Ads 468x60px

Senin, 29 Juli 2019

Empat Cara Cegah Kebakaran di Rumah Akibat Gangguan Listrik

sumber: Shutterstock
Beberapa waktu lalu saya melihat kabar kebakaran hebat yang terjadi di sebuah pasar daerah rumah saya. Kebakaran terjadi dini hari dan melahap habis kios-kios di dalamnya. Sejenak saya berpikir, kebakaran bisa terjadi kapan pun, di mana pun, termasuk di rumah.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan Iran menyebutkan jumlah kebakaran di wilayah Jakarta Selatan pada Januari hingga Desember 2017 naik 42% dibanding tahun sebelumnya.
Di tahun 2016 terdapat 244 kasus, sedangkan pada 2017 mencapai 348 kasus, ada peningkatan dibanding tahun 2016 sebanyak 244 kasus (sumber Metro.tempo.co). Jumlah kasus yang terbilang tinggi. Belum lagi di kotamadya lainnya di Jakarta. Sebuah peringatan untuk masyarakat dan pemerintah.

Kebakaran di dalam rumah pun dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti hubungan arus pendek (korsleting), kelalaian manusia, overload (beban berlebih) listrik dan lain sebagainya. Tapi pada dasarnya semuanya bisa dicegah.
Berikut tips mencegah kebakaran di dalam rumah:
1. Ketahui Daya Listrik Rumah dan Peralatan Elektronik di Dalamnya
Disarankan setiap orang dewasa di dalamnya mengetahui kapasitas listrik di rumah. Biasanya terdiri dari 900watt, 1300 watt dan seterusnya hingga 4400 watt. Kemudian, setiap kali membeli peralatan elektronik, ada baiknya mempertimbangkan kapasitas listrik yang dibutuhkan. Misal, jika kapasitas maksimal listrik rumah adalah 900watt, sebaiknya tidak membeli peralatan elektronik berkapasitas di atas 500watt.
Dalam keseharian pun ada baiknya kita memperhitungkan peralatan elektronik yang dipakai dalam waktu bersamaan. Hal ini untuk mencegah terjadinya overload listrik.
2. Mematikan Listrik Ketika Tidak Dibutuhkan
Berhati-hatilah dalam menggunakan peralatan listrik. Tak sedikit kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia tidak mematikan peralatan listrik yang selesai digunakan, khususnya yang menghasilkan panas seperti setrika dan kompor listrik. Tidak hanya mencegah kebakaran, poin nomor 2 ini juga dapat menghemat hi listrik di rumah.
3. Kenali Penyebab Kebakaran Akibat Gangguan ListrikBeberapa penyebab umum terjadinya kembaran akibat gangguan listrik antara lain:
  • Hubungan arus pendek atau korsleting.
  • Hubungan singkat terjadi pada saat kabel fase dan kabel netral terhubung secara langsung. Hal ini pada umumnya terjadi pada kabel yang terkelupas akibat digigit binatang atau instalasi kabel listrik yang tidak benar. Pada saat kabel fase dan netral terhubung secara langsung, terjadi lonjakan arus listrik yang sangat cepat. Akibatnya, api muncul dan kebakaran terjadi.
Overload atau Beban Berlebih
Overload adalah kondisi ketika peralatan listrik yang kita nyalakan melebihi batas kapasitas daya yang diperbolehkan oleh MCB. Sebagai contoh, MCB 6A memiliki Daya (P) = Tegangan (220V) x Arus (6A) -> (+/-) 1300 Watt. Jadi MCB 6A ini membatasi pengunaan daya sekitar 1300 watt. Apabila di rumah kita menyalakan peralatan listrik secara bersamaan, misalnya AC, Kulkas, Setrika, TV (masing-masing dayanya sekitar 300 Watt) dan jika dijumlahkan secara total melebihi 1300 Watt, maka terjadi lonjakan berlebih. Kebakaran pun terjadi.
4. Memanfaatkan MCB (Miniature Circuit Breaker) Berkualitas
MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah suatu peralatan pemutus rangkaian listrik pada suatu sistem tenaga listrik, yang mampu untuk membuka dan menutup rangkaian listrik pada semua kondisi secara otomatis. MCB dapat bekerja pada kondisi tegangan yang normal ataupun tidak normal. MCB dirancang untuk melindungi peralatan dan jaringan listrik serta manusia itu sendiri.
Mengapa harus MCB?
20190318071141_IMG_0422.JPG
Miniature Circuit Breaker (MCB) didesain dengan fungsi utama sebagai berikut:
  • Mengamankan kabel terhadap beban lebih dan arus hubung singkat
  • Melewatkan arus tanpa pemanasan lebih
  • Membuka dan menutup sebuah sirkuit di bawah arus pengenal.
Apabila terjadi overload, MCB akan menjalankan tugasnya untuk mencegah terjadinya beban lebih dengan memutus arus listrik. Posisi tuas MCB pun otomatis turun ke bawah.
Bagaimana bila tidak ada MCB? 
20190318071217_IMG_0423.JPG

Kabel dapat memanas, sehingga memungkinkan terjadinya kebakaran akibat beban lebih. Pada saat kabel fase dan netral terhubung secara langsung, terjadi lonjakan arus listrik yang sangat cepat. Hubungan arus listrik pun terjadi. MCB akan mendeteksi lonjakan arus ini dan akan memutus arus listrik. Lonjakan arus tersebut dapat membakar kabel listrik yang menimbulkan potensi kebakaran. 
Tips Singkat Memilih MCB yang Baik
Pilihlah yang terjamin kualitasnya
Hal ini bisa dilihat dari review yang diberikan oleh para pemakai sebelumnya. Jangan hanya tergiur dengan harga miring yang ditawarkan, ya!
Pilihlah yang berlogo SNI 
Ini penting, sebagai bukti bahwa MCB tersebut telah terstandarisasi dan aman digunakan. Pemerintah Indonesia pun telah mewajibkan MCB yang dijual di pasaran harus bersertifikat SNI. Jadi pastikan MCB yang Anda beli sudah berlogo SNI.
MCB Domae Schneider Electric adalah pilihan tepat karena telah terbukti kualitasnya dan berlabel SNI. MCB Domae Schneider Electric memiliki keunggulan dibandingkan MCB lainnya yang ada di pasaran, yaitu: ketahanan mechanical trip (ketahanan MCB dimana tuasnya dapat diturunkan dan dinaikkan secara manual) hingga 20,000 kali dan ketahanan electrical trip (ketahanan MCB untuk mengalami trip secara elektrikal) hingga 10,000 kali. Sehingga dapat disimpulkan,  MCB Domae Schneider lebih kuat dua kali lipat dibandingkan MCB lainnya di pasaran. 
IMG_20190327_083611.jpg

Schneider Electric telah memastikan MCB Domae yang dijual di pasaran aman untuk digunakan, memiliki ketahanan yang tinggi serta kualitas produksinya dikontrol secara ketat untuk memenuhi standar SNI. Tak hanya itu, bahkan ketahanannya pun dibuat untuk melebihi standar tersebut. 

2 comments:

  1. serem ya kalau sampai terjadi kebakaran. bagus juga pakai mcb ya,bisa otomatis memutus arus listrik jika ada beban overload

    BalasHapus
  2. Terimakasih untuk infonya, sukses terus..

    BalasHapus

 

Mathematics is...

"Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan dan teori bilangan adalah ratunya Matematika."
-Gauss, a mathematician-

I Have A Dream...

Jika kamu memiliki mimpi, maka tuliskanlah, tempelkanlah di tempat strategis dan berikhtiarlah! Man Jadda Wa Jadaa! Mestakung!