ke terminal 3B harus naik taksi dan itu mahal banget. Jam pun sudah menunjukkan pukul 22.30 lebih dikit, alhasil Yudha benar-benar ketinggalan pesawat. Di saat Yudha lagi sibuk-sibuknya mengkontak teman-temannya, tetiba Latief muncul dari belakang bersama ayahnya.
"Hei, bro, duluan ya." katanya pada Yudha.
"Aku ketinggalan pesawat ini." kata Yudha.
"Lho kok bisa?"
"Gara-gara delay."
"Trus gimana jadinya?"
"Yaudah paling besok naik bus."
"Trus Visya gimana?" tanya Latief.
"Aku nginap di bandara aja soalnya hapeku mati, ga bisa menghubungi ayahku. Beliau juga ndak tahu rute kesini."
"Bareng aja." kata ayahnya Latief.
Alhasil aku pulang bersama Latief dan ayahnya, meninggalkan Yudha seorang diri. Maaf yah, kawan..
Selama di perjalanan aku sibuk mengkontak ayahku pake hape Latief. Ternyata ayahku sudah standby di Blok M sejak pukul 22.00! Aku pun minta diantarkan sampai sana saja.
Alhamdulillah, aku sampai di Blok M, bertemu dengan ayahku. Ayahku pun berterimakasih pada Latief dan ayahnya. Singkat cerita, tibalah aku di rumah pukul 00.00!
Sungguh perjalanan yang amat melelahkan namun berkesan. Sebetulnya ga enak banget sama Yudha di bandara, tapi mau gimana lagi. Aku yakin dia bisa(?). Dan ternyata dia ngebus dari Jakarta ke Surabaya. Sabar yoo, kawan..

Alhamdulillahirabbil­alaamiin, Allah ijabah tiga mimpiku dalam satu masa sekaligus: naik pesawat untuk pertama kalinya dalam rangka kegiatan nasional yang dibiayai oleh kampus, gratis. Yap, itulah salah satu mimpiku di 2013. Sempat hopeles ga bakal terijabah di 2013 tapi Allah Maha Mendengar, di akhir tahun mimpi itu dikabulkanNya.
Sungguh pengalaman 4 hari yang luar biasa dengan teman-teman yang luar biasa inspiratif. Begitu banyak ilmu dan pengalaman yang kudapat. Semoga dapat bermanfaat tidak hanya untukku namun juga orang-orang sekitarku. Banyak belajar bahasa dan logat Palembang juga. Maklumlah orang yang hidup di Jakarta macam aku ni agak norak ngeliat orang berbahasa daerah, hehe.
Terimakasih untuk kedua orangtuaku yang meski sempat kubuat cemas namun selalu menantiku.
Terimakasih untuk teman-teman peserta dan panitia. Semoga Allah mempertemukan kita dalam keadaan yang lebih baik.
Terimakasih untuk UNJ dan Indonesia!
Semoga langkah kecil ini mampu menjadi langkah besar di 2014. Aamiin.
NB: Sebenarnya mimpiku itu ke pulau P di pulau S, tapi meski begitu Allah tetap mengabulkannya meski hanya sama di huruf awalan Trus juga tahun ini aku memang sempat ke Lembang. Rasanya pengen bilang
"From Lembang to Palembang"
Masya Allah, rencananya sangat indah ya..
Semangat berprestasi menginspirasi! ^^
"Apa apa yang sudah dilepaskan kemarin, harus diraih hari ini! 2014, aku siap!"
NB (lagi): sampe rumah jam 00.00, baru tidur jam 01.00, jam 5.30 udah standby ke kampus sampe malam baru pulang. Udah gitu hapeku belum benar-benar, empat hari tanpa hape.
Itu semua tuh rasanyaaaa..heeemm..
THANKS FOR THE MEMORY ^^

0 comments:

Posting Komentar

 

Mathematics is...

"Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan dan teori bilangan adalah ratunya Matematika."
-Gauss, a mathematician-

I Have A Dream...

Jika kamu memiliki mimpi, maka tuliskanlah, tempelkanlah di tempat strategis dan berikhtiarlah! Man Jadda Wa Jadaa! Mestakung!